
Frans masih betah bergelung dengan istrinya didalam selimut sambil sesekali menjahilinya.
"Sayang...aku ada berita gembira" Frans menyandarkan kepala Queen didadanya sementara dia menyandarkan punggungnya di head board ranjang sambil membelai-belai rambut coklat istrinya yang panjang itu.
"Berita apa?katakan?" Queen menoleh kebelakang sebentar lalu kembali lagi ke posisi semula dan mengambil tangan suaminya untuk dilingkarkan diperutnya.
"Sayang apa kamu bahagia jika mendengar aku mendapat program beasiswa dari pemerintah jerman dan juga Jepang" Frans menciumi kepala istrinya karena bahagia.
"Benarkah?" Queen
"Iya" Frans
"waw...amazing...Kapan?"tanya Queen tidak antusias
"Secepatnya" jawabnya sambil menaik turunkan alisnya dan membuat matanya hanya menjadi sebuah garis.
"Lalu mana yang kau pilih?"tanya Queen merasa tidak senang
"Jerman" jawab Frans yakin.
"Mungkin minggu depan aku sudah flight ke sana, apa kamu senang sayang?" tanya Frans sambil tersenyum lembut.
"Aku senang sih...bangga juga tapiii...." Queen menjeda ucapannya.
"Tapi apa sayang?? Ayolah sayang itu untuk masa depan kita" Frans begitu mengharapkan persetujuan istrinya.
"Jadi kita LDR-an?Aku gimana? Kalau aku mau gimana? Masa sawah aku kering kerontang?? Gimana mau punya anak jika kitanya jauhan...gak mau...aku gak bisa digituin" Queen nampak tidak semangat membahas keberhasilan yang telah diraih suaminya.
"Kamu kan bisa mengunjungiku sayang atau saat liburan aku pasti balik ke Indonesia" Frans memberi pengertian istrinya.
"Maksud aku, kalau aku mau ML gimana yank? Klo aku lagi tinggi gimana?masa aku main sama bantal dan guling sih? Kan gak enak yank" Queen mulai cemberut saat membayangkan dirinya jauh dari suami.
"Kita VSe* tiap malam, aku janji" jawab Frans
"Gak puaslah aku...dengar suamiku, seharusnya kamu tinggal bilang ingin melanjutkan kuliah dimana, nanti H Hospital yang akan menanggung biayanya" papar Queen.
"Dengarlah sayang...ini bukan masalah uang" sambil menjentikkan jarinya beberapa kali
"Lalu karena apa?"Queen mulai melipat wajahnya tak suka.
"Tapi ini tentang skill, aku ingin membuktikan bahwa aku punya kemampuan dan keahlian, juga aku ingin pengakuan dari seluruh rekan-rekan sejawatku. Aku mempunyai jabatan di H Hospital bukan karena istriku owner H Hospital. Aku ingin membungkam suara-suara sumbang dibelakangku" ucap Frans menerangkan
"Kenapa? siapa yang tidak suka pada dirimu? Siapa juga yang sudah merendahkanmu? Kasih tau orangnya biar aku pecat mereka" ujar Queen berapi-api. Dia tidak suka jika ada orang yang menyepelekan kerja keras suaminya. Apa dia tidak tahu jika suaminya selalu pulang terlambat ke rumah hanya karena mengurus RS itu?
"Kurang ajar mereka itu, besok-besok aku mau sidak mendadak ke Rumah Sakit" ancam Queen.
Frans tertawa mendengar ucapan istrinya yang selalu memakai urat daripada otak untuk menyelesaikan setiap masalah.
"Sayang...mereka lebih pintar darimu, apa kamu kira mereka bodoh mau bergosip didepanmu?sudahlah biar aku selesaikan semuanya dengan caraku sendiri ok?" Frans menatap istrinya lekat-lekat.
"Tidak...tidak bisa...aku ingin kamu dihormati, aku akan menemukan siapa yang tidak menyukaimu...kamu tenang saja" seolah Queen menjadi orang yang bijak dengan membuat tenang suaminya hingga membuat Frans menahan senyum. Lebih baik diam saja daripada istrinya malah ber-ulah nanti, bisa-bisa kacau semuanya.
"Sayang...mari kita lanjut lagi bikin si junior" Queen tertawa terkekeh sambil duduk diatas perut suaminya.
"Tenaga ku sudah full tangki" ucapnya meyakinkan.
"Ayolah kita lakukan persemaian sekarang" ajak Queen lagi yang membuat Frans seketika tertidur
"Astaga suamiku...gak niat banget sih bikin Junior, padahal aku pengen punya baby sekarang" Queen menepuk-nepuk bokong suaminya karena kesal.
Mau tak mau dia pun ikut tertidur disamping suaminya sambil bergenggaman tangan.
Di tempat lain,
"Mana Dr.Frans?" tanya Mr. Reno kepada Irvan
"Seharusnya dia sudah datang sih, coba saya telpon dia dulu sebentar sir" jawab Irvan sambil pamit kemudian mengambil benda pipih disaku celananya dan langsung menghubungi seseorang namun tak kunjung diangkat juga.
"Sepertinya aku harus keruangannya sekarang. Honey, aku jemput Frans dulu ya, sepertinya dia khilaf jika bertemu dengan istrinya" ucap Irvan yang membuat bola mata Tina membola dengan malas.
"Aku ikut" ucapnya
"Kamu tunggu saja disini sayang" Irvan
__ADS_1
"Ayolah cepat, aku ikut denganmu" dengan cepat Tina menarik tangan Irvan agar dia tidak berubah pikiran. Mereka pun segera pergi menuju ruangan Frans.
"Kamu yakin ini ruangannya?" tanya Tina ragu-ragu.
"Yakinlah memangnya kenapa? Kebetulan sekali kan ruangan kalian bersebelahan?" Irvan
"Iya sih, aku baru tau jika ruangan kami berdekatan" Tina
"Kalau aku tau itu ruangan Frans sudah pasti aku akan mengganggunya" bisik Tina dalam hati. Tapi dia tetap berterima kasih pada Irvan karena pada akhinya dia tau ruangan orang yang yang paling dibenci juga dicintainya.
Irvan menekan bell tanpa henti hingga membuat Frans sedikit marah.
"Apalagi?" tanyanya dari dalam lubang kecil, dia malas membuka pintu untuk temannya yang selalu mengganggunya apalagi ketika ada istrinya, itu artinya waktu sakral dan tidak boleh ada yang mengganggu.
"Hey man....lihatlah jam berapa sekarang? Tuan Reno mencarimu" ucap Irvan.
"Astaga" Frans langsung terlonjak kaget, dia lupa jika ada acara malam ini apalagi sampai di cari oleh Tuan Reno.
"Baiklah...tunggu aku tiga puluh menit" ucap Frans
"Beeh lama sekali macam wanita saja kau berdandan, bukain pintu cepat" Irvan menggedor pintunya
Hanya butuh 5 menit dia untuk mandi dan 10 menit untuk berpakaian serta menata rambutnya yang basah. Tak lupa dia melilitkan jam tangan mahalnya untuk menunjang penampilannya, sepatu pantofel mengkilat serta kemeja putih dilapisi jas hitam membuatnya tampak cool. sekarang dia sudah rapi sempurna dengan seribu aura maskulin.
"Hai tampan...kamu mau kemana?"tanya Queen dengan suara serak saat membuka matanya karena aroma maskulin yang menguar dari tubuh suaminya.
"Aah...sayang kamu sudah bangun? maaf aku mengganggu tidurmu, aku ada meeting dengan tuan Reno. Aku akan meninggalkanmu disini tidak masalahkan?" tanya Frans sambil menghampiri istinya.
"Suamiku kamu tampan sekali malam ini, bagaimana jika ada wanita yang mengejarmu?" Queen mulai posessif setelah melihat penampilan suaminya.
"Cukup satu orang gadis saja yang ku ijinkan untuk mengejarku, jika masih banyak yang mengejarku maka tugasmu untuk mengusirnya" ucapnya sambil terkekeh dan mencubit hidung mancung istrinya.
"Ayank...aku ikut" rengek Queen
"Maaf bukannya aku tidak ingin mengajakmu tapi ada masalah yang ingin aku bahas dengan tuan Reno sayang. Atau gini saja, jika aku sudah selesai maka aku akan mengabarimu, setelah itu baru kamu boleh menyusulku, bagaimana?" Frans
"Hmm...baiklah aku akan menyusulmu..cium" pinta Queen, tanpa menunggu lama Frans langsung mencium istrinya hingga suara decapan dan erangan sampai terdengar keruang tamu dan membuat Tina ingin muntah karena membayangkan adegan hot Queen dan mantan tercintanya. Sebaliknya, suara-suara itu sangat mengganggu pendengaran Dokter Irvan. Dia hanya bisa melirik ke arah Tina, Tina yang mengerti tatapan itu langsung membuang muka, dia tidak ingin berciuman denganya dia hanya menginginkan kehangatan bibir Frans yang kecil dan sensual. Aaah....benar-benar memabukkan jika sudah terkena terkamannya, seperti saat ini walau hanya mendengar decapannya sudah bisa dibayangkan sepanas apa mereka berciuman.
"Sialan..."umpatnya.Queen benar-benar wanita yang ingin dia basmi untuk selamanya.
"I love you" teriak Queen
__ADS_1
"I love you more" balas Frans
"Frans memang sialan" gerutu Irvan
"Apa kau mendengar hot kissing tadi?" tanya Irvan sambil melirik Tina dan berharap jika Tina menginginkannya juga.
"Tidak"jawabnya buru-buru
"Aneh...apa kupingku yang terlalu tajam atau kupingmu yang sedikit tuli?" Irvan menatap tajam ke arah Tina yang mulai salah tingkah.
"Maksudku...abaikan, itu hanya perbuatan orang norak yang ingin membuat orang lain iri" jawabnya sambil cemberut.
"Sayang...beri aku satu kecupan" Irvan melirik nakal namun malah mendapat pelototan dari Tina tapi Irvan terus berjuang untuk mendapat sebuah kecupan agar hasratnya bisa tersalurkan walau hanya sebentar saja.
Dia menarik tengkuk Tina dan mendekatkan bibirnya hingga membuat bibir mereka bertabrakan dan mata mereka saling memandang.
"Auu..shitt" ucap Frans yang kaget begitu keluar dari kamarnya, jujur dia lupa jika ada Irvan diruangannya terlebih lagi Tina pun berada disitu.
Mereka yang kepergok hanya menempelkan bibirnya saja buru-buru saling menjauh hingga Irvan jatuh terduduk karena dorongan Tina.
"Astaga Tina, aku belum dapat ciumanmu tapi malah bokongku yang mencium lantai. Kamu harus menggantinya dua kali lipat nanti" tukasnya sambil berdiri dan menepuk-nepuk pantatnya agar tidak tepos.
"Sori aku mengganggu, aku lupa jika ada kalian" Frans menahan senyum melihat keadaan sahabatnya itu
Tina segera bangkit dan mendekati Frans
"Bilang istrimu jangan norak, dapat bekas aja bangga" ucapnya menyebalkan.
Frans melirik aneh ke arah Tina.
"Ada masalah denganmu?"tanya Frans
"Ooohhh...banyak masalahnya"ucapnya sambil berjalan ke arah pintu keluar.
,~~~~~~~~
Met sore genk....happy reading




__ADS_1