Atas Nama Cinta

Atas Nama Cinta
Kalah


__ADS_3

Axel segera tiba dirumah sakit itu, dia mencari Linda diruangannya. Saat dia membuka pintunya nampak disana Linda dan dokter Pandu sedang membicarakan sesuatu. Axel sengaja berdehem agar mereka mengetahui kehadiran dirinya, merekapun langsung melihat ke arah pintu. Axel sedang berdiri disana dengan setelan kemeja dan dibalut dengan jaket kulit warna hitam.


"Tolong tinggalkan kami berdua" pinta Axel, Pandu melihat Linda seakan meminta jawaban darinya. Akhirnya Linda pun mengangguk.


"Aku akan kembali" ucapnya lalu dia berdiri dan berjalan keluar.


Axel menutup pintu dan dia menghampiri Linda pelan-pelan.


"Tolong cabut somasi istrimu Axel" Linda menutup wajahnya dengan kedua tangannya yang bertumpu diatas meja.


"Kenapa kamu bisa lalai Linda?"tanya Axel sambil memasukkan kedua tangannya disaku celananya sementara dia berdiri di samping Linda.


"Waktu itu keadaan darurat Axel, dia itu kan bukan pasien aku. Melihat istrimu yang sudah kesakitan dan banyaknya darah yang keluar mau tak mau aku harus menolongnya. Aku juga tidak menyangka jika sampai aku harus mengangkat rahimnya. Karena plasenta akreta yang menembus otot rahim harus dipisahkan dan tak ada jalan keluar saat itu. Aku lebih memilih menyelamatkan nyawa istrimu namun karena lengah aku sampai lupa meminta persetujuanmu" sesal Linda.


"Andai setelah Sc kamu meminta tanda tanganku pasti tidak akan begini kejadiannya, aku pasti akan menandatanganinya" jawab Axel.


"Aku sudah lelah Axel, aku tidak kepikiran lagi?"Linda mulai terisak.


Axel sedih melihatnya namun dia akan membiarkan masalah ini terjadi. Dia tidak akan menolong Linda saat ini, hanya seulas senyum mengembang dibibir merahnya.


"Sudahlah...kamu harus menghadapi masalah ini, aku hanya bisa memberimu semangat" Axel melepas tangan Linda yang menutupi wajahnya dan membenamkan wajahnya ke perutnya (karena posisi Axel berdiri sedangkan Linda duduk dikursinya) Linda menarik tubuhnya karena kesal Axel tidak mau membantunya.


"Lepaskan aku" dia terus berontak namun Axel semakin melebarkan senyumnya.


"Tenanglah...masih ada aku, Sky akan baik-baik saja. Besok aku akan membawa Sky ke kantor mommy, dia ingin bertemu Sky" ucap Axel. Namun perkataan Axel membuatnya semakin waspada, apa yang dipikirkannya akan menjadi kenyataan, dia akan merebut Sky dari tangannya dan membiarkan dirinya masuk penjara.


"Kamu licik Axel, ini semua pasti rencana kalian yang ingin menjauhkan aku dari anakku...iya kan?jawab Axel?kalian semua manusia rendahan, keluarlah....keluarlah sekarang Axel, aku tak membutuhkan bantuanmu. Percuma aku meminta belas kasihan dari kalian, karena ternyata ini semua ulah kalian" Linda sangat membenci Axel saat ini. Dia langsung berdiri dan membuka pintu ruangannya.


"Keluarlah...pintu sudah terbuka"ucapnya sambil memalingkan wajahnya, dia sudah enggan melihat Axel.


"Kamu mengusirku?"tanya Axel


"Hmmm..." hanya itu jawaban dari bibir Linda.


"Sayang...kamu akan sangat menyesal" ancam Axel.


"Aku tidak perduli, toh kamu sendiri tidak perduli padaku. Bilang pada istrimu aku siap menghadapi dia dipengadilan" Linda mencopot jasnya dan menggantungnya lalu dia keluar sambil membawa tasnya tanpa memperdulikan Axel lagi.

__ADS_1


"Yes...aku berhasil" ucapnya sambil tersenyum penuh kemenangan.


Axel tetap memperhatikan Linda dari jauh, taklama kemudian mobil Linda langsung meninggalkan halaman parkir itu.


Axelpun kembali ke kantor kakaknya. Dia langsung menemui pengacaranya dan membicarakan kasus yang sedang dihadapi oleh mantan kekasihnya itu. Sulit mencari jalan keluarnya karena memamg ada satu kesalahan yang telah dilanggarnya. Hanya ada satu jalan keluarnya yaitu Hilda harus menarik semua tuntutannya namun Axel yakin Hilda tak akan mau melakukannya karena memang dirinya sengaja mencari celah untuk menghancurkan Linda.


Hubungan Axel dan Linda mulai memburuk karena Linda menutup semua pintu untuk Axel bahkan dia menyuruh orang tuanya agar melindungi anaknya jangan sampai Axel menemuinya.


Kasus tersebut pada akhirnya sampai juga ke telinga Alma.


"Mommy jangan ikut campur atau menolong dokter itu karena dia pantas mendapatkan hukumannya. Kehancuran yang dia terima tidak sebanding dengan yang aku terima mom. dia bisa terbebas dari hukuman suatu hari nanti tetapi aku???apakah kalian bisa mengembalikan kembali rahimku yang telah hilang?"tanyanya gusar.


"Baiklah...tapi setidaknya kamu pikirkan anaknya Hilda, dia masih punya anak kecil dan baru masuk sekolah, tolong pikirkan itu kasihanilah dia" Alma


"Mom...aku juga sedih dengan diriku sendiri, sekarang aku tidak punya pekerjaan lagi, tugas aku hanya mengurus anak saja, aku setress mom dan akan lebih setress lagi jika Axel meninggalkanku karena aku sudah tidak bisa memberinya anak lagi mom" Hilda.


Mendengar ucapan Linda Alma nampak sedang menimbang-nimbang sesuatu.


"Pergilah ke kantor mommy, kamu bisa menggantikan mommy disana" akhirnya Alma buka suara


Mendengar ucapan Alma, rasanya bagaikan mendapat angin surga. Memang ini yang diinginkannya, memegang tampuk kepemimpinan ibu mertuanya.


"Laporanku sudah masuk pengadilan mom...tinggal tunggu waktu saja. Mungkin aku hanya bisa mengurangi tuntutanku saja padanya. Tunggu...mengapa mommy begitu peduli padanya?seharusnya mommy lebih membelaku bukan membelanya mom" Hilda nampak tak suka dengan cara ibu mertuanya memberikan pembelaan kepada Linda. Dia sudah menangkap gelagat ibu mertuanya yang tidak baik itu, menurutnya.


"Pasti ada sesuatu jika sampai ibu mertuanya memintanya untuk menarik tuntutan itu" bisik hatinya.


"Mommy hanya kasihan padanya lagipula mommy mengenal dia, dan mommy yakin jika dia tidak bermaksud untuk menyakiti dirimu Hilda" Alma


"Mommy tidak adil padaku" Hilda langsung pergi dari hadapan ibu mertuanya. Dia sangat sakit hati mendengar ucapan Alma, dia semakin membenci Linda. Pasti sebentar lagi suaminya akan membela wanita itu juga, sungguh ironis sekali nasibnya.


Alma memanggilnya namun Hilda tak mengindahkannya. Lebih baik dia masuk ke kamarnya dan mengurus anaknya.


Beruntung suaminya tidak memintanya untuk menarik tuntutannya. Dia bersyukur jika Axel mengerti keadaannya dan memberikan dukungan kepadanya. Selanjutnya dia hanya tinggal mempersiapkan sidang yang akan datang.


Alma memarahi Axel karena tidak mau membantu Linda dan menasehati istrinya. Namun Axel meyakinkan mommynya jika semua akan baik-baik saja.


Hari ini adalah hari persidangan dimulai, kedua belah pihak sudah sampai dipengadilan. Tampak Hilda dan pengacaranya juga Axel sudah tiba dipengadilan. Linda dan pengacaranya baru saja tiba. Kedua wanita cantik itu saling melemparkan tatapan kebencian. Linda tidak mau menatap Axel, baginya Axel sudah benar-benar mati dan lagi-lagi Axel berhasil mempermainkan perasaannya kembali. Sudahlah...dia akan terima semua nasibnya kini, dia sudah memasrahkan semuanya kepada Tuhan. Dia hanya berharap kebenaran akan selalu menang walaupun kecil harapannya.

__ADS_1


Waktu persidangan segera dimulai, hakim mempersilahkan lawyer penuntut untuk membacakan tuntutannya. Para lawyer itu pun saling beradu argumen, sebisa mungkin lawyer Linda membela client-nya namun rupanya nasib belum berpihak padanya.


Lawyer Hilda memenangkan kasus ini dengan telak. Linda diberi peringatan oleh hakim, apakah masih ingin melanjutkan sidang kembali dengan naik banding atau menerima keputusan ini.


"Kami akan naik banding yang mulia"jawab pengacaranya.


Namun Linda melambaikan tangannya dan menggeleng.


"Sudah cukup sampai disini saja yang mulia, jika memang saya bersalah saya siap menerima hukumannya" dia pun pasrah sudah. Dia tidak ingin menambah pengeluaran kembali untuk membayar pengacaranya. Percuma dia membayar mahal jika hasilnya nanti sama saja. Dia tahu Hilda lebih unggul darinya, Axel pasti sudah membayar mahal pengacaranya itu.


Hari ini juga Linda harus menjalani masa tahanannya.


"Membusuklah kamu dipenjara" ucap Hilda dengan sangat sinis.


"Terima kasih" hanya itu jawaban yang keluar dari mulut Linda.


Tampak pemilik rumah sakit dan beberapa dokter tampak mengerubungi Linda. Diam-diam Alma juga menyusup diantara mereka, dia hadir dipengadilan itu namun hanya menunggu dimobilnya. Saat sidang telah selesai barulah dia keluar dari mobilnya dan mencari Linda.


Dia sedih melihat hasil persidangan itu lalu dia pun segera menghampiri Linda. Betapa kagetnya Linda melihat kehadiran dirinya, Alma segera memeluknya dan menenangkannya.


"Kita akan melakukan banding" ucapnya.


"Mommy yang akan membiayai semuanya, apa kamu siap?"tanya Alma.


"Mommy akan mencari pengacara hebat untuk membelamu, kamu harus mau ya sayang" Alma mengelus rambut Linda.


"Terima kasih mom...tapi aku tidak mau berlarut-larut dengan masalah ini jika nanti hasilnya sama saja. Aku akan menjalani hukumanku mom, lagipula Axel tidak ada niat sedikitpun untuk membelaku, percuma saja aku melakukan pembelaan, karena orang yang aku harap bisa membelaku malah menjerumuskanku. Terima kasih mommy sudah memberikanku semangat" ucap Linda sedih.


*****


Met sore genks....happy reading




__ADS_1



__ADS_2