
Dave Grohl berlari menuju ke kamar operasi tempat Davis. "Saya orang tuanya Davis , Dave Grohl. Apa yang terjadi? Bagaimana bisa terjadi insiden kecelakaan itu?" Cecaran Dave Grohl yang kalut mendapatkan pelukannya anggota polisi.
Lelaki berseragam itu tahu jika dia kalut mendapatkan informasi anaknya kecelakaan. "Sabat Tuan Dave Grohl. Ini ponselnya juga dompetnya dan barangnya yang kami amankan." Bisik nya sambil mengelus punggungnya.
Petugas kepolisian itu menunjuk ke arah rekannya yang membawa box berisikan tentang barangnya Davis
"Ini ada surat yang harus ditandatangani Tuan." Petugas berseragam putih maju memberikan map pada nya.
Dengan gemetaran Dave Grohl membacanya lalu menandatangi nya. Mengenai surat 8jin operasi bedah tentang tangan dan otaknya yang terbentur.
Dave duduk lemas di bangku tunggu setelah dibimbing oleh pria berseragam tersebut. "Anda sendirian?" tanyanya. Dave Grohl menggelengkan kepalanya.
Tak lama kemudian terdengar suara derap langkah datang ", Bagaimana dengan keadaannya?" Maxim Marley, Damian Marley datang bersama Galuh yang banjir air matanya.
"Sayang yang kuat ya? Dia sedang berjuang di sana untuk bersama dengan kita lagi." Bisik Dave Grohl memeluk menantunya.
"Maxim bisa kau menyelidiki kasus nya bersama polisi dia sedang menyelidiki kasus internal di perusahaan ku "
"Ada korupsi dan sangat sulit aku bongkar. Please, aku tak bisa fokus. Kau tahu sedikit tentang keadaan nya. Baca saja berkasnya di brangkas aku kodenya tanggal pernikahan anak kita. "
"Tolong jika benar mereka pelakunya. Aku tak akan melepaskan nya. Aku tak bisa fokus lihat lah." Dave menunjukkan bahwa ia gemetar menahan diri untuk tak tumbang bagaimanapun Davis anak lelakinya satu-satunya.
"Ok. Aku akan melakukannya. Kau jaga mereka Damian Marley bantu sahabat Daddy." Perintah nya sambil menepuk-nepuk pundak sahabat nya.
Maxim Marley mendekat ke petugas kepolisian. "Begini pak ada indikasi sabotase terhadap anak menantu ku. Bisa bantu mencari kebenaran nya dan saya akan menuntut nya."
Petugas tersebut mendengarkan runtutan yang sedang dilakukan anak menantunya dan besannya. Ketiga nya memeriksa barangnya Davis yang ditaruh di kotak yang dibawa petugas tadi
Mereka membawa nya ke markas kepolisian untuk keperluan investigasi lebih jauh lagi. Mereka berjalan dengan arah jalan berbeda tapi tujuan sama di markas kepolisian.
__ADS_1
Maxim menuju ke rumah utama Dave Grohl untuk mengambil berkas-berkas tersebut terlebih dahulu. Lelaki itu bertemu dengan istri sahabat nya terlebih dahulu yang pingsan beberapa kali teringat akan putranya yang kecelakaan tunggal.
Dia di temani pembantunya, karena tak tega ia menelepon istrinya.
"Sayang, temani besan ia sendirian di sini ajak Ashley sama kamu. Biar dia semangat untuk anak kita. Dia sedang bertahan hidup di ruang operasi. "
"Aku sedang berniat melakukan nya Ashley akan aku bawa dia ada ujian sekolah. Biar sopir mengantarkan nya nanti dari rumah besan."
"Hati-hati please, bawa sopir bilang jangan ngebut. Love you."
Sambungan terputus Maxim Marley mengambil barangnya tanpa ijin istri sahabat nya yang masih bersedih. Ia di temani sopir Dave Grohl untuk mengambil barang tersebut.
Bagaimanapun dia harus menjaga sopan santun dalam hubungan antara mereka. Walaupun pertemanan mereka lebih dekat lagi karena adanya berbesanan. Namun ia tak mau besar kepala. Tetap menjaga kerukunan dan toleransi antara mereka.
Barulah Maxim Marley menuju ke kantor polisi untuk menginvestigasi bersama. Ia memanggil rekannya pengacara nya juga .
"Ada persoalan internal di perusahaan. Mafia penggelapan uang perusahaan selama bertahun-tahun. "
Semuanya terdiri empat orang dua anggota kepolisian, pengacara dan Maxim Marley. Semuanya mendengar penjelasan Maxim Marley dan lelaki itu melanjutkan perkataannya.
"Dia ada indikasi tersangka namun tak mungkin bergerak tanpa adanya bukti itu namanya mati konyol. Akan ketara dia asal saja. "
"Tidak bertindak profesional jika di mata umum. Makanya ketika sang anak, Davis ingin memulainya dari bawah maksudnya karirnya. Dave antara senang dan tidak."
"Senang karena keinginannya untuk menyelidikinya aman tapi dia tak suka jika ada orang yang tak menganggap anaknya.'
"Di sini semuanya bermula dari dana operasional. Ini ada buku catatannya yang dibuat besan saya. "
"Ada beberapa hal dibuat oleh tersangka juga buktinya. Namun seperti tadi saya bilang putus di tengah jalan."
__ADS_1
"Orang yang bersangkutan keluar dari perusahaan ada yang mengundurkan diri, juga ada kecelakaan maut bahkan menghilang."
"Jadi intinya kasus nya buntu?' Sela pengacara nya Dave Grohl. Maxim Marley mengangguk mengiyakan.
"Dari olah TKP ada sabotase pada kedua rem keduanya. Sengaja dipotong dengan rapi jika tak jeli sepintas mirip alatnya sudah rusak."
Penjelasan dari petugas kepolisian membuat semuanya hening, terpaku pada pemikiran nya masing-masing.
Di rumah sakit Galuh mengusap air matanya menatap brankar yang berisi Davis yang langsung di dorong ke ruang pemulihan karena menunggu hasil dari operasi tangannya juga otaknya.
Galuh hanya melihatnya dari balik kaca besar itu. Tubuh Davis yang tak bergerak karena ia tertidur akibat anastesi, Galuh meneteskan air matanya.
"Terimakasih kau masih bertahan dan bersama dengan kami disini sayang." Batin Galuh yang terus menatapnya di luar ruangan.
"Semoga semua berjalan lancar anakku. Terimakasih kau kuat menahan beban berat itu. Maafkan Papa menyusahkan kalian.".Ujar Dave Grohl lirih.
"Papa tenang saja Davis pasti bangun. Dia tak akan membiarkan aku sendirian."; Balas Galuh tanpa menoleh ke arah Dave Grohl .
"Dia juga tak akan membiarkan Papa kesulitan menangani perkara tersebut. Dia selalu menepati janjinya." Lanjut Galuh dengan keyakinannya.
Dave Grohl mengangguk dan tersenyum menatap putranya yang tenang berisitirahat di sana. Mereka terdiam menatap Davis yang diatas brankar dengan selang infus, oksigen dan layar monitor di sampingnya.
Damian Marley hanya menyimak pembicaraan mereka terdiam menatap ke arah Davis yang masih tidur dalam posisi menghadap ke arah mereka.
Di kediaman keluarga Grohl ayu wangi menarik selimutnya untuk menutupi tubuh sahabatnya. Yang terpukul atas musibah putranya.
Dia memahami sebagai sesama wanita dan ibu jelas siapapun juga tak ingin kehilangan anak semata wayangnya, dia sudah tak muda juga tak memiliki rahim.
Memiliki anak mereka setelah itu ia sakit dan kandungan nya dia angkat. Walaupun dia sudah memiliki putra namun jika posisinya seperti itu juga ia akan lemah juga
__ADS_1
Ayu wangi menangis sesenggukan dalam diam, "Tuhan jangan kau ambil putra kami. Tegurlah jika kami kurang taat kepada Mu. Jika kami kurang perduli lagi dengan lingkungan sekitar kami."
"Kami hanya manusia biasa tak luput dari duniawi yang silaunya kami sukai. Maafkan kami." Gumam ayu wangi lirih. Dab hanya terdengar oleh nya sendiri.