Atas Nama Cinta

Atas Nama Cinta
Nikah Kilat


__ADS_3

Linda terus saja memarahi Axel, dia masih sangat kesal saat ini. Mental anaknya menjadi taruhannya sekarang, andai dia dapat memutar ulang semuanya dia akan memastikan hal ini tidak akan pernah terjadi.


"Aku minta maaf sayang, aku tidak akan menyangkal semua ke khilafanku. Aku berjanji akan menyelesaikan masalah ini, percayalah padaku" Axel mengambil tangan Linda dan meletakkannya di dada.


Namun Linda masih dalam mode ngamuk saat ini semua rayuan Axel sudah tidak mempan lagi bagi dirinya. Axel tidak bisa pasrah menghadapi amukkan Linda, masalahnya dia nekat orangnya bisa gila Axel jika ditinggal Linda saat ini


"Aku sudah pusing menghadapi kamu sayang, sekarang ikutlah denganku" Axel


"Tidak akan, aku tidak mau lagi terlibat denganmu" tolak Linda sambil berbalik badan tak ingin lagi melihat pria tampan itu


"Aku memaksa" Bujuk Axel


"Sekali tidak ya tetap tidak" balas Linda


:Baik kalau mau kamu begitu" Axel segera berjalan menuju lantai atas. Dia membuka kamar Sky dan langsung menggendong anaknya yang sedang tidur dipundaknya.


"Pangeranku ayo kita pindah dari sini nak" ucapnya sambil berjalan menuruni anak tangga dan akan melewati pintu depan.


Linda segera menoleh ke arah Axel, dia kaget melihat Axel akan membawa pergi anaknya dengan segera dia mengejar Axel.


"Axel, mau dibawa kemana Sky? ayo turunin Sky sekarang juga" ucapnya sambil menarik-narik lengan Axel dengan harapan agar Axel mau menurunkan Sky. Namun Axel tak menggubrisnya, dia mengeluarkan kunci mobilnya dan segera membuka pintunya.


"Masuk...!" perintahnya pada Linda


"Apa-apaan sih, gak mau!!" teriak Linda


"Masuk..!" perintahnya lebih keras lagi, Linda diam seketika akhirnya dengan menggerutu kesal dia pun masuk ke dalam mobil itu.


Axel meletakkan Sky di bangku belakang, setelah memastikan posisi tidur anaknya nyaman barulah dia masuk ke kursi pengemudi. Dengan perlahan dia pun segera melajukan mobilnya meninggalkan rumah itu.


Axel hanya melirik sekilas ke arah Linda dengan senyum samarnya. Dia suka jika Linda patuh padanya walaupun dibawah tekanan, ternyata begini cara menakkukan kekasihnya.


Linda hanya diam saja dia tidak mau melihat ke arah Axel, pokoknya dia kesal dan marah pada Axel.


"Kamu tidak ingin bertanya kita akan pergi kemana?"Axel memulai percakapan.


"Bodo....gak mau tau" jawabnya ketus


"Syukurlah kalau kamu tidak mau tau" Axel bersiul sambil bersenandung kecil.


Tak lama dia segera menghubungi seseorang.


"Sudah dapat orangnya? Shareloc tempatnya, aku segera meluncur kesana. Tunggu dulu..jangan lupa barang-barang pesananku"ucapnya sambil menutup ponsel itu dan menunggu pesan selanjutnya, taklama kemudian sebuah pesan baru pun masuk, dia langsung tersenyum setelah mendapatkan alamat yang diminta dan segera melajukan mobilnya kembali menuju titik yang dituju.


"Kamu ingin menculikku lagi?"akhirnya Lindapun bersuara setelah beberapa saat mobil Axel berputar-putar


"Kurang lebih seperti itulah" jawab Axel sambil tersenyum manis


"Cihh...." ingin sekali Linda menghapus senyum itu dan memukuli pria tampan disebelahnya, alih-alih membencinya tetapi ternyata cintanya jauh lebih besar.


"Mama, aku dimana?" tanya suara serak dibangku belakang.


Linda segera menoleh dan melihat Sky yang sedang mengerjap-ngerjapkan matanya bangun dari tidurnya.

__ADS_1


"Hello boy" Axel menyapa anaknya lewat kaca mobil atasnya.Sky melihat ayahnya lewat kaca itu juga.


"Daddy" ucapnya sambil tersenyum lalu diapun mengangkat tubuhnya dan mulai duduk.


"Kok aku ada disini daddy?" tanyanya bingung dengan mimik wajah yang lucu.


"Daddy akan mengajakmu kerumah baru kita" jawab Axel sambil melirik ke arah Linda.


"Jangan membual kepada anakmu" cetus Linda


"Tenanglah...aku serius, aku tidak pernah bermain-main dengan kalian" ucapnya sungguh-sungguh sambil menatap anaknya dari kaca.


"Terserah anda tuan besar" jawab Linda masa bodo.


Axel tersenyum senang melihat kekasihnya masih dalam mode merajuk. Dia tetap melajukan mobilnya menuju titik itu.


Setengah jam kemudian mereka tiba di kantor KUA.


Linda begitu terkejut melihat tempat itu


"Hah....apa-apaan ini Axel?" tanyanya kebingungan.


"Ayo cepatlah turun" ajaknya


"Aku tidak mau, kamu pasti akan menikahiku dengan paksa disini" tuduh Linda dengan benar


"Tenanglah, kita hanya menghadiri pernikahan seseorang" bujuk Axel namun Linda tetap bersikeras tak mau turun.


"C'mon kid, kita masuk kedalam" ajak Axel sambil membukakan pintu untuk anaknya. Sky pun segera berpindahke dalam gendongan ayahnya. Setelah membujuk Linda untuk yang kesekian kali gagal Axel pun meninggalkan parkiran itu menuju aula kantor itu.


"Akhirnya kelinci itu masuk perangkap juga" kekeh Axel.


Mereka berjalan masuk ke aula itu, baru saja menjejakkan kakinya disana ternyata diujung ruangan sudah menunggu Pak Penghulu dan 2 orang pria lainya juga 2 orang wanita yang sedang memegang pakaian pernikahan juga lengkap dengan alat make up nya.


Axel memberi kode kepada dua wanita itu dan dengan segera mereka menghampiri Linda.


Tentu saja Linda menolak, enak saja Axel memaksanya menikah sekarang juga tanpa ada persetujuan keluarganya dan tanpa ada proses-proses apapun, Linda menjadi stress dengan kelakuan Axel.


"Ayo cepat menurut padaku atau aku perkosa kamu disini juga dan saat ini juga, mau?" ancam Axel, dia segera memepet tubuh Linda dan berusaha menciuminya, Linda merasa malu lalu mendorong tubuh Axel menjauh namun Axel tak juga bergeming. Mau tak mau Linda mengalah, dia menuruti semua kemauan Axel.


Kedua wanita itu membawa Linda ke suatu ruangan kemudian mendandanninya dan mengganti pakaiannya dengan kebaya. Axel memakai Jas yang sudah disiapkan oleh MUA itu.


Setelah siap Axel segera menggandeng tangan Linda tanpa melepaskan tatapannya pada pengantin wanita itu lalu mereka duduk dihadapan Pak Penghulu.


Linda sudah pasrah akan nasibnya, melawan Axel pun percuma. Sekarang hanya dengan mahar cincin kawin bertahtakan berlian dan uang tunai 2.3jt Axel telah berhasil menikahi Linda dengan wali hakim. Pernikahan mereka langsung dimasukkan ke dalam catatan sipil sebagai pernikahan yang sah dan mulai memperbarui akte kelahiran Sky. Segala berkas-berkas yang dibutuhkan akan segera disiapkan oleh mereka berdua.


"Sah?" tanya penghulu itu


"Sah" jawab dua orang saksi itu.


"Alhamdulillah" ucap penghulu itu sambil diiringi beberapa doa untuk mempelai pengantin itu.


Wajah bahagia dan lega terpancar di wajah Axel tapi tidak dengan Linda namun diujung hati Linda yang paling dalam ada sedikit rasa bahagia bercampur sedih. Bagimana tidak Axel langsung menikahinya tanpa ada proses lamar-melamar. Walau bagaimanapun juga sebagai seorang wanita yang belum pernah menikah ingin juga melalui tahap-tahap pernikahan yang benar. Namun apa mau dikata, ayahnya yang keras kepala belum tentu mau menerima lamaran keluarga Axel. Akhirnya dia memilih pernikahan kilat ini demi buah hatinya.

__ADS_1


"Nikah kok kaya mau nikahin kucing" gerutu Linda saat mereka bertiga masuk ke dalam mobil.


"Yang penting kita sudah sah, kalau kamu mau ngulang lagi, aku siapkan semuanya segera. Aku tidak perduli pada ayahmu yang keras kepala itu. Sekarang anaknya sudah sah menjadi istriku" jawab enteng Axel.


"Huhuhu....bisa gak sih kamu tuh menghargai aku Axel? Memperlakukan aku sebagai wanita baik-baik...huhuu" Linda mulai menangis dan itu mengejutkan Axel.


"Sayang...sayang...kenapa kamu menangisnya sekarang? Kenapa tidak daritadi kamu menangisnya?"tanya Axel bingung


"Daritadi aku ingin menangis tapi aku malu, aku juga takut riasanku berantakan dan aku jadi jelek di foto pernikahanku..huhuhu" Linda masih saja menangis


Sontak saja Axel menertawakannya, istrinya menahan tangis hanya karena tidak mau foto nikahnya menjadi jelek dan setelah nikah dia malah menangis, sungguh aneh istrinya kini. Sky menepuk-nepuk tangan mamanya sambil melongokkan wajahnya ingin melihat ibunya.


Begitu melihat Sky Linda langsung tersadar ternyata bukan hanya mereka berdua saja yang ada dimobil itu. Linda mengulurkan tangannya kepada Axel dan langsung dicium tangan istrinya itu namun membuat Linda kembali marah.


"Axel...bukan itu, apa-apaan sih" omel Linda


"Lah kamu ngulurin tangan buat apa? minta dicium kan?" tanya Axel dengan bodohnya.


"Bukan...bukan itu, aku minta sapu tangan bukan menyuruhmu mencium tanganku" ucap Linda dengan kesal.


"Oohh...itu...bilang dong" Axel langsung mengeluarkan saputangan dari saku celananya.


"Jangan buat ingus, itu sapu tangan mahal" ucapnya meledek dan berhasil mendapatkan tatapan maut Linda.


Linda mengelap air matanya lalu mengelap ingusnya dan mengembalikan sapu tangan itu ke Axel.


"Ambil ini" Linda memberikan saputangan itu langsung ke tangan Axel dan membuat Axel geli.


"Linda...kamu bener-bener ingusin sapu tangan itu?" Axel bepura-pura marah.


"Bodo ah" balasnya.


Axel tertawa melihat wajah judes istrinya yang selalu saja nampak sangat manis dihadapannya.




Maaf genk gak sempet up semalam.


Selamat Hari Raya Idul Adha bagi yang merayakan🙏


Happy reading.



![](contribute/fiction/2910726/markdown/7853851/1688012540934.jpg)



![](contribute/fiction/2910726/markdown/7853851/1688012540890.jpg)


__ADS_1


![](contribute/fiction/2910726/markdown/7853851/1688012540932.jpg)


__ADS_2