
Serangan Axel yang membabi buta membuat Linda kewalahan. Tangan Axel perlahan-lahan mulai melucuti pakaian Linda. Dia membuka dengan paksa pakaian itu hingga meninggalkan bra berwarna merah. Tubuh Linda yang putih bening itu seakan begitu menggoda Axel. Dia memandangi dan mengagumi tubuh itu, dengan penuh kelembutan tangan itu membelai kulit Linda yang terbuka. Axel pun segera membuka kancing kemejanya sementara bibirnya tetap saja dengan rakus melumati bibir Linda hingga membuat Linda sedikit sulit bernafas. Axel hanya memberi jeda sedikit untuk Linda menghirup udara karena dia segera menyerang kembali bibir mungil nan seksi itu.
Percuma saja Linda melawan karena Axel semakin semangat menggelutinya. Tangan kokoh itu menyelinap ke punggung Linda dan membuka tali bra itu. Axel segera mencopot tali itu dan membenamkan wajahnya dikedua bukit kenyal milik Linda.
Linda melenguh saat jari-jari itu mempermainkan puncaknya. Bukan hanya dengan jari tetapi lidah dan bibir Axel pun menyapu bukit itu sampai ke ujungnya. Linda pasrah saat tenaganya sudah terkuras menahan serangan Axel. Dia membiarkan sebagian tubuhnya dinikmati oleh pria yang paling di sayang dan juga dibencinya sekaligus.
Bibir dan lidah Axel bergantian menikmati puncak bukit itu sementara sebelah tangannya memainkan dan mere**s bukit hingga ke ujungnya.
Kedua insan itu begitu dilanda gairah, Axel benar-benar gila dan begitu menginginkan wanita itu. Tak ada se inci-pun tubuh Linda yang lepas dari sentuhannya. Tiba-tiba ponsel Axel berdering, dia mengabaikannya. Sekali, dua kali dibiarkannya..begitu dering yang kesekian kalinya barulah dia mengambil handphone itu. Axel berdiri dengan dengkul sebagai tumpuan, sambil bertolak pinggang dia menerima panggilan itu. Wajah Axel memerah karena gairah yang belum tersalurkan Linda menutupi tubuh bagian atasnya dengan salimut, namun Axel membuang selimut itu, Linda pun mengambil bantal untuk menutupi setengah tubuh telanjangnya itu.
"Iya mom" nafas Axel sedikit memburu.
"Kamu dimana?"tanya mommy
"Aku...aku sedang diluar mom ada apa?" Axel
"Pulanglah Xel...istrimu mabuk, seseorang baru saja mengantarnya" mommy
"What!! dasar wanita liar, baiklah aku akan segera pulang" Axel langsung mematikan ponselnya tanpa menunggu jawaban lagi dari mommy Al.
Axel membuang bantal yang menutupi tubuh indah itu, dia melihat Linda dari ujung rambut sampai ujung kaki, kemudian dia mencium perut wanita itu.
"Aku pulang dulu sayang" dengan nafas masih setengah memburu Axel mencium kening wanita tercintanya.
"Ada apa?" tanyanya.
Axel mengambil pakaian Linda yang berserakan dan memakaikannya kembali.
"Hilda mabuk" jawabnya singkat.
"Mabuk?tapi kenapa?" Linda
"Entahlah" Axel mengangkat bahunya.
"Apa dia depresi?apa ini berkaitan dengan rahimnya kembali?" tanya Linda penasaran.
"Pertanyaanmu seperti polisi sayang, aku belum pulang jadi aku tidak tahu apa-apa...cup.." lagi-lagi Axel mencium bibir mungil itu.
"Maaf Axel...aku tidak bisa menyelamatkan rahim istrimu. Dari goresan yang ada sepertinya istrimu pernah melakukan aborsi, apakah kalian pernah menggugurkan bayi kalian?"tanya Linda.
"WTH....sayang aku tidak pernah tahu tentang hal itu tetapi aku akan mencari tahu nanti. Aku salah menilai jika benar dia pernah melakukan hal keji seperti itu" Axel.
__ADS_1
"Pulanglah...jaga istrimu dengan baik" Linda.
"Kamulah yang aku inginkan sayang" Axel memakai kemejanya kembali dan mengambil jaket kulitnya.
"Pakaianmu sudah aku siapkan semua, lusa kita berangkat ke Eropa" Axel mengeluarkan black card-nya dan memberikannya kepada Linda.
"Pakailah ini untuk semua kebutuhanmu" ucapnya
"Untuk apa Axel? aku tidak memerlukannya" Linda.
"Sayang, kamu itu tanggung jawabku...biarkan aku melakukan kewajibanku terhadapmu"
"Tapi...aku bukan siapa-siapamu Ax...." belum selesai Linda mengucapkannya, Axel langsung menutup bibirnya dengan jari tangannya.
"Sssttt....diamlah" Axel masih meletakkan jarinya di bibir Linda.
"Aku pulang dulu ya, besok aku akan menemanimu seharian disini...cup..cup" Axel mencium pipi Linda kanan dan kiri.
"Satu lagi" ucapnya, dengan cepat dia ******* bibir itu.
"Aku mencintaimu" bisiknya ditelinga Linda lalu mencium telinga itu.
"Jangan pernah bukakan pintu untuk siapapun, ingat pesanku" Axel menatap lekat-lekat wanitanya, seolah-olah dia berat untuk meninggalkannya sendiri.
"Jangan keluar, jika butuh sesuatu katakan padaku" ucapnya posesif.
"Axel.. jangan perlakukan aku seperti tahanan, aku juga butuh udara segar diluar sana" Linda
"Pokoknya kamu tidak boleh keluar sendiri, itu bisa membahayakanmu, ingat anak buah Hilda ada dimana-mana, dia bisa menangkapmu kapan saja" ucapnya menakut-nakuti Linda, padahal yang ada anak buah Axel siap memantau dan melaporkannya. Mendengar ucapan Axel membuat nyali Linda menjadi ciut kembali.
"Ya Tuhan...menakutkan sekali" wajah polos dan ketakutan Linda membuat Axel ingin tertawa seketika.
"Jaga diri baik-baik...aku pulang" Axel melepaskan tangan Linda mencium keningnya sekali lagi. Dia pun pergi pulang kerumah orang tuanya.
Dia tidak habis pikir dengan kelakuan baru istrinya, bisa-bisanya dia pulang dalam keadaan mabuk seperti ini.
"Tadi ada wanita yang membawa dia pulang dalam keadaan begini Axel" mommy
"Aku heran sama Hilda, kejahatannya semakin merajalela saja. Dia sudah menjebloskan Linda kepenjara terus sekarang dia mabok karena merasa sudah menang gitu? lihat aja aku akan membebaskan Linda aku akan naik banding, suamiku geram kepadanya mom. Aku jadi serba salahkan! antara suami dan kakak ipar" ucap Queen.
"Kamu jangan ungkit-ungkit masalah Linda Queen, aku akan menanganinya" Axel.
__ADS_1
"Menangani bagaimana, jelas-jelas kalian yang sudah memasukkan Linda" Queen nampak marah kepada Axel.
"Iya...mommy juga tidak setuju dengan perbuatanmu Axel. Bukannya menasehati istrimu malah kalian berdua bersekongkol menjahati dokter itu" Alma menambahkan dan membuat Queen ikut-ikutan memarahi Axel.
"Mom, Queen...percayalah aku tidak akan melakukan kejahatan apalagi dengan ibu dari anakku sendiri" Axel
"Ciihh...ibu??nikahin nggak tau-tau bikin anak, tuh gara-gara kelakuan kamu yang menghambat hubunganku dengan dokter Frans, untung saja sekarang dia sudah jinak" Queen
"Mommy akan mencari pengacara terhebat untuk melawan kalian, kamu tidak mikir bagaimana nasib anakmu tanpa ibunya Axel?" mommy memasang wajah jutek menghadapi Axel.
"Jangan mengungkit masalah itu lagi mom, Queen...aku sengaja membantu Hilda memasukkan Linda ke penjara, karena aku ingin dia melanjutkan kembali studinya keluar negeri. Bukan aku memasukkannya ke sel penjara, tetapi aku tetap akan menawannya ke penjaraku sendiri. Jika dia nekat menjalin hubungan dengan pria lain selain diriku maka aku akan menghamilinya lagi" Axel
Ucapan Axel membuat dirinya digebuki oleh mommy dan adik kembarannya sendiri.
"Abang gila" Queen
"Bocah edan...awas kamu berani berbuat dosa lagi" ancam Alma
"Aku...aku serius ingin menikahinya mom, daddy sudah mendukungku hanya saja Linda yang masih menolaknya" Axel.
"Iyalah...siapa juga yang mau jadi istri ke dua, aku saja gak mau, apalagi masih ada si Hilda...yang ada Linda dibuat bonyok terus sama Hilda." Queen.
"Ada aku Queen" Axel.
"Aku tahu jika kalian menikah nanti maka kamu gak akan bisa berbuat adil Axel, aku tahu kamu akan berada disisi Linda terus dan mengabaikan Hilda. Itu akan memicu kecemburuan Hilda dan menjadi alasan untuk menyakitinya" Queen
"Dia ternyata masih berhubungan dengan pria itu" ucap Axel.
"Tio...aku tahu pria itu dan aku mengenalnya tetapi aku tidak pernah bercakap-cakap dengannya. Jika memang dia masih menginginkannya, silahkan ambillah aku tinggal mengurus surat-surat perceraian saja" Axel
"Aku yakin dia tidak akan melepasmu Axel" Queen
"Rumah tangga kami juga sudah tidak bisa dipertahankan lagi mom, jika dia tidak bisa membawa dirinya sendiri" Axel.
"Uruslah dulu istrimu Axel, mommy akan mengurus daddy, ayo Queen kita pergi"Alma menarik tangan putrinya dan pergi ke kamar mereka masing-masing.
Axel segera masuk ke dalam kamarnya, dia melihat istrinya sedang tidur dan merancau tidak jelas. Axel membuka pakaian istrinya dan bermaksud menggantikannya, seketika dia memalingkan wajahnya. Dia tidak jadi membuka pakaian Hilda saat melihat beberapa cupangan ditubuh istrinya. Sangat menjijikan melihatnya, dia baru saja mencupangi tubuh Linda tetapi sekarang istrinya dicupangi oleh orang lain, ka au...kaaccaauuu semuanya.
****
Met pagi genks...met aktivitas dan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankannya🤗 kita lanjut lagi nanti malam
__ADS_1