Atas Nama Cinta

Atas Nama Cinta
60


__ADS_3

Galuh berjalan menyusuri koridor kantor saat di depan pintu darurat dia diseret masuk dalam bekapan. Turun ke bawah hingga ke sudut temaramnya.


Karena tim mereka lembur, Galuh memberontak terhadap cekalan nya dan bersiap teriak. Saat mata mereka bertemu, senyuman manis terbit di wajahnya yang cantik.


"Aku merindukanmu." Davis mencium bibir nya dengan intens, menyesap nya. Bahkan baju Galuh berantakan karena ulah nakal tangan Davis hingga lenguhan Galuh menyadarkan Davis.


Mereka menyatukan dahi menenangkan diri sendiri akan nafsu yang hampir meledak. Sadar dimana mereka berada. "Aku harus mengecek proyek di lapangan aku butuh nutrisi sayang." Bisik Davis mengecup pelipisnya Galuh.


Tangan Davis membantu merapikan pakaiannya Galuh. "Maaf merepotkan mu. " Bisik Davis mendekapnya erat enggan berpisah. "Aku akan pulang telat maaf.." Bisiknya lagi, Galuh mengangguk.


"Aku sudah dengar. Dia sepertinya tidak bisa di tentang kepala perencanaan bagian lapangan sangat kejam pada junior." Terdengar Galuh kesal tentang itu.


"Kita hanya karyawan sayang terima saja dan kita berhati-hati dalam bersikap juga bekerja. Demi kita." Bisik nya mengingatkan.


Mereka pun keluar beriringan menuju ke ruangan setelah memastikan tak ada noda atau berantakan. Tak ada yang tahu bahaya yang bersembunyi di kegelapan koridor kantor itu tersenyum devil.


"Wah lagi ada yang kirim makanan buat kamu." Seru Bahtiar pada Galuh yang lewat. "Pacar mu sweet banget, kirim makanan buat kamu terus ada camilannya." Juga buat ku juga." Elsa merenggut melihat menu beda namun satu restoran buat Galuh dan Davis.


Davis pura-pura garuk kepalanya yang tak gatal. "Aku sih pesan sendiri mana ada yang kirim buat aku. Mari makan." Davis melipir duduk di kubikel nya.


Galuh hanya tersenyum mulai makan makanannya dalam diam. Ia berkirim pesan singkat ke Davis dengan emoticon cinta. Dan hanya dibalas dengan senyuman. Mereka juga tak tahu jika interaksi antara mereka di intai orang yang sama.


Segala sesuatu nya berjalan lancar bagi sepasang kekasih di mabuk asmara, mereka tak mengira jika ada hal yang mengintai mereka.


"Aku terjebak macet lagi... Tak bisa pulang sama kamu Yang.." Disertai emoticon menangis isi pesan Davis yang ke kesekian kali nya dalam dua pekan ini mereka jarang bertemu di kantor.


Mereka bersama hanya di rumah itupun Galuh sudah tidur dahulu. Di bagian lapangan Davis banyak sekali meninjau lokasi juga bertemu dengan client.


Masih berjalan dengan tersenyum sendiri karena membaca isi pesan ponselnya. Koridor kantor sepi karena sudah jam delapan malam.


Galuh keasyikan mengerjakan pekerjaannya tak menyadari jika ia tinggal sendirian di sana dengan santai ia berjalan menuju ke lift hendak turun ke parkiran.


Begitu sampai lantai dasar tak ada kendaraan, sepi ia berjalan menuju ke motor nya. Baru ia menata tas dan mengambil helm nya, mendadak ada yang membekapnya dari belakang menyeretnya.


Dan tak lama dia pun jatuh pingsan dia dipukul dengan benda di tengkuknya. Tubuhnya di angkat dan di masukan ke dalam mobilnya. Dia tak tahu jika perbuatan nya ada yang melihatnya seperti wanita cleaning service.

__ADS_1


Wanita itu lari langsung ke pos sekuriti yang ada Hanan seorang lelaki muda yang baru training di sekuriti. "Mas cepat ada wanita mau di lecehkan cepat bantu!" Mereka pun berlari menuju ke dalam basemen parkir lantai bawah.


"Itu mobilnya!" Teriak wanita itu dan Hanan langsung menggedor pintu juga jendela dan melihat wanita di tindih lelaki itu.


Brak. Hanan memecahkan kaca dan terdengar suara nyaring alarm. Laki-laki itu ditarik dan dihajar, baku hantam pun terjadi, laki-laki itu kabur karena kalah kekuatan, Hanan yang biasa di jalanan jago berkelahi.


Bukan tandingannya jika masalah otot.dan melepaskan pakaiannya menutup aurat nya. Laki-laki itu menelesik TKP melihat desk camera di mobil itu diambilnya nya sim card nya. Dan di amankan nya melihat kanan kiri lalu ia menyelipkan di sana baru ia menelepon ke lewat radio yang tergantung di celana.


Salah satu sarana komunikasi antara rekan kerjanya sekuriti. "Hanan " Sebuah suara memanggilnya lelaki itu menoleh. Buk. Pukulan mendarat di wajah mulusnya. Ia di sergap dengan dua rekannya nya dan di ikat dengan tali plastik. "Dia pemerkosa, ia menggunakan mobil curian dan Tuan ini pemilik nya malah di hajar."


Wanita yang melaporkan ke Hanan berbalik arah menuduh nya. Hanan melengos menatap wajah semuanya yang menatapnya remeh, jijik sedangkan Lelaki brengsek itu terkekeh kecil merasa di atas angin.


"Polisi sedang dalam perjalanan menuju ke tempat ini, kau tak akan lolos. Uji coba pemerkosaan juga penganiayaan. Membusuk Lah di penjara ! Kriminal seperti kamu tak pantas bersama kami!" Teriak lelaki bernama Sony.


Dan Wira lelaki setengah baya selaku kepala sekuriti hanya menundukkan kepalanya. Malu anak asuhnya salah jalan, selain sekuriti dia mengajar di tempat naungan yayasan sosial.


Di sanalah mereka bertemu dan dia merekomendasikan agar Hanan bekerja layaknya orang biasa. Hanan sudah menduga kesaksian nya tak akan berlaku karena mantan kriminal.


Lelaki itu diam digelandang ke Mapolres setempat dan Galuh yang tersadar berteriak histeris dii dalam mobil dalam keadaan setengah bugil. Dia mengenakan pakaian tertutup blus dan cardigan celana kulot dan flatshoes.


"Dia mendapatkan pelecehan seksual dari lelaki tak dikenal dia di interogasi tim penyidik tak menjawab apapun. Dia tak mengakui nya."


Jelas Damian saat Davis hendak masuk., Damian kesal karena emosinya tertahan, melihat adiknya shock karena peristiwa itu.


"Sayang.." Davis langsung duduk di depan Galuh yang duduk di depannya. Galuh menangis tersedu-sedu merangkul leher suaminya.


"Aku kotor.. Aku kotor..." Jeritnya pilu menyayat, Davis menggeram menahan amarahnya. Merah padam karena emosinya tertahan.


"Shut.. Tenang aku disini, kita semuanya disini untuk menjagamu. Tak perlu kembali ke tempat itu." Bisik Davis selembut mungkin. Tangannya menepuk-nepuk punggungnya Galuh


Setengah jam kemudian dia tertidur Davis menungguinya berbaring di ranjang bersama dengan sang istri. Keesokannya Davis menemui nya, pelakunya. Hanan.


Mereka berhadapan, Hanan dengan santai duduk bersandar menatap wajah Davis datar, dan Davis menatap tajam seperti harimau yang siap memangsanya.


"Katakanlah kepada ku! Mengapa kau lakukan itu?" Tanya nya dengan nada di tahan. Ia ingat disini ia butuh keterangan atau pengakuan dari tersangka.

__ADS_1


Jelas dia sudah babak belur namun dia bungkam soal kejadiannya. Davis curiga seseorang mengkambing hitamkan dia masalahnya adalah siapa yang salah dia atau karyawan seniornya.


Yang terkenal dengan images baik juga prestasi kerja, karyawan teladan juga introvert "Katakanlah kepada ku, apa mau mu!' Desak Davis menatapnya tajam.


"Kepercayaan dan persaudaraan?" Jawabnya santai. Davis memejamkan matanya sebentar menghela nafasnya menatapnya lagi. "Jika ku berikan padamu itu apa yang bisa ku terima?"


Lelaki itu terkekeh melengos sambil berkata," Konon burung rajawali adalah raja rimba. Namun ia memiliki perangai buruk memangsa hewan lemah tak perduli apapun itu."


"Saatnya dia memburu mangsanya maka apapun akan dipertaruhkan, masalahnya hewan itu bisakah dapat pertolongan dari hewan yang lebih kuat? "


"Macan atau beruang? Tak mungkin minta tolong sama panda kan?" Ujarnya santai menatap Davis lagi tanpa ekspresi.


"Apa imbalan mu jika kau mau bicara?" Davis langsung menatapnya serius untuk mendapatkan informasi atau pengakuan dari nya karena melakukan hal itu.


"Aku memiliki adik..."


"Aku tahu, dia masih anak-anak dan autis. Aku akan bawa dia ke tempat aman dan kau bisa teruskan cita-cita mu." Sahut Davis langsung.


Hanan menyeringai menatap nya, sepintas terlihat dia lelaki brengsek dan tak tahu malu dari ekspresi juga cara bicaranya slengean.


Hanan memberikan kode pada Davis untuk mendekat membisikkan sesuatu pada telinga Davis. Hanan dengan santai hanya menatapnya santai. Petugas membawa Hanan masuk ke dalam dan mereka keluar.


Damian, pengacara dan Davis berjalan beriringan menuju parkiran, " Kita ke perusahaan Papa, Kak. Dia ada bukti Semoga tak hilang. Ayo, cepat kak ini sudah dua hari." Pinta Davis langsung Damian menambah kecepatan mobil nya menuju ke tempat tujuannya. Davis Lang menuju ke tempat yang di maksud Hanan. "Bisa kau lihat apa isinya?" Perintahkan pada sang pengacara.


Mereka di dalam mobil melihat isi nya , benar saja itu adalah rekaman dimana Galuh di bopong dan dilecehkan.


Lelaki itu bahkan merekam kegiatannya, Davis mengumpat emosi. Namun di tahan kala ingin berlari menghajar tersangka.. "Ingat kita mencari bukti jangan gegabah!" Kata Damian saat mencekal lengan Davis.


Mereka melanjutkan perjalanan membawa adik Hanan yang sendiri di rumahnya. Membawanya ke shelter anak-anak penderita keterbatasan khusus. Untuk mendapatkan perawatan dan penanganan juga pendidikan. "Hanan adikmu aman." Seorang petugas datang mendekat ke sell menunjukkan gambaran adik Hanan yang ceria duduk di antara teman-teman barunya.


Hanan tertawa haru airmata nya menetes," Selamat kau akan mendapatkan keinginan mu. Orang baik akan bertemu lagi dengan orang baik. Tetap pertahankan nak!" Kata sang petugas menepuk-nepuk bahunya.


Hanan luruh perlahan bahagia, "Terimakasih kau mempercayai mu." Batinnya. Dia tergugu dalam suasana harunya. Menunggu di bebaskan dari sana.


Hukum memang lamban namun akan bergerak sendiri nya menghukum siapa yang bersalah jika kau bertekad untuk menegakkan keadilan.

__ADS_1


__ADS_2