Atas Nama Cinta

Atas Nama Cinta
Kacau Semuanya


__ADS_3

Jam 8 pagi Hilda sudah sampai dikantor Alma, dialah yang menggantikan Alma saat ini. Dia duduk diruang kerja Alma sambil melihat-lihat berkas dan membaca peraturan kontrak perusahaan dengan para artisnya.


Firda melewati ruangan itu sambil membawakan sarapan pagi.


"Tumben besan pagi-pagi sudah ngantor?memang daddy gak marah Al?"Firda langsung masuk keruangan itu dan meletakkan sarapan pagi mereka dimeja tamu, kemudian dia menoleh.


"Kamu??"tanyanya tak percaya.


"Mau ngapain kamu kemari?jangan sentuh berkas-berkas itu" Firda menghampiri Hilda bermaksud mengambil berkas-berkas penting itu. Tetapi Hilda mempertahankannya.


"Aku disuruh menggantikan mommy Al, jadi kedudukanmu dibawah aku, ku harap tante sadar diri" ucap Hilda sombong.


"Hey anak bau kencur, jangan coba-coba mengacak-acak peraturan yang sudah kami buat ya. Aku yang membesarkan perusahaan ini bersama Alma, kamu hanya tinggal enaknya saja jika mau mengurusi perusahaan ini, berikan padaku berkas itu" Firda berusaha meraihnya namun tinggi tubuhnya kalah jauh dengan Hilda


"Biar aku yang simpan tante, nanti sore aku akan berikan kepada mommy" Hilda duduk kembali dengan anggun di kursi kebesaran itu


Firda nampak sangat kesal, dia merasa dipermainkan oleh anak kecil itu. Dia segera mengambil ponselnya dan langsung menghubungi Alma.


"Al...kamu gimana sih?masa nyuruh Hilda untuk menggantikan posisimu sih?" Firda


"Mau bagaimana lagi Fir, kamu tau kan daddy makin tua makin posesif dan gak bisa ditinggal lama-lama kalau aku keluar. Daripada aku bolos kantor terus ya lebih baik aku suruh Hilda yang mengurusi kerjaanku disana. Kebetulankan dia katanya ingin bekerja, bete dirumah terus katanya, makanya aku kirim dia..hehehe" Alma tertawa seperti tanpa dosa"


"Bagus lo ya bisa ketawa....gue nih setress, arsip lo dipegang sama dia, nanti lo minta ya" Firda


"Iya...iya...nanti aku ambil" Alma


"Gue gak suka banget sama gaya dia, anak bau kencur sok ketengilan pula, mentang-mentang kantor mertuanya mau seenaknya dia aja...oo...sori ya Al, walau kita besan tapi klo soal pekerjaan gue sih gak akan memandang dia siapa" Firda


"Iya Fir, aku tahu kalau kamu itu sangat berkompeten dengan pekerjaan kamu. Pelan-pelan kamu ajari dia ya" Alma


"Gue gak mau janji...asal itu anak tidak bikin gue sakit kepala gue masih mau bekerja sama dengan dia tapi kalau dia macam-macam gue pecat lagi untuk yang kesekian kalinya" Firda berkata dengan lantang, memang dia sudah lama tidak menyukai Hilda tapi sekarang dia dipaksa bekerja dengannya...dunia mulai oleng baginya.


Hari ini benar-benar hari yang paling menyebalkan untuknya. Firda kembali mengambil makanannya dan memberikannya kepada OB. Tak sudi dia berbagi makanan dengannya.


Hilda berselfie ria diruangan itu lalu dia menghubungi Ririn, sahabatnya.


"Halo bestie...bagaimana kabarmu hari ini?" Hilda menaikkan kakinya ke atas meja sementara dia duduk dikursi beroda.


"Hilda, laki lo gila semalem gebukin Tio. Habis wajah Tio pada babak belur" lapor Ririn.


"Hah!! kok bisa??dimana memang mereka bertemunya?"tanya Hilda penasaran dam langsung menurunkan kakinya.


"Laki lo datang ke apartemen Tio" Ririn

__ADS_1


"Ya Tuhan...ke-kenapa di-dia bisa tahu apartemen Tio?"tanyanya mulai khawatir dan deg-degan.


"Mana aku tahu...pasti lo lah yang kasih tau" Ririn


"Gue?? nggak bukan gue...semalam gw tepar, dikasih obat apa gue semalam sama kalian?terus cupangan-cupangan ini gimana?apa jangan-jangan laki gue tahu tentang cupangan ini?"Hilda mulai naik pitam dan ketar-ketir. Tidak mungkin Axel tiba-tiba kesana dan membuat keonaran tanpa sebab.


"Tunggu aku disana, aku tidak akan mengampuni kalian" ucapnya lalu dia mematikan ponselnya dan langsung mengambil kunci mobilnya. Dia pun pergi tanpa permisi lagi kepada Firda.


Dengan perasaan kacau balau Hilda mengendarai mobilnya menuju kediaman Tio.


"Tidak...tidak...ini tidak boleh terjadi, aku tidak ingin melepasnya. Tolong bantu aku Tuhan jangan sampai kami berpisah" pintanya.


Begitu sampai diapartemen Tio, Hilda langsung mencak-mencak kepada mereka semua.


"Apa yang terjadi semalam?kalian semua sudah gilakah?" Hilda


"I-itu karena kamu sendiri yang menginginkannya Hilda, kamu terlalu banyak minum dan kamu sendiri yang merayu Tio juga Alex" ujar Ririn.


"Lalu apakah aku sudah melakukan kebodohan itu?"tanyanya geram


"Hey baby...jangan ribut lagi, wajahku masih sangat perih, ku pikir kamu yang menyuruhnya untuk menghajar aku"ucap Tio sambil memegangi wajahnya.


"Gilaa....gilaaa...berarti dia sudah tau jika aku main sama kalian?" jari Hilda menunjuk ke arah Tio juga Alex.


"Aaaaaaarrgggjhhh.....setan semua kaliaaaannn" Hilda mengamuk sejadi-jadinya di apartemen Tio, dia menghancurkan semua barang-barang disana.


"Aku bisa hancur sekarang ini, kalian bodoh...kalian terkutuk...kalian bang*** semuanya" Tio berusaha menahan tubuh Hilda namun Hilda seperti orang kesetanan tenaganya menjadi lebih kuat dari sebelumnya.


"Aku bisa gila gara-gara kaliaaannn...apa kalian tahu! ibu mertuaku baru saja memberikanku jabatan dikantornya, aku adalah pengganti beliau itu artinya perusahaan itu akan berada dibawa kendali aku, jika sampai Axel menceraikanku maka aku akan menjadi gembel dijalanan...huaaa...huhuhu....kalian sudah menghancurkan aku" Hilda terus saja mengamuk sejadi-jadinya dan menjadikan semua yang ada disitu sebagai sasarannya. Dengan susah payah akhirnya Tio bisa mengendalikannya dan membawanya masuk ke dalam kamar. Mereka semua pusing dan bingung, selama ini Hilda yang membantu keuangan mereka terutama Ririn, dia adalah tangan kanannya Hilda dan dia seringkali menerima transferan uang darinya.


"Kita memang bodoh...andai kalian tidak membuat ******-****** itu kita pasti masih aman" ujarnya menyalahkan Alex.


"Mau bagaimana lagi, aku sangat terangsang dengan kemolekan tubuhnya dan dia dengan sukarela bahkan menjajakan tubuhnya. Aku pria normal Rin, saat melihat dia melepas pakaiannya satu persatu tentu saja aku up, dia bercinta dengan Tio didepan aku, iseng-iseng aku coba menyentuhnya, tetapi dia malah menarik aku dan memaksaku menjilat**** ya sudah aku tabrak saja sekalian" Alex nampak menyesal dengan perbuatannya.


"Suaminya pasti sudah melihat kalian bertiga bercinta, berhati-hatilah kalian" ucap Ririn.


"Aku harus kabur secepatnya dari sini, tidak mungkinkan aku disidang karena masalah 3 huruf itu, bisa mati aku karena malu" Alex.


"Kamu jangan lari Lex, jangan cari aman sendiri kamu. Hilda tidak akan melepaskan kamu" bentak Ririn yang ketakutan juga karena pasti namanya terseret.


"Aku pasti bisa dipecat dari pekerjaanku" Ririn lemas dan menyandarkan tubuhnya ke dinding.


"Kamu bisa kerja dengan Tio sebagai model ataupun asistennya" Alex.

__ADS_1


"Kalau Tio masuk penjara juga gimana?dasar bodoh" Ririn semakin kesal melihat Alex.


"Aku masih beruntung tidak ikut bermain dengan kalian" jawab Sam


"Berarti aku bebas" tambahnya lagi.


"Aku juga tidak main tetapi tetap saja nanti kita semua terseret bodoh" Ririn menoyor kepala Sam.


"Sudahlah...sebaiknya kita pikirkan langkah selanjutnya itu apa jika sampai Hilda di ceraikan" Alex


"Hilda harus meminta ganti rugi yang setimpal, paling tidak dia harus meminta satu perusahaan untuk dikelola sebagai sumber keuangannya" Alex


"Bagaimana jika tidak dikasih?" Ririn


"Menolak perceraian itu" Alex


"Dia punya bukti perselingkuhan istrinya bodohh" Ririn gemas sekali dengan kebodohan Alex.


"Ya sudah...memohon ampunlah padanya agar tak diceraikan" jawabnya


"Hmmmm" mereka semua terdiam.


Tio pun keluar dari kamarnya dengan pikiran yang kalut dan langsung duduk dihadapan mereka.


"eeeweweeehhhh.. pusinggg pala gua" sambil mengacak-acak rambutnya.


"Sori...gua udah nikmatin tubuh bini lo" Alex.


"Dia bukan bini gua" jawab Tio


"Tapi kan habis ini elo pasti disuruh nikahin dia" Alex.


"Aaahhh...gue gak tau...gue gak tau" jawabnya dan merekapun terdiam semua.


*****


Axel pulang ke rumah jam 10 malam, selesai mandi dia langsung berganti pakaian dan merebahkan tubuhnya di sofabed tempatnya tidur kini. Hilda menghampirinya dan membelai rambutnya namun Axel tak bergeming sedikitpun.


Tanpa ragu-ragu dia segera bersimpuh dikaki Axel memohon pengampunan hingga membuat Axel kaget.


****


Met pagi semua...happy reading ya, kemaren emak sibuk gak sempet nulis genks🙏🤭mohon maaf ya

__ADS_1


__ADS_2