
Frans dengan malas mengangkat tubuhnya dari badan istrinya, dengan cepat dia mengambil kemejanya dan memakainya tanpa perlu dikancingi lagi.
"Ada apa?"tanyanya kesal.
"Ada tamu" jawab suara dibalik pintu.
Frans dapat menebak siapa yang datang mengunjunginya. Dia membuka pintu hanya selebar badannya saja dan tak ingin menampakkan isi dalamnya.
"Istrimu sudah datang?" tanya Irvan.
"Heeehh.....kau mengganggu saja, istriku sudah datang, sekarang pergilah" usirnya tanpa mau mempersilahkan Irvan masuk.
"Cckk....suruh aku masuk kek jangan dibiarin aja gue sendirian didepan, bikin gue malu aja lo" jawabnya dengan kesal dan Irvan segera menerobos masuk ke dalam ruangan.
"Shittt" umpat Frans
"Upss...permaisuri sudah tiba?" Irvan segera memalingkan wajahnya saat tatapannya bertabrakan dengan mata indah Queen yang sedang menutupi tubuhnya dengan selimut. cepat- cepat Frans menarik temannya dan menyeretnya keluar.
"Tunggu...tunggu...gue akan keluar habis ini, dengar ada pesan dari ketua dia akan mengadakan makan malam nanti, ku harap kau datang bersama istrimu" ucap Irvan sambil menahan pintu yang akan ditutup oleh Frans.
"Ya ya ya....awas jangan ganggu aku lagi, ada hal penting yang ingin aku lakukan" ucap Frans sambil mendorong pintu itu.
"Ya ampun...nanti malam saja nyetak anaknya, jangan buru-buru gak akan jadi...wkwkwk" celoteh Irvan sambil meninggalkan ruangan itu karena memang kehadirannya ditolak mentah-mentah oleh Frans.
Frans langsung mengunci pintu dan menonaktifkan ponselnya.
"Ayank ayo kita lanjut nyetaknya" teriak Queen tak sabar. Frans tersenyum mesum melihat wajah bergairah istrinya, padahal baru saja kemaren mereka bercinta dan hari ini pun sudah bercinta lagi tapi entah kenapa rasanya seperti sudah lama tidak bercinta.
Kedua makhluk yang sedang dirasuki Dewa Kamajaya dan Dewi Ratih itu pun kembali melakukan pertempuran yang melelahkan tanpa diganggu oleh siapapun. Sudah hampir dua jam mereka bertarung namun tampaknya mereka belum puas juga.
Aktivitas terpaksa mereka hentikan saat terdengar suara perut lapar Queen. Karena tidak ingin menyiksa istrinya akhirnya Frans pun menyudahi pertempuran penuh peluh itu.
"Sudah kukatakan siapkan aku makan biar aku tidak lapar"Queen melirik sebal pada suaminya itu. Frans tertawa saat mengingat kejadian barusan. Bagaimana bisa saat sedang hot-hotnya bercinta tiba-tiba terdengar suara kukuruyuk dari dalam perut istrinya.
"Hahaha...naga yang didalam perutmu sedang kelaparan yank" sambil terus tertawa geli.
Queen melototkan mata indahnya hingga tampil bulat sempurna.
"Istri siapa sih kalau sedang marah matanya seperti kelereng wkwkk" godanya lagi
__ADS_1
"Bodo amat, ayo kita kebawah yank aku lapar" rengeknya.
"Gak usah kita pesan via resto aja" ucap suaminya sambil menekan tombol yang langsung menghubungkan ke resto bawah.Dia memesan makanan nusantara untuk istrinya karena dia tau, sebanyak apapun Queen makan tetapi jika lambungnya belum kena nasi tetap saja merasa lapar.
"Suami...aku mau kebawah" Queen menarik-narik tangan suaminya namun Frans tidak mau beranjak juga. Dia harus menghindari istrinya bertemu dengan Tina. Sebisa mungkin jangan sampai mereka bertemu. Dia sedang memikirkan cara membujuk istrinya.
"Sayang...aku lelah sekali, apa kamu tidak lihat jika kakiku sampai gemetar seperti ini? Kamu mah enak dibawah, aku kan yang bekerja keras membajak sawahmu yank" ucapnya sambil memainkan anak rambut istrinya.
"Harus seperti itu kalau ingin sawahmu berhasil yank. Pokoknya aku mau sawahku digarap setiap hari yank" Queen menoleh kesamping memandangi wajah tampan suaminya.
"Ya Tuhan...makhluk apakah yang kau jadikan suamiku Tuhan...aku merasa terberkati loh yang. Aku yakin jika dimasa lampau aku telah berbuat banyak kebajikan makanya aku bisa dapat suami tampan sepertimu. Aku yakin jika dimasa lampau aku adalah seorang Jendral perang"ucapnya penuh percaya diri sambil kedua tangannya menempel dipipi mulus suaminya dan mengoyang-goyangkannya ke kanan dan ke kiri.
"Iih..sotoy...tau darimana kamu jika kamu dulunya seorang jendral?" tanya Frans sambil memeluk istrinya.
"Ooww....jelas aku tau yang, buktinya aku berhasil mengalahkan musuhku dan merebutmu darinya. Itu saja sudah menandakan jika aku adalah seorang panglima tempur dulunya" Queen
"Iih...aku tidak sabar melihat hasil kerja keras kita yank. Anakku pasti seorang laki-laki yang sangat tampan, dia akan berkulit putih seperti dirimu, hidung mancung, bibir merah mungil namun berisi seperti bibirku, terus dia akan mempunyai mata besar yang sipit seperti perpaduan kita" ucapnya sambil tersenyum membayangkan wajah anak laki-lakinya kelak.
"Hemmm....tapi aku ingin anak perempuan yang sangat mirip denganmu. Dengan mata yang besar, bibir merah yang mungil, rambut panjang, pipi cubby dengan mata coklatnya seperti matamu. Pokoknya anak wanitaku hanya milikku.Setiap hari aku akan mengantarnya kesekolah setelah itu baru aku pergi ke kantor" Frans pun ikut-ikutan istrinya membayangkan wajah anak mereka kelak.
"Wait...jika kamu yang mengantar anak kita terus fungsiku apa?" Queen tidak terima jika hanya Frans yang akan mengantar anak mereka.
"Fungsimu ya terus mencetak anak, karena aku akan terus membajak sawahmu. Kamu siap-siap saja nanti kewalahan menjaga anak-anak kita" Frans menoel hidung istrinya kemudian mencium ujungnya dan dia berdiri hendak membukakan pintu karena pesanan mereka sudah sampai.
"Kamu harus memakan yogurt, apricot, apel, jeruk pokoknya makanan yang mengandung banyak asam" Frans memberikan sedikit penjelasan.
"Oke...aku akan santap semuanya" Queen tersenyum sumringah.
"Tentu saja sayang, kamu harus melakukannya" ucap Frans sambil tersenyum dikulum. Istrinya tidak tahu jika yang Frans ajarkan adalah cara-cara program hamil anak perempuan.
"Sayang....aku lupa sesuatu" Queen membulatkan matanya.
"Ada apa?"tanya Frans sambil memajukan dagunya.
Queen segera bangkit dari ranjang dan langsung membuka kopernya sambil mengeluarkan sesuatu.
"Apa itu?" tanya Frans heran
"Testpack suamiku, tunggu sebentar aku akan langsung mengeceknya" Queen mengambil salah satu testpack itu dan segera berjalan menuju kamar mandi sambil menyeret selimutnya. Karena memang dia sedang polos tidak mengenakan apapun.
__ADS_1
"Sayang...mana bisa habis bikin langsung jadi?"Frans terkekeh melihat istrinya begitu antusias ingin segera hamil.
"Astaga....dia beli alat testpack tiga pak? Buat apa beli alat sebanyak ini?" pikirnya kadang dia tidak mengerti dengan jalan pikiran istrinya namun apapun yang dilakukan Queen selalu membuat Frans menepuk jidatnya. Tuhan memang adil memasangkan seorang yang genius seperti dirinya dengan seorang yang heboh walau minim otaknya. Walau bagaimanapun istrinya dia tetaplah ratu dihatinya seperti namanya sendiri "QUEEN"
"Sayang buat apa alat sebanyak ini?"tanya Frans sambil berteriak melihat banyaknya testpack milik istrinya.
"Tenanglah sayang aku akan langsung periksa setiap kali kau habis membajak sawahku" jawab Queen dari dalam kamar mandi.
"Mana bisa seperti itu yank...kan tetap ada prosesnya" ucap Frans
"Yaaa...bisa aja kali yank, mungkin saja benih kecebongmu super punya atau sekelas cebong sultan jadi bisa langsung tokcer gitu, apalagi kamu kan dokter...pastilah benihmu cebong super yank" terang Queen yang sangat tidak masuk akal itu dan membuat sakit kepala suaminya.
"Terserah kamu sajalah Queen" Frans pun pasrah dengan pemikiran ajaib istrinya.
Queen segera keluar dari kamar mandi dengan wajah masam dan langsung duduk disebelah suaminya sambil menunduk.
"Kenapa?"tanya Frans lembut
"Garis satu yank...huaaa...huhu..ayolah buat cebongmu menjadi cebong ajaib yank biar aku bisa cepat hamil huhuhu...." Queen langsung menangis sedih karena percobaannya belum berhasil.
"Sabar sayang, kan aku sudah bilang tidak mungkin bisa langsung jadi tetapi harus melewati tahap-tahap selanjutnya, kamu malah ngeyel"Frans membelai rambut istrinya dan membawanya kedalam pelukannya.
Met malam genk....senang bisa up lagi😊 happy reading.
Anak sapa ini woy😉 yang mau lihat cuzz ke IG taroe75


__ADS_1
