
"Maaf Pandu aku tidak dapat menerima lamaran mu" ucap Linda sambil menatap sedih mata Pandu.
Pandu tidak dapat menahan rasa kecewa yang sudah Linda torehkan. Sesungguhnya dia menyadari jika saingannya sangatlah berat tapi dia tetap nekad ingin menikahi Linda karena rasa sayang nya.
Dada Pandu begitu bergemuruh, dia hanya bisa menunduk saat ini sambil menautkan kedua tangannya berusaha untuk tegar. Kemaren adalah hari yang paling berbahagia untuknya saat ayah Linda menjanjikannya bahwa putrinya hanya akan menikah dengan dirinya dan bukan dengan rivalnya.
Namun apalah daya, janji tinggallah janji saat yang punya diri menolak dirinya dengan tegas.
"Apakah karena Aku hanya seorang dokter dan kamu lebih memilih dia Lin?" tanya Pandu dengan getir.
Linda merasa tak enak hati mendengar perkataan Pandu namun kenyataanya adalah dia memang benar-benar mencintai Axel.
Linda mengambil nafas dalam-dalam dan berkata dengan perlahan.
"Maaf Pandu, aku tidak bermaksud menyakitimu. Bagiku uang bisa dicari tetapi cinta tidak bisa dibeli oleh apa pun. Bukan karena Axel kaya lalu aku memilih dia, bukan itu Pandu. Seandainya Axel hanya pegawai biasa aku pun tetap akan menerimanya. Anakku dan diriku membutuhkan dirinya jadi tolong jangan halangi kebahagiaan kami dan aku mohon jangan berkata apapun pada ayahku, tariklah ucapanmu untuk menikahi aku karena aku hanya akan menikah dengan Axel" Linda berkata penuh ketegasan.
Pandu tidak dapat menahan emosi hatinya, dia hanya bisa mengacak-acak rambutnya sambil memejamkan matanya.
"Mengapa dunia selalu tidak adil untukku" ratapnya penuh emosi.
Dia segera berdiri mengambil posisi dan saat ini, ingin sekali dia menghajar wanita cantik itu. Seakan dia tidak rela jika wanita dihadapannya mengabaikan dirinya dan lebih memilih pria arogan itu.
Linda sedikit memundurkan kursinya, dia takut jikalau tiba-tiba saja Pandu menghajarnya.
"Selamat Dokter Linda, semoga hubungan kalian bisa langgeng" tiba-tiba saja Pandu menyodorkan tangannya dan memberinya ucapan selamat.
Linda sedikit kaget, dia pun reflek langsung berdiri dan segera menjabat tangan itu.
"Terima kasih Dokter semoga kamu bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dari aku" ucapnya tulus.
Namun dengan tiba-tiba Pandu langsung menarik Dokter Linda dan mendekapnya. Linda berusaha berontak sekuat tenaga.
"Tetaplah seperti ini Dokter, hanya se bentar saja" Pandu mendekap tubuh itu dengan erat seakan dia tidak akan pernah melepaskannya walau hanya sesaat.
Linda mematung, otak dan pikirannya menjadi tak singkron. Tubuhnya menolak tetapi hatinya mengatakan tak mengapa dia dipeluk seperti ini hitung-hitung sebagai ucapan perpisahan.
Dia pun menepuk-nepuk punggung Pandu guna menenangkannya. Namun sayang disaat yang bersamaan seseorang memasuki ruangan itu.
Dengan wajah amarah dan muka memerah, Axel langsung menarik kerah jas Dokter Pandu dan langsung melemparnya ke tembok. Karena gerakan yang tiba-tiba tubuh Pandu hilang keseimbangan dan langsung menghantam tembok.
__ADS_1
Bruukk...."Aahhh...." dia meringis kesakitan.
"Manusia laknat, berani-beraninya kamu menyentuh tubuh istriku" semprot Axel dan dia langsung menghampiri Pandu, namun Linda segera menarik tangannya sambil menggelengkan kepalanya.
"Tenanglah Axel, semua tidak seperti yang kamu pikirkan, Pandu hanya ingin mengucapkan salam perpisahan, itu saja" Linda membela Pandu sebisa mungkin tanpa harus melukai perasaan Axel.
"Tapi aku tidak suka melihat dia memelukmu" pandangan Axel menyiratkan aura kemarahan saat menatap Linda hingga membuat Linda bergidik ngeri.
Pandu segera menghampiri Axel dan merapikan pakaiannya kembali setelah tubuhnya menghantam tembok, walau rasa linu menyergap tubuhnya namun dia berusaha tetap tegar.
"Axel, aku hanya mengucapkan salam perpisahan saja dan tidak ada maksud apapun kepadanya. Aku akan mengundurkan diri dan tidak akan menjadi penghalang bagimu untuk meraih kebahagiaan" terdengar ucapan yang tulus dari mulut Dokter Pandu.
"Aku tidak perduli pada ucapan mu, tanpa kamu mengundurkan diripun aku akan tetap menikahinya. Jangan sombong kamu, jangan pernah berfikir kalau aku berhasil menikahinya itu karena kamu mengundurkan diri...cciiihh"
Pandu menundukkan wajahnya, namun dia tetap tegar saat memandang dua manusia dihadapannya.
"Aku pamit dulu Dokter Linda, aku pamit juga Axel, semoga kalian bahagia" ucapnya lalu beranjak meninggalkan tempat itu.
"Heii...tunggu" teriak Axel hingga membuat Pandu memutar kembali tubuhnya.
"Maaf?" tanya nya bingung
"Ambil kembali bunga itu, letakkan diruanganmu karena Dokter Linda hanya boleh menerima bunga atau apapun itu dariku saja. Aku sudah membawakan bunga yang seribu kali lebih bagus dari milikmu" ucapnya dengan nada mengejek
Axel segera menatap dengan tajam ke arah Linda sepeninggal Pandu. Dengan cepat Linda melengos dan menundukkan wajahnya tak berani menatap mata Axel. Dia segera membuka agenda kerjanya.
Dengan cepat Axel menutup kembali agenda itu dan menarik dagu Linda agar menatap ke arahnya, mata mereka akhirnya bertemu.
Ingin sekali dia memarahi wanitanya namun dia tidak dapat berbuat apa-apa saat mata indah itu mengerjap dengan lucu. Pandangannya lalu turun ke bibir ranum itu dan tatapan Axel terkunci disana.
"Kenapa kamu tidak berani menatap ke arahku?" tanyanya sambil mengusap bibir itu dengan ibu jarinya.
"Aku....aku tidak suka kekerasan Axel. Kenapa kamu tidak bertanya terlebih dahulu kepadaku?" Linda menutup bibirnya rapat-rapat sambil cemberut.
"Bagus....jadi kamu menyalahkan ku putri?"
"Bukan begitu Axel, sikap kasarmu membuatku takut. Aku harus berfikir dua kali jika ingin menikah denganmu, bisa-bisa kamu kdrt-in aku"
"Sayang....aku tidak pernah berfikir seperti itu apalagi sampai main tangan dengan ibu dari anakku...tidak...tidak...aku tidak seperti itu. Kamu tau kan betapa aku mencintaimu?" Axel melemah, dia menangkup wajah itu dengan kedua tangannya dan pandangannya mulai meredup seolah minta dikasihani.
__ADS_1
Linda menarik wajahnya dan mulai membuka kembali agenda kerjanya.
"Katakan ada apa kamu kemari?"
"Aku...aku...ya tentu saja aku ingin menemuimu, apalagi?" sambil mengangkat bahunya.
"Aku sedang kerja Axel, jangan sering-sering menemui ku di jam kerja, aku bisa dipecat nanti"
"Aku setuju, sudah waktunya kamu hanya mengurus diriku dan anak-anak kita" ucapnya sambil mengangkat-angkat ke dua alisnya. Linda mendecih mendengar perkataan Axel.
"Dengar sayang, aku membawa kabar baik, besok keluargaku akan kerumahmu. Itu lah alasan aku menemuimu saat ini"
Mendengar perkataan Axel membuat wajah Linda merona seketika.
"Aku tau, aku telah membuatmu merasa senang hari ini. Cepat berikan aku kecupan sekarang" Axel menatap mesum sambil membelai-belai pipinya sendiri.
Melihat kemesuman kekasihnya Linda segera mengambil kotak tissue dan melemparnya ke arah Axel.
"Dasar nakal, mesum pula" hardik nya
Axel tersenyum dan segera mengambil tempat tissue lalu meletakkanya di tempat semula.
Dia tidak melepaskan kesempatan itu, saat berjalan dibelakang Linda. Dengan cepat dia memeluknya dari belakang lalu menengadahkan wajah Linda dan menciumnya dengan sangat dalam.
Met malam genk...baru sempet up bestie, maaf kalau banyak typo... ðŸ¤
byeee...

Nunggu tamat dulu ya genk, baru garap yang ini.
__ADS_1
Bikin cover aja dulu, nanti baru nulis ceritanya.
Jangan lupa mampir di IG Taroe75