
"Aku lelah Frans...sangat lelah dengan semua ini" Anita hanya bisa memandang pepohonan yang bertebaran disepanjang jalan. Tatapannya sangat sendu, mengingat semalam dia hanya bisa tertidur setelah diatas jam 3.
Hilda telah menghina dirinya tanpa memikirkan perasan hatinya. Dia sudah berusaha menjauhi Axel tetapi pria itu yang terus mengejarnya dan memberikan perhatian lebih kepada anaknya.
"Sudah waktunya kamu menghentikan semua ini Linda. Beristirahatlah...pulanglah ke rumahmu, ayahmu sudah lama menunggu dirimu" ucap Frans
"Aku bingung harus jawab apa kepada ayah mertuaku, tidak mungkinkan aku berbohong terus?"Frans
"Apa papa masih marah kepadaku Frans?aku tidak ingin dipisahkan dari anakku, kamu tahukan kenapa aku pergi dari rumah?"tanyanya lagi.
"Papamu sudah melemah, dia sering bertanya kepadaku tentang keberadaanmu, hanya saja aku selalu bilang tidak tahu. Kelihatannya papamu sudah berdamai dengan keadaan, dia pernah bertanya tentang anakmu, dia ingin bertemu dengan cucunya" Frans
" Benarkah?"tanya Linda
"Apa aku type orang yang tak bisa dipercaya?"Frans balik bertanya.
"Maaf" Linda tersenyum, andai apa yang dikatakan Frans benar adanya maka dia akan memohon maaf dan akan bersimpuh dikaki ayahnya.
"Pulanglah, sudah waktunya kamu kembali dengan kehidupanmu yang sebenarnya, kasihan anakmu. Papamu yang akan menggantikan sosok ayah baginya, bukankah papamu menginginkan anak laki-laki?"tanya Frans kembali.
"Ya kamu benar Frans, aku tidak ingin Sky disakiti lagi ataupun menderita karena aku. Dia akan bersekolah seperti anak-anak sebayanya. Aku akan memindahkan Sky ke sekolah yang baru, aku takut jika Axel menemuinya kembali" Linda menarik nafas pelan.
"Apa kamu masih mencintainya?"tanya Frans sambil mengarahkan mobilnya menuju rumah Linda.
"Tidak...sudah tidak lagi" Linda menggeleng berkali-kali meyakinkan dirinya sendiri.
"Baguslah...dia adalah iparku, jangan sampai ada skandal diantara kalian" Frans berkata dengan khawatir. Dia tidak ingin terlibat masalah antara sepupunya dan juga iparnya.
Lama mereka berbincang-bincang hingga mobil itu memasuki halaman yang cukup luas dan tampak seorang pria tua namun masih terlihat gagah sedang duduk sambil membaca majalah.
Hati Linda bergetar hebat, dia masih shock dengan kejadian beberapa tahun silam. Disaat ayahnya mengetahui kehamilannya yang tanpa suami itu. Bukan saja hanya tamparan dan hinaan yang diterimanya namun juga kutukan untuknya yang membuat hidupnya benar-benar sangat menderita.
Linda hanya bisa memandang pria itu dari balik kaca, Frans mengajaknya keluar namun tampaknya dia belum siap.
"Frans...aku belum siap, kita ke apartemenmu saja" rengek Linda
"No...jika hidupmu ingin tenang, kembalilah...jika kamu tidak mau, setidaknya lakukan untuk anakmu" Frans.
__ADS_1
Linda diam saja dan tak berani bicara, dia harus mengumpulkan semua keberaniannya untuk menghadapi ayahnya.
"Ini rumah siapa mah?"tanya Sky
"Rumah kakek"jawab Linda sambil tersenyum dan membelai kepala anaknya.
"Kakek siapa?"tanyanya lagi.
"Kakek kamu sayang" Linda tersenyum
"Jadi aku sekarang punya kakek mah?"tanyanya tak percaya dan Linda mengangguk.
"Horeee....aku punya kakek..aku punya kakek"Sky bersorak kegirangan.
Lihatlah...betapa bahagianya anakmu mendengar dia mempunyai seorang kakek, ayolah kita turun" Frans membuka pintu mobilnya dan langsung keluar menghampiri orang tua itu.
"Tumben Frans kamu pagi-pagi sudah kemari?"tanya om Lucky yang notabene-nya adalah ayah Linda.
"Iya om...saya ingin mengembalikan mutiara yang hilang dulu"jawabnya bermajas-ria.
Om Lucky tertawa dia tak mengerti apa yang Frans bicarakan.
"Awas jatuh Sky"Anita dan Frans berlari menghampiri Sky.
"Aku ingin ketemu kakek" ucapnya.
"Anak siapa dia Frans?"tanya om Lucky.
Frans menghampiri dan merendeng pundak Linda.
"Itu adalah cucumu paman, itu adalah anak Linda"
Betapa kagetnya om Lucky mendengar apa kata Frans, dia mencari dan bertanya dimana Lindanya.
"Ak-aku Linda papa" ucapnya terbata-bata.
"Tetapi bagaimana mungkin, saya tahu anak saya tapi saya tidak tahu siapa anda" om Lucky
__ADS_1
"Panjang kejadiannya papa, semua yang papa katakan sudah terjadi dan aku kemari ingin meminta maafmu, agar hidupku menjadi tenang kembali" Linda memandang pria yang sudah tak lagi muda itu.
"Linda mengalami kecelakaan yang hampir merenggut jiwanya om, aku yang menyuruhnya untuk melakukan operasi plastik, agar dia mempunyai kehidupan kembali" ujar Frans.
"Kenapa....kenapa kamu tidak memberi tahu om Frans?"ada kekecewaan diwajah tua itu.
"Sudah om...aku sudah memberitahu om, tetapi om saat itu dalam kondisi tidak stabil dan sangat marah kepada Linda. Om katakan tidak akan pernah ingin tahu keadaan Linda apapun itu.Jadi percuma juga aku datang kepada om , karena om mengusirku" Frans
"Dasar bodoh...kalian bodoh semua, jika orang tua marah kenapa kalian harus marah juga?kenapa kamu langsung pergi dari sini hah?apa mentang-mentang kamu sudah bisa mandiri, lalu berani meninggalkan orang tua begitu??apa kamu tidak mikir betapa sakitnya hati papamu ini melihat anak gadisnya terhempas begitu saja??" papa Lucky nampak sangat emosi sekali mengeluarkan semua beban yang menghimpitnya, sudah terlalu lama dia memendam kerinduan kepada anak gadisnya, namun ego yang besar membuatnya saling menahan diri. Sekarang dinding yang bertuliskan ego itu sudah hancur, Linda sudah kembali dan dia sudah menjalani hukuman kehidupannya sekarang saatnya dia kembali ke dalam pelukan keluarganya yang hangat. Kehadiran Sky sudah mencairkan semuanya, ayahnya sudah menerima kembali anak gadisnya yang dulu hilang. Demi kehidupan anaknya yang lebih baik, dia dan keluarganya akan bersama-sama mengurus Sky. Hanya satu pesan ayahnya, jangan sampai ayah anak itu menginjakkan kaki dirumahnya, karena dia akan mengusirnya dan Linda menyanggupi syarat itu. Menurutnya dia dan Axel sudah tidak akan bisa bersatu kembali, jadi tidak akan mungkin Axel akan menginjakkan kaki lagi dirumah orang tuanya.
Linda bersimpuh dan memohon ampun pada ayahnya, Lucky langsung menarik tubuh anak gadisnya dan memeluknya sambil berlinang air mata. Anak semata wayangnya sudah berada disisinya kembali dan mereka akan membuka lembaran hidup baru bersama cucunya.
Pertemuan keluarga itu berlangsung dengan penuh keharuan, Frans berada disana kurang lebih 2 jam. Sekarang waktunya dia kembali ke rumah sakit, melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.
"Masih berminat di H Hospital?" tanyanya
"No...aku sudah diterima bekerja di rumah sakit X, besok aku mulai bekerja di sana" Linda tersenyum.
"Kembali menjadi dokter?"tanya Frans
"Yup..."dia menjawab dengan sumringah.
"Aku harus berterima kasih kepada Hilda, berkat dia aku bisa kembali kepada keluargaku. Andai aku masih tetap bersamanya mungkin anakku tidak akan pernah mengenal kakeknya" Linda
"Semua sudah menjadi jalannya, apakah kamu akan mengatakan jika Axel adalah ayah anakmu" Frans
"Frans...Axel sudah menikah, aku tidak ingin bersinggungan lagi dengannya, semua sudah menjadi masa lalu, dan aku hidup untuk masa depan bersama anakku. Aku tidak membencinya karena walau bagaimanapun dia adalah tetap ayah anakku. Tapi aku tidak ingin dia tahu, karena aku khawatir jika dia bisa mengambil anakku kapanpun dia mau, kamu mengertikan maksudku?jangan pernah katakan siapa ayah anak itu. Hanya aku yang boleh membuka identitasnya " Linda memohon dengan wajah cemas.
"Baiklah...aku harus balik sekarang juga, Sky om tinggal dulu ya, nanti kita bertemu lagi hari minggu ok?" Frans menggendong Sky sampai depan pintu lalu menyerahkannya kepada Anita, dia pun segera pamit kepada om Lucky dan pergi meninggalkan rumah itu.
*****
Disaat Linda sedang berbahagia dengan keluarganya, Axel nampak lesu dan mudah marah. Hal ini dikarenakan bodyguardnya yang telah dibayar mahal namun tak bisa menjaga Anita dengan baik. Dia kini sedang uring-uringan karena Anita tak lagi bisa dihubungi, dia telah memblokir nomor kontak Axel.
"Kamu dimana Anita...kamu dimana??aku tidak akan mengganggumu jika itu yang kamu mau, tetapi setidaknya biarkan aku tetap bisa melihatmu dan juga Sky dari jauh, itu saja sudah cukup untukku" Axel memandang foto terakhir mereka, ada seriibu penyesalan yang mendera dihatinya. Entahlah dia tidak mengerti tentang semua rasa yang sedang berkembang saat ini.
Axel mencari hecker yang sangat hebat untuk mencari keberadaan Anita berdasarkan sinyal ponsel dan nomor telponnya, namun semua sia-sia, karena Anita telah membuang semua kenangan buruknya dan juga ponselnya.Kini dia sudah memulai kehidupan barunya kembali bekerja sebagai dokter di rumah sakit yang baru saja buka. Dia harus mulai dari awal kembali semuanya, karir dan juga kehidupan cintanya kelak.
__ADS_1
*****
Met malam genks....besok kita lanjut lagi ya...emak udah ngantuk🙏😂