
Hari ke empat Hilda sudah diperbolehkan pulang ke rumah. Hilda memaksa pulang ke rumah, namun Axel menginginkan mereka tinggal dirumah orang tuanya. Semua demi kebaikan Hilda, Alma mengkhawatirkan Hilda karena setelah operasi dia tidak boleh banyak bergerak. Alma-lah yang akan mengurus Hilda selama 2 bulan ini. Mau tidak mau dia tetap harus mengikuti maunya Axel.
Siang itu mereka akan meninggalkan rumah sakit, Alma baru tiba dirumah sakit untuk menjemput cucunya. Tanpa sengaja mereka berpapasan dengan dokter Linda dan Sky.
"Linda" sapa Alma.
"Tante" Linda langsung mengambil tangan Alma dan langsung menciumnya.
"Sky...ayo salam dan cium tangan ibu" perintah Linda
Sky langsung menghampiri Alma dan mencium tangannya juga.
"Assalamualaikum ibu" ucapnya.
"Waalaikum salam" jawab Alma lalu membungkuk mencium pipi anak itu.
"Anak pintar semoga kamu selalu bahagia sayang" Alma memeluk Sky sambil terus menciuminya.
"Besok main kerumah oma ya sayang, Kai kangen ingin main bersama kamu" Alma merapikan rambut Sky.
"Iya Ibu kalau boleh sama mama" Sky melihat ke arah mamanya, Linda hanya tersenyum.
"Kamu kerja sambil bawa anakmu Lin?"tanya Alma.
"Tidak tante, saya ijin siang ini ingin mendaftarkan Sky sekolah"jawabnya.
"Mau kamu daftarkan dimana Sky?"tanya Alma.
"Di Sekolah biasa tan, pra playgrup biar dia bisa bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya" jawab Linda.
Alma nampak berfikir sejenak
"Masukkan disekolah Kai saja bagaimana?mereka akan selalu bertemu dan bisa selalu bersama"
"Tidak perlu Tan, Sky kan hanya bermain-main disekolahnya saja nanti. Jika sudah masuk SD baru saya pikirkan lagi" jawab Linda.
"Daftarkan disekolah terbaik, aku yang akan mendaftarkannya"Axel datang tiba-tiba.
"Axel...sudahlah tidak perlu membuang uang terlalu banyak, dia hanya masuk pra playgrup bukan masuk SD" Linda
Disaat mereka sedikit berdebat, Hilda tiba dibelakang Axel sambil menggendong bayinya.
__ADS_1
Linda yang melihat kehadiran Hilda, langsung mengambil Sky dari tangan Alma. Dia segera menghampiri Hilda bermaksud menolongnya.
"Jangan berpura-pura baik didepanku aku tahu rencana busukmu, lepaskan tanganku" Hilda menatap Linda dengan penuh kebencian.
Linda langsung mundur namun tetap tersenyum.
Axel dan Alma langsung menghampirinya, Alma mengambil bayinya dan menggendongnya. Axel memapah Hilda masuk ke dalam mobilnya.
Alma melambaikan tangannya kepada Sky dan Linda. Axel ingin menghampiri Sky namun Linda keburu menarik Sky masuk kedalam ruangannya.
Merekapun akhirnya meninggalkan tempat itu. Sementara Linda bersama dokter Pandu pergi ke sekolah Taman Kanak-Kanak untuk mendaftarkan Sky.
Ditengah jalan mobil mereka berpapasan, Axel melihat Linda dan juga Sky bersama dokter Pandu. Wajah Axel langsung memerah melihat pemandangan itu. Andai boleh mengejarnya, tentu dia akan mengejar mobil itu, hanya saja ada istri dan ibunya hingga dia harus menahan keinginannya itu. Axel ingin cepat sampai dirumah, dia akan mencari tau dimana mereka akan menyekolahkan Sky.
Mereka membawa Hilda dan anaknya masuk kedalam kamar Axel yang sudah dihias sedemikian rupa. Alma menyuruh Linda untuk beristirahat, dia sudah menyiapkan seorang suster untuk membantunya.
Axel nampak sangat terburu-buru untuk pergi lagi namun Alma menahannya.
"Temani dulu istrimu, setelah itu baru kamu boleh pergi" ucap Alma.
"But mom...aku harus pergi sekarang, ada yang harus aku lakukan" Axel.
"Mommy tahu tapi tidak sekarang ini, tugasmu saat ini adalah membantunya mengurusnya" Alma
"Kamu jangan marah Axel, mommy tidak bermaksud menjauhkanmu darinya. Mommy hanya ingin kamu mengerti hati kamu yang sesungguhnya. Mommy punya cerita klasik, kamu ingin dengar gak?"tanya mommy Al yang tiba-tiba datang dengan semangkuk mie goreng ditangannya.
"Cerita apa mom?" Axel duduk berhadapan dengan mommynya.
"Jika kamu mencintai seseorang dengan tulus maka kamu harus menerima keadaan orang itu apapun bentuknya dan apapun kekurangannya. Dulu daddy kamu mencintai tante kamu dengan tulus dan dia menerima apapun keadaan tante kamu termasuk dengan anaknya. Daddy menerima Kak Zoey sebagai anak kandungnya sendiri. Begitupun dengan kamu, jika kamu mencintai Hilda dengan tulus maka kamu harus berani menerima anaknya. Kamu taukan kondisi Hilda saat kamu menikahinya?"Alma
Axel diam tak bisa berkata apa-apa, dia hanya menundukkan kepalanya.
"Tapi ada wanita lain yang membutuhkan aku juga mom" Axel
"Siapa?Linda?" Alma
"Ya...aku harus kembali padanya" Axel
"Apa alasannya?bukankah kamu sudah menikah? Biarkanlah Linda bahagia dengan pria lain" Alma sengaja membakar hati anaknya.
"Tidak bisa, dia harus me jadi milikku apapun yang terjadi" Axel tetap bersikeras.
__ADS_1
"Apa alasanmu ingin kembali kepada Linda?bukankah kamu tidak mencintainya?" Alma
"Itu dulu mom, aku kira aku tidak mencintainya tetapi aku salah, setelah putus darinya bahkan aku tidak pernah melirik wanita manapun. Hilda tiba-tiba datang padaku dan menceritakan kisahnya. Dia butuh ayah dari anaknya makanya aku menikahinya. Aku kira Linda tidak akan pernah datang lagi tapi ternyata Hilda malah membawanya masuk kedalam rumah tangga kami sebagai asistennya, saat itu aku tidak tahu jika Anita itu adalah Linda. Ada seorang anak kecil kurus yang sangat tidak terurus, hatiku trenyuh melihatnya. Aku begitu dekat dengannya dan anak itu juga butuh seorang ayah. Lalu apa yang harus aku lakukan?"tanya Axel.
"Kamu harus membawa ayah anak itu kepada Linda, jika kamu ingin membantunya" Alma
"Aku sudah menemukan ayah anak itu mom" Axel.
"Baguslah siapa ayahnya?" Alma
"Sayangnya ayah anak itu adalah aku mom" Axel langsung bicara jujur kepada mommynya.
Alma langsung pusing mendengarnya, bagaimana mungkin anaknya bisa seteledor itu.
"Ya Tuhan....Axeellll" Mommy Al menggebuki anaknya seperti anak kecil, dia kesal kepada Axel. Dia bingung harus bagaimana menghadapinya?
"Tolong jangan katakan pada siapapun mom, aku akan menyelesaikan masalahku sendiri. Itulah mengapa aku ingin Sky sekolah disekolah yang sama dengan Kai karena Sky itu anakku mom...anakku" tegas Axel.
"Lalu kenapa dulu kamu menikahi Hilda Axel?? mommy pusing...mommy bingung dengan kamu, kamu sudah punya istri Axel, apa Linda mau menerima kamu kembali?" tanya Alma
"Mau tidak mau, dia harus mau mom aku siap menikahinya kapan saja" Axel
"Tapi bagaimana dengan Hilda?apa dia mau menerimanya?" Alma
"Dia harus mau menerimanya mom, anaknya saja aku yang urusin masa aku tidak boleh mengurusi anakku sendiri?" tanya Axel.
"Mommy pusing Axel...mommy ingin istirahat dulu" mommy Al meninggalkan Axel sendiri.
Ada kelegaan dihati Axel saat dia mengakui anaknya sendiri, dia tahu setelah ini hidup Linda dan Sky menjadi tidak mudah, namun dia tetap akan berada dibelakang mereka, bertempur untuk mereka.
Sekarang adalah waktu yang tepat untuk bertemu dengan mereka. Dengan senyum mengembang dibibir merahnya, dia mengambil kunci mobil dan berjalan dengan ringan menuju mobilnya.
Hilda langsung menarik kunci mobil Axel, dia marah dengan Axel, tuduhannya selama ini ternyata benar... Axel memiliki affair dengan wanita itu.
*****
Met malam genks....senang bisa menyapa kalian malam ini🤗
__ADS_1