
Axel dan Linda saling berpandangan, ada sesuatu yang salah disini. Namun demi kebaikan ayahnya, Linda menyuruh Axel keluar melalui ekor matanya. Axel mengerti akan kode itu, dia pun segera menangkupkan kedua tangannya didada dan sedikit membungkukkan badannya sebagai tanda penghormatan kepada calon mertuanya setelah itu dia berjalan keluar dengan perasaan tak menentu.
"Jangan kecewakan papa Linda" ucapnya sambil menahan rasa sakit.
"Papa istirahat dulu ya" ucap Linda menenangkan ayahnya.
"Kamu hanya boleh menikah dengannya jika papamu sudah mati" ucapnya terbata-bata.
"Papa tenang saja, aku tidak akan menikah dengan siapapun, hidupku akan ku abdikan untuk Tuhan. Aku akan menjadi biarawati ataupun biksuni, itu sudah menjadi pilihanku" ucapnya lembut namun mengandung pemberontakan disana.
Sang papa ingin membalas ucapan Linda namun Linda segera memberi kode supaya dia diam. Ayahnya jelas sangat tidak puas dengan ucapan putrinya.
Maksudnya dia menginginkan putrinya menikah dengan orang pilihannya namun malah dia balas, jika dia tidak akan menikah lagi dengan siapapun, apa-apaan ini?? Apakah putrinya begitu tergila-gila dengan Axel? Padahal attitude Axel tidaklah baik menurutnya, kenapa juga putrinya bisa sebodoh ini karena cinta? Ingin sekali rasanya mengirim Linda keluar negeri agar tidak menempel lagi dengan pria brengsek itu.
Puluhan pertanyaan ada dibenaknya namun dia tidak berani mengutarakannya saat ini.
Sang papa hanya membuang mukanya dan tidak mau melihat ke arah anaknya lagi.
"Aku akan kedepan, papa istirahat ya nanti mama yang akan menemani papa. Aku harus pulang karena harus mengurus Sky" ucapnya lembut namun mengandung kekesalan. Linda beranjak dari tempat itu tanpa dia sadari papanya melihatnya diam-diam.
Linda berjalan keluar menemui ibunya yang sedang berbincang-bincang dengan Axel.
Mata biru itu menatap siluet yang sedang berjalan ke arahnya. Dia segera menghempaskan bokongnya dibangku itu.
"Bagaimana keadaan papamu nak?"tanya sang mama
"Semoga dia segera membaik ma, siapa yang sudah mengusik papa mah? Apa mama tidak bersama papa pada saat itu?" Linda penasaran dengan apa yang menimpa papanya saat ini.
"Mama tidak tau nak, mama sedang dihalaman belakang, tau-tau papa kamu memanggil-manggil mama sambil memegangi dadanya. Karena panik mama langsung bawa papa kemari" jawab mama.
"Papa tidak mengatakan apa-apa padamu?" tambahnya lagi, Linda hanya menggelengkan kepalanya saja.
"Kita akan cari tau penyebab papa sakit, aku akan membantumu sayang" Axel meremas jemari kekasihnya itu tanpa malu-malu dengan calon mama mertuanya. Hal ini membuat Linda canggung namun mama lebih mengerti perasaan putrinya saat ini.
"Tidak usah malu-malu sayang, seharusnya besok mommy akan menemui keluargamu namun sepertinya aku harus mengundur kedatangan kami sampai papamu benar-benar pulih" Axel menatap wajah tidak nyaman gadisnya.
__ADS_1
"Ibu mertua, apakah ibu setuju jika saya menikahi putri anda?" tanya Axel gentle
Mama Linda sedikit shock mendengarnya namun ada rasa hangat didalam hatinya. Tentu saja dia akan bahagia jika ada pria yang akan menikahi putrinya. Dia tidak perlu lagi mendengar cibiran-cibiran dari keluarga besarnya yang telah menjatuhkan harga diri anaknya. Dia berharap bisa menatap mereka dengan jumawa dan mematahkan setiap perkataan yang menyakiti hatinya juga anaknya.
"Tapi nak Axel, sebelum kamu menikahi Linda bagaimana hubunganmu dengan istrimu?" mama mencoba menggali keterangan dari Axel.
"Ibu mertua tidak perlu khawatir, kami sudah ketuk palu dan kami sudah berjanji tidak akan saling mengganggu. Sudah tidak ada hubungan apapun antara saya dan dia. Sekarang saya hanya hidup untuk masa depan saya dan anak saya. Saya memang pernah salah sekarang waktunya saya memperbaiki semua kesalahan yang pernah saya buat" jawab Axel jujur dari lubuk hatinya.
"Mama merestui kalian, segeralah halalkan anak Ibu Xel. Tolong jangan pernah sakiti hatinya, milik ibu hanya dia. Apapun yang terjadi restu ibu bersama kalian" wanita itu mengangguk dan seraya tersenyum.
"Mama akan kedalam melihat keadaan papa kamu. Kalian pulanglah kasihan Sky nanti dia akan mencari kamu" ucap mama Linda
"Tenang Bu, Sky berada dirumah neneknya banyak orang yang mencintainya disana" jawab Axel.
Nampak terharu wajah Linda dan mamanya, dia bersyukur cucunya mendapatkan cinta ditempat yang tepat.
Dia berdiri dan mengusap-usap punggung Axel sebelum beliau pergi ke ruangan suaminya.
Axel memejamkan matanya lalu tersenyum ke arah Linda.
"Oh iya....apa yang kamu bicarakan dengan papamu tadi?" tanya Axel sambil membelai-belai rambut Linda.
"Papa tidak setuju aku menikah denganmu" jawabnya sambil cemberut.
"Lalu?"
"Ya aku bilang, bahwa aku tidak akan menikah dengan siapapun, aku akan hidup selibat aku akan menjadi biksu ataupun biarawati" jawab Linda sambil tetap memanyunkan bibirnya. Axel langsung melepas rangkulannya dan meneliti wajah kekasihnya dengan seksama.
"Sayang...kamu tidak benar-benar akan menjadi biksuni kan?"tanyanya khawatir
"Memang kenapa?"pancing Linda
"Kalau kamu jadi biksuni, aku tetap akan menikahimu"
Linda tertawa mendengar perkataan Axel.
__ADS_1
"Mana bisa biksuni menikah Axel"
"Aku gak mau tau, pokoknya aku harus tetap menikahimu" ujarnya keras kepala.
"Ya salam....siapa juga yg mau jadi biksuni??aku masih normal Axel dan aku masih punya nafsu" jawabnya polos namun jawaban itu disalah artikan oleh Axel.
"Yang...kita ngamar yuk?" ajaknya
"Ya Tuhan...gila kamu...aku gak mau" Linda langsung bersedekap dada sambil melirik kesal Axel.
"Kita bikin dede Sky, kasihan dia sendiri usianya sudah cukup untuk memiliki adik" Axel tetap merayu kekasihnya, syukur- syukur Linda bisa khilaf...begitu pikirnya wkwkwk.
Reaksi Linda diluar dugaan, dia segera berdiri dan meninggalkan Axel begitu saja. Axel yang panik langsung belari mengejarnya.
"Sayang....aku hanya bercanda kok tidak beneran, suwer...sumpeh dah tapi tetap berharap kamu khilaf" ucapnya sambil tetawa dan membuat tanda "V'' dihadapan Linda. Mereka bercanda dan bergurau seperti anak SMA pacaran.
"Yang...kamu nginap dirumahku saja ya, aku khawatir kalau kamu hanya bersama Sky nanti didatangi Pandu, aku gak mau permaisuri kenapa-napa" ucapnya keberatan.
Awalnya Linda menolak tapi setelah dipikir-pikir lagi dia takut juga. Akhirnya terpaksa Linda menuruti kemauan Axel, dia setuju di ajak menginap dirumah orang tuanya Axel. Malam itu Linda terpaksa menginap disana dengan perasaan bahagia.
Axel memberikan kamarnya untuk ditempati oleh Sky dan Linda sementara dia tidur dikamar lain.
"Cepat bikin kloningan hp ini, aku penasaran siapa yang sudah berani menjelek-jelekan aku dihadapan calon mertua aku" Axel nampak sedang duduk diruangan remang-remang sambil memainkan sebuah HP.
"Tidak pakai lama, kalau lama aku akan memotong gajimu 70% " ucapnya santai.
Met malam genks, maaf baru up
maaf juga kalau banyak typo.
__ADS_1