Atas Nama Cinta

Atas Nama Cinta
Ancaman Daddy


__ADS_3

"Kamu siapa?dan mau apa kamu?"tanya Anita dengan penuh ketakutan.


"Jangan takut, saya hanya menjalani tugas saja dari tuan Axel, ini semua demi keamanan kalian. Saya harap kamu lekas bergegas, saya akan membawamu ketempat yang lebih aman"ujar bodyguard itu memberi penjelasan.


"Tunggu diluar, jangan masuk ke dalam, saya akan menelpon tuan Axel dulu"Anita menutup pintu kembali dan langsung menghubungi Axel.


"Axel, ada apa sebenarnya?kenapa kami harus pergi lagi dari sini?"tanya Anita dengan cemas.


"Maaf, aku tidak bisa menjelaskannya sekarang, nanti malam aku akan menemui kelian jadi sekarang sebaiknya kamu bereskan pakaian-pakaian kamu dan Sky" jawab Axel menenangkan Anita.


"Apa ada masalah dengan kejadian kemaren?"tanyanya khawatir


"Tidak...tidak apa-apa, aku hanya ingin Sky hidup lebih tenang saja tanpa ada gunjingan apapun" Axel meyakinkan Anita


"Baiklah...selamat siang, maaf jika aku mengganggumu" Anita segera menutup ponselnya dan mulai merapikan kembali pakaiannya, aah...untung saja pakaian mereka masih didalam koper semua, jadi tak perlu waktu lama untuk merapikan pakaian-pakaian mereka.


*****


Axel akhirnya tiba di mansion itu, dia akan menghadap ayahnya, baru saja tiba dirumah mommy Al langsung menariknya dan menyuruhnya duduk disofa. Tampaknya dia akan memberikan wejangan kepada putra keduanya.


"Mom, aku harus bertemu daddy" Axel


"Boleh kamu ketemu daddy tapi sebelumnya mommy ingin tahu cerita versi kamu Axel.


Apa yang sesungguhnya terjadi?" mommy Al


"Semua tidak seperti yang kalian bayangkan mom, aku hanya...." Axel menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal itu.


"Aku hanya mengajak mereka jalan-jalan, itu saja. Entah siapa yang telah menghembuskan gosip murahan seperti itu"Axel mengangkat bahunya.


"Tolong Axel, jangan buat kegaduhan lagi...daddymu sudah tua, apalagi yang kamu cari?bukankah kamu sudah menikahi wanita yang kamu cintai?"tanya mommy Al.


Axel diam dan langsung tersenyum, entah apa arti senyumannya itu.


"Aku temui daddy dulu mom" Axel langsung pergi menuju lantai 3 ke ruang kerja daddynya dengan langkah panjang-panjangnya. Setelah mengucapkan salam, dia masuk perlahan dan mencium tangan daddynya.


"Duduklah" daddy Niel


Melihat wajah kesal ayahnya Axel tidak bisa berkutik lagi, dia diam dan siap menanggung segala hukuman dari daddynya. Dia tahu konsekuensinya, ayahnya tidak akan pernah main-main memberikan hukuman jika anaknya bersalah apalagi menyangkut pernikahan dan nama besar keluarganya..aah...serasa tercekik lehernya menanggung nama besar daddynya.


Tanpa di suruh Axel tahu apa yang harus dilakukannya. Dia menceritakan semua kronologinya, dan dia bersikeras jika tujuannya hanyalah membuat anak kecil itu bahagia. Daniel mendengarkan dengan seksama sambil menopang dagunya.


"Daddy tidak suka jika kamu menjalin hubungan dengan wanita manapun, ingat kamu sudah berkeluarga dan sebentar lagi kamu akan punya anak juga" Daniel berkata dengan tegas.


"Iya dad aku tahu" Axel menunduk


"Dari mana wanita itu berasal?" tanya daddy


"Hah..!!" Axel kaget dengan pertanyaan ayahnya, dia juga tidak tahu berasal darimana Anita dan dia juga lupa untuk menanyakannya.

__ADS_1


"Sejujurnya aku tidak tahu dad, tunggu..tunggu...aku mengenalnya saat pesta pernikahan Queen, iya benar dan sepertinya Queen tahu siapa dia" jawab Axel


"Lalu bagaimana kamu bisa membiarkan ada wanita lain masuk ke dalam rumahmu?"tanya daddy menyelidiki.


"Dad...c'mon dia asistan istriku, Hildalah yang membawanya masuk ke dalam rumah kami bukan aku" Axel


"Oke dan sekarang kamu jatuh hati dengan asistan istri kamu begitu?"tanya daddy


"Tidak dad, aku hanya sangat menyayangi anak kecil itu, ayahnya seorang prajurit sepertinya dan mungkin dia telah gugur dimedan perang, entahlah aku tidak bertanya secara mendetil tentangnya, karena awalnya aku tak begitu perduli" Axel


"Apa kalian tidak pernah berfikir jika wanita itu mempunyai tujuan tertentu?bisa jadi dia ingin menghancurkan rumah tangga kamu?"daddy


"No...itu sangat tidak mungkin, karena untuk mengajak dia kemari aku harus melakukan kebohongan dan menjebaknya, semua atas kemauan Hilda, dan aku rasa dia bukan wanita buruk seperti yang daddy kira, dia wanita baik-baik dan juga seorang wanita yang sangat pintar, dia benar-benar seperti seorang perawat bahkan lebih, andai aku bisa menilainya mungkin dokter adalah kata yang tepat untuknya. Ya dia sangat pandai dibidang itu, dan dia sangat memperhatikan Hilda dengan sangat baik" Axel tanpa sengaja memuji tentang Anita


"Apapun yang kamu katakan daddy tetap tidak membenarkan perbuatan kamu, mereka bukan siapa-siapa kamu jadi jauhi mereka sekarang juga" perintah daddy


"No..tidak bisa begitu dad, mereka adalah tanggung jawabku sekarang, aku harus melindungi mereka. Aku...aku...aku tidak dapat mengatakannya lagi, yang jelas semua adalah salahku hingga masalah ini menjadi besar. Jangan salahkan dia, dia hanya menuruti perintahku saja" entahlah Axel sangat kesal dengan daddynya, dia seakan tak rela jika disuruh menjauh dari wanita itu apalagi jika daddy menyalahkan wanita itu. Dia akan membela mati-matian Anita didepan keluarganya.


"Axel, tinggalkan wanita itu dan kembali kepada istrimu atau semua fasilitasmu daddy cabut dan kamu bekerja hanya sebagai pegawai biasa. Daddy tidak suka dengan pria yang suka mempermainkan wanita, apalagi jika dia sudah menikah. Bukankah dulu kamu yang sangat ingin menikahi Hilda?bahkan kamu sampai rela tidak ingin mendengarkan nasehat kami?dan kamu mengadakan pesta yang sangat besar, sebagai bukti cintamu kepadanya, lalu apa yang kamu lakukan sekarang hah?kamu malah jatuh cinta dengan perawat istrimu sendiri, begitu kan?"daddy mengancam dan mengintimidasi Axel.


Axel kaget dengan pertanyaan daddynya yang mengandung kemarahan, ya apa yang dikatakan daddynya benar semua, dia nekat menikahi Hilda dan menentang keluarganya. Sekarang setelah dia mendapatkannya malah lebih tertarik dengan perawat istrinya sendiri. Dia memang sudah gila tampaknya.


"Ingat Axel, seluruh dunia sudah mengetahui jika Hilda adalah istrimu, jangan sakiti wanita yang telah kamu pilih menjadi istrimu, sejelek apapun tingkah laku dia, kamu harus tetap ada disampingnya. Jika kamu berani ada main dengan wanita lain maka daddy yang akan menghempaskanmu, bukan hanya kamu tetapi wanita itu pun akan lenyap dari hadapan kamu. Ingat pilihan kamu adalah yang terbaik untuk kamu. Kami menerima pilihan kamu dengan lapang dada karena kasih kami kepadamu dulu tapi jangan mempermainkan restu kami" daddy


Ucapan daddynya seolah menjadi pukulan baginya, dia teringat dulu menentang keluarganya hanya demi ingin menikahi wanita yang dia cintai, namun sekarang hatinya terpaut dengan wanita lain dan keluarganya menghujatnya. Benar-benar buah simalakama situasi ini. Dan yang lebih menakutkan lagi adalah jika daddy-nya akan melenyapkan wanita itu. aah....dia takut sekali jika daddy-nya sudah berkata seperti itu. Dia benar-benar takut jika sampai tidak bisa melihat mereka berdua.


Jauh didalam lubuk hatinya dia menyimpan cinta kepada Anita, perasaan itu semakin besar tatkala dia diharuskan untuk melupakannya dan kembali dihadapkan pada kenyataan yang ada.


"Aku janji dad akan menuruti semua kata-kata kamu, tapi pliss...jangan lakukan apapun pada mereka, aku akan menjauh dari mereka"Axel terpaksa berjanji demi keselamatan mereka berdua.


"Tapi daddy juga harus berjanji tidak akan melakukan apapun kepada mereka jika sampai ada sesuatu yang terjadi pada mereka berarti daddy pelakunya" balas Axel


"Hay kid...jangan mengancam daddy"


"No...kita berbicara sebagai sesama pria dad"


"Oke...deal..daddy tidak akan melakukan apapun pada mereka"


Axel memeluk daddynya sebagai ucapan terima kasihnya. Mereka berdua keluar dari ruangan itu dan duduk diruang keluarga. Mommy Al sudah menunggu mereka berdua bersama dengan cucu-cucunya.


"Tumben sepi rumah"tanya Axel sambil menggoda Salma.


"Iya nak, Queen ke kampus Frans ke rumah sakit, Celline di kantor bersama kakakmu. Makanya kamu tinggal disini saja, mommy kesepian Xel, ajak Hilda tinggal disini" pinta mommy


"No mom, mommy kan tahu dia keras kepala, sulit untuk membujuknya" Axel menciumi ponakan montoknya itu.


"Bagaimana ceritanya kamu bisa sampai begitu nak?"mommy Al


"Lupakan mom, aku tidak ingin membahasnya, tunggu ya aku terima telpon dulu ya"Axel menghindar dari pertanyaan mommynya. Dia tidak ingin mendengar kata-kata yang akan menyuruhnya untuk melupakan Anita lagi. Cukup hanya daddy yang memerintah untuk menjauhi orang yang paling disayang. Axel pergi ke halaman belakang dan menelpon seseorang.

__ADS_1


"Hay..."sapanya saat Sky mengangkat telpon mamanya.


"Om dimana?aku kangen om"Sky merajuk dengan wajah sedihnya.


"Om juga sedih sayang, saat ini om sedang bekerja nanti kita bertemu lagi jika om libur oke?"Axel


"Iya om..iya" raut wajah bocah itu langsung berseri-seri. Axel dan Sky bagaikan panci dan tutupnya keduanya saling membutuhkan. Axel pun mulai tak biasa jika tak menelpon Sky, sebisa mungkin dia menghubunginya walau hanya sebatas sapaan saja.


"Mamamu ada?"tanya Axel.


"Mama lagi ketemu orang om, katanya mama mau bekerja"Sky.


"Hp-nya ? ditinggal? kamu sama siapa sekarang?"tanya Axel tak nyaman dan Sky mengangguk


"Aku sama om itu" Sky menunjuk bodyguard yang ditugaskan Axel untuk menjaga mereka.


"Astaga" ucapnya, dia tidak suka melihat bodyguard itu masuk ke dalam apartemennya. Dia tidak bisa membayangkan jika nantinya Anita akan ada hubungan dengan bodyguard-nya itu. Sebab jika dilihat-lihat pria itu mempunyai body dan wajah yang cukup manis. Bagaimana jika nanti Anita tergoda padanya?rupanya dia harus mencari bodyguard wanita untuk mendampingi Anita. Tidak akan mungkinkan Anita tergoda pada wanita?ya jalan yang aman adalah menukar bodyguard itu.


"Sayang kamu baik-baik ya disana, jangan nakal ya nak, jangan keluar balkon ya sayang. om akan mengirimkan mainan dan makanan untukmu".


Sky bersorak mendengar Axel akan mengirimkan lagi mainan untuknya.


"Bye tampan"


"Bye om tampan juga"


Mereka mengakhiri panggilan itu, lalu Axel menelpon bodyguardnya dan bertanya tentang Anita. Bodyguard yang bernama Rizal itu mengirimkan beberapa foto Anita yang diminta tuannya.


Dia memarahinya karena membiarkan Anita jalan sendiri tanpa mendampinginya. Dia bingung menjawabnya sebab Anita menyuruhnya menjaga Sky karena dia belum menemukan asisten rumah tangga untuk menjaga Sky. Maka dengan sangat terpaksa dia menjaga anak itu.


Axel cukup pusing berada di situasi ini, dia berharap bisa menjaga Sky namun rasanya tidak mungkin semua tidak berjalan sesuai rencananya.


"Carikan prajurit wanita terbaik untuk menjaga nona Anita, sekarang juga" perintahnya.


"Siap laksanakan"jawabnya dan mereka mengakhiri panggilannya.


Axel melihat foto-foto itu sambil mengusap-usap ponselnya seakan dia sedang menyentuh wanita yang berada dilayar hp-nya.


"Wanitaku" gumamnya.


*****


Helowww...met pagi genks...happy reading ya🤗


Ada yang bertanya kenapa Axel tidak mengenali Anita itu sebagai Linda?karena Linda pernah kecelakaan dan wajahnya agak rusak maka Frans menyarankan dia harus menjalani operasi plastik dan jadilah seperti ini🤗



__ADS_1


__ADS_2