Atas Nama Cinta

Atas Nama Cinta
Aku Adalah Bayanganmu


__ADS_3

Axel tiba dirumah dan seperti biasa, kehadirannya disambut dengan muka masam Hilda dia sangat kesal dengan sikap Axel yang selalu mengabaikannya. Dia menatap Axel dari ujung kaki sampai ujung rambut, layaknya seperti seorang hakim yang sedang mengadili terdakwa.


"Darimana saja kamu"tanyanya


"Aku?tentu saja aku baru pulang bekerja" jawabnya sambil membuka sepatu dan melempar jas-nya ke atas kursi.


"Jangan bohong...aku telpon Celline dan dia mengatakan jiia kamu tidak masuk kerja hari ini, lalu darimana kamu seharian ini hah?apa kalian pergi jalan-jalan lagi?sial....sialan kalian semua" Hilda melemparkan kembali semua barang-barang yang ada didekatnya.


"Cukup kataku Hilda...aku sudah lelah dengan semua ini, jangan pernah salahkan aku jika suatu saat nanti aku pergi darimu" Axel segera berlalu dari hadapan Hilda.


Bukannya mendengarkan kata-kata Axel, Hilda malah semakin menjadi-jadi amarahnya menghancurkan barang-barang mahal yang sudah tersusun rapi diruang keluarga.


"Aaaaaa" tiba-tiba dia menjerit histeris sambil memegangi perutnya yang sakit. Perlahan-lahan dia melorotkan tubuhnya kebawah sambil berteriak "sakit...oowww....sakiitttt"


Mbok Jum dan Wati langsung berhamburan menolong nyonya-nya itu, Wati berlari mencari keberadaan tuannya. Dia memberitahukan kondisi nyonyanya, Axel kaget dan langsung berlari keluar. Dengan hanya mengenakan kaos oblong putih dan celana jeans dia segera mengambil kunci mobilnya.


"Cepat mbok kita bawa nyonya ke rumah sakit jg" ujar Axel panik. Mereka membantu nyonya mereka pergi ke rumah sakit.


.


"Kita kerumah sakit grup H" ucap Axel


"Aku tidak mau...aku mau kerumah sakit X" jawab Hilda lemah.


"Disana ada temanku yang dokter dan perawat jadi aku lebih tenang disana.


"Tapi rumah sakit H berstandard internasional, pelayanannya juga yang terbaik keselamatan kamu otomatis terjaga dan kamu adalah pasien VVIP disana" Axel tetap saja berusaha membujuk istrinya agar mau pindah rumah sakit namun Hilda tetap bersikeras ingin dirumah sakit X akhirnya Axel menyerah dan mengikuti apa kata istrinya.


Merekapun langsung pergi ke rumah sakit itu.


Hilda langsung dibawa keruang VVIP dengan menggunakan brankar. Staff rumah sakit langsung menghubungi dokter spesialis kandungan, karena sudah malam hari biasanya dokter spesialis sudah tidak ditempat semua.


Bidan rumah sakit langsung menangani Hilda dan memeriksanya. Tekanan darahnya sangat tinggi mungkin itulah yang menyebabkannya sangat emosi.


"Ibu tenang ya...tekanan darah ibu sangat tinggi jadi ibu tidak disarankan untuk lahiran normal ya, kita kan cesar nantinya.

__ADS_1


"Tidak dok...aku ingin melahirkan dengan normal" ucapnya.


"Maaf ibu, ini sangat berbahaya" ucap bidan itu


"Lakukan yang terbaik untuk istri saya" Axel


"Baik Pak, kami pasti akan menanganinya, besok baru kita bisa bertemu dengan dokter kandungannya. Ibu biasa diperiksa dengan dokter Pandu ya?"tanyanya.


"Kondisi ibu sangat tidak stabil, sebaiknya ibu bedrest dulu ya malam ini di sini" ucap suster.


Hilda dan Axel pun setuju, malam itu Axel bermalam di rumah sakit menunggui istrinya.


Hilda tak pernah mau melepaskan pegangan tangannya, Axel harus selalu berada disisinya, dia pun mengalah menuruti apa kata Hilda.


Keesokan harinya barulah mereka bertemu dengan dokter kandungannya. Hilda mengatakan jika dia ingin melahirkan secara normal namun tak dibolehkan oleh dokter kandungannya. Cesar adalah operasi yang disarankan oleh dokter Pandu.


Axel sangat kesal dengan dokter Pandu karena dialah pria yang bersama dengan Linda kemaren itu. Dia baru mengetahuinya saat ini. Setelah melakukan pemeriksaan secara mendetil akhirnya dokter itu meninggalkan ruangan Hilda karena tugasnya sudah selesai. Diam-diam Axel mengikutinya, dia harus tau dimana ruangan dokter itu. Ternyata ruangannya bersebelahan dengan ruangan dokter Linda, bertambah kesal-lah dirinya itu. Apalagi ternyata dokter itu bukannya masuk keruangannya malah masuk keruangan dokter Linda.


Hati Axel serasa panas membara tatkala melihat kedekatan diantara mereka, ingin sekali dia menarik tangan Linda dan membawanya pergi keluar dari ruangan itu namun itu sangat tidak mungkin untuk dilakukannya bukan?


Mereka masih terlibat diskusi didalam berdua namun taklama kemudian mereka segera keluar dari ruangannya dan berjalan menuju parkiran selanjutnya mereka pun pergi entah kemana.


Axel segera menelpon Linda dan bertanya dimana dia sekarang ini namun Linda tidak mengangkatnya. Linda tahu jika Axel berada dirumah sakit itu karena Pandu sudah menceritakan kondisi pasiennya. Karena telpon tak digubris maka Axel segera mengirim pesan padanya.


"kamu dimana? aku akan menjemputmu sekarang juga" -Axel-


"Aku pergi menemani Dokter Pandu seminar" -Linda-


"Beritahu aku dimana tempatnya" -Axel-


"Jangan ganggu aku Axel, aku sedang bekerja" -Linda-


"Jangan memancing aku Linda, aku bisa nekat" -Axel-


"Kamu bukan siapa-siapa aku jadi berhentilah menerorku" -Linda- lalu dia mematikan ponselnya dari gangguan tak berguna Axel.

__ADS_1


Axel marah dan kesal dengan pesan terakhir Linda, dia lebih marah lagi saat Linda mematikan ponselnya.


"Kamu milikku Linda...milikku, takkan kubiarkan siapapun untuk mengambilmu dariku...never" Axel baru saja akan keluar dari rumah sakit itu, istrinya menelponnya dan memintanya untuk menemaninya, karena kesal dia menelpon mommynya dan mengatakan jika Hilda sudah berada dirumah sakit X, dia harus bedrest disana selama beberapa hari. Axel meminta mommynya untuk menemani istrinya. Alma kaget lalu dia pun menyanggupi untuk pergi kesana sekarang juga. Setengah jam kemudian Alma dan Mikhaela sudah berada disana untuk menjenguk menantunya. Axel lega begitu melihat mommynya datang lalu dia pun menyerahakan kepengurusan Hilda kepada ibunya.


"Aku ada kerjaan mom, tolong jaga dia...aku pergi dulu ya" Axel pamit pada istri dan ibunya, setelah mencubit Mikha dia pun keluar dari ruangan itu.


Hilda memaki dalam hati, kenapa dia harus diurus oleh ibu mertuanya!! dia tidak suka itu, lebih baik dia ditinggal sendiri, karena Tio pasti akan datang jika dia menghubunginya, namun Axel malah membuat ruang geraknya menjadi sempit, mau tidak mau dia pun harus bersikap manis didepan Alma ibu mertuanya saat ini.


Axel memakai kacamata hitamnya dan langsung pergi meninggalkan rumah sakit itu. Jika dia tidak bisa menghubungi Linda setidaknya dia mempunyai nomor telpon dokter Pandu, dia akan mencari titik koordinat keberadaan mereka melalui ponsel Pandu. Axel tau dengan siapa dia harus meminta tolong, ini adalah tugas Om Yugho


Setelah Yugho memberitahu lokasi mereka berada dengan sigap Axel langsung meluncur kesana.


"Apa-apaan ini?ini kafe bukan ruang seminar...kamu keterlaluan Linda, kamu sudah berani membohongiku"Axel berjalan masuk kedalam kafe itu mencari wanita yang sudah membuatnya gila.


"Kurang ajar, dia membawa Linda kencan disiang hari. Ini waktunya bekerja tetapi mengapa mereka malah keluar dan pergi ke kafe?sungguh terlalu, aku akan membuat dokter Pandu segera dimutasi keluar kota. Jangan pernah meremehkan Axel dokter Pandu, kan kau Linda..kamu akan tahu dengan siapa kamu berhadapan, aku adalah bayanganmu" Axel tersenyum smirk.


Axel sudah masuk kedalam kafe sesuai petunjuk Yugho, dia mengeradarkan pandangannya dan merasa gemas melihat Linda berdua dengan dokter Pandu. Dari wajah, mereka tampak sangat bahagia, hati Axel mencelos melihat pemandangan itu. Ada sakit, sedih, terabaikan, marah namun cinta semua dibungkus menjadi satu. Benci sekali Axel melihat pemandangan itu.


Dia memanggil pelayan dan memesan makanan untuk diberikan kepada Linda.


"Jangan lupa kertasnya jangan sampai hilang, pastikan pesannya sampai kepada nona itu" Axel menunjuk ke arah Linda.


"Baik Pak...saya jamin pesan ini akan sampai kepada nona itu" lalu pelayan itu pun membungkuk dan segera pergi.


Pelayan itu membawakan pesanannya kepada Linda dan meletakkan pesan itu dibawah kaki gelas jus strawberry. Awalanya Linda menolak namun pelayan itu mengatakan jika itu adalah free dari makanan yang dipesannya, namun mata pelayan itu mengisyaratkan sesuatu dibawah gelas itu. Linda dapat menangkap maksud itu, dan mengambil pesan itu.


Setelah membacanya dia meremas kertas itu dan membuangnya.Axel nampak sangat marah, melihat Linda membuang kertasnya. Linda mencari keberadaan Axel, akhirnya mata mereka pun bertemu. Linda menggelengkan kepalanya seolah mengatakan jangan mengganggunya namun Axel takkan membiarkan hal itu terjadi, dia hanya menunjuk dengan satu jari ke arah Linda lalu mengetuk-ngetuk dadanya. seolah mengatakan "you're mine"


****


Met malam genk...happy readingšŸ¤—



__ADS_1


__ADS_2