Atas Nama Cinta

Atas Nama Cinta
Benda Tipis


__ADS_3

"Lihatlah semua ulah kamu" Frans nampak kesal terhadap istrinya itu.


"Habisnya kamu sih, kalau lihat si pirang itu langsung mesum wajah kamu, memangnya apa yang kurang dari diriku?" tanya Queen sambil melepas kaosnya, mengambil bra-nya dan memakainya setelah itu baru dia memakai kembali kaosnya.


"Kamu masih marahkah?"tanya Queen memelas


"Kamu pikir aja sendiri" balas Frans sambil tetap melajukan mobilnya menuju apartemennya.


"Ahaa...kita lanjut lagi di apartemenmu suamiku?" tanya Queen dengan mata berbinar.


"Ciihh...aku sudah tidak mood lagi, aku ingin istirahat dan bersiap-siap ke Jepang" tukas Frans


"Wait...tunggu dulu, bukankah tadi kata Irvan kamu ke Jepang? Lalu kenapa sekarang kamu ada disini?" Queen nampak bingung sambil menoleh ke arah suaminya.


"Hmm....tadi aku masih dikantor, begitu kamu keluar aku juga keluar bertemu dengan mereka dan sore ini aku benar-benar harus bertolak ke Jepang" terang Frans sambil tetap memandang ke arah jalan.


"Dasar suami jahat, suami gelo kamu menghindariku tadi dikantor? iya?" Queen mulai berang dan memukul-mukul lengan suaminya.


"Aduuhh....sayang...sayang...sudah..sudah..sakit tangan aku" Frans berusaha menghalau tangan Queen yang akan terus memukulinya. Sungguh suami yang durjana, pikir Queen.


"Dengar suamiku, aku sudah minta maaf dan minta ampun juga jangan lakukan lagi hal ini padaku, aku sudah tobat, aku janji gak akan mengganggu cowok-cowok tampan lagi. Suwer dah..sumpeh"ucap Queen sambil membuat anda 'V' dijari halusnya itu.


"Aku tidak percaya" ucap Frans sambil memarkir mobil begitu tiba diapartemennya.


Queen langsung membuka pintu dan mengekori suaminya menuju flat Frans.


Seperti bocah alay yang sedang jatuh cinta, Queen memeluk lengan suaminya sambil menatap galak ke arah wanita yang tanpa sengaja melihat ke arah suami tampannya itu.


"Ooh ternyata sangat merepotkan memiliki suami paket komplit seperti ini" runtuk Queen dalam hati. Dia baru sadat sekarang ternyata suaminya begitu menggoda dimata para kuntilanak kota.


Frans menempelkan sidik jarinya untuk membuka pintu apartemennya. Mereka pun masuk keruangan yang nampak sangat terawat itu walaupun tidak mereka huni.


"Sudah lama kita tidak kesini ya suami" ucap Queen sambil berjalan mengelilingi ruangan itu.


"Aku lupa kapan kita bercinta disini suamiku?" ujarnya lagi sambil duduk disofa besar lalu menyalakan televisi.


"Sayang....dimana aku bisa nonton film anu-anu, biar ayank semangat lagi" Queen berteriak karena suaminya tak tampak disitu. Ya Frans sedang berberes untuk kepergiannya sore ini.


"Dasar istri mesum, bukannya bantuin suami membereskan keperluan untuk disana, ini malah nyari video mesum. Gak ada film-film anuan bocah tengil" balas Frans dari dalam kamar.


"Hah apa?! Aku gak dengar suamiku" teriak Queen lagi sambil tertawa

__ADS_1


"Bocah mesum" balas Frans


"Ckk...dasar suami tua, gak tau selera anak muda, memangnya yayank gak pernah muda apa?" balas Queen kesal.


"Aku pernah muda tapi masa mudaku bersama yang lain" balas Frans jujur.


"Hahhh!!! Dasar suami akhlaklesss....jadi kamu masih cinta sama Tinaton itu?" Quen bangkit dan langsung berjalan menuju kamar suaminya sambil melipat tangan di dada.


"Katakan sekali lagi suamiku?" tatapnya bagai serigala lapar yang siap menerkam mangsa.


"Maaf sayang, aku tidak sengaja" ucapnya langsung meminta maaf sambil memasukkan beberapa berkas terakhir ke dalam kopernya.


"Heii suami...kamu tidak berniat meninggalkanku kan?" Queen menatap 2 tas koper besar itu dan merasa waswas, masalahnya dia pernah ditinggal suaminya saat bulan madu dulu.


Gemas sekali Frans mendengar ucapan istrinya, bisa-bisanya dia berfikir pendek seperti itu. Apa dia tidak tahu jika jantungnya bisa langsung turun ke dasar bumi jika melihat istri centilnya duduk bersama dengan pria-pria muda sambil tertawa?walaupun mereka hanya duduk sambil ngopi dikantin tetap saja dia akan cemburu. Istri centilnya itu sudah merongrong hati dan jiwanya, hanya Queen yang bisa membuat dirinya gila karena cemburu.


"Kamu harusnya membantu suamimu bukan menuduh suamimu berbuat macam-macam" Frans berkacak pinggang dihadapan Queen.


"Kenapa ayank gak bilang? sudah tau istrinya gak peka, tapi hobi berteka-teki" ucapnya tanpa merasa bersalah sama sekali.


"Percuma berdebat denganmu, kewarasanku bisa hilang separohnya" Frans berjalan menjauhi istrinya menuju dapur, kemudian memakai celemeknya dan mulai memasak makanan kesukaan istrinya, sedangkan Queen serba salah mengikutinya, berharap bisa membantu suaminya malah merecoki suaminya memasak, hingga dia selalu mendapat omelan dari suaminya.


"Totole apaan yank?" dia mencari botol-botol yang berisi bumbu masak namun tak menemukan bacaan 'totole'


disana, akhirnya dia berinisiatif mengambil botol yang tak ada nama bumbu.


"Mungkin ini" pikirnya dan dengan segera dia pun memberikan botol itu. Tanpa melihat lagi Frans langsung membuka dan menuangkan isi didalamnya.


"Ya ampun Queeeeeennnn, ini cabai bubuk bukan totole" Frans berkacak pinggang melihat masakannya, bagaimana mungkin capcai pakai cabai bubuk?? Frans meraup wajahnya frustasi melihat masakannya. capcay yang dia buat berubah menjadi merah warnanya. Queen beringsut mundur ke pojok dapur sambil mengerjap-ngerjapkan matanya agar tampak lucu. Jujur dia takut suaminya marah dan memukulnya.


Frans membuka celemeknya dan membuangnya dengan kasar lalu dia pergi meninggalkan dapurnya. Setelah suaminya sudah tak tampak lagi, perlahan-lahan dia keluar dapur sambil berjalan mengendap-endap mencari suaminya dan memanggilnya pelan-pelan.


"Ayank....ayank" panggilnya pelan mencari suaminya dikamar. Belum juga sampai kamar sebuah tangan sudah mengangkatnya dan mendaratkan tubuhnya di sofabed.


Frans dengan bringas mencumbui istrinya, dengan cepat dia melucuti pakaian istrinya tidak ada yang lolos dari sapuan bibir juga lidahnya. Queen hanya bisa melenguh dan sesekali berteriak manja. Kedua insan itu bertarung dan saling membelit tidak mau kalah, Queen ingin menguasai tubuh suaminya namun posisinya langsung dibalik kembali oleh Frans hingga membuat Queen keteteran menandingi nafsu suaminya itu. Semua kekesalan Frans dilampiaskan ditubuh molek istrinya.


Saat akan memasuki tubuh istrinya Frans langsung mengeluarkan benda tipis dan membungkus tongkat saktinya.Queen memprotesnya karena dia tidak suka jika suaminya memakai alat pelindung.


"Suami...hh...ak-aku tidak suka kau memakai itu" ucapnya sambil memejamkan matanya menerima kenikmatan yang diberikan oleh suaminya.


"Memangnya kenapa? Bukankah kau tidak ingin memiliki anak denganku?" tanyanya sambil terus menciumi istrinya.

__ADS_1


"Ak-aku ma-mau punya anak darimu, lepaskan alat itu yank...hhh" Queen semakin merapatkan tubuhnya.


"Aku hanya melakukan apa yang sudah kau lakukan padaku" ucapnya sinis dan kembali membenamkan kepalanya di dada kenyal istrinya. Walaupun Queen terus memprotes namun Frans tak menanggapinya. Mereka terus melakukan keintiman selama mungkin.


Sudah satu jam lebih mereka melakukan pergumulan itu hingga akhirnya mereka terkulai lemas dan Frans menggulirkan tubuhnya kesamping istrinya. Queen berbalik memeluk suaminya sambil memukul-mukul dada suaminya, dia menangis kesal....entah kesal dengan suaminya yang memakai alat tipis itu atau kesal dengan dirinya sendiri yang sudah berani-beraninya melakukan KB tanpa sepengetahuan suaminya.


Frans memeluk istrinya sambil membelainya.


"Kenapa kamu menangis? Bukankah kamu sudah mendapatkan apa yang kamu inginkan, heh?" tanyanya pura-pura bodoh.


"Aku marah...apa ayank gak tau?" tanya Queen jujur


"Kamu gak jelas marah karena apa, padahal aku sudah melakukan apa yang kamu inginkan. Kamu ingin kelanjutan yang tertunda dimobilkan?"Frans terus menciumi kening istrinya.


"Aku ingin punya anak, pokoknya aku ingin punya anak sekarang" ucapnya sambil menangis.


"Apa yang sudah kamu lakukan dibelakangku? Kenapa sekarang tiba-tiba ingin punya anak dariku?" tanya Frans


"Aku...aku...maafkan aku suamiku, aku janji aku gak akan suntik KB lagi. Aku siap punya anak sekarang, aku gak mau kamu diambil sama kuntilanak kota yang berambut pirang itu" ucap Queen


Frans meradang mendengar istrinya selama ini rutin melakukan suntik KB karena belum ingin punya anak darinya.


"Jadi benar kamu selama ini rutin suntik KB?"tanya Frans dengan wajah penuh emosi.


"I-iya" jawab Queen takut-takut.


"****!!" ucapnya kasar lalu dia beranjak bangun menuju kamarnya meninggalkan istrinya sendiri diruang keluarga.


Queen yang menyadari kesalahannya, langsung memakai bajunya dan berlari menyusul suaminya. Dia menggedor-gedor pintu kamar mandi sambil menangis namun Frans menulikan pendengarannya. Dia sangat kecewa dengan istrinya, entahlah sampai kapan rasa kecewa ini hilang. Hanya satu yang ingin dia lakukan sekarang, segera bersiap-siap dan langsung berangkat ke Jepang, awalnya dia malas pergi jauh dari istrinya tapi sekarang dia harus berjauhan dari istrinya.




Met pagi kesayangan...happy reading


Gambar ada di IG taroe75 ya genks😊



![](contribute/fiction/2910726/markdown/7853851/1689385777851.jpg)

__ADS_1


__ADS_2