
Linda membawakan nampan yang berisi sup cream dan roti serta susu untuk anaknya dan meletakkannya diatas nakas.
Dia menggoyang-goyangkan pipi halus putranya sambil menciuminya.
"Pangeranku....ayo bangun, lihat mama sudah bawa sarapan loh untuk pangeran mama"
Sky perlahan-lahan membuka matanya dan langsung pandangannya menerawang kemana-mana seakan sedang mencari seseorang.
"Daddy mana mah?" tanyanya polos
"Aku masih kangen daddy karena dia ayahku kan?" tanyanya lagi.
Seketika Linda terdiam, pikirannya kembali teringat dengan perkataan ayahnya tadi.
Mana mungkin dia akan menukar Axel dengan Pandu, sedangkan hubungan Axel dan Sky sudah semakin erat, dia tidak akan bisa memutuskan hubungan ayah dan anak itu, namun bagaimana caranya agar ayahnya bisa mengerti kondisi ini dan menerima Axel sebagai menantunya.
"Sabar ya sayang, nanti kita bertemu lagi dengan daddymu. Sekarang habiskan makananmu setelah itu mandi dan kita akan pergi ke sekolah oke?" Linda berusaha mengalihkan pertanyaan anaknya.
"Iyess....aku bertemu lagi dengan miss ratih, aku mau bermain dengan teman-temanku mah. Ayolah bantu aku bersiap-siap mah" Sky langsung membuka selimut tebalnya dan langsung turun dari ranjangnya lalu pergi ke kamar mandi.
Linda tersenyum bahagia melihat keceriaan anak laki-lakinya itu. Akhirnya dia bisa memberikan kehidupan yang layak untuk anaknya setelah 4th hidupnya terombang-ambing tidak jelas dengan status ekonomi yang parah.
Dia segera mengambil baju seragam Sky dan meletakkannya diatas ranjang itu.
"Sky...apakah masih lama? mama juga harus bersiap untuk kerja nak" Linda bersedakep tangannya didada sambil meneriaki anaknya dari balik pintu.
"Aku masih lama, mama siap-siap saja, aku akan memakai pakaianku sendiri" ucapnya dari dalam kamar mandi.
"Oke" setelah itu Linda pergi meninggalkan kamar Sky dan segera memasuki kamarnya untuk bersiap-siap pula.
Sedari kecil Sky sudah terbiasa melakukan apa pun sendiri, karena Linda kerap meninggalkannya untuk bekerja. Ada rasa bahagia terselip disana, kemiskinannya ternyata telah membuat anaknya menjadi pribadi yang kuat dan mandiri serta tidak sombong. Sifat itulah yang membuat anaknya menjadi mutiara dikelasnya, disayangi guru juga sebagian teman-temannya.
Walau kerap ada bully-an untuknya namun Sky tidak pernah membalasnya. Karena hal tersebut terjadi bukan untuk yang pertama kalinya dia bahkan sudah terbiasa di bully.
Setelah rapi Linda segera menghampiri anaknya dan membawakan nampan yang telah kosong ke arah dapur.
Tidak lupa Linda membuat bekal untuk Sky.
"Mama....boleh Aku minta bekalnya sedikit lebih banyak? aku mau roti isi selai srikaya ditempat yang berbeda, jangan lupa susu dan yakultnya" pintanya.
"Ooh...iya nak, tapi untuk apa bekal sebanyak ini?" tanyanya bingung.
Sky hanya tersenyum namun tidak mau untuk mengatakannya.
"Ayo mah kita berangkat" ajaknya cepat sambil mengambil tasnya dan meletakkannya dipundak.
"Nenek...kakek...aku berangkat" ucapnya memberi salam
"Belajar yang pintar ya cucu kakek yang tampan" ucap kakeknya.
"Siap kakek, oh ya kek apa kakek tau jika semalam...." Sky tidak dapat melanjutkan lagi kata-katanya karena Linda telah membungkam mulutnya dan langsung mengajaknya keluar menuju mobilnya.
"Kamu mau bicara apa Sky?" tanya kakeknya
"Nanti saja Dah, Sky sudah terlambat" jawab Linda
"Kita lanjutkan lagi bicaranya nanti kid" ucap kakek sambil melambaikan tangannya dan langsung dibalas oleh Sky lambaian kakeknya itu. Perlahan-lahan mobil itu pun meninggalkan pekarangan rumah itu dan kakek pun segera menutup pintu gerbangnya.
Di dalam mobil,
"Sayangku....boleh mama minta tolong?" tanya Linda sambil mengendarai mobilnya.
"Katakanlah mom" jawab Sky
"Tolong jangan pernah bilang kepada kakek jika semalam daddy datang kepadamu"
__ADS_1
"Tapi kenapa mah? dia kan daddy ku" jawabnya tak mengerti.
"Saat ini kakek sedang marah dengan daddy, kalau sampai kakek tau semalam daddy mengunjungimu bisa-bisa kakek tidak akan mengizinkanmu bertemu lagi dengan daddy, apa kamu seperti itu?"
"Oohh...." Sky menutup mulutnya dengan wajah kaget yang lucu.
"Jadi aku harus diam-diam ya mah? baiklah aku akan tutup mulut yang penting aku bisa ketemu daddy" ucapnya sepelan mungkin sambil berbisik seolah-olah omongannya takut terdengar kakek nya.
Linda tersenyum geli melihat kelakuan putranya yang sudah bisa diajak bekerja sama itu. Dia pun memberikan jempol kepada Sky sambil tersenyum.
"Anak cerdas" ucapnya sambil tetap tersenyum.
Linda mengantar Sky sampai ke depan kelasnya dan menyerahkan Sky kepada Miss Ratih.
"Bye...pangeran mama, jangan nakal ya nanti siang mama jemput kamu....cup..cup" Linda menciumi kedua pipi anaknya sebelum dia meninggalkannya.
"Titip ya miss" ucap Linda lembut.
"Tentu bunda....kami akan menjaganya dengan baik" jawab miss Ratih.
Setelah berpamitan dia pun pergi meninggalkan sekolah itu menuju tempatnya bekerja dan dengan sabar menghadapi kemacetan lalu lintas hari ini.
Baru saja dia meletakkan bokongnya sambil menghirup aroma lemon di ruangannya tiba-tiba pandangannya tertuju pada buket mawar putih yang sedang berdiri disana.
Dia bergegas menghampirinya dan mencari secarik kertas untuk mencari tau siapa pengirimnya namun dia tidak menemui apapun juga.
Dia menghela nafas sejenak dan kembali ke kursinya memijat-mijat keningnya sambil menatap bunga-bunga itu.
Linda merogoh tasnya dan mengambil kotak pipih itu taklama kemudian dia pun menghubungi Axel. Lama tak terjawab sambungannya sampai akhirnya Axel menerima panggilan itu.
"Iya sayang" jawabnya dengan suara serak khas orang bangun tidur.
"Terima kasih kiriman bunganya, aku menyukainya" ucap Linda
Axel nampak berfikir, dia pun segera melepas selimut tebalnya dan langsung duduk ditepi ranjang.
Seingat dia, dia tidak memesan apapun apalagi bunga. Semalam begitu dia pulang sudah langsung tidur dan tidak melakukan transaksi apapun
"Xel....kenapa diam? kamu menyesal memberikan aku bunga-bunga cantik ini?" Linda sedikit kecewa karena Axel tidak bereaksi apa-apa dengan pertanyaannya. Padahal dia sudah mengatakan menyukai bunga itu.
"Tunggu sayang...maaf, aku tidak memesan bunga apapun untukmu tapi jika kamu mau, aku pasti akan langsung memesan 1000 tangkai mawar putih untukmu sekarang juga" jawabnya
__ADS_1
"Apa?? ja-jadi bunga ini bukan dari kamu Axel?" Linda terkejut
"No...bukan honey...atau jangan-jangan itu bunga dari Pandu? ooh tidak....singkirkan bunga itu jauh-jauh sayang, aku akan menggantinya dengan yang lebih besar dan lebih indah" ucapnya tak mau kalah.
Linda menatap bunga itu tanpa gairah karena dia tahu siapa pengirimnya sekarang. Dengan langkah gontai dia kembali duduk di kursinya.
"Sayang....sayang..." panggil Axel
"Hmm...iya Axel"
"Langsung singkirkan bunga-bunga itu sekarang ya baib, aku tidak ingin ada hal sekecil apa pun yang orang lain berikan ke kamu, hanya aku yang boleh menghiasi dirimu, mengerti?" ucapnya egois dan Linda mengangguk Kan kepalanya tanda mengerti. Kemudian tak berapa lama sambungan itu pun terputus karena Linda harus bersiap mengurus pasiennya.
15 menit kemudian Dr. Pandu memasuki ruangannya sambil tersenyum manis.
"Eehmm....Dr.Linda bolehkah aku masuk?" tanyanya sopan
"Masuklah" Linda mempersilahkan Pandu masuk ke ruangannya.
"Aku ingin bicara padamu sebentar" ucap nya dan Linda mengangguk sambil senyum dipaksakan.
"Dokter....apakah papamu sudah memberitahu kamu sesuatu?" tanyanya harap-harap cemas.
Linda menghela nafas berat, sungguh saat ini adalah waktu yang sangat buruk untuknya. Namun dia juga tidak ingin membuat masalah ini menjadi berlarut-larut. Apapun yang dikatakannya dia berharap Pandu akan mengerti.
"Maaf Dokter Pandu, kamu tau bagaimana posisiku kan? aku wanita yang telah memiliki anak diluar pernikahan, apa kata keluarga kamu jika Aku menjadi istrimu nanti?"
Sejenak Pandu tertegun, baginya itu bukanlah suatu masalah untuknya karena Dia sudah tahu kondisi Linda dan dia pun akan menganggap Sky sebagai anaknya sendiri, jika nanti dia mempunyai anak dengan Linda maka dia pun akan membagi kasih sayang yang sama untuk mereka hanya saja dia tidak tahu apakah keluarganya akan setuju atau tidak.
"Aku tidak masalah Dokter Linda, Sky aku sudah anggap sebagai anakku sendiri dan aku sudah siap memberikan nama keluargaku untuknya" jawab Pandu dengan mantap.
"Tidak semudah itu Pandu, kamu tau kan bagaimana ayahnya Sky? dia tidak akan pernah membiarkan anaknya jatuh ke tangan orang lain. Dia tidak akan pernah melepaskan kami. Dan semalam ayahnya Sky juga sudah melamar diriku dan aku sudah menerimanya" ucap Linda hati-hati karena dia tidak ingin melukai Pandu.
"Jeggeerrrr" bagai disambar petir Pandu menerima kabar itu.
__ADS_1
Met siang genks...semoga suka ya. Kalau ada yang mau lihat visual Dr.Linda atau Axel bisa mampir di IG otor ya Taroe75.....IG yang lama hilang bestieš¤