
"Jangan permainkan aku Axel?aku tidak suka jika kamu melakukan ini padaku. Ternyata cintamu kepadaku penuh kepalsuan dan kamu tidak tulus kepadaku" teriak Hilda
"Apa maksudmu?"tanya Axel pura-pura tak mengerti.
"Kamu kira aku bodoh Axel, aku mendengar semua ucapanmu, dan aku tidak tuli" dada Hilda naik turun menahan amarah.
"Jadi kamu sudah tau segalanya?baiklah aku tidak perlu berpura-pura lagi" Axel duduk sambil menatap istrinya.
"Kamu pria tidak waras Axel, lukaku belum kering tapi kenapa kamu membuat luka baru untukku?" Hilda marah dan langsung menjambak rambut Axel namun Axel berusaha menahan dirinya untuk tidak membalas perbuatannya.
"Diamlah Hilda kamu harus tau satu hal, ada yang tidak bisa kamu ubah kenyataannya" Axel
"Kenyataan apa?kenyataan jika kamu ada hubungan dengan Anita itu?atau dokter itu?"Hilda semakin berang.
"Ya kenyataan jika aku adalah ayah anak itu" ucap Axel yakin.
"Aaaaa..kamu jahat Axel,aku akan membunuh wanita itu Axel, aku akan membuangnya ke jalanan aku tidak terima..huhuhu" Hilda menangis tersedu-sedu.
"Kamu pria bodoh Axel, kamu mudah dimanfaatkan oleh wanita manapun, pasti wanita itu hanya mengaku-ngaku saja jika kamu adalah ayah dari anaknya...pasti dia punya tujuan jahat kepadamu Axel, sadarlah Axel...sadarlah" Hilda menarik-narik kerah kemeja Axel.
"Aku yakin dengan wanita itu Hilda...aku yakin sepenuhnya karena aku tahu siapa dia" Axel melepaskan tangan Hilda dari kerah bajunya dan merapikan kembali kemejanya.
"Siapa wanita itu Axel...siapa??huhuhu jika memang dia wanita baik-baik kenapa kamu tidak menikahinya dari dulu??" Hilda tak tahan menahan tangis dia pun menangis sejadi-jadinya.
"Wanita itu Linda lebih tepatnya dokter Linda, dia adalah mantan kekasihku dan kamu tau kan dia seperti apa dulu?aku yang terlalu egois karena sudah mencampakkannya dulu demi mengejar dirimu. Namun kamu malah mengabaikan aku dan tetap memilih bersama kekasihmu itu" Axel seolah mengungkit kesalahan Hilda.
Hilda lemas mendengar kenyataannya jika Anita itu adalah Linda. Dia tau jika Linda itu memang kekasih Axel, sudah seringkali mereka bertemu bahkan Axel sering membawanya kemana-mana termasuk membawa wanita itu menghadiri acara pernikahan Celline dan keluarga memang cukup dekat dengannya bahkan bisa dikatakan jika keluarga menyetujui hubungan Axel dengan wanita itu. Saat dia bersama Linda dulu tabiat Axel yang sering keluyuran malam menjadi berkurang bahkan bisa dibilang Linda berhasil mengubah Axel menjadi anak baik. Aahhh...sungguh menyesal dia dulu menolak Axel dan memilih Tio. Andai saja waktu bisa diubah mungkin dia akan merebut Axel dari tangan Linda. Sialan memang si Tio itu, setelah dia mengandung anaknya malah menyuruh menggugurkannya. Tidak mungkinkan jika dia menggugurkan kandungannya lagi untuk yang kedua kali?!!
Hanya Axel yang bisa dimanfaatkan olehnya untuk menyelamatkan bayinya dan juga jika dia berhasil menikahi Axel maka jalan untuk menguasai dampuk kepemimpinan ibu mertuanya dan melempar Firda dari jabatannya akan semakin besar. Dia sangat membenci Firda karena pernah menskornya dan memberhentikannya hanya karena side job padahal itu dilakukannya diluar jam kerja dia.
Mumet sekarang...mumet kepalanya memikirkan nasibnya kini. Jika sampai Axel mengambil anak itu lalu dia akan menikahi mantannya maka semakin jauhlah harapan dia. Dia harus membuat kesepakatan dengan Axel agar kedudukannya tidak membahayakan dirinya.
"Maafkan semua kesalahanku dulu Axel, aku mencintaimu dan aku akan mencoba berdamai denganmu. Aku akan menerima dengan ikhlas kehadiran anak itu namun aku tidak mau jika kamu menikahi ibunya. Ambillah anakmu itu mari kita rawat bersama" Hilda memegangi tangan Axel dan memohon kepadanya.
"Tidak mungkin Hilda, aku tidak bisa menjauhkan anak itu dari ibunya. Aku sudah menyengsarakan mereka maka saatnya aku menebus semua kesalahanku"
"Menebus kesalahan bukan berarti menikahi dirinya Axel. Apa kamu yakin dia anakmu?bagaimana jika dia hanya memperalatmu saja, bagaimana jika kamu bukanlah ayah dari anak itu?"
"Dia tidak licik seperti dirimu Hilda, dia tidak pernah menuntutku untuk mendapatkan pengakuan. Itulah yang meyakinkan aku, ada hubungan aneh yang tak dapat ku mengerti saat pertama kali aku melihat dan menggendongnya" pandangan Axel menerawang, mata biru itu menjadi layu dan meredup.
"Kalau memang dia anakmu harusnya Linda meminta pertanggung jawaban darimu Axel, kecuali jika anak itu bukan anakmu. Dan kalau benar dia anakmu berani tidak dia melakukan tes DNA anak itu, jika benar dia anakmu aku akan menerima dia sebagai anakku juga"
"Apa yang membuatmu tetap ingin bertahan denganku?"tanya Axel
"Aku akan memberikan semua yang kamu minta asal kamu mau melepaskan aku"
__ADS_1
"Kamu gila Axel tentu saja karena aku mencintaimu...mencintaimu.. apa kamu dengar itu?"
"Tapi hatiku sudah tidak seperti dulu lagi Hilda...aku mencintai yang lain dan semakin mencintainya sekarang" Axel menjawab dengan jujur.
Hilda membuang muka, kata-kata Axel menyakiti hatinya dia akan membuat perhitungan dengannya ya dia akan membalas perlakuan Axel padanya. Dia harus memikirkan jalan menjauhi Axel dari wanita itu dan itu harus dilakukannya jika dia ingin mempertahankan hubungannya dengan pria gila ini.
"Si brengsek Tio tidak dapat diandalkan, dasar bodoh" gerutu Hilda dalam hati.
"Kalian ribut tentang siapa?suara kalian terdengar hingga ke kamarku" Queen menatap kakak dan kakak iparnya dengan air mata berhamburan.
"Kakakmu Queen dia memiliki affair dengan mantannya dan sekarang dia ingin menikahi mantannya itu huhuhu....aku baru saja melahirkan kenapa harus diberi cobaan seperti ini huhuhu" Hilda mengadu kepada Queen.
"Mamang kamu ingin menikah dengan siapa lagi Xel? bukankah kamu sangat mencintai Hilda?sampai-sampai kamu nekad menikahinya walau kami semua menentangmu?" Queen menatap wajah kembarannya itu.
"Shittt....aahh...aku...aku ingin menikahi Linda, mantanku" jawab Axel dengan wajah merah padam
"Kamu dengarkan Queen??aku salah apa dengannya hingga dia melakukan hal ini padaku?" Hilda mengguncang-guncang bahu Queen.
"Hahh...Linda?dokter Linda sepupunya suamiku?"tanyanya heran.
"Iya"jawab Axel singkat.
"Tapi dia kan sudah lama menghilang Xel?" Queen.
"Suamimu pasti tau segalanya, iya benar...aku akan menemui suamimu di rumah sakit" Axel mengambil paksa kunci itu dan berjalan menuju parkiran mobil.
"Tidak bisa, ini urusanku aku harus tau tentangnya" Axel berjalan melanjutkan langkahnya.
"Axel berhenti, kita akan mencari jalan keluarnya bersama-sama. Kita pikirkan semuanya dengan kepala dingin dulu" Alma menghalangi Axel dan mengambil kembali kuncinya. Dia berusaha menenangkan Hilda agar semua masalah tidak menjadi besar.
"Maafkan anak mommy ya Hilda...maafkan anak mommy, Axel sedang mengejar cintanya tapi entah cinta yang mana yang dia kejar mommy bingung. Kamu beristirahatlah jaga anakmu baik-baik" Alma mengantar Hilda ke pembaringannya.
"Tahan dia mom..jangan sampai dia pergi" Hilda memohon pada Alma.
Ibu mertuanya mengangguk, dia akan membereskan masalah ini pelan-pelan.
"Ruwet...ruwet hidup Axel" Alma membathin.
"Kalian tenanglah, tunggu daddy pulang dulu baru kita selesaikan semuanya" Alma mengajak Mikha pergi ke kantornya, kepala dia pusing dengan Hilda dan juga Axel, lebih baik dia menemui Firda dan membeli rujak diujung jalan kantornya.
****
Tanpa sepengetahuan Queen, Axel nekat menemui Frans dirumah sakit. Awalnya Frans biasa saja menerima kedatangan Axel, karena dia tidak tahu maksud tersembunyi kehadirannya itu.
"Tumben kamu kemari?mau mengontrol kah?" tanya Frans sambil terus bekerja dengan laptopnya.
__ADS_1
"Hanya lihat-lihat sekalian ada yang mau ditanyakan" jawab Axel santai sambil duduk dikursi tamu Frans.
Frans menghentikan pekerjaannya dan langsung menatap Axel.
"Tanyakanlah, ada apa"
"Kenapa kamu tidak memberitahuku jika Anita adalah Linda?"tanya Axel serius.
"Anita dan Linda?maksudmu bagaimana?aku tidak mengerti" Frans pura-pura tidak tahu dan langsung berhadapan lagi dengan laptopnya.
"Aku serius Frans!! kenapa wajah Linda bisa berubah dan apa yang terjadi padanya?" Axel mendekatkan wajahnya ke arah Frans
"Aku tidak tahu Axel, sebaiknya kamu tanyakan pada orangnya langsung jangan kepadaku"
Sikap Frans yang seperti ini membuat Axel kesal. Dia sama sekali tidak memberikan jawaban yang diinginkan, Axel terus saja mendesaknya, dia mulai marah dan langsung menutup laptop itu.
"Kenapa kamu baru bertanya sekarang?kemana saja kamu selama ini?kamu adalah laki-laki terendah yang pernah aku temui" jawab Frans.
"Jangan pernah mencarinya lagi karena dia sudah bahagia dengan hidupnya yang sekarang" Frans menatap Axel dengan penuh kebencian.
"Aku tahu aku salah dan aku akan memperbaiki semua kesalahan aku. Ku mohon ceritakan semua padaku" Axel baru kali ini memohon sesuatu pada orang lain.
"Percuma jika aku ceritakan juga kisahnya, toh tidak akan ada yang berubah diantara kalian"
"Ada...aku akan mempertanggungjawabkan semua perbuatanku padanya dan aku siap jika diminta untuk menikahinya kembali" Axel
Frans tertawa mendengar ucapan Axel
"Terlambat Axel...jika dia akan menikah tentu saja dia akan menikah dengan orang lain tetapi bukan dirimu" tegas Frans.
"Tidak akan, Sky hanya boleh mempunyai seorang ayah saja yaitu aku dan bukan yang lainnya"Axel bersikeras.
"Sky bukan anakmu sudahlah jangan ganggu mereka kembali, urus saja istrimu itu yang sangat menyebalkan" Frans
"Hatiku mengatakan jika Sky adalah anakku, aku akan melakukan tes DNA, kamu pasti bisa membantu aku kan?" Axel
"Ciihhh..." rasanya tidak sudi dia membantunya.
"Cari orang lain saja dan jangan diriku, jika aku yang melakukan tes maka hasilnya pasti 100% akan aku salahkan semua" tukas Frans.
"Aku minta maaf Frans...aku akui semua kesalahanku dan kebodohanku kini aku siap menebusnya" sesal Axel.
Sebenarnya dia enggan menceritakan semua penderitaan yang dialami Linda namun Axel harus tau tentang kebenaran itu. Akhirnya dia pun menceritakan semua kisah Linda yang berubah menjadi Anita tanpa ada yang ditutupi. Axel mendengarkan cerita itu dengan hati yang tercabik-cabik. Dia tidak menyangka semua akan menjadi seperti ini. Mata Axel memerah menahan sedih, dia mengutuk semua perbuatannya kepada Linda dan rasa ingin memiliki mereka berdua semakin besar, tak ada yang bisa membendung semua keinginannya untuk membahagiakan mereka berdua, itulah tekadnya saat ini. Axel merasa menjadi orang yang paling menjijikan. Setelah ini dia akan bersimpuh dan memohon ampun kepada wanita itu, sampai Linda benar-benar mau memaafkan dirinya.
*****
__ADS_1
Met malam genks....happy reading ya🤗