Atas Nama Cinta

Atas Nama Cinta
Memburumu


__ADS_3

Malam itu Axel pulang dengan hati yang begitu membuncah, dia tidur cepat malam ini dan membuat Hilda bertanya-tanya. Namun dia hanya menjawab sekedarnya saja, alih-alih menjawab pertanyaan dia malah menarik Hilda agar tidur disampingnya.


"Sssttt....diamlah aku mengantuk dan ingin tidur" Axel langsung memejamkan matanya dan tak mendengar lagi kicauan Hilda itu artinya dia sudah tertidur pulas.


"Axel...aku ingin dijamah olehmu, jangan diamkan aku terus seperti ini aku juga ingin disayang, ingin dibelai Axel" Hilda mengguncang-guncang tubuh Axel namun Axel hanya menggeliat saja.


Dia mulai meraba-raba Axel, menciumi bibirnya namun gerakannya sangat terbatas karena kehamilannya. Akhirnya dia menyerah tak lagi menggerayangi tubuh suaminya. Setelah lelah marah-marah sendiri Hilda pun tertidur, Axel membuka sebelah matanya dan tersenyum dia pun tertidur sambil bermimpi tentang bocah kecil yang dirindukannya. Sky


Hilda memukul-mukul wajah Axel saat dia memanggil-manggil nama Sky. Malam ini dia sangat cemburu kepada Axel, dia menuduh Axel berselingkuh dibelakangnya. Tanpa sebab dia marah-marah kepada Axel hingga membuatnya pusing.


"Itu hanya mimpi Hilda hanya mimpi jika kamu bertanya apa aku merindukan anak itu maka akan aku jawab..iya aku merindukan Sky" jawabnya sambil memandang tajam ke arahnya.


"Katakan juga jika kamu merindukan ibunya iya kan?aku tau jika kamu setiap malam berhubungan dengannya, jangan bohongi aku Axel. Aku sudah berapa kali masuk rumah sakit gara-gara kamu...kamu sudah tidak perhatian lagi, kamu sudah tak cinta lagi sudah ada istri tetapi kamu malah sibuk mengejar wanita lain, kamu adalah pria paling durjana Axel. Pria tak punya perasaan kamu benar-benar bajing** Axel" teriaknya.


"Cukup Hilda...jangan diteruskan lagi, ini sudah larut malam jika kamu selalu marah-marah terus tensi kamu akan tinggi dan itu bisa membahayakan dirimu dan juga anakmu" Axel


"Kamu selalu mengatakan anakmu...anakmu...anakmu apa artinya kamu tidak menganggap jika anak ini adalah anakmu juga Axel?"teriak Hilda sambil menggebuk-gebuk perutnya sendiri, kesal dengan kehamilannya.


"Hentikan Hilda...hentikan, baiklah iya itu anak aku apa sekarang kamu puas?jangan menyusahkanku terus Hilda, kamu harus tenang jangan penuh emosi kasihan anak yang berada dalam perutmu itu" Axel mengusap-usap perut Hilda agar wanita itu tak lagi menyakiti dirinya sendiri.


"Kamu sudah gila Axel, aku menyesal menikah denganmu, lebih baik aku kembali lagi kepadanya huhuhu...kamu hanya menyakiti perasaanku saja" Hilda masih saja menggebuki perutnya namun Axel berhasil menahan tangannya.


"Tidurlah...tenanglah" Axel menarik tubuh Hilda yang sedang menangis histeris dan memeluknya, tampak bahu Hilda terguncang-guncang karena tangisnya.


"Maafkan aku...maafkan aku jika ada perbuatanku yang menyakitimu" Axel berusaha menenangkan istrinya yang selalu bertemperamen tinggi itu.


Dia juga bingung jika hatinya sudah terbagi, separuh jiwanya menginginkan Anita hingga dia mengabaikan istrinya yang paling dicintainya..tapi itu dulu, sekarang perasaan cintanya meluap entah kemana. Kehadiran Anita bagaikan sebuah malapetaka untuk keluarganya.


Malam itu Axel berhasil menenangkan Hilda hingga dia bisa tertidur pulas. Waktu sudah menunjukkan hampir pukul 4 pagi, jika dia tidur maka akan bangun kesiangan, akhirnya dia memilih untuk tidak tidur. Setelah subuh dia pun segera mencari kunci mobilnya dan pergi entah kemana. Dia hanya menulis di secarik kertas


"Aku kerja sayang, ada urusan mendadak...Axel"

__ADS_1


Lagi-lagi tak ada kemesraan sama sekali didalam tulisan tangan itu hingga membuah Hilda merana kembali.


*****


Pagi itu Axel sudah tiba didaerah rumah Linda, dia memarkirkan mobilnya tak jauh dari rumah itu. Dia terus memantau Anita, dia harus tahu dimana Anita bekerja saat ini. Rasa kantuk dan lapar menyerangnya namun dia harus tetap terjaga. Saat jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi keluarlah bocah itu sambil membawa bola, dia menendang kesana-kemari bola itu sambil tertawa bahagia. Axel sedih melihatnya karena dia tidak bisa menggapai anak itu.


Sekarang Sky sudah tampak sangat bersih dan juga tubuhnya sudah tidak sekurus dulu lagi. Saat bola keluar dari gerbang, dia bingung untuk mengambilnya. Dia tidak bisa membuka pintu gerbang karena gerbang digembok. Tangan kecil itu berusaha menggapai-gapai bola itu namun tidak sampai tangannya, dia hanya bisa melihat bola itu berdiri sambil memegangi gerbang, menunggu orang yang lewat, untuk meminta bantuan mengambilkan bolanya.


Axel tidak tega melihatnya, dia segera memakai kacamata hitamnya dan memakai topi dari hoddie yang dikenakannya sambil menutup mulutnya dengan masker. Dia mengambil bola itu dan akan memberikannya. Sky tersenyum ramah dan mengucapkan terima kasih, Axel memegang tangan mungil itu dan menciumnya.


"Kamu anak yang paling tampan didunia ini" ucapnya


"Om siapa?"tanyanya


"Teman baru"jawabnya.


"Namaku Sky, aku suka bermain bola" ucapnya.


"Sky...mamam dulu sayang, mama sebentar lagi mau berangkat kerja, Sky mau mamam sama mama atau sama nenek?"tanya Linda


"Sama nenek aja mah, aku belum lapar sekarang, aku sedang bermain bola dan aku punya kawan baru"ucapnya polos.


"Kawan baru?mana nak orangnya?" tanya Linda sambil memperhatikan sekitar.


"Dia sudah pergi mah, tadi dia membantuku mengambilkan bolaku"


Linda menggandeng tangan anaknya dan mengajaknya duduk dibangku taman.


"Nak...sayang..jangan percaya sama orang yang tidak dikenal ya, mama takut kehilangan kamu,bagaimana jika orang itu berniat jahat padamu?mama akan menangis" ucap Linda sedih.


"Iya mama...mama jangan menangis ya aku kan sama kakek dan nenek, sudah ya aku mau main lagi" Sky kembali berlarian mengejar bola itu.

__ADS_1


Axel yang bersembunyi dibalik dinding langsung gemetar tubuhnya, dia tidak salah dengar, suara itu adalah suara Linda, mantan kekasihnya dulu. Dia merasa sangat sedih karena telah salah memilih jalan, dia akan memperbaiki semuanya namun bagaimana caranya? sayang dia belum menemukan cara yang tepat, saat ini dia hanya bisa memaki dirinya sendiri.


Taklama pintu gerbang terbuka, Linda keluar dengan mobilnya, dia akan menuju rumah sakit X tempatnya bekerja saat ini, setelah itu ayahnya menutup pintu gerbangnya kembali.


Axel tidak membuang-buang waktu, dia segera membuntutinya dari belakang, dia harus tau dimana Linda bekerja agar dia bisa menangkap wanita itu.


1.15 menit perjalanan yang harus ditempuh agar dia bisa sampai ke rumah sakit itu. Setelah dia memarkirkan mobilnya tepat dihadapan mobil Linda, taklama kemudian Linda segera keluar dari mobil dengan menggunakan jas putih dan name tag bernama Linda Maharani. Axel melihatnya dengan jelas nama itu dia pun segera menyandarkan kepalanya dikursi kemudi itu. Dia sedang menimbang-nimbang waktu yang tepat sambil mencari alasan agar bisa bertemu dengannya nanti.


"Aku tidak suka situasi ini, dimana istriku harus memeriksakan kandungannya dan akan melahirkan di rumah sakit ini, sementara aku harus menyelesaikan masalahku dengan seseorang disini juga"Axel tampak mengeluh, situasinya sangat memojokkan dirinya, dia tidak rela jika nantinya Linda yang akan menolong Hilda, jarak mereka akan semakin jauh padahal dia berharap sebaliknya.


Taklama seorang dokter pria juga datang dan berjalan beriringan bersama Linda.


Axel sangat geram melihatnya, ingin sekali dia segera kesana dan menarik Linda jauh-jauh agar tidak berdekatan dengan dokter itu. Namun dia harus menahan sabar agar tidak menakuti buruannya.


Setengah jam kemudian Axel masuk ke dalam rumah sakit dan langsung pergi ke bagian informasi, dia meminta nomor telpon dokter Linda namun staff administrasi tidak mau memberikan nomornya lagipula memang dokter Linda belum memberikan nomornya kepada mereka.


Axel meninggalkan ruang receptionis itu dengan kesal, dia mencari ruangan dokter Linda. Satu persatu ruangan diintipnya, berjalan ditiap lorong, dia berharap bisa segera bertemu dengannya. Namun usahanya tidak berhasil, dia pun kembali ke ruangan resepsionis bertanya dimana ruangan dokter Linda, akhirnya dia pun segera pergi ke lantai 3 mencari ruangannya. Begitu sampai disana, ternyata masih ada 5 pasien yang sedang mengantri untuk diperiksa, akhirnya Axel memilih duduk sendiri dipojokan sambil memainkan ponselnya.


Dia harus sabar menunggu antrian itu....ternyata sangat melelahkan rasanya berburu. Disaat pasien terakhir sudah keluar dia pun masih harus bersabar menunggu perawat itu keluar. Jam sudah menunjukkan waktu makan siang, seharusnya Linda sudah beristirahat namun kenapa wanita itu belum keluar juga? karena tidak sabar akhirnya dia nekat membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan itu.


Alangkah kagetnya Axel ternyata Linda sedang makan bersama dokter yang tadi pagi dilihatnya. Dia pun segera memohon maaf karena salah masuk ruangan. Beruntung dia memakai masker hingga wajahnya tak terlihat jelas. Dengan perasaan malu, kesal, sebel, benci namun juga penasaran dia akhirnya meninggalkan ruangan itu. Entahlah rasanya dia tidak terima jika Linda bersama dengan lelaki lain. Mau tak mau dia pun kembali ke parkiran mobilnya dengan membawa sejuta kekecewaan.


*****


Met malam gaes..met istirahat...love you🤗




__ADS_1


__ADS_2