
"Cuma satu kata saja Frans 'Sabar'" goda Irvan.
"Resiko nikah sama anak sultan ya begitu" Tambah Irvan lagi memanasi hati Frans.
"Bagitu bagaimana?" tanya Frans
"Kudu sabar...stok kesabaran lo harus unlimited" Irvan
"Ckk....gak bisa, gue gak mau diremehin selagi mau gue didik dia harus nurut, kalau dia membangkang gue kasih surat tilang" ancam Frans
"Hahaha...gile lo, ntar aja nyesel" Irvan
"Gue lebih suka sakit duluan ketimbang sakit belakangan" balas Frans.
"Ya ya ya....gue percaya sama lo" Irvan menepuk-nepuk bahu sahabatnya itu.
Hati Queen masih melow karena belum bertemu suaminya dari semalam, pun puluhan sms dan telpon tidak diresponnya sama sekali.
"Manusia batu" ocehnya.
"Gak tau apa hati gue gak karuan? Kenapa kamu begitu nyebelin sih suamiku?ayo pulang yang....aku kangen nih" Queen terus saja berbicara sendiri. Bisa gila dia jika begini terus.
Queen segera memarkirkan mobilnya begitu tiba dikampus. Dia menyenderkan punggungnya dikursi pengemudi, setelah mengambil nafas beberapa kali dia menghembuskannya dengan kasar. Ternyata bisa segila ini di cuekin sama suami sendiri.
"Pokoknya gue gak bisa begini terus, laki gue harus balik gimanapun caranya" ucapnya sambil menyipitkan matanya setelah lelah berfikir
"Gue gak bisa konsentrasi kuliah hari ini" dia pun segera mengambil tasnya dan keluar dari mobilnya.
Baru beberapa langkah berjalan menuju koridor kampus, seseorang telah menarik tangannya dengan paksa.
"Sekarang beri penjelasan ke gue sekarang Queen!!" serang Dinda tiba-tiba.
"Iih...apaan sih Din? Sabar dikit napa, gue baru nyampe tau" Queen merengut kesal, dia baru sadar jika hal ini akan terjadi. Tapi mau bagaimana lagi dia harus memberikan penjelasan ini kepada sahabatnya itu. Mau tidak mau dia pasti akan menerima makian dan kebencian sahabatnya itu
"Maaf" cuma itu yang keluar dari mulut Queen.
__ADS_1
"Kaga bisa, gue kaga terima permintaan maaf lo. Gara-gara elo hati abang gue hancur berkeping-keping. Semalam gue lihat mata dia merah dan sepertinya dia habis menangis. Kenapa elo memberikan dia harapan jika ternyata elo adalah istri orang? Gue benci sama elo Queen, benci banget dan gue gak nyangka sahabat gue sendiri yang menghancurkan hati gue dan abang gue" Dinda meluapkan semua amarahnya, kalau bisa dia ingin sekali menelan Queen mentah-mentah dan menjadikannya makanan buaya.
"Dinda, gue gak pernah memberikan sesuatu yang berlebihan kepada abang lo, dan kita memang murni berteman, gue minta maaf jika semua sikap dan perbuatan gue disalah artikan sama Andre, sungguh gue hanya menganggap dia sahabat dan gak lebih dari itu. Lagipula abang lo gak pernah tanya status gue. Apa gue sudah punya pacar, apa gue sudah punya suami, kalian kan gak pernah tanya apa-apa ke gue" Queen menerima semua kesalahannya dan berusaha membela diri namum tetap saja semua alibinya dibantah oleh Dinda.
"Makanya kalau sudah punya laki jangan suka tebar pesona, kesana-sini mau dasar wanita murahan. Gue gak nyangka sahabat gue penuh tipu daya" Dinda masih saja nyerocos mulutnya kaya petasan banting, bikin hati Queen panas juga pada akhirnya.
"Terus mau lo apa sekarang?" tantang Queen.
"Mau gue tuh simpel, jangan nyakitin hati abang gue...beres.." ucapnya.
"Gila...gak mungkinlah, gue udah punya suami dan suami gue itu sangat berarti dalam hidup gue. Saat ini gue lagi terpuruk, tolong jangan nambahin masalah lagi sama gue Din" pinta Queen
"Memang apa masalah lo? Bukan elo doang yang punya masalah, tapi elo adalah sumber masalahnya" protes Dinda.
"Diamlah Adinda, aku sedang lelah...aku capek, jangan bahas masalah ini sekarang. Aku harus meluruskan masalahku dengan suamiku dulu" Queen berkata dengan nada memohon.
"Ya Tuhan Adinda, jahat banget sih kamu. Aku sudah mengaku salah, sudah diam dan jangan membuatku emosi" Queen menggeretakkan giginya, dia kesal dengan omongan Adinda apalagi sampai menyumpahi dirinya. Dia bisa lebih ganas kalau sudah marah dan bisa saja dia langsung melempar Adinda namun dia masih bisa menahannya.
Mendengar ada suara ribut-ribut di lorong kelas membuat telinga beberapa mahasiswa tergelitik dan melangkahkan kakinya mencari sumber keributan itu.
Melihat situasi sudah mulai tidak kondusif lagi akhirnya Queen memilih pergi dari sana dan tidak menghiraukan ocehan Adinda. Yang terakhir dia dengar adalah suara sorakan dari para mahasiswa itu yang tidak tahu duduk permasalahannya namun memilih memihak pada Adinda.
"Adinda sialan...awas lo gue bales nanti" Queen sangat kesal dengan perlakuan Adinda saat ini. Dia akan melupakan jika Adinda adalah salah satu sahabatnya.
Akhirnya dia meninggalkan kampus itu, hatinya sedang tidak baik-baik saja. Masalah dengan suaminya belum selesai tapi sudah ada masalah baru lagi.
Dia pun melajukan mobilnya menuju sebuah club mobil mewah saat ini. Dia ingin melihat-lihat mobil keluaran terbaru dan juga anak-anak clubnya.
__ADS_1
Berbagai warna dan aneka model mobil Ferrari F8 berderet disana. Mobil dengan harga yang sangat fantastis yang tak bisa dimiliki oleh sembarang orang, mengingat harga terendahnya saja mencapai sekitar 4.6m. Pria-pria tampan dan muda dengan gaya busana yang trendy tampak sedang berkerubung kemungkinan mereka sedang membahas tentang interior dan kelemahan serta keunggulan dari supercar itu.
Queen berjalan mengitari mobil-mobil ceper itu sambil memegang segelas cappucino latte-nya. Pandangannya terhenti saat dia melihat sosok yang tak asing lagi diantara kerumunan orang-orang itu.
"Suami? Itu laki gue kan?" Queen memicingkan matanya, menatap lekat-lekat agar tak salah orang.
Tampak Frans sedang berada diantara kerumunan orang-orang itu dengan senyum khasnya yang menawan sehingga membuat beberapa gadis dengan pakaian mini dan seronoknya tertawa.
Queen menjadi sangat kesal melihat pemandangan itu. Bisa-bisanya suaminya membuat para wanita penghuni neraka itu tertawa bahagia. Sedangkan dia saja dirumah tanpa senyum apalagi semenjak kasus telpon salah angkatnya itu. Benar-benar sangat menyebalkan suaminya itu.
Queen melihat penampilannya sendiri yang hanya berkaus dan bercelana jeans saja dan sepatu andalannya sneaker, pasti akan jadi bahan tertawaan mereka semua. Tapi masa bodohlah daripada suaminya nanti diculik kuntilanak kota mending dia langsung menghampiri suaminya saja.
"Tapi tunggu dulu, tampang bule gue gak akan membuat gue rendah dihadapan mereka. Biar gaya gue kucel tapi rekening gue sultan...wkwkwk" demikianlah Queen meyakinkan dirinya sendiri menghampiri suaminya yang selalu stylish dan modis.
"Hallo semua" sapanya manis hingga membuat semua orang menatap ke arah dirinya. Sadar dirinya menjadi pusat perhatian, dia segera menjentikkan jarinya dan menunjuk ke arah Frans.
"You" tunjuknya
Frans kaget melihat istrinya ada disini, setahu dia istrinya sedang berada dikampus namun tiba-tiba saja dia ada di club ini.
Semua orang langsung menatap Frans, seakan mengatakan ada gadis gila yang menginginkan pria tampan itu.
"Ku rasa kamu salah tempat girl" ucap salah seorang gadis diantara mereka.
"Hmmm...." Queen menatap suaminya seolah meminta penjelasan. Frans mengerti reaksi itu namun dia sengaja berpura-pura bodoh.
"Dia temanku" jawabnya acuh yang membuat Queen langsung meradang.
__ADS_1
Met malam genks...maaf emak gak up beberapa hari ini soale masih ngurus sekolah bocil yang bikin puziiingg😩😩