
"Dengar Frans....bagaimana jika aku tidak mau meninggalkan Queen?" tanya Andre penuh percaya diri.
"Yakin kamu berani menanggung resikonya?" Frans menaikkan sudut bibir kanannya meremehkan pria itu.
Merasa tertantang Andre pun menantangnya.
"Biarkan yang akan terjadi karena aku pun tak akan mengubahnya" jawabnya percaya diri.
"Jika kau masih nekat juga, jangan salahkan jika ini yang berbicara" sambil jarinya membentuk pistol lalu menempelkannya dikepala Andre
"DOR" ucapnya kalem namun mematikan.
"Boleh dicoba" ucapnya lalu dia tersenyum misterius, mengambil kacamata dimejanya lalu memakainya dan berbalik meninggalkan pria itu.
"Puufff" Andre memijat pangkal hidungnya, dia ragu antara menghentikan kegilaan ini atau tetap meneruskannya. Namun tampaknya suami Queen tidak main-main dengan ucapannya.
"Ckk....apa sih pekerjaan suaminya itu? I'm a pilot sudah pasti bisa lebih membahagiakan dirinya" Andre bangkit
dari duduknya sambil memikirkan langkah apa yang akan ditempuhnya karena dia yakin jika suaminya Queen itu bukanlah orang sembarangan. Semua terlihat dari penampilannya dan juga gaya bicaranya.
"Aahhh....sialan bini orang bikin mumet kepala. Entah kenapa istri orang lebih menggoda dan adrenalin lebih cepat terpacu" sesalnya.
Frans mengendarai mobil itu tanpa tujuan, dia kesal dengan sikap Andre yang menantangnya. Jika dia tetap memilih merecoki rumah tangganya maka dia akan melupakan dirinya jika dia adalah manusia. Siapapun yang berani mengambil miliknya maka nyawa yang akan menjadi taruhannya. Dia memastikan akan membunuh Andre kalau berani menculik Queen dari dirinya.
Aahhh....istri centilnya itu benar-benar bisa merubahnya menjadi seorang monster. Padahal dulu sewaktu menjalani hubungan dengan Tina semua terasa normal-normal saja, dan tidak pernah terlintas dipikirannya akan menjadi seorang pembunuh hanya karena seorang wanita. Tapi dengan Queen?? Dia akan melakukan apa saja untuk terus bisa hidup bersamanya. Queen adalah jiwanya kini walaupun wanita itu terkadang menjungkir balikkan dunianya.
Ya....istrinya...rumahnya...aahhh dia merindukan istrinya sekarang. Wanita yang cerewet, bawel, sedikit bodoh tapi barbar. Begitu mengingat istrinya hati Frans pun menghangat.
Akhirnya dia memutar balik mobilnya dan tiba di rumhnya sekitar jam 1 pagi karena dia harus menghabiskan setengah malam dulu dijalanan.
Begitu sampai rumah, dia membuka pintu dengan hati-hati karena takut istrinya terbangun. Dia melihat tubuh istrinya yang sedang tertidur itu tidak ada feminim-feminimnya.
"Ckk..bagaimana bisa seorang wanita tidur dengan keadaan begini? Bantal guling bertebaran, sprei berantakan, dasternya sudah terangkat sangat tinggi bh dan cd terekspos kemana-mana" sambil menggerutu namun Frans mengembalikan bantal dan guling pada tempatnya dia pun merapikan pakaian istrinya. Setelah mengganti pakaiannya dia pun tidur disamping istrinya sambil memeluknya dari belakang.
Queen merasa ada yang mengganjal diperutnya, dia pun merabanya kemudian membuka matanya. Dia hafal sekali dengan tangan halus suaminya.
"Aahh....ternyata suaminya sudah pulang" dia pun melanjutkan tidurnya sambil memegangi tangan lembut suaminya
Waktu sudah menunjukan pukul 07.30 sinar matahari masuk melalui celah kaca jendela. Seseorang tampak mulai terganggu tidurnya karena gangguan sinar itu. Dia mengucek-ngucek matanya dan tangannya meraba-raba perutnya.
"Kemana tangan suaminya? Bukankah semalam tangan itu mengitari perutnya?" akhirnya mau tak mau dia membuka matanya, menoleh kesamping mencari suami kesayangannya.
"Suami....cintaaa...sayanggg.....koko" panggilnya sesuka hatinya, namun tak ada jawaban sama sekali. Dia memeriksa kamar mandi, balkon, ruang santai sampai melongok ke kolam renang dari atas kamarnya namun keadaan sepi-sepi saja seperti biasa.
Karena penasaran dia pun turun ke lantai 1 dan mencari suaminya kemana-mana namun tak jua ada Frans disana. Terakhir dia memeriksa dapur dan hanya ada mommynya sedang menyiapkan sarapan untuk keluarganya.
"Mom, apakah kau melihat suamiku?" tanyanya khawatir.
"Tidak, bukankah Frans belum keluar dari kamarmu? Mommy belum ketemu siapa-siapa pagi ini" jawabnya sambil meletakkan omelet dan cream sup diwadahnya.
"Semalam pulang gak sih dia mom?" tanya Queen bingung, sebab dia yakin jika suaminya pulang semalam dan memeluknya dari belakang seperti biasanya.
"Semalam kalian kan pulang bersama" jawab Alma
"Maksud aku, semalam kan dia keluar lagi, nah aku tidak tahu kapan dia pulangnya karena yang aku tau dia memelukku semalam tapi sekarang tau-tau hilang tanpa jejak" Queen merengut.
__ADS_1
Alma tersenyum melihat putrinya.
"Apa kalian bertengkar semalam?" tanyanya lembut.
Queen tidak langsung menjawab, dia sedang menimbang-nimbang apakah dia akan cerita masalahnya apa tidak. Karena dia pikir ini adalah masalah sepele tidak harus dibesar-besarkan. Memang dasar suaminya saja yang terlalu posesif hobi membesar-besarkan masalah, begitulah pikirnya.
"Memang ya kalau menikah dengan pria matang cemburuanya sampai nyundul langit" hanya itu akhirnya yang keluar dari mulutnya sambil mengambil roti toast dan melapisinya dengan selai.
"Maksudnya?" Alma ternganga heran, masalahnya suaminya adalah pria yang matang bahkan terlalu matang dulu saat mereka menikah.
"Iya cemburuan banget mom" jawabnya sambil mengaduk-aduk sup creamnya.
"Memangnya apa yang kamu lakukan?" tanya mommy
"Gak ada sih cuma aja dia cemburu sama kakak temanku itu mom" Queen
"Cowok?" mommy
"He'em" Queen
"Sayang...kalau kamu tau suami kamu itu cemburuan, baik-baiklah jaga sikapmu jangan biarkan dia sampai salah faham" nasihat Alma
"Aku akan kekantornya pagi ini" itulah kata terakhir yang diucapkan Queen, kemudian dia beranjak menuju ke atas kamarnya.
"Telpon Queen...telpon dulu" teriak Alma.
"Seeh....si mommy gak tau aja, udah puluhan kali dia telpon tapi gak ada respon darinya" gumamnya pelan.
Akhirnya Queen mempersiapkan diri secantik mungkin untuk pergi ke kantor suaminya.
Setelah pamit pada mommy dia mengendarai mini cooper berwarna pink-ungu untuk menemui suaminya.
Para penjaga rumah sakit yang mengenalnya menunduk hormat ketika melihat siapa yang datang pagi itu, Queen hanya membalasnya dengan senyum yang menawan.
Dia segera menuju ruang kerja suaminya namun ruangan itu kosong melompong. Dia menunggu beberapa saat berharap suaminya akan terkejut dengan kehadirannya. Namun sudah hampir satu jam tak nampak kehadiran suaminya. Akhirnya dia pergi keruang Dokter Irvan untuk menanyakan keberadaan suaminya.
"Pagi Dok, apa Dokter Frans ada jadwal OP hari ini?" tanyanya sopan.
"Oh nona...setau saya hari ini tak ada jadwal OP Pak Frans, tapi sepertinya dia menghadiri seminar tentang obat-obatan, karena akan ada lounching new produk nona" Dokter Irvan.
"Oh gitu ya, pantesan aja pagi-pagi dia sudah menghilang, tapi kenapa tidak memberi kabar sih" sesalnya
__ADS_1
"Mungkin dia terburu-buru nona" Dr Irvan
"Memang dimana seminarnya?"Queen
"Di Osaka, Jepang" Dr. Irvan
"WHATTT!!!" Queen gemas sekali mendengarnya, bisa-bisanya suaminya pergi ke luar negeri tanpa memberitahunya. Bagaimana jika dia khilaf lagi? Pikirnya.
"Aahh...sialan nih suami gue, membuat celah yang menguntungkan buat gue aja.....wkwkwk"
Dokter Irvan melihat ekspresi wajah Queen, dia tampak kesal namun selalu saja bisa tetap ceria.
"Dokter, kalau ketemu suamiku bilang saja dapat salam dari istri terseksinya. Kalau dia gak pulang malam ini siap-siap saja buat di eksekusi...hehehe" Queen melemparkan candanya pada sohib suaminya itu.
"Hahaha....baik nona, nanti akan saya sampaikan" jawab Dr.Irvan
Queen pun segera keluar dari ruangan itu menuju parkiran. Lebih baik dia langsung ke kampus saja daripada harus pulang kerumah. Sementara seseorang sedang mengawasinya dari atas rooftop.
Setelah kepergian Queen, Dr. Irvan segera menghubungi seseorang.
"Frans....istri lu sudah pulang, keluarlah" Irvan
"Ok" Frans
Lima menit kemudian Frans memasuki ruangan Irvan dan langsung duduk dihadapannya.
"Jelasin sama gue, kenapa elo menghindari istri lo sendiri" tanyanya penuh selidik.
Frans membuang nafas kesal.
"Gue lagi mendidik dia supaya jadi istri yang benar"
"Tapi kenapa?" Irvan semakin penasaran.
"Panjang ceritanya" Frans
"Coba lo ceritain ke gue...tenang rahasia lo aman sama gue" Irvan.
Akhirnya Frans menceritakan semuanya kepada sohibnya itu. Semua tentang kecentilan dan kebodohan istrinya yang membuat Irvan senyam-senyum sendiri mendengar kisahnya.
Met malam genks....semalam gak sempat up karena ngantuk😂🙏
__ADS_1