
Malam itu mereka menghadiri acara gala dinner yang diadakan oleh salah satu televisi swasta yang sangat terkenal. Axel datang bersama Linda mewakili perusahaan mommynya. Sebenarnya Linda tidak suka berada ditempat glamour seperti ini namun Axel memaksanya untuk mendampinginya. Tangannya terasa dingin dia merasa tidak leluasa bergerak. Apalagi Axel tidak pernah melepaskan tangannya dipinggangnya. Berkali-kali Linda lepaskan tangan itu tetapi sedetik itu pula tangan Axel menempel kembali akhirnya dia hanya bisa pasrah, cape meladeni Axel.
Bukan hanya Linda dan Axel yang berada disana, tetapi Hilda pun hadir disana dengan membawa brand merk fashion lain. Hilda tercengang melihat mereka berdua, ternyata dugaannya benar Axel telah menyembunyikan wanita itu disuatu tempat. Pantas saja dia mencari di beberapa penjara tak ditemukan nama dokter Linda. Si suami brengseknyalah yang ada dibelakangnya selama ini.
Teringat dengan pesan Tio, dia harus bermain cantik tidak gegabah dan tidak barbar.Walaupun dia harus menjatuhkan harga dirinya tetapi memang strategi menangis dan menghiba adalah cara yang ampuh untuk menghadapai wanita seperti Linda. Dia harus mencari waktu yang tepat untuk berbicara dengan Linda.
Hilda meminta salah seorang kawannya untuk menghubungi salah satu wartawan agar mengabadikan kemesraan Axel dan Linda saat ini. Dengan bukti foto yang akurat akan dia pakai untuk menghadapi Axel nanti dipersidangan. Bukan hanya Axel yang mempunyai bukti tetapi dia pun mempunyai bukti perselingkuhannya.
Rasanya ingin menangis melihat Axel begitu manis menjaga Linda. Ingin sekali dia menghapus senyum diwajah Axel rasanya sakit sekali melihat pemandangan itu. Apakah ini karma untuknya??dulu Lindalah yang selalu melihat kebahagiaan dan kemesraan mereka berdua. Tapi kini keadaan berubah 180° pertanyaannya, apakah sesakit ini perasaannya dulu?
Hati Hilda menjadi sangat kacau, perasaan cintanya semakin subur tumbuh ke Axel justru disaat perceraian mereka. Dia merasakan sakit yang tiada terkira, jika tidak ingat anaknya mungkin dia akan mengakhiri hidupnya sekarang ini.
Banyak kamera yang mengabadikan ke intiman Axel dan Linda, sorot kamera itu menakutkan baginya. Linda lebih sering menutup wajahnya agar tak tersorot kamera. Axel yang mengetahui ketidak nyamanan Linda segera menyuruh orang-orangnya untuk menghentikan mereka mengambil gambarnya.
"Maaf atas ketidaknyamanan ini"Axel memohon maaf padanya.
"Aku hanya tidak terbiasa Xel, lebih baik aku menghadapi meja operasi daripada menghadapi tatapan orang-orang itu" ujar Linda, Axel tersenyum mendengarnya. Dia bangga sekali dengan prinsip Linda, seorang wanita yang cantik dan juga tangguh. Dia lebih mengedepankan skill dibandingkan kecantikannya. Jika dilihat-lihat ternyata Linda juga sangat cantik, tidak kalah dengan Hilda cantiknya hanya attitude-nya saja yang bertolak belakang diantara mereka. Hilda lebih suka dengan kehidupan glamour semenjak menjadi model mommynya. Padahal dia lebih suka Hilda sebagai wartawan dibandingkan menjadi model. Tapi dia bersyukur sekarang karena mendapatkan gadis seperti yang diinginkannya. Seorang wanita cantik bak model tetapi juga seorang profesional. Dulu dia buta tidak menyadari kelebihan yang Linda miliki,tetapi sekarang dia tidak akan pernah melepaskan wanita itu. Semoga Linda adalah jodoh terakhirnya.
Acara demi acara berlangsung dengan sukses, mereka semua menikmati acara itu. Bahkan saat pengumuman penghargaan Indonesia Fashion and Craft Award diberikan kepada Almahyra Corp, Lindalah yang menggantikan Alma menerima penghargaan itu. Sebenarnya Firda ingin menyuruh Hilda untuk mewakili Alma naik ke atas panggung menerima penghargaan itu, namun karena Hilda sudah membawa brand fashion lain, akhirnya Lindalah yang didapuk naik ke atas panggung untuk menerima penghargaan itu.
Dibelakang panggung Hilda kembali mendapat protes dari Firda. Masalahnya dia selalu berseberangan dengannya namun namanya tetap ada di Almahyra corp.
"Tante tuh benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran kamu!! berani-beraninya datang ke acara ini tetapi membawa bendera lain, sedangkan kamu memiliki saham 10% di Almahyra. Otakmu dimana Hilda??otak dimana??" Firda menunjuk-nunjuk kepala Hilda. Lebih baik serahkan saham 10% kamu, kamu minta berapa?tante bayar 2x lipat"ucapnya marah.
__ADS_1
"Sangat tidak etis tau tidak, dapat uang dikantor A tetapi malah membesarkan perusahaan B...itu kan konyol namanya" lanjut Firda lagi.
"Suka-suka akulah tan, aku juga ingin mendapatkan penghasilan lainnya. Bagaimana aku bisa kaya jika hanya punya saham di satu perusahaan saja?apa tante tidak tahu jika para pengusaha itu memiliki saham dimana-mana?jika saham yang satu bangkrut maka dia masih mempunyai saham lainnya dibeberapa tempat. Think smart tante girang...eeh tante sayang" Hilda memberikan emoticon kiss di udara "muaacchh" lalu dia pergi meninggalkan Firda yang semakin kesal kepadanya.
"Alma benar-benar bodoh, ular seperti itu kok dipelihara" semakin pusing Firda dibuatnya. Ingin sekali dia melempar iblis kecil itu ke kerak neraka.
Saat dia meninggalkan Firda, dia melihat Linda sedang berjalan ke arah belakang, tanpa berpikir panjang lagi dia pun segera mengikuti arah langkah Linda. Sesuai dugaannya ternyata Linda sedang mencari toilet, dia menunggu dengan sabar didepan toilet itu sambil menambahkan kembali lipstik dibibirnya dan meneteskan obat mata dimatanya agar tampak sedih dan berkaca-kaca.
"Aku ingin bicara denganmu" ucapnya saat Linda keluar dari toilet dan sedang mencuci tangannya.
"Aah...Hilda kamu mengagetkanku saja" ucapnya
"Ada apa?kenapa wajahmu sangat sedih?"tanyanya.
Hilda mulai mengusap matanya dan sedikit terisak.
"Ak-aku sangat menyesal dengan semua yang terjadi, hatiku sakit melihat kamu bersamanya.Apa kamu tahu jika aku memiliki cinta yang tak terbatas untuknya? apa kamu tahu sakitnya seorang ibu saat suaminya meninggalkannya bersama wanita lain?itulah yang aku rasakan saat ini Linda. Aku sakit dan begitu juga dengan anakku, anakku sangat membutuhkan kehadiran ayahnya namun kamu sudah berhasil menaklukan hati ayah anakku...hik...hik...hik"Hilda terisak-isak menceritakan kisahnya.
"Apa maksudmu?"Linda merasa tak enak hati.
"Axel...kamu sudah merebut ayah anakku, bayangkan jika dirimu menjadi aku Linda...huhuhu...anakku masih bayi masih butuh kasih sayang ayahnya, aku kemari menemuimu untuk memohon kepadamu" Hilda bersimpuh dikaki Linda, Linda buru-buru menarik tangannya.
"Jangan...tolong jangan lakukan itu, aku dan Axel tidak ada hubungan walaupun kami dekat tetapi aku belum menerima Axel kembali. Aku tahu ada masalah serius diantara kalian jika aku mampu aku akan menolongmu" Linda
__ADS_1
"Hanya satu permintaanku Linda, kembalikan ayah anakku dan jauhkan dirimu darinya, maka aku akan menarik semua tuntutanku kepada kamu"Hilda memegangi tangan Linda sambil menciumnya dengan berurai air mata. Linda menjadi tak enak hati dengan permohonan Hilda apalagi mengingat anak mereka yang masih bayi sangat tidak mungkin dia akan menyakiti hati anak itu.
"Berjanjilah kepadaku kamu akan meninggalkan Axel Linda, berikan kembali ayah anakku. Aku tahu kamu mempunyai hati yang sangat murni dan penuh kelembutan aku tahu jika kamu akan mengasihani aku huhuhu" tangisnya.
"Sudahlah...sudahlah...jangan menangis lagi, aku akan mengembalikan ayah anakmu, aku akan membantumu. Aku tahu rasanya jika kita mempunyai anak tanpa seorang suami. Aku tak akan membiarkan anakmu menjadi seperti anakku"ucapnya sedih
"Linda benarkah itu?tolong perbaiki kesalahpahaman ini. Aku tidak ingin sampai Axel menceraikanku, aku mohon padamu...huhuhu" Hilda langsung memeluk Linda dan Linda menepuk-nepuk punggung Hilda berusaha menenangkannya.
"Terima kasih Linda...terima kasih...kamu memang wanita yang sangat baik, hatiku terharu dengan kebaikanmu. Semoga kamu segera mendapatkan jodoh dan tak perlu lagi berdekatan dengan pria lain khususnya Axel. Aku yakin dokter Pandu adalah jodohmu yang terbaik. Aku akan berdoa untuk kalian berdua" Hilda mengusap air matanya sambil menatap Linda. Walaupun senyum Linda kaku tapi dia tetap berusaha untuk tersenyum.
"Baiklah...aku tinggal dulu ya" Linda pamit kepada Hilda.
"Terima kasih orang baik, hatiku menjadi sedikit lebih lega sekarang. Tuhan memberkatimu" Hilda.
Linda tersenyum dan mengangguk lalu meninggalkan area itu. Hilda terus saja melihat punggung mulus itu.
"Terima kasih orang baik...cuihhh...eneg sekali aku mengucapkan hal itu. Ternyata benar dia itu polos atau bodoh?hahaha...aku tidak perduli yang penting Axel harus kembali kepadaku. Cintaku semakin kuat kepadanya setelah perpisahan ini. Semoga si bodoh itu benar-benar akan menjauhi Axel" ucapanya sambil membersihkan kembali make up dan air mata buayanya itu.
*****
Met pagi kesayangan, maaf ya karena kerjaan emak yang menumpuk jadi up-nya molor terus🙏
__ADS_1