Atas Nama Cinta

Atas Nama Cinta
Mama Ingin Bicara Denganmu Axel


__ADS_3

Axel membawa keluarga kecilnya ke apartemennya tapi tempat ini layak disebut sebuah kodominium karena lebih mirip sebuah rumah dengan ruangan yang sangat luas daripada disebut sebuah apartemen. Malam ini mereka akan menginap disini, Linda tidak mau menginap malam ini karena dia harus menjaga ayahnya bergantian dengan mamanya.


Axel kecewa karena Linda tidak memberikan haknya malam ini, padahal malam ini adalah malam yang selalu ditunggu-tunggunya. Namun dia juga bisa mengerti.


"Kamu yakin akan kerumah sakit sekarang?" tanya Axel lembut sambil membelai rambut Linda dan merapikan anak rambutnya.


"Iya Xel, mama belum pulang dari kemaren hari ini giliran aku yang jaga" Linda merebahkan tubuhnya dipangkuan Axel.


"Sky kemana ya?" tanya Linda


"Dia sedang berenang di depan, biarkan dia melakukan apa yang dia mau" Axel


"Heemm...jika Sky malam ini bersama kamu, lalu aku harus jawab apa sama mamaku?" Linda seolah bertanya pada dirinya sendiri.


"Katakan saja kita sudah menikah, mamamu pasti akan mengerti. Sudahlah itu urusanku nanti aku yang akan menghadap mamamu" Axel berusaha menenangkan hati Linda, dia tersenyum lalu menggenggam erat tangan suaminya yang putih bersih itu dan memainkan bulu-bulu kasar yang menghiasi tangan kekar itu sambil sesekali menariknya hingga membuat Axel meringis.


"Kamu suka bermain dengan bulu ya yank...mau memainkan bulu yang lainnya tidak?" tanya Axel sambil tangannya sesekali bermain nakal di dada istrinya.


"Apaan sih....jangan cabul deh, jangan macam-macam dulu ada anak kamu" hardik Linda


"Tenanglah Sky sedang bermain air, kita juga akan bermain, bagaimana? Serukan?" Axel memiringkan sebelah bibirnya sambil menaik-turunkan alisnya.


"Ngaco ah" Linda menghempaskan tangan Axel dan menangkup tangannya sendiri untuk dijadikan bantalan kepalanya dengan posisi masih berbaring di atas paha Axel.


Sedang asik-asiknya menggoda istrinya tiba-tiba ponsel Axel berdering, dia melihat siapa yang mengubunginya dan dengan sigap langsung menggeser tanda warna hijau itu.


"Sayang, aku harus mengangkat telpon dulu" Axel menggeser kepala Linda dengan lembut dan meletakkan bantal dibawahnya. Dia segera berjalan keluar menuju balkon sambil memperhatikan anaknya yang sedang berenang.


"Bagaimana apakah rencana sudah sempurna?" Axel


"Masih kurang satu tuan, dia terlalu alim orangnya" sang penelpon


"Segera cari titik lemahnya atau undang dia bermain golf carikan caddy yang sangat cantik untuk menemaninya setelah itu kamu tau apa yang harus kamu lakukan, bayar semahal mungkin tapi dengan syarat tugas harus sempurna, mengerti..!" Axel


"Aku tidak mau dengar kesalahan apapun atau kamu harus menanggungnya sendiri" ancam Axel


"Baik tuan semua akan sempurna" penelpon


"Hemm..." Axel langsung mematikan sambungan telpon itu dan melihat wajah anaknya yang sangat bahagia


"Daddy....temani aku" teriak Sky


"Of course baby" Axel segera menghampiri anaknya dan membuka kaosnya, dengan hanya menggunakan boxer dia mulai memasuki air itu lalu berenang menuju anaknya. Dia menggelitiki Sky hingga bocah itu berteriak-teriak memanggil ibunya.


Mendengar teriakan dan tawa anaknya Linda segera menghampiri mereka.


"Axel...hati-hati jangan digelitiki terus nanti kaki Sky keram" teriaknya


"Oke...mommy maukah kamu bergabung dengan kami?" tanya Axel dengan mimik wajah bayi sambil menggendong anaknya.


"Nggak ah...aku mau siapin sesuatu untuk kalian" ujar Linda


"Sayang, jangan ribet langsung pesan saja. Itu ada nomor telpon hotel kamu bisa langsung order disana. Kamu bayarin dulu ya, kan uang aku sudah habis dirampok kamu dompetku masing kosong" Axel berkata sambil tertawa.

__ADS_1


Linda melotot melihatnya.


"Uang ini?"tanyanya sambil mengambil uang didompetnya.


"Dasar sultan kere, baru juga ngasih mahar udah diminta lagi" sungutnya main-main.


"Nanti aku ganti berkali-kali lipat sayang, namanya juga nikah dadakan uang yang ada didompet aku cuma segitu kata Pak Penghulu malah kalau ada 10rb gak apa-apa jadi mahar wkwkwk" goda Axel


Linda menatap kesal Axel, suaminya benar-benar orang diluar nalar pikirnya.


"Aku akan turun untuk berbelanja dulu" jawab Linda.


"No..no..no...order via aplikasi saja lebih aman" perintah Axel


"Sayang...aku harus isi dapurmu" bujuk Linda


"Nanti saja sehabis anakmu berenang kita ke supermarket...no debat" perintah Axel.


Linda yang baru mau membuka mulutnya terpaksa menutupnya lagi. Akhirnya dia menelpon dan memesan beberapa menu untuk makan dan ngemil mereka.


Hari itu menjadi hari yang paling bahagia untuk keluarga kecil mereka, sandungannya ya cuma Axel belum berhasil membuka kembali segel Linda, wkwkwk. Dia harus menunggu waktu yang tepat dan kesiapan Linda saja.


Jam 7 malam Axel mengantar Linda ke rumah sakit dan membawa pulang ibu mertuanya.


Sambil memegang kedua pundak istrinya.


"Sayang kamu tidak apa-apa sendiri disini?" Axel nampak tidak rela istrinya berjaga sendirian menunggui ayahnya.


"Gak apa-apa Xel, kamu jaga Sky dan antar mama pulang ya" pinta Linda sambil menepuk-nepuk pipi suaminya yang mulai berjambang.


"Kamu tenang saja Xel, dua hari lagi papa boleh pulang kok" ucap sang mama menenangkannya.


"Baiklah mah aku bahagia papa akan segera sembuh" dia melirik ke istrinya dan mengangguk.


"Aku bawa mama pulang ya" ucapnya,


Tiba-tiba 'cup...cup..cup' Axel mencium kening, pipi dan bibir Linda.


"Ada mama loh, nanti saja dilanjutnya kalau sudah resmi" ucap mama


"Kami sudah resmi mah" ucap Axel tetap menatap istrinya seolah tidak terganggu dengan kehadiran mama Linda. Akhirnya mama hanya menggeleng kepala saja dan menuntun Sky menuju pintu lift.


"Mama sudah tidak ada, beri aku bibirmu sebentar saja" bujuk Axel


"Axel...kamu mesum banget sih, ini diluar pintu loh" bisik Linda


"Ga pa pa...." Axel langsung menarik tengkuk Linda dan mulai membuka bibir merah istrinya.


"Mah...mah" panggil suara dibalik pintu, tubuh mereka langsung menjauh tiba-tiba.


"Papa sudah bangun" ucap Linda


"Ckck...giliran sudah sah kenapa susah banget sih dapat bibir doang" gerutu Axel dan membuat Linda cekikikan.

__ADS_1


"Cup..cup" Linda berjingkat dan mencium tipis bibir manyun suaminya hingga membuat Axel tersenyum.


"Bye...aku masuk dulu" Linda langsung membuka pintu.


"Bye istri" balas Axel bangga


Sambil sesekali memegang bibirnya dia pun berjalan menuju pintu lift menghampiri ibu mertua dan anaknya lalu mereka beriringan pulang bersama.


"Axel, ini bukan arah rumah ibu loh" protes mama Linda


"Malam ini Ibu menginap dirumahku saja ya, walaupun kecil tapi anak dan cucu ibu akan tinggal disana nantinya" Axel segera memarkirkan mobilnya setelah memasuki kawasan apartemen itu.


"Oma, aku punya kolam renang sendiri sekarang" Sky berkata dengan bangga


"Masa?" oma


"Iya oma, rumahku yang paling atas" jelas Sky lagi.


Mama Linda tidak bisa berkata apa-apa lagi, saat memasuki kawasan itu sudah jelaslah bahwa tidak sembarangan orang bisa tinggal diapartemen mewah ini. Dia bersyukur dalam hati Axel sangat mencintai putri semata wayangnya itu.


Axel membawa mereka ke kondominiumnya yang berada di puncak lantai.


Mama Linda merasa berkecil hati dia tidak menyangka bahwa hunian anaknya begitu mewah. Axel pria muda yang sangat baik hati ( usia Axel lebih muda 2th dari Linda) semoga ditangannya kebahagiaan Linda akan abadi, mama Linda memanjatkan doa untuk kebahagiaan mereka.


Sky memamerkan kolam renang dan kamarnya kepada neneknya, malam itu oma Lina tidur bersama Sky.


"Mama belum tidur?" tanya Axel yang kebetulan akan pergi ke dapur untuk mengambil air minum.


"Mama ingin bicara dengan kamu Xel" mama mempersilahkan Axel duduk dididepannya.


"Kapan kamu akan menikahi anak mama?" tanyanya serius


Sambil menarik nafas.


"Kami sudah menikah dikantor catatan sipil mah tadi siang"


"Apa??" mama Lina langsung bangun dari duduknya dia sangat terkejut dengan perkataan Axel.


"Duduklah mah, aku yang bersalah memaksa putrimu untuk segera menikahiku. Ada banyak alasan aku harus melakukan ini. Aku tidak mau siapapun mengganggu anakku. Aku harus melakukan sesuatu untuk anak dan istriku. Mama tau sendirikan jika papa tidak merestui hubunganku dengan Linda, bahkan dia ingin menjodohkan Linda dengan Pandu. Aku tidak bisa terima itu mah dan satu lagi aku tidak ingin anakku dihina dimanapun dia berada" akhirnya Axel menceritakan kejadian disekolah yang menimpa putranya.


Mama Lina harus menerima kenyatan pahit ini tapi mungkin beginilah nasib anaknya, tidak dilamar dari depan pintu. Dia hanya bisa pasrah dan mau tak mau harus merestui pernikahan anaknya ini.


"Mama jangan khawatir, jika papa sudah menerimaku maka aku akan melalukan proses lamaran kembali bersama keluargaku. Aku hanya tidak ingin lamaran keluargaku ditolak dan membuat ayahku marah, bisa-bisa aku pun tak direstui daddyku mah" Axel menenangkan perasaan ibu mertuanya sambil menggenggam tangannya sebagai permohonan maafnya.


"Mama tenanglah, aku tidak akan tinggal diam jika keluargaku disentuh. Aku akan membalas mereka dengan caraku sendiri" tambahnya lagi.




Selamat siang kesayangan...jangan bosen dulu ya episode ini, biar sampai tuntas 😊


__ADS_1


![](contribute/fiction/2910726/markdown/7853851/1688097856571.jpg)


__ADS_2