Atas Nama Cinta

Atas Nama Cinta
Aku Menyesal


__ADS_3

Queen segera menolehkan wajahnya kesebelah kanan....dan astaga sosok tampan Andre membuatnya terkejut.


"Tidak perlu se-drastis itu kagetnya, ambillah" tuturnya sambil menyodorkan sebotol aqua.


Queen ragu-ragu menerima air pemberian Andre namun tenggorokannya memerlukan pelumas agar tetap lancar berkicau.


"Aku tau kamu haus, ambillah" Andre terus menyodorkan air mineral itu. Karena didesak terus dan mumpung suaminya tidak melihat, akhirnya dia terpaksa menerima pemberian mantan cem-cemannya itu.


"Boleh aku tau kenapa kamu ada disini?" tanya Andre sambil ikut bersandar dipillar besar itu dan memasukkan sebelah tangannya ke saku celana. Hingga membuat makhluk tampan itu semakin mempesona.


Queen diam seketika, haruskah dia membicarakan masalahnya dengan seseorang yang sudah membuat suaminya cemburu?


Tidak....tidak, dia tidak mungkin menceritakan masalahnya, bisa-bisa Andre mengambil kesempatan dalam kesempitan. Yang ada malah semakin runyam hubungannya dengan suaminya.


"Cckk....hidup tidak adil banget sih, kenapa hanya laki-laki yang boleh poligami, kenapa wanita tidak boleh ber-poliandri??" Ingin rasanya dia menjadi Pancali yang bisa mempunyai lima suami, sedangkan dia jangankan lima suami baru mau niat punya pacar aja sudah ketahuan sama suaminya.


"Kenapa dandananmu kusut sekali? Dan matamu pun bengkak" ucap Andre sambil terus memperhatikan wajah gadis yang sudah mencuri hatinya itu.


Queen memegangi wajahnya dan mengusap-usapnya.


"It's oke....everything is fine" ucapnya sambil terus melihat pria super tampan dengan kadar sempurna itu.


"Kita ke kantin aja, biar lebih enak ngobrolnya yuk" ajaknya pada Queen


"Woy neng...lama banget beli aquanya, udah selesai belum? Hayuklah pulang, bayar uang ojek saya" pintanya tiba-tiba datang menghampiri Queen.


Andre langsung menatap abang ojek itu. Bagaimana mungkin Queen ke bandara dengan tukang ojek? Memang kemana mobil yang biasanya dia pakai? Berbagai macam pertanyaan mampir ke otak supernya itu, namun dia tidak ingin mencari tau terlalu dalam. Bisa-bisa keterangan Queen semakin merobek-robek hatinya lagi.


Untung saja abang gojek cepat datang, jadi dia punya alasan untuk menolak permintaan Andre.

__ADS_1


"Oh iya Ndre, maaf aku sedang ada masalah dengan abang itu, aku pulang duluan ya" ucap Queen buru-buru ngeloyor pergi sambil menarik tangan kang ojek itu.


"Queen....Queen...berhenti, aku akan mengantarmu pulang" Andre berteriak memanggil Queen sambil mencoba mengejarnya namun Queen tampaknya sangat terburu-buru meninggalkan tempat itu.


"Bocah gendeng...main tarik-tarik tanganku saja" kang ojek itu terpaksa berlari mengikuti langkah kaki Queen.


"Pakai helmnya, jangan bawa motor saya lagi, bisa-bisa beneran langsung masuk rumah sakit saya" ucapnya sambil memberikan helm kepada Queen. Mau tak mau Queen memakainya walau dia merasa mual karena baunya. Aahh....sebenarnya akan sangat nyaman jika diantar oleh Andre daripada harus naik ojek orang-orangan sawah ini, batin Queen.


Queen minta diantar pulang kerumah daddynya dan langsung membayar tagihan yang tidak masuk akal itu namun sudahlah tak perlu didebatkan lagi yang penting ibunya sudah membayarkan tagihan ojeknya.


"Waduh neng...neng...baru kali ini abang liat rumah mirip istana, lain kali kalo perlu ojek telpon abang aja neng" ucapnya sumringah setelah menerima lima belas lembar uang yang berwarna merah itu.


"Ogah...diluar nalar tarif ojek lu bang ...hahaha" Queen tertawa sambil menutup gerbang itu. Alma masih menunggu anaknya yang sedang membayar ongkos ojek itu didepan pintu masuk, dia terus membuntuti Queen dan akan bertanya ada apa dengan anak perempuannya itu, seolah tau jika ibunya ingin meminta penjelasan darinya Queen menghentikan langkahnya dan langsung menatap ke arah mommynya.


"Apa sih mom?daritadi ngintilin aku terus" tanya Queen pura-pura


"Sayang...ada apa?apa yang terjadi" mommy Al semakin penasaran setelah melihat kekacauan diwajah dan dandanan anaknya itu.


"Sayang...jangan main tebak-tebakan ayo ikut mommy" Alma menarik tangan anaknya menuju taman belakang agar mereka dapat berbicara dengan lebih santai. Mau tak mau Queen mengikuti kemana arah langkah mommy tercintanya itu.


Alma mengambil tempat ditengah kolam sambil membuatkan jus markisa kesukaan hubby-nya dan menyodorkannya kepada anaknya.


"Minumlah biar otakmy segar" ucap mommy Al.


Queen langsung menyeruput minuman itu sampai tandas habis tak berbekas.


"Luar biasa segarnya...mommy tau aja aku lagu kehausan" ucapnya


"Ayo ceritakan masalahmu, jangan membuat mommy menjadi khawatir" Alma terus menatap anaknya dengan pandangan menuntut.

__ADS_1


Queen menghela nafas berat, sebenarnya dia tidak ingin melibatkan masalahnya dengan orang tuanya namun mommy-nya rupanya sangat peka dengan keadaan anaknya. Ya...Alma memang sangat perhatian kepada semua anak-anaknya terutama putri-putrinya yang memiliki kecantikan diatas rata-rata dan juga pintar, dia amat sangat menjaganya jangan sampai salah jalan sebagai seorang wanita.


"Baiklah karena mommy menuntut maka aku akan menjawabnya. Ya...aku ada masalah sedikit dengan suamiku, sekarang dia terbang ke Jepang untuk menghindariku" Queen meremas tangannya agar tak gugup saat menjelaskan masalahnya dengan mommynya.


"Tapi kenapa Queen?apa yang terjadi?" Alma semakin penasaran dan menggoyang-goyangkan bahu anaknya dia mulai cemas dengan masalah anaknya karena ini pasti masalah yang sangat serius.


"Ini salahku mom....aku....aku selama ini melakukan suntik KB tanpa sepengetahuan suamiku. Karena aku ingin menunda kehamilanku" ucapnya datar tanpa ekspresi.


Alma langsung menutup mulutnya begitu mengetahui kecerobohan anak perempuannya


"QUEEN!!!" bentaknya dengan marah sambil berdiri dan menunjuk ke arah anaknya, padahal Alma sama sekali bukanlah seorang yang pemarah namun saat ini anaknya sudah melakukan kesalahan yang besar menurutnya. Dia masih memegang ucapan orang-orang tua dahulu, yang melarang anaknya ber-KB sebelum memiliki anak karena menurut orang tua jaman dahulu bisa lama punya anaknya atau bahkan bisa juga malah tidak akan punya anak sama sekali. Dia takut terjadi sesuatu dengan anak perempuannya itu tapi semoga semua hanyalah mitos semata.


"Maaf" hanya itu yang bisa keluar dari mulut wanita cantik itu sambil menahan sesuatu yang hangat dipelupuk matanya.


Alma memijit-mijit keningnya sambil menundukkan kepalanya. Saat ini dia benar-benar tidak tau harus berbuat apa, dia hanya bisa diam dan berdoa dalam hati agar anaknya segera diberi momongan.


Queen menghampiri mommy-nya dan bersimpuh sambil meminta maaf dan menangis. Dia sadar telah melakukan kebodohan atas keinginannya sendiri dia benar-benar egois sekarang dia takut Frans akan menceraikannya.


"mommy...apa yang harus aku lakukan sekarang?"isaknya


"Aku sudah janji bahwa aku tidak akan melakukan suntik KB lagi, aku sudah siap untuk punya anak sekarang mom" ucapnya sambil berlinang air mata. Alma melemah, dia mengusap-usap rambut putrinya sambil senyum dipaksakan.


"Mommy hanya bisa berdoa agar suamimu segera kembali ke sisimu, besok kita harus periksakan kandunganmu dan mama akan meminta obat dari dokter Ghea untuk kesuburan kandunganmu" Alma memeluk putrinya sambil menenangkannya semoga tidak terjadi apa-apa pada putrinya itu dan semoga semuanya baik-baik saja" begitulah doa ibu kepada anaknya.


"Tolong jangan katakan pada daddy mom, aku tidak ingin membuatnya kecewa, mommy tau kan bagaimana jika daddy marah?" Queen memohon pada ibunya agar tetap menjaga rahasianya karena dia tidak ingin daddynya kecewa dia amat menyayangi ayahnya.



__ADS_1


Met malam genks...maaf baru up lagi, otak lagi gak konek soalnya🤭😅


Happy reading


__ADS_2