
Malam itu Axel sengaja tidak tidur, ada hal yang harus dibereskan secepatnya. Dia sedang duduk sendiri sambil memutar-mutar ponselnya. Tak berapa lama ponsel itu pun berdering.
Dia segera mengambil cangkir kopinya dan berjalan menuju teras belakang rumah. Sambil menghisap cigarette-nya, dia mengangkat telpon itu.
"Bagaimana hasilnya?"tanya Axel
"Sudah selesai Pak, tinggal tunggu dia menelpon lagi" jawab sang ajudan.
"Good job" pujinya
"Kemarilah, aku ada dibelakang" ucapnya setelah itu dia mematikan ponselnya.
Tiga menit kemudian nampak pria berpakaian hitam-hitam memasuki rumah itu. Rupanya dia adalah salah satu ajudan Axel
karena dia langsung tau dimana keberadaan Axel.
"Siap bos" ucapnya
"Duduklah sini" jawab Axel sambil menunjukkan kursi kayu disebelahnya dan pria itu pun menurut.
"Dengar, aku harus mengembalikan ponsel itu ke pemiliknya, tetapi aku tidak tau caranya, apa kau punya ide?" Axel teringat akan ponsel yang diambilnya siang tadi dirumah sakit.
"Katakan dimana Bos menemukannya? Biar aku cari jalan untuk mengembalikannya" ucap sang ajudan
"Hmmm....sebenarnya itu ponsel ayah mertuaku, aku hanya penasaran saja siapa orang yang sering menghubunginya dan berani menjelek-jelekkan nama aku" jawab Axel sambil mematikan dan meletakkan puntung rokoknya di asbak.
"Besok kamu harus ke rumah sakit Mitra, ruang Anggrek kelas 1, aku gak mau tau caranya bagaimana pokoknya ponsel itu harus sudah berada ditangannya besok" Axel
"Siap Pak, besok saya pastikan ponsel ini ke tangan pemiliknya"
"Bagus...pergilah" ucap Axel, namun baru saja berkata demikian, tiba-tiba Axel menahan kepergian orang itu.
"Tunggu dulu aku ingin tau satu hal, bagaimana caramu melacak private number?" Axel penasaran
Pria itu nampak berfikir sejenak,
"Begini Pak, kita harus mengaktifkan fitur nomor penelpon masuk.
Pertama biarkan si private number masuk.
Kedua kita aktifkan layanan ini dial ke hp anda, kartu sim apa saja bisa kok, silahkan dial ke *#30# dial ini berfungsi untuk mengaktifkan sebuah fitur yang bernama Layanan Aktif untuk nomor telpon yang masuk ke nomor milik kita. Jika sudah dial maka akan muncul
"Nomor penelpon masuk"
"Layanan telah diaktifkan"
"Ketiga, biarkan si penelpon private number itu menelpon lagi, setelah dia menelpon dengan private numbernya identitas mereka akan terbongkar.
Nomor telpon yang masuk ke hp kita, itulah nomor aslinya" demikianlah penjelasan panjang lebar dari ajudannya itu.
"Ckk...ternyata se simple itu" gerutu Axel.
"Jadi jika ada telpon masuk ke hp mertua saya, maka saya bisa membaca dan mendengarkan pesannya kan?" Axel
"Tentu Pak, saya sudah mengaktifkan fitur tactical interception" sang ajudan
"Baiklah...beristirahatlah, aku ingin tidur sekarang. Oh ya jangan lupa kembalikan hp mertua saya besok" Axel
"Siap laksanakan"
__ADS_1
Kedua pria gagah itu pun pergi berlawanan arah menuju tempatnya masing-masing.
"Aku akan beri pelajaran siapapun yang berani mengacau hubunganku dengan Linda. Tak perduli siapapun dia" batin Axel.
Malam itu Linda merasa haus, dia pun bergegas pergi ke dapur. Suasana malam yang sunyi membuatnya sedikit takut untuk melangkah, namun rasa hausnya tidak bisa ditolerir lagi.
Jendela-jendela besar yang menghiasi dapur dan langsung terhubung dengan taman belakang menampakkan gambar abstrak hingga membuat Linda membayangkan hal yang tidak-tidak.
Saat jemari itu akan menuangkan air, perasaan gelisah membuat bulu kuduknya berdiri. Seperti ada yang sedang memata-matainya. Bayangan orang tinggi besar dibelakangnya yang dipantulkan dari kaca membuatnya menjerit histeris.
"Aaaaa...uuhhhfg"
Begitu Linda menjerit, Axel buru-buru menutup mulut Linda dengan tangannya karena dia khawatir akan menggegerkan seisi rumah dengan teriakan tidak bergunanya itu.
"Heii...ini aku, kenapa kamu nampak terkejut begitu?" Axel langsung memperlihatkan wajahnya dihadapan Linda dan seketika wajah ketakutan Linda berangsur-angsur pulih kembali, dia langsung mengelus dadanya.
"Astaghfirullah...Axel, kamu hampir saja membuatku mati ketakutan. Ngapain sih kamu nakutin aku?aku hampir mati tau?" Linda nampak kesal dengan kelakuan Axel.
"Kamu tuh ngaco, kalau mau menggoda aku jangan begini caranya soalnya aku takut gelap Xel" Linda membela diri.
"Dahlah....aku marah" Axel mulai merajuk, Linda menggeleng kepala.
"Ya sudah, mau mu apa?" tanya Linda mengalah.
"Kembalikan moodku seperti semula"
"Apa???....dasar bocah" Linda berniat langsung pergi namun ditahan oleh Axel, dia mengunci kedua tangan wanita itu dan memepetkannya ke tembok.
"Axel, nanti ada yang melihat kita"
"Bodo amat....amat aja masa bodo" jawabnya asal.
__ADS_1
Axel brengsek dia selalu saja berhasil mempecundangi Linda dengan ciuman-ciuman erotisnya kemudian meninggalkan Linda disaat gadis itu sudah dalam mode on.
"Axeellll" omelnya, namun Axel hanya tergelak dan segera meninggalkan ruangan itu sebelum kuku-kuku Linda mencakarnya.
Pagi itu mereka sarapan bersama, Linda dengan kaku berusaha membantu mommy Al. Alma memaklumi calon menantunya itu, mungkin Linda masih malu-malu dengan keluarga Axel.
Akhirnya menu sarapan pagi terhidang sempurna, french toast, avocado toast, banana pancake, chicken oregano dan lasagna. Alma mengambil avocado toast untuk sarapan suaminya dan memberikan banana pancake untuk Sky.
Sebelum sarapan Daniel berbincang-bincang dulu dengan anak-anaknya, dia menanyakan tentang pernikahan Axel hingga membuat Linda tersipu. Dia merasa tidak enak disini, karena belum mengantongi restu dari ayahnya padahal keluarga Axel sudah menerimanya dengan tangan terbuka begitu pula dengan saudara-saudaranya yang lain.
"Cepatlah kalian menikah Sky sudah semakin besar, daddy rasa dia sudah siap mempunyai adik baru" Daniel
"Ramaikan rumah ini Xel, rumah sebesar ini terasa sepi saat kalian semua pergi dengan kesibukan masing-masing. Apalagi Ziel sudah tinggal dirumahnya sendiri, si mikha juga sibuk dengan sekolah dan eskulnya kadang mommy kesepian kalau dirumah" Alma mulai mengeluh
"Suruhlah daddy pensiun mom, biar mommy ada temannya" balas Axel.
"Huss...jangan Xel, bahaya bisa-bisa mommy hamil lagi kan gak lucu kalau mommy hamil lagi...wkwkwk" gurau Queen, sontak saja mommy melotot ke arahnya dan hanya dibalas cengiran oleh putri kesayangannya.
"Kamu kapan beri daddy cucu Quenn?"tanya ayahnya dan itu berhasil membuat Queen tersedak.
"Uhuk...uhuk..." Frans segera menepuk-nepuk punggung Queen dan memberikan air pada istrinya.
"Gara-gara daddy nih aku jadi batuk, sabar kenapa dad...aku masih muda tau" jawab Queen.
"Hey...umurmu sudah tidak muda lagi Queen" Axel menunjukkan dua jari dan lima jari.
"25...umurmu sudah 25 tahun, anakku saja sudah mau 2" jawab Axel yang langsung mendapat sorotan horor dari semua mata penghuni meja makan itu.
Merasa ada yang salah disini, dia segera memberikan penjelasan.
"Wait....wait...maksud aku, sebentar lagi aku menikah dan akan segera memberi Sky adik, begitu...kalian jangan salah sangka dulu" tangkisnya.
"Aahhh...." lega sekali Linda mendengarnya, terkadang dia ingin sekali menjambak bibir kekasihnya karena sering kali bicara asal dan membuat semua mata menatap dirinya. Namun walau begitu Axel mempunyai hati yang hangat hingga membuatnya selalu nyaman.
Frans merasa ada yang tidak beres dengan istrinya, perkataan daddy ada benarnya juga, kenapa
Istrinya belum hamil-hamil juga padahal mereka sehat-sehat semua. Sepertinya dia akan membawa Queen ke spesialis dokter kandungan secepatnya.
Queen pura-pura tak melihat sorot mata suaminya, dia tetap santai mengunyah makanannya padahal hatinya deg-degan.
Selamat siang genks....2 hari libur karena ada acara dirumah. Piss ah✌


__ADS_1