Atas Nama Cinta

Atas Nama Cinta
Bingung Judule


__ADS_3

Linda tidak menghiraukan Axel, dia bersikap seolah tak ada Axel di situ. Penolakan Linda membuatnya semakin ingin meraihnya kembali. Dia sedang memikirkan sampai kapan dia akan lepas dari Hilda, orang tuanya akan sangat marah jika dia melakukan itu, apalagi dengan kerabat-kerabat ayahnya pasti sangat memalukan sikapnya itu, bagaimana mungkin dia menikah belum genap setahun lalu menggugat cerai istrinya...sungguh semua ini diluar skenario dia. Tidak ada yang namanya perceraian dikeluarga mereka. Memikirkan hal itu membuat kepalanya seakan ingin meledak. Namun bagaimana dengan tanggung jawab dia sebagai seorang ayah dari anak kandungnya sendiri. Tuhan tolong ampuni semua dosa-dosanya.


Axel melihat Linda menuju arah toilet dengan cepat dia tidak membuang-buang kesempatan itu. Dia pun segera pergi ke toilet menguntitnya. Dia menunggu Didepan toilet wanita.


Setelah selesai membersihkan diri, Linda pun berjalan keluar namun tangan Axel langsung menyambarnya dan membawanya pergi kehalaman belakang kafe itu.


"Axel apa-apaan ini, lepaskan aku...lepaskan aku Axel" Linda meronta-ronta agar Axel melepaskan cekalan tangannya.


"Sudah ku katakan aku tidak suka jika kamu berdekatan dengan siapapun termasuk dokter Pandu, namun kamu tidak mendengarkan perkataanku"ucapannya.


"Lepas" Linda menghentakkan tangannya, dia mengusap-usap tangan itu yang memerah karena cekalan tangan Axel yang sangat kuat.


"Maaf...maaf" Axel melihat tangan yang memerah itu dia pun ingin mengusapnya namun wajah Linda nampak sedikit marah akhirnya Axel hanya bisa melihat saja tak berani menyentuhnya.


"Axel semua sudah selesai diantara kita jadi jangan pernah datang ataupun menghampiriku, dunia kita sudah berbeda. Ini kan yang kamu mau dahulu?sekarang kamu sudah bebas dan jangan ganggu kebebasanku juga Axel, its over" Linda mundur kebelakang beberapa langkah dan akan meninggalkan Axel namun Axel menghentikannya.


"Stop!!!jadi kamu ingin bebas dariku?"tanyanya dengan sorot mata tajam namun terluka.


"Iya...begini lebih baik untuk kita" jawab Linda.


"Jadi kamu menginginkan aku kembali kepada Hilda? begitu?jawab pertanyaanku" sorot mata Axel membuat Linda tergugu dan diam.


"Jawab Linda" Axel sedikit membentak hingga membuat Linda kaget.


"Iy-iya...iya.... case is closed" Linda


"Baik...jika itu yang kamu mau, aku akan kembali pada Hilda" setelah berkata demikian Axel langsung pergi dari hadapan Linda tanpa menoleh sedikitpun ke arahnya, Linda memutar tubuhnya melihat punggung Axel hingga dia menghilang.


Linda duduk dibangku taman sambil gemetar, sebetulnya bukan ini yang dia mau namun mereka harus menghentikan ini sebab jika diteruskan akan membahyakan kehidupan rumah tangga Axel.Linda segera menghapus air matanya dan kembali berjalan ke mejanya seolah tak terjadi apa-apa dengannya. Setelah makan siang berakhir mereka segera kembali ke rumah sakit itu.


Linda bertemu Axel di rumah sakit kembali namun Axel seolah tak pernah melihat kehadiran dirinya, Axel mengabaikannya. Dengan hati kecut Linda hanya bisa melihat Axel dari belakang. Sikap Axel berubah drastis 180° dia yang biasanya mengabaikan Hilda sekarang malah bersikap mesra.


Axel mengajak Hilda berjalan-jalan ditaman belakang rumah sakit. Dia mendorong Hilda dengan kursi rodanya, disaat mereka berpapasan, Linda tersenyum namun diabaikan oleh Axel.


"Tunggu dulu Xel, berhenti...bukankah itu Anita?"tanya Hilda penasaran.


"Bukan...itu dokter Linda, mungkin wajahnya agak mirip, sudahlah sayang abaikan dia, aku ingin mengajakmu bersenang-senang, bukankah seorang suami harus membahagiakan istrinya dok?"tanya Axel kepada Linda.


Pertanyaan Axel membuatnya serba salah namun dia berusaha profesional dan menjawab dengan tenang.


"Iy-iya Pak...tugas bapak adalah menjaga istri bapak" jawabnya sambil tersenyum kecut.

__ADS_1


"Baiklah...terima kasih" Axel melanjutkan mendorong istrinya sampai ke taman belakang di barengi dengan tatapan sedih Linda.


Linda tersenyum kecut dan berusaha untuk bahagia melihat pasangan suami-istri itu. Dia segera pergi keruangannya lalu duduk sambil memijat-mijat keningnya.


"Memang sudah seharusnya seperti itu, aku harus ikhlas" gumam batin Linda.


Linda pun kembali menjalani tugasnya sebagai seorang dokter.


Keesokan harinya Linda menerima karangan bunga yang begitu besar dan mewah, dia suka sekali melihat karangan bunga itu. Dia memegangi sambil memandang takjub buket bunga itu. Axel melihatnya namun dia segera bersembunyi dibelakang pilar. Lindapun masuk sambil membawa bunga itu. Taklama kemudian suster Ririn menemuinya dan menyuruh dokter Linda memberikan karangan bunga itu kepada nyonya Hilda. Linda nampak sangat kaget dia lupa menanyakan untuk siapa karangan bunga itu, dia sangat malu namun langsung bisa menyamarkam rasa itu. Dia pun segera memberikan bunga itu kepada suster Ririn namun saat ini suster Ririn sedang dipanggil dokter Pandu akhirnya mau tak mau Linda pun memberikan bunga itu sendiri ke tangan Hilda. Dua wanita cantik saling menatap, yang satu menatap dengan sinis dan yang satu lagi menatap dengan ikhlas.


Sungguh melihat itu semua hati Axel menjadi marah, kesal, kecewa,benci...dia tidak suka melakukan hal ini namun dia melakukannya semata-mata adalah untuk membuat dokter Linda cemburu namun apa yang terjadi?wanita itu masih kuat pada pendiriannya. Untuk menutupi rasa kecewa yang di buat oleh dokter Linda maka Axel tak segan-segan memarahi Linda dihadapan Istrinya jika ada kesalahan kecil, sekecil apapun kesalahan itu maka Axel akan membuatnya menjadi masalah besar seolah-olah itu adalah bentuk protesnya kepada Linda.


Walaupun Linda kecewa dengan sikap Axel namun dia tidak bisa berbuat apa-apa.


"Inikan yang kamu inginkan?"tanyan Axel dengan sinis.


Linda mengangkat kepalanya menatap Axel namun Axel segera berlalu dari hadapannya.


Malam itu Hilda merasakan mules yang luar biasa, dia akan melahirkan tiba-tiba. Dokter yang menanganinya sedang berada diluar kota. Saat itu Linda sedang menuju rumah sakit untuk mengambil berkas yang tertinggal namun suster Ririn memintanya menangani Hilda.


Linda menolaknya karena itu bukan tanggung jawab dia masih banyak dokter lain yang lebih handal. Lagi-lagi Axel memarahinya habis-habisan sebagai dokter yang tidak bertanggung jawab, dia meminta Linda segera menangani istrinya sekarang juga.


"HPL sudah lewat tetapi belum ada kontraksi, apakah kalian tidak pernah melakukan hubungan se*s?"tanya Linda secara gamblang.


Mendengar pertanyaan itu wajah Axel dan Hilda memerah. Ya bisa dikatakan mereka sangat jarang melakukan hubungan se*s apalagi semenjak Anita masuk ke dalam keluarganya, Axel mulai jarang menyentuhnya, terlebih lagi saat dia mulai ada affair dengan dokter Linda, Axel tidak pernah menjamah istrinya sampai sekarang.


"Apa tidak ada saran lain lagi yang lebih masuk akal dok?"tanya Axel kesal, ya dia tidak bisa menyentuh Hilda apalagi berhubungan **** saat hati dan jiwanya sudah terpaut pada wanita lain.


"Maaf Pak, air m*n* pria mengandung zat yang disebut Prostaglandin. Zat ini mirip hormon yang dapat membantu pematangan Serviks dan dapat membantu persalinan dimulai" Linda


"Lebih baik Sc saja" ujar Axel.


"No..tidak mau...aku ingin melahirkan normal" tukas Hilda.


"Jika dengan bermain **** saya dapat segera melahirkan maka saya akan bermain **** sekarang dengan suami saya. Sayang...kita harus melakukannya sekarang" Hilda memegangi tangan Axel.


Linda tersenyum melihat mereka berdua dan mengangguk seolah menyiratkan agar mereka segera melakukannya. Axel memandang tidak masuk akal saran Linda, dia pun segera keluar saat Linda sudah tidak berada dikamar itu lagi. Axel mendatanginya dan memarahinya kembali dengan saran bodoh darinya.


"Tapi memang itu salah satu hal yang bisa dilakukan Xel, HPL Hilda sudah lewat lebih dari satu minggu dan dia tetap ingin melahirkan secara normal" Linda


"Kamu sengajakan memberikan saran gila ini?"tanya Axel marah.

__ADS_1


"Dia istrimu Axel, kalian suami istri dan kalian biasa melakukannya setiap malam lalu apa salahnya disaat detik-detik kelahiran anak kalian, kalian juga melakukan rutinitas **** kalian?" tanya Linda heran.


"Selalu dan selalu kamu melakukan kesalahanmu terus Linda" Axel menatapnya dengan tatapan membunuh.


"Permainan **** dengan merangsang p*t*ng dan payud*r* dapat menghasilkan pelepasan oksitosin. Pitocin adalah bentuk sintesis dari oksitosin yang digunakan untuk menyebabkan kontraksi rahim mempercepat kelahiran" Linda


"Persetan dengan semua persepsimu yang tidak masuk akal itu dokter Linda" Axel


"Kamu harus melakukannya Axel kamu harus membantu istrimu" Linda


"Apakah saat kamu melahirkan dulu, kamu berhubungan intim dengan pria lain?"tanya Axel tiba-tiba.


Bagai disambar petir Linda mendapat pertanyaan seperti itu.


"Jawab Linda...jawab...jangan membuatku semakin gila" Axel mendekatinya dan mengguncang-guncang bahunya. Seakan dia tidak rela jika Linda melakukan hal yang sama.


"Lepas Axel...lepas" Linda berusaha melepaskan diri dari Axel namun Axel yang terluka malah menyerang bibir Linda dengan membabi buta.


"Aku akan melakukannya denganmu...uuhhmmm" Axel memuaskan dirinya menyentuh wanita itu. Linda memberontak namun tenaga Axel semakin kuat mengunci dirinya.


"Le-lepas Xel...oohhh"


Axel melecehkan Linda dengan menci*minya dan mer*m*s d*danya, seperti singa yang sedang kehausan, dia membahasahi dahaganya. Tangan Axel bermain-main dengan liar di d*d* Linda.


"Kamu ingin permainan p*ti*ng dan pay*uud*ra kan sayang?uuhhmmm...."Axel melepas kancing baju Linda sementara bibirnya terus melum*** bibir Linda.


Linda sekuat tenaga mendorong Axel namun belum berhasil, saat bibir Axel melum** kembali bibirnya, dengan keras Linda mengg*g*tnya untuk menyadarkan Axel.


Axel berteriak dan melepaskan paguutannya sambil memegangi bibirnya yang berdarah itu.


"Maaf...maaf Axel, kamu sudah melecehkanku" ucap Linda sambil merapikan kancing-kancing bajunya yang dilepaskan dengan paksa oleh Axel.


Mendengar perkataan Linda membuat Axel semakin marah, dia segera pergi meninggalkan Linda sambil membanting pintu. Dia bertolak pinggang dipintu depan rumah sakit sambil terus membasahi bibirnya yang merah itu.


"Gila...saranmu sangat gila Linda"


*****


Met pagi genks....baru bisa nulis, semalam gak kelar-kelar halunya🤭


Kalau ada yang tak suka mohon maaf ya🙏

__ADS_1


__ADS_2