Atas Nama Cinta

Atas Nama Cinta
Aku Akan Melamarmu


__ADS_3

"Sstttt..." Linda mengkode agar Sky diam tidak berisik, namanya anak kecil tetap saja Sky berisik hingga membuat opanya berteriak lagi dari lantai bawah.


Sky malah tertawa-tawa melihat wajah panik mamanya.


"Sstt....sayang diamlah, malam ini daddy akan membacakan buku cerita untukmu, sini tidur dekat daddy" Axel mengambil salah satu buku cerita Sky, namun Sky menolaknya dia ingin daddynya bercerita tanpa membaca buku. Hal ini membuat Axel kewalahan karena dia harus mengarang cerita yang asal-asalan dan hancur-hancuran.


Sky memprotes cerita daddynya karena tidak seru, akhirnya dia mengambilkan salah satu buku ceritanya dan memberikannya kepada Axel.


Sky tiduran sambil menempelkan tubuhnya didada Axel, dia siap mendengarkan cerita dari daddynya.


"Mama sini" Sky menepuk-nepuk kasur disebelahnya, malam ini dia ingin tidur dalam kehangatan pelukan kedua orang tuanya.


Axel membacakan buku sudah hampir setengah jam, namun mata Sky masih saja terang dia ingin menatap wajah om yang sudah berubah menjadi daddy-nya.


Menyadari kebahagiaan anak laki-laki itu Axel memeluknya dengan sangat erat sambil menitikkan air matanya. Anak yang tidak pernah diketahui kehamilan dan kelahirannya kini anak itu berada dalam dekapannya. Dia akan menukarkan semua kebahagiaannya dengan kebahagiaan bocah kecil itu.


"Jangan lebay" Linda melirik dan menghapus air mata Axel.


"Kamu yang jahat" Axel


"Kok aku sih? apa kamu tidak ingat jika kamu mencintai yang lainnya" sentil Linda


"Ssstt...stop, jangan bahas wanita murahan itu" Axel mengibaskan tangannya agar Linda berhenti membicarakan Hilda. Dia tidak ingin kebahagiaan malam ini dirusak oleh orang yang tidak penting lagi didalam hidupnya.


Linda tetap saja menggoda Axel hingga dia merasa tak enak hati.


"Jika kamu masih membicarakan dia, maka aku akan memperkosamu sekarang juga" ancam Axel


"Jangan ngaco" Linda


"Kamu yang membuat aku ngaco" balas Axel


"Biar aku bisa menjaga dan merawat kehamilan anak kedua kita" Axel


"Minta restu dari papa dulu" Linda


"Pasti...itu pasti sayang" Axel


"Aku haus mah" Sky


"Tunggu...mama mau ke toilet dulu ya nak" Linda pun bergegas ke toilet.


Melihat anaknya kehausan Axel berniat mengambilkan air untuk anaknya.


"Daddy yang akan mengambilkan air untukmu, mama sedang ditoilet boy"


"Oke daddy, cepatlah aku kehausan" bisiknya dan membuat Axel mengangguk.

__ADS_1


Dengan pelan-pelan Axel segera keluar dari kamar itu menuju keruang dapur. Dia mengendap-endap seperti maling mencari air untuk anaknya. Sepelan mungkin dia membuka pintu kulkas itu, begitu dia mendapatkan botol itu dia segera menaiki tangga itu kembali. Tetapi dia tiba-tiba berhenti dan mendengarkan pembicaraan ayah Linda dengan seseorang. Nampak akrab sekali mereka berbicara hingga membuat Axel penasaran dengan pembicaraan itu.


"Sial...jangan-jangan itu dokter Pandu" Axel nampak sangat kesal mendengar pembicaraan itu. Bagaimana tidak dia mendengar jika ayah Linda akan menerima lamaran dokter Pandu minggu depan dan orang tua itu meyakinkan Pandu jika anaknya pasti akan menerima lamaran itu.


Hati Axel bergetar, dadanya berdegup kencang tangannya mengepal dengan keras, hingga terdengar gemeretak giginya. Karena kesal tanpa sengaja dia menggebrak meja didekatnya, hal itu membuat dirinya kaget dan juga orang tua itu.


"Siapa disitu?"tanya orang tua itu


"Meong" jawab Axel tiba-tiba.


"astaga...tolol sekali diriku" Axel buru-buru mencari tempat persembunyian. Dia bersembunyi dibalik kitchen set berwarna hitam itu.


"Kucing kok bisa ngomong" pria itu pun segera pergi menuju dapur dia memeriksa dengan seksama. Axel mulai ketar-ketir, habis sudah riwayatnya jika sampai pria tua ini menemukan dirinya. Maka bisa dipastikan jika dia akan semakin membenci Axel.


Linda turun dari lantai atas dan memanggil papanya.


"Papa cari apa?"tanyanya


"Ada bunyi barang jatuh tapi masa kucing bisa ngomong sih, dia bilang 'meong'" papa masih saja mencari sesuatu yang mencurigakan itu.


"Kamu tidak menyimpan laki-laki itu kan dirumah ini?"tanyanya dengan mata tajam.


Linda kaget tetapi dia segera menetralisir keterkejutannya itu.


"Tidak dong pah, kan aku gak keluar rumah dari tadi. Lagipula kan papa ada dibawah terus pasti papa tau siapa saja yang masuk kedalam rumah ini. Sudahlah pah tidak ada apa-apa, lebih baik papa tidur sana. Aku lapar ingin membuat mie instan, papa mau dibuatkan juga?"tanyanya dan langsung berdiri disamping kitchen set itu.


"Tidak...tidak...papa tidak lapar" pria itu pun berjalan lagi kedepan, baru beberapa langkah dia pun berbalik kembali ke arah Linda


"Papa apa-apaan sih?jangan menjodoh-jodohkan aku pah, aku sudah punya anak lagipula aku tidak mencintai dokter itu" sahut Linda.


"Papa tidak mau mendengar bantahan kamu, apa yang papa bicarakan tadi sangat serius. Jangan membuat malu papa, mau tidak mau kamu harus menikahi dokter itu" papa kembali berjalan, Linda ingin membantah perkataan papanya namun papa hanya menggoyang-goyangkan tangannya saja hingga Linda merasa putus asa dan dia menoleh kearah Axel berada.


"Cepatlah naik ke atas, sebelum dia kembali kesini" bisik Linda kepada Axel, dia pun menurut dan mengikuti perkataan Linda. Axel menaiki tangga kembali ke lantai atas menuju kamar putranya,Linda berjalan dibelakangnya.


"Kenapa kalian lama sekali?aku sudah mengantuk" Sky


"Airnya mana?"tanya Linda


"Aku lupa" jawab Axel


"Aku tinggal dimeja makan"ucapnya lagi.


"Ya Tuhan...kamu itu benar-benar ya Axel..iihhh" Linda rasanya ingin mencekik laki-laki itu. Setelah dia membuat keributan sekarang malah hal yang penting ditinggalkan. Tujuan dia pergi kebawah kan ingin mengambilkan Sky air tetapi malah dia kembali ke atas tanpa membawa apa-apa.


"Maaf...maaf sayang, kamu saja yang turun kebawah ya, nanti aku bisa ketahuan papa jika aku yang kebawah lagi, pliss" Axel memohon akhirnya mau tak mau Linda pun turun ke bawah mengambil air itu.


Sky pun langsung terlelap dalam pelukan Axel.

__ADS_1


"Katakan, kenapa kamu bisa teledor begitu?"tanya Linda dan Axel pun akhirnya menceritakan apa yang dia dengar tentang perjodohan itu.


"Aku tidak rela jika dokter itu melamarmu" Axel


"Aku bisa apa Axel?aku kan tidak mungkin membantah ayahku, dia sudah tua.. sekarang waktunya aku membahagiakan dirinya" Linda mulai pasrah.


"Tidak....tidak...kamu tidak boleh menerima perjodohan itu, demi Sky..demi anak kita" ucap Axel


"Hanya itu?" Linda bersedekap dada.


"Ternyata memang kamu tidak pernah mencintaiku, Axel" ucap Linda sinis


"Sayang...sayang...dengar dulu, aku sangat mencintaimu...sangat..makanya aku tidak ingin kamu menerima perjodohan itu" Axel


"Entahlah Xel...aku juga bingung" Linda


"Kita harus bersatu sayang, kuatkan hatimu aku pasti akan memenangkan hatimu" Axel


"Ya Axel...berusahalah...sejujurnya aku pun tak mau kehilangan dirimu" Linda


"Tunggu aku, dalam minggu-minggu ini aku pun akan meminangmu, mommy and daddy akan kesini untuk melamarmu" Axel menenangkan gadisnya itu


Tiba-tiba ponsel Axel bergetar tanda sms masuk


-Bos sudah belum bertempurnya? sebentar lagi subuh- pengawal


-Aku belum kelar, tunggu saja sebentar lagi- axel


-Lama amat bos, minum jamu apa sih?🤣- pengawal


-Jangan kurang ajar, mau putus kepalamu?- axel


-ampun bos...ampun...lanjutkan bos sampai pagi😩-


-dasar pengawal sialan-


Axel segera menutup ponselnya.


"sayang...aku pulang dulu ya, ingat pesanku" Axel


"Iya...iya...Axel"


Axel merengkuh tubuh langsing itu dan memeluknya dengan erat. Sebelum pulang dia meminta jatah bibir dari Linda. Pertarungan saling mem#gut, melilit dan menghis#p itu pun berjalan dengan sangat panas dan liar.


"Bos sialan...dia enak-enakkan main kuda-kudaan kita disini disuruh jagain anjing...hadehhh...nasib...nasib" gerutu para pengawal itu.


******

__ADS_1


Met sore genks....baru bisa setor lagi


happy reading😘😍


__ADS_2