
Axel mondar-mandir mencari Linda, dia bertanya hampir kepada setiap orang yang ditemuinya. Bahkan Firda ikut membantu mencarinya.
"Tante beneran tidak melihat Linda?"tanya Axel khawatir.
"Benar Axel, terakhir tante melihat Linda saat diatas panggung, selanjutnya tante belum bertemu dia lagi. Tante sih baru saja bertemy dengan istri kamu. Haa!! atau jangan-jangan istrimu yang menculik Linda?" Firda mulai heboh dengan asumsinya. Dia sengaja melakukan hal ini karena rasa sebalnya kepada Hilda, biarin saja sekalian dia kena omel Axel si iblis kecil itu" begitulah Hilda membakar rasa amarah Axel.
"Kurang ajar, aku tidak akan mengampuninya jika dia benar-benar telah melakukan sesuatu kepada Linda" Axel nampak geram, alis matanya langsung bertaut, giginya bergemeretek sambil mengepalkan tangannya.
"Tante cari kesana, aku cari bagian sini" Axel berbagi tugas dengan Firda
"Rasain kamu iblis kecil" Firda rasanya ingin bersorak saat dia berhasil memprovokasi Axel. Padahal dia tidak tahu apakah Linda bertemu dengan Hilda atau tidak yang penting rasa kesalnya bisa tersalurkan.
Lelah sudah mereka mencari kemana-mana namun tak juga bertemu. Ditelpon pun percuma karena ponsel ada didalam tas Linda sedangkan tas itu berada ditangan Axel sekarang.
Sepertinya aku akan langsung pulang tan, ini pasti ada yang tidak beres. Anak buahku juga sudah mencarinya kemana-mana" Xel
"Ya sudah jika kamu ingin pulang sekarang, nanti info-info saja ya ke tante, kita harus saling bantu ok?" Firda
"Tante balik ke dalam lagi ya...bye" Firda berpamitan kepada Axel.
"Oke tan" Axel masih saja celingukan mencari Linda kemana-mana, dia sangat mengkhawatirkannya. Apalagi saat Firda mengatakan jika dia melihat Hilda, ada kemungkinan jika Hilda akan mencuci otak wanitanya itu.
Ditengah jalan justru dia malah bertemu dengan hilda tanpa sengaja.
"Axel..." panggilnya namun Axel hanya menoleh sebentar saja.
"Axel..." dia mengulangi panggilannya.
"Ada apa?aku sudah tidak punya urusan lagi denganmu, menjauhlah dari hadapanku" usir Axel dengan sadis hingga membuat Hilda down.
"Kita belum ketok palu Xel, kenapa kamu memperlakukan aku seperti ini?"tanyanya sedih.
"Terserah apa katamu yang jelas kita sudah bercerai dan aku sudah memberimu talak 3" ucapnya serius.
__ADS_1
"Kamu kejam Xel...aku terima jika memang kamu ingin menikah lagi asal jangan kamu ceraikan aku" pintanya
"Aku bukan pria yang suka berbagi...minggir jangan menghalangi jalanku" Axel mendorong kesamping tubuh molek Hilda yang telah menghalangi langkahnya itu.
"Axeelll....gilaaaa" umpatnya marah namun Axel tidak menghiraukannya tiba-tiba dia ingat sesuatu dan berbalik lagi ke arah Hilda
"Dimana Linda?"tanyanya
Hilda kaget namun dia segera menutupinya
"Aku...aku tidak tahu mana aku tahu jika dia datang juga kemari" jawabnya sambil menggedikkan bahunya.
"Awas kalau sampai kamu berbohong, aku benar-benar akan melemparmu ke jalanan" ancam Axel serius. Hilda kaget mendengar ancaman dari orang yang pernah sangat-sangat mencintainya itu. Ilmu apa yang sudah Linda pelajari hingga Axel bisa melupakan dirinya secepat itu. Mendapat perlakuan dari Axel yang seperti itu semakin dia membulatkan tekadnya untuk memisahkan mereka berdua.
Dengan tergesa-gesa Axel segera pergi ke parkiran mobil dan menjalankan mobilnya dengan sangat lambat dengan harapan bisa bertemu Linda ditengah jalan. Namun semuanya nihil dia tidak menemukan Linda dimana-mana bahkan sampai dihotelpun dia tidak menemukan wanitanya. Axel sangat putus asa, kemana lagi dia harus mencari Linda?? pikirannya sangat kalut ditambah lagi tak ada kabar dari tante Firda, dengan tak sabaran akhirnya dia menyetir kembali mobilnya menuju pusat kota dimana acara itu sedang berlangsung.
Dia mengutus anak buahnya untuk mencari kembali gadisnya disana namun laporannya tetap nihil, dengan perasaan gundah dia pun kembali meninggalkan tempat itu tanpa melihat dibelakang ada seseorang yang tengah berlari mengejarnya.
"Axel....Axel...tunggu...tunggu" teriaknya sambil melambai-lambaikan tangannya. Karena berlari sambil mengenakan high heels-nya membuat Linda oleng dan terjatuh. Dia berteriak minta tolong sambil memijati kakinya.
"Bagaimana aku akan pulang?jika aku tak memiliki uang sedangkan tas aku ada pada Axel...puuhhh...nasib...nasib"Linda berjalan dengan gontai menyusuri trotoar itu sambil memegangi kakinya.
Axel sepertinya ingin memastikan sekali lagi, dia pun memutar balik mobilnya menuju gedung itu namun ditengah jalan dia melihat seorang wanita sedang berjalan tanpa alas kaki sambil memegangi kakinya. Dia pun menajamkan pandangannya, betapa kagetnya dia begitu wanita itu.
"Lindaaaaa..." dia segera menghentikan mobilnya saat itu juga dan langsung membuka pintunya dia berlari menghampiri wanita itu. Begitu mendapati wanitanya dia langsung memeluknya dengan sangat erat.
"Kamu kemana saja?apa yang sudah terjadi sayang?kenapa kamu sampai seperti ini?" tanyanya sambil meneliti wajah dan tubuh wanitanya.
"kenapa kakimu sayang?" Axel langsung bersimpuh dan memegang kaki itu.
"Kakiku keseleo Axel dan itu karena dirimu, aku mencarimu kemana-mana dari tadi, aku sudah menunggu diparkiran lebih dari setengah jam, aku keluar masuk gedung mencari dirimu, tetapi tidak ada, begitu aku melihat mobilmu aku mengejarmu sampai-sampai kakiku terkilir, sakit tau" ucapnya sambil meringis karena Axel mengurut-urut dengan lembut kakinya yang terkilir itu.
"Tahan ya..tahan ya" tiba-tiba 'kreek'...aaauuwwwwwww" Linda menjerit histeris saat Axel berusaha meluruskan urat kakinya yang terkilir.
"Coba tapakkan sekarang" ucapnya lalu dia meletakkan kaki Linda ke aspal dan menyuruhnya berjalan.
__ADS_1
"Bagaimana rasanya?sudah lebih baikkah?"tanyanya
Awalnya Linda tidak yakin jika bisa berjalan dengan baik tetapi dia berusaha melangkahkan kakinya.
"Alhamdulillah...sudah lebih baik Xel" Linda terus berjalan agar kakinya bisa kembali normal.
Axel mengangguk-angguk melihat Linda berjalan dengan cepat dia mengangkat tubuh Linda dengan kedua tangannya dan menggendongnya.
"Cukup latihannya, besok akan aku carikan tukang pijat terbaik untukmu" ucap Axel sambil membawa Linda masuk ke dalam mobilnya dan memakaikan seatbeltnya.
"Jangan terlalu berlebihan memperhatikanku Xel, aku tidak ingin punya hutang budi kepadamu" Linda
"Kamu diam-diam saja biarkan aku yang mengurusmu mulai sekarang. Besok aku ingin menemui papamu, aku akan minta maaf dan juga meminta restunya karena aku ingin kembali menjalani hubungan dengan putrinya. Setelah surat cerai terbit aku akan langsung menikahimu" Axel melihat Linda sambil tersenyum, dia sudah membayangkan hari-hari indah bersama keluarga kecil mereka.
"Jangan terlalu banyak berharap Xel, aku belum tentu mau menerima kamu dan papaku?kamu taukan seperti apa dia membencimu?kamu tidak akan mudah menaklukan dia" ucapan Linda langsung menghapus senyum dibibir Axel. Dia tidak menyangka ternyata masih ada tahapan yang harus dilaluinya dan sepertinya itu tidak mudah. Dia harus memutar otak untuk mengambil hati calon mertuanya. Jika dulu mereka bisa akrab maka seharusnya sekarang mereka bisa lebih akrab lagi. Apa dia harus menurunkan daddynya untuk menghadapi ayah Linda?ooww...tentu tidak, dia bukan anak mama yang cengeng. Karena kesalahannya maka dia yang harus maju menaklukan hati calon mertuanya itu.
"Tenang sayang...aku akan hadapi papamu, aku tidak perduli jika dia sampai membunuhku yang jelas aku sudah berniat baik kepadamu, meminta baik-baik dirimu untukku" Axel
"Berusahalah...karena aku akan menuruti apa kata papaku Xel, jika dia tetap tidak bisa menerimamu maka kamu harus terima keputusannya dengan lapang dada" Linda.
Ucapan Linda semakin menambah amunisi Axel untuk segera bertemu dengan papanya.Dia harus memenangkan pertarungan ini demi Sky dan demi wanita yang sudah rela melahirkan dan merawat anaknya dengan baik. Ya dia harus memenangkan pertarungan ini melawan dokter Pandu.
"Pasti...aku akan memenangkan perang ini sayang, jangan lupa terus beri aku doa untuk menghadapi papamu" Axel menarik kepala Linda ke dadanya dan mencium rambutnya yang sudah berantakan itu.
"Aku sayang kalian" ucapnya sambil menarik dagu Linda dan menciumnya.
"Kita pulang...besok kita pergi kerumah papamu" ajak Axel dan Linda mengangguk.
"Kamu sayang aku kan bukan sayang dokter itu?"tanyanya lagi mulai khawatir.
"Aku sayang pria yang akan menjadi suamiku" jawab Linda yang membuat kepala Axel menjadi pusing tiba-tiba
******
Met siang genk....jadwal berantakan hehehe mohon maklum my bestie2 ku😘😘😂😂
__ADS_1