Atas Nama Cinta

Atas Nama Cinta
Hukumanmu


__ADS_3

"Mommy gemes sama Axel, bisa-bisanya dia memperlakukan kamu begini" tampak kekesalan diwajah Alma.


"Sudahlah mom...biarkan saja, Tuhan itu tidak tidur mom. Jika memang aku salah ya aku harus terima hukumannya. Mommy sebaiknya pulang, temani Mikha" Linda


"Mikha sedang latihan volly sayang" Alma


"Mom...aku mohon, jangan biarkan Axel mengambil anakku ya mom. Aku akan lama dipenjara aku harap mommy bisa menangani Axel jika dia punya niat untuk mengambil anakku" Linda


"Kamu tenang ya, besok mommy akan mengunjungi Sky" tampak aura kebahagiaan Alma saat mengatakan akan mengunjungi cucu-nya.


"Jangan mom...ayahku sangat marah pada keluarga kalian, aku tidak ingin ayahku mengatakan sesuatu yang akan membuat kalian sakit hati" Linda merasa tak nyaman jika sampai Alma mengunjungi anaknya. Jika dirinya ada disana mungkin dia akan bisa mengatasi ayahnya, dia hanya tidak ingin orang sebaik mommy Al akan dapat makian oleh ayahnya.


"Tak apa...semua akan baik-baik saja, percayalah... papamu tidak akan mengatakan hal-hal yang tidak baik" Alma


"Semoga" Linda


"Baiklah mommy akan pulang sekarang, besok mommy akan kesini lagi mengunjungimu, kamu baik-baik ya disini" Alma memeluk Linda beberapa menit. Setelah itu dia pun pamit pulang diiringi senyum Linda.


Polisi wanita segera membawa Linda masuk ke dalam mobil polisi. Mereka pun segera pergi meninggalkan pengadilan itu.


Setelah setengah jam melakukan perjalanan, mobil itu berhenti dikantor polisi lalu merekapun berganti mobil melanjutkan perjalanan menuju suatu tempat. Linda mulai bingung, kenapa dia diantar mobil pribadi dan bukan memakai mobil polisi?bukankah dia itu seorang tahanan? walaupun dengan tangan tetap terborgol.


Akhirnya mobil yang mereka bawa tiba di Langham hotel Jakarta. Linda membaca plank nama Hotel itu, seketika dia menggidik takut, bulu kuduknya mulai merinding.


"Tunggu Mba...saya ini tahanan, kenapa saya diajak ke hotel?apa kalian akan menjual saya?"Linda ketakutan setengah mati, seharusnya dia dibawa ke rutan bukan ke hotel.


"Tolong Mba...jangan jual saya ataupun melakukan hal-hal yang tidak pantas kepada saya" Linda tidak mau turun, karena dia takut akan dijual kepada pria hidung belang.


"Nona...maaf kami hanya menjalankan perintah saja, mari nona kita akan masuk" ajak salah satu polwan itu.


Dengan berbagai bujuk rayu akhirnya dengan berat hati Linda pun mengikuti langkah para polwan itu. Ruang hotel yang sangat mewah dengan design arsitektur kelas dunia membuat Linda kecil hati saat memasuki hotel itu. Matanya menatap bangunan tinggi itu dengan lampu hotel yang sangat tinggi dan juga mewah. Pilar-pilar yang sangat kokoh juga tinggi dan juga sebagai lantai pijakannya menggunakan batu marmer granit yang sangat mahal harganya, tak henti-henti dia mengagumi bangunan itu.Mereka menggiring Linda menaiki lift menuju lantai 15.


Akhirnya merekapun tiba dilantai 15 dan langsung memencet bel dikamar nomor 1515. Taklama kemudian pintu pun terbuka dan mereka masuk semua. Setelah mereka bercakap-cakap lalu para polwan itu pun segera meninggalkan Linda sendiri ditempat itu. Linda ingin ikut mereka kembali namun pintu langsung tertutup otomatis. Lemaslah sudah dia disini sendiri. Walaupun ruangan kamar hotel itu begitu memukau dengan view laut didepan kamar tidurnya tetap saja Linda takut. Pikirannya sudah kemana-mana, dia pasti sudah dijual ke mucikari. Sungguh naas nasibnya kini, sudah menjadi terdakwa akan dijual pula. Dia terduduk lemas sambil melihat laut, ingin sekali rasanya dia menenggelamkan dirinya dilaut itu.


'Tap...tap...tap' terdengar suara langkah kaki saat pintu dibuka, langkah itu terus mendekati dirinya. Linda segera berdiri dan melihat siapa orang itu, semua rasa ketakutan langsung hilang begitu saja begitu dia mengetahui siapa yang datang.


"A-Axel" ucapnya dengan mata membulat.


"Hmmm..."Axel langsung mendekati dirinya.


"Duduklah" Axel memberikan perintah

__ADS_1


Linda diam dan terus saja melihat ke arah Axel.


"Duduk kataku atau kamu ingin hukumanmu lebih lama lagi?"tanya Axel.


Wajah Linda langsung berubah menjadi kesal,tega sekali Axel melakukan ini padanya. Dia diam tak menyahut dan langsung duduk. Axel bangkit berdiri dan menghampirinya. Dia segera mengeluarkan kunci dari saku celananya dan langsung mengambil tangan Linda membuka borgol yang mengalungi tangannya.


"Selesai" Axel mengambil borgol itu dan meletakkannya diatas meja. Linda mengusap-usap tangan yang habis diborgol tadi.


"Kenapa kamu membawaku kemari Axel" Linda


"Karena kamu harus menjalani hukuman" jawab Axel santai.


"Dimana aku harus menjalani hukumanku?tidak mungkin disini kan?"Linda.


"Terserah aku akan menghukummu dimana dan berapa lama" Axel sengaja membuat Linda down.


"Ya Tuhan...Axel...bisa tidak sih kamu tidak bermain-main denganku" Linda kesel dengan sikap Axel yang nyeleneh itu.


"Tanda tangani ini" Axel mengeluarkan berkas yang harus ditandatangani oleh Linda.


"Apa ini?"tanyanya


"Ini adalah bentuk hukumanmu, cepat tanda tangan" Axel menyodorkan pulpen kepada Linda


"Aku harus mengambil S2 ku di Eropa?yang benar saja Axel, aku punya anak tidak mungkin aku meninggalkan dia selama 2-3 tahun?kenapa tidak kuliah disini saja sih?kenapa harus di Eropa?"tanyanya.


"Tidak mungkinkan kamu menjalani hukumanmu disini?jika kamu tetap nekad tidak mau ke Eropa maka kamu akan benar-benar mendekam dipenjara sayang" Axel mencium pucuk rambut Linda.


"Kamu jangan khawatir, Sky ada dalam pengawasanku dan jika kamu libur, kami akan mengunjungimu disana bersama Sky tentunya" Axel.


"Aku...aku tidak ijinkan kamu dekat dengan Sky, karena aku tahu isi kepalamu, pasti kamu akan mengambil Sky kan?makanya kamu sengaja ingin menjauhkan aku dari anakku, iya kan?" Linda menatap galak ke arah Axel.


Melihat bibir merah milik Linda yang mungil itu ingin sekali rasanya dia mencaploknya namun dia masih dapat menguasai dirinya.


"Apa tidak ada hukuman yang lebih ringan lagi Xel?rasanya aku tidak membutuhkan gelar S2 ku" Linda nampak keberatan jika diharuskan kuliah lagi dengan jarak yang sangat jauh.


"Itu sudah hukuman yang paling bijaksana, aku ingin mempunyai istri seorang dokter handal agar jika aku sakit kamulah yang akan menjagaku"


Linda tertawa mendengar kata-kata Axel.


"Axel..aku ini dokter kandungan bukan dokter penyakit lain, memangnya kamu akan mengandung?" Linda masih saja tertawa geli.

__ADS_1


"Apapun itu aku harap kamu mau mengambil kesempatan ini" Axel memegang tangan lembut Linda dan menciumnya.


"Jangan lakukan lagi...aku tidak suka, ingat statusmu" Linda menjauh dari Axel.


"Lagi pula aku sedang dekat dengan dokter Pandu, ku harap kamu tidak mencampuri urusanku" Linda


"Aku tahu jika kamu dekat dengan dokter itu, makanya aku mengirimmu ke luar negeri, agar kalian tidak bisa bertemu kembali" ucap Axel jahat.


"Axel...kamu tidak boleh melakukan hal itu" Linda


"Apa yang tidak boleh aku lakukan?"Axel mendekati Linda dan merangkul pinggangnya.


"Katakan apa yang tidak bisa aku lakukan?" Axel terus saja memepet tubuh Linda hingga membuat Linda mundur terus menerus dan akhirnya terbentur tembok.


"Jangan lakukan apapun padaku lagi Axel, minggirlah"Linda sekuat tenaga mendorong tubuh Axel namun bukannya Axel mundur tetapi dia malah mengangkat tubuh Linda dan merebahkannya dikasur super empuk itu. Linda berontak sekuat tenaga, namun tetap saja kalah tenaga oleh Axel.


"Jangan lakukan lagi padaku Axel, cukup sudah ada Sky diantara kita, jangan ditambah lagi" pinta Linda.


"Aku tidak perduli,jika kamu memiliki hubungan dengan pria manapun maka aku akan menghamilimu lagi"ancam Axel.


"Tidak...tidak...jangan Axel...jangan...aku mohon" Linda mengatupkan kedua tangannya memohon belas kasih Axel.


"Apa kamu tahu...berapa lama tubuh ini menunggumu?setiap malam aku menunggu kesempatan ini, aku hanya menginginkan dirimu bukan tubuh yang lain" Axel menyusupkan wajahnya ke dada Linda.


"Kamu bohong Axel, kamu sudah mendapatkan wanita yang kamu cintai, aku bukanlah cintamu bahkan aku sudah merelakan dirimu menjadi miliknya jadi pliss jangan pernah ungkit hubungan kita lagi. Kita akan berjalan sendiri-sendiri, kisah kita sudah tamat Axel" Linda


"Tidak...aku akan memperbaiki bagian yang rusak dari kisah kita. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri, aku hanya akan menyentuhmu bukan yang lain. Aku tinggal menunggu waktu untuk melepasnya" Axel.


Linda marah mendengar kata-kata Axel, dia tidak suka jika Axel mempermainkan hati wanita. Cukup dia saja yang menjadi korban jangan ada lagi korbannya apalagi sampai meninggalkan istrinya.


"Aku menikahinya untuk menutup aibnya, aku mencintainya tapi itu dulu, entah mengapa semua menguap begitu saja. Aku juga tidak ingin menjadi ayah dari anaknya sementara ada anak kandungku sendiri yang membutuhkan aku sebagai ayahnya. Aku hanya akan menjadi ayah untuk Sky dan calon anak kita nantinya" Axel semakin mendekati wajah Linda. Dia sudah tidak tahan lagi untuk memagut bibir merah itu.


Dengan penuh kelembutan Axel menciumi bibir ranum itu, dia mencium setiap inci bibir mungil itu. Linda menutup rapat-rapat mulutnya namun dengan lidahnya Axel berusaha membuka bibir itu. Pertahanan Linda roboh akhirnya dia membuka bibirnya karena rasa geli yang ditimbulkan oleh lidah Axel. Dengan ganas Axel me**gut dan menciumi bibir itu, lidahnya menari-nari didalam rongga mulut Linda. Linda hanya bisa melenguh dengan buaian ciuman Axel. Sudah beberapa bulan dia tidak menyentuh wanita, bagitu bertemu Linda membuat Axel menjadi kalap. Dia harus memiliki Linda seutuhnya kembali, secepatnya dia akan menikahi wanita itu. Jika belum bisa secara sah maka dia akan menikahi secara siri dulu.


*****


Met malam genks...masih gantung ya😂😂 besok lanjut lagi ya kesayangan akoohhh🤗😍😘😘



__ADS_1



__ADS_2