
Linda berjalan dibelakang Axel sambil menundukkan wajahnya, berkali-kali Axel menarik tangannya agar mereka berjalan sejajar namun Linda selalu melepaskan tangan Axel.
"Jangan seperti itu Axel, aku tidak ingin ada fitnah diantara kita" ucap Linda
"Aku tidak perduli, bahkan kalau perlu seluruh dunia tahu tentang hubungan kita" Axel melirik kesal ke arah Linda.
"Tidak....aku tidak ingin terlibat hubungan apapun denganmu, aku ingin hidup tenang bersama anakku" ucap Linda
"Anakku juga" ucap Axel.
Linda kaget mendengar ucapan Axel, dia menghentikan langkahnya dan menatap mata Axel dalam-dalam.
"Jangan pernah ucapkan hal seperti itu lagi Axel" ucapnya dingin.
"Apa ada yang salah dengan kata-kataku?"tanyanya lalu dia menghentikan langkahnya.
"Ya...aku tidak suka mendengar ucapanmu barusan"kemudian Linda melangkahkan kakinya kembali meninggalkan Axel yang berdiri mematung. Kemudian dia langsung melangkahkan kakinya menyusul Linda.
"Jangan marah Lin...tunggu dulu"Axel menarik tangan Linda dengan sedikit keras hingga membuat tubuhnya terhempas ke dada Axel.
"Aaahhh" teriak Linda, Axel langsung memeluk tubuh langsing itu seolah tak akan dilepas kembali.
"Jangan lepaskan pliss...biarkan aku memelukmu sebentar saja" Axel memejamkan matanya menikmati harum tubuh wanita yang dikasihinya itu. Linda diam mematung, dulu mungkin dia akan sangat bahagia bila berada dalam pelukannya namun sekarang dia sudah tidak bisa melakukan itu lagi. Sudah ada tembok yang begitu besar menghalangi mereka.
Linda langsung melepaskan pelukan itu, dia menghempasakan tubuh Axel.
"Stop...jangan pernah lakukan ini lagi terhadapku" ucapnya.
"Axel mengernyitkan dahinya, dia langsung bertolak pinggang seakan tak rela jika Linda melepaskan diri dari pelukannya. Dia pun kembali mengejar Linda.
"Aku ingin pulang sekarang, kamu sudah berdusta padaku" ucapnya tajam.
"Maaf...aku tidak punya alasan untuk mengajakmu keluar. Aku hanya ingin..." Axel diam dia tidak tahu apakah yang akan dikatakannya nanti akan membuat Linda marah atau tidak.
"Jangan berubah...tetaplah seperti ini, mari kita pulang" Linda memaksa membuka pintu mobil Axel.
__ADS_1
"Lin...aku tahu jika aku banyak salah kepadamu, ijinkan aku untuk menebus semua kesalahanku dulu" Axel menunduk, dia tidak sanggup menatap wajah Linda yang tenang namun juga menyimpan penuh kebencian kepada dirinya.
"Tidak ada yang perlu kita bahas Xel, semua sudah terjadi walaupun kamu pergi ke ujung dunia pun semua tidak akan berubah. Semua sudah menjadi garis tanganNya, jagalah istrimu dan jangan pernah sakiti dia walau apapun yang terjadi. Aku bisa memahami isi hati istrimu karena kita sama-sama wanita. Pesanku hanya satu jaga dia dan jangan pernah kamu sakiti hatinya. Sekarang kamu pulanglah, istrimu sangat membutuhkanmu.Aku tahu bagaimana rasanya saat hamil tanpa suami disisiku"
'jlebbb....perkataan Linda seolah menelanjanginya, dia bagaikan pria yang sangat kejam dan tak berperasaan. Axel dapat melihat duka dan luka dimata bening wanita itu. Wanita yang telah disakitinya berkali-kali, dia baru menyadari semuanya.Disaat mereka masih bersama, dia malah membayangkan Hilda yang menjadi kekasihnya, tetapi sekarang saat Hilda sudah menjadi istrinya dia malah berharap hidup dengan Linda, sungguh laki-laki brengsek dirinya itu. Bahkan dulu dia sengaja memacari Linda tujuannya hanya untuk membuat Hilda cemburu agar mau menerima cintanya. Kini semuanya sudah berubah kedudukannya, penyesalannya sudah terlambat. Dengan penuh penyesalan dia berharap bisa mengubah situasi ini, apapun yang terjadi Axel tetap akan mengejarnya kembali sampai dia bosan dan menyerah.
"Ka-kamu menyuruhku pulang?"tanya Axel dengan berat.
"Iya...kita harus pulang ke keluarga kita masing-masing" Linda memakai seatbelt-nya tanpa mau menoleh ke arah Axel. Sebaliknya Axel sangat marah dan kesal dengan semua perkataan Linda.
"Apa aku sudah benar-benar tidak mempunyai harapan lagi Lin?"
"Kamu punya harapan untuk membahagiakan wanita yang sangat kamu cintai"
"Bukan dia, tapi kamu...aku ingin menebus semua dosa-dosaku padamu"
"Bertobatlah kamu mulai sekarang jika begitu" Linda
Semua perkataan Linda membuatnya menjadi gila, dia segera menepikan mobilnya ditengah jalan.
Linda menengok ke arah Axel.
"Apa kamu kira aku main-main Axel?"tanyanya lembut namun menusuk.
"Kamu...kamu... you're mine...jangan pernah menyepelekan aku" ancamnya.
"Kamu menakutiku Axel!!...tapi aku tidak takut, aku sudah pernah mati jadi aku tidak akan takut apapun ancamanmu"Linda tersenyum penuh kemenangan.
"Aaaaaa"..Axel mengusap wajahnya frustas dan menghantamkan kepalanya beberapa kali dikursi kemudi hingga membuat Linda kaget.
"Axel...stop it Axel...stop it...jangan bodoh" teriak Linda
"Aku tidak perduli, jangan ganggu aku, biarkan aku begini disini" Axel membuang wajahnya ke jendela samping kursinya.
"Sudah kukatakan kita jangan berdebat Axel tetapi kamu tidak mau mengerti" Linda tidak habis mengerti dengan Axel kini. Dia merasa ada sesuatu yang salah dengan Axel.
__ADS_1
"Anakku sedang menungguku, tolonglah Axel mari kita berdamai" Linda menyodorkan tangannya agar tak ada ketegangan diantara mereka tetapi Axel malah salah tanggap, dia langsung memeluk Linda saat Linda mengulurkan tangannya, dia memeluk Linda dengan sangat erat...erat sekali tampaknya Axel sedang terguncang, dia sedang menangis, Linda membiarkan tubuhnya dipeluk Axel agar dia bisa mengeluarkan semua bebannya. Dia tahu jika Axel sedang tidak stabil jiwanya saat ini, dia dihantam rasa penyesalan namun dia tidak bisa membantu apa-apa saat ini.
Setelah puas memeluk Linda, Axel melepaskan pelukannya dan berkata "Maaf" hanya itu kata yang dikeluarkannya.
Setelah itu dia melajukan mobilnya dan tak pernah berkata apa-apa lagi. Hanya ada kebisuan di sepanjang jalan. Axel mengantar Linda sampai rumahnya namun hanya sampai batas pagar saja, karena Linda tak memperbolehkan dia masuk ke dalam rumah.
"Pulanglah...aku akan masuk ke dalam" Linda
"Masuklah aku harus memastikan kamu sampai dirumah tanpa kekurangan apapun juga" Axel
Linda pun segera keluar dari mobil setelah Axel membukakan pintunya.
Papa Linda mengira itu adalah mobil anaknya lalu dia pun membukakan pintu gerbangnya. Setelah sadar mobil itu ternyata mobil Axel dia langsung menarik tangan anaknya agar segera masuk ke dalam rumah. Axel ingin meraih tangan orangtua itu namun ditepisnya tangan itu.
"Sudah saya katakan jangan pernah ganggu anak saya lagi kenapa kamu tidak mendengarkan saya?apa kamu belum puas menyakiti anak saya?mulai saat ini jangan pernah tampakkan wajahmu lagi disini" dia pun segera menutup pintu gerbangnya. Axel mengejarnya dia bermaksud menjelaskan semua duduk perkaranya namun tak mendapat tanggapan dari papa Lucky. Axel berteriak-teriak memohon pengampunan namun orang tua itu tetap berjalan masuk ke dalam rumah. Linda hanya bisa melihat Axel tanpa bisa berbuat apa-apa, dia pun akhirnya menghilang dari balik pintu rumahnya.
"Aaaaaaa" Axel berteriak sambil menendang-nendang ban mobilnya. Dia menunduk sambil menutup wajahnya, terlalu sakit rasanya hanya bisa melihat dari jauh dan tidak bisa menjangkaunya.
Setengah jam sudah dia berdiri didepan gerbang rumah itu hingga malam pun semakin larut dan lampu rumah itu pun padam. Linda melihat dari jendela kamarnya nampak pria itu masih saja berdiri disana. Karena kasihan dia pun segera mengirim foto Sky yang sedang tertidur dan menuliskan pesan "sekarang kamu sudah bisa pulang Axel"
Axel pun langsung menelpon Linda, dia teramat bahagia melihat foto Sky, meskipun hanya foto tetapi rasa kebahagiaan langsung terpancar diwajahnya.Namun sayang Linda tidak mengangkat telponnya dia langsung mematikan ponselnya.
Axel terus saja menghubunginya namun tetap sia-sia karena telpon sudah di matikan.
Dengan tubuh lemas tak berdaya Axel pun segera masuk kedalam mobilnya dan pulang kerumahnya.
"Aku akan mengambil kalian kembali, jika dengan cara baik-baik tidak bisa maka aku akan melakukannya dengan cara-cara kotor" bisiknya dalam hati.
*****
Met malam genks....maaf baru bisa setor episode, Minggu kemaren emak libur dulu yee...ada banyak tugas....bye kesayangan🤗
__ADS_1