Atas Nama Cinta

Atas Nama Cinta
61.


__ADS_3

"Lakukan ini tanpa dia tahu, aku tahu ini menyebalkan namun aku akan menyelidiki kasus ini lebih jauh. Ada saksi cleaning service itu adalah saksi kunci."


"Carilah informasi siapa tahu ia kelainan dan pernah melakukan hal serupa juga pada pegawai lainnya."


Di sini Dave Grohl hanya diam mengamati sang putra bicara pada karyawan nya dan orang kepercayaannya Davis. Mereka rapat privat di kafe milik Damian dan sang pengacara.


Setelah melihat bukti nya. Davis memiliki rencana lain. Dan Hanan di bebaskan namun bekerja di tempat lain masih dibawah kekuasaan keluarga Grohl.


Pemuda itu menangis haru karena putra pemilik perusahaan tempat dia bekerja percaya jika dia tidak bersalah. Usianya dibawah Davis namun ia pintar walaupun hanya lulusan SMA.


"Ada beberapa karyawati yang keluar mengajukan resign selama satu tahun terakhir ini. Saya ingat ada yang pernah melihat nya bertengkar dengan nya. Saya nanti akan berikan daftar nya."


Davis mengerti ia melirik jam," Saya mohon kerjasamanya, terimakasih atas semuanya. Kita akhiri pertemuan." Semuanya bersalaman lalu meninggalkan pertemuan.


"Hati-hati please, jaga anak Papa." Dave Grohl menepuk pundak Davis. Mereka berpisah dengan tujuan yang berbeda


"Danie Wong. Anda di tangkap karena kasus pelecehan. Anda bisa membela diri dan di dampingi oleh pengacara."


Bug. Danie terjungkal kala baru maju selangkah. Davis pelakunya ia melayangkan tinjunya mendarat mulus di wajahnya tampan.


"Kau di pecat ! Makhluk banci seperti Lo layak membusuk di penjara!' Maki Davis suaranya yang memaki tinggi terdengar di mana-mana


Dicekal bahunya dengan kuat, " Kau berurusan dengan orang yang salah, aku adalah pewaris perusahaan ini. Lihatlah nanti hadiah kejutan untuk mu di penjara!;"


"Ah, satu lagi bersiap untuk mendapatkan semua balasannya satu persatu di keluarga mu yang kau banggakan itu!' Bisik Davis setelah itu diludahi wajah Danie.


Petugas kepolisian segera membawanya ke mobilnya dan meninggalkan tempat itu. "Semuanya kembali kerja ke tempat kalian!" Titah Davis yang langsung berlalu ke kubikel nya. Matanya nanar menatap tempat duduk kekasihnya.


Hatinya sakit disaat dia membutuhkan nya Davis tak ada disisinya karena pekerjaannya, buat apa harta nya jika ia tak mampu menjaganya


Davis membalik tubuhnya kembali ke motornya dan meninggalkan perusahaan sesuai jam kerja. Tujuan nya ke rumah Galuh depresi ringan karena masih teringat peristiwa itu.


Tiap kali bangun tidur ia memeriksa pakaiannya jika tersingkap ia akan menjerit-jerit minta tolong. Bahkan ia belum mau di sentuh Davis merasa kotor.


Cup. "Sore sayang.. Bagaimana dengan hari mu ?" Tanya Davis menatap wanita pujaannya Galuh tersentak, lalu tersenyum. Tangannya masih mengelusi kucing Persia.


"Aku bosan seharian mengobrol sama Mommy, tak ada kegiatan lainnya." Rajuk Galuh langsung duduk di pangkuan Davis. Lelaki itu langsung mengecup bibir Galuh beberapa kali.


Berkata," Kau mau melakukan sesuatu? Bagaimana jika renang? Atau mau nge-gym bikin keluar keringat dan.." Davis menggoda nya dengan ekspresi genit.


"Enggak mau.." Diangkat sang istri menuju ke ruang nge-gym diturunkan di treadmill dia mulai menekan tombol settings ditinggalkan sang istri yang mengomel, dia melepaskan pakaiannya hanya mengenakan celana dan kaos dalam.

__ADS_1


Memulai angkat barbel seberat dia inginkan, Galuh berdecak kesal mengikutinya. Davis yang memulai menikmati kegiatannya. Bahkan ia sengaja berpose menggoda Galuh.


Galuh menelan ludah beberapa kali, " Kurasa sebaiknya kita lanjutkan di kamar sayang." Lelaki itu menekan tombolnya dan menarik Galuh berikut dengan pakaiannya ditenteng acuh melewati mertuanya duduk di ruang samping dekat ruang gym sehingga berpapasan dengan nya.


"Hais... Dasar bucin akut, beraninya pamer kemesraan depan orang!" Umpat Damian yang disisi sang ibu yang menahan tawa.


Galuh hanya menyembunyikan kepalanya di dada bidang Davis. lelaki itu langsung ke kamar mandi. Mandi bersama di shower tak perduli baju Galuh ikut basah.


Asyik mengeksplorasi setiap jengkal istrinya, Kedua nafasnya memburu kesenangan dan terlena akan kenikmatan bersama saling memuaskan.


Davis menyabuni tubuhnya juga mengeramasi demikian pula sebaliknya Galuh melakukan hal sama di selingi ciuman panas mereka saling menggosok dengan nikmatnya.


Seusai rutinitas membersihkan diri Davis mengeringkan rambutnya Galuh sebelumnya ia mengenakan handuk sepinggang lalu bergantian mengeringkan tubuh mereka.


"Ayo !" Ajak Davis mengajaknya ke kamar mereka. Lelaki itu harus menghilangkan ketakutan Galuh memang tak serius namun ia masih menangis tiba-tiba. Davis mengancing pintu lalu kembali ke Galuh yang duduk mengeringkan rambutnya.


Di ciumnya bibirnya sejenak dalam pose Galuh duduk dan ia berdiri. Dari ciuman pelan menjadi semakin dalam, Davis menyesapnya Galuh bangkit, Davis mengarahkan ke ranjangnya berbaring senyaman mungkin.


Mereka saling memuaskan dalam ciuman panas, Galuh menahan tangan Davis saat menarik talinya."Aku kotor Davis.." Isak tertahan Galuh.


"Mari kita buktikan, kau pikir apa yang kulakukan selama ini? Membuangnya! Jejak lelaki sialan itu! "


"Biarkan semua nya sayang, ijinkan aku menghapus nya dan kita lihat betapa indah nya cinta kita?" Davis membujuknya lagi dan memulai aksinya perlahan.


Dibawah tubuhnya Davis Galuh memejamkan matanya pasrah dengan memeluk leher suaminya Galuh memejamkan matanya, mencoba menikmati setiap sentuhannya.


******* keduanya saling bersahutan setiap detik, menit berlalu tak ada kata puas berulangkali bersama deru nafas panjang mereka.


Sampai mendapatkan semua kenikmatannya setelah terbang ke puncak nirwana mereka mengakhiri hubungan mereka dan tidur bersama melewatkan makan malam.


Davis tersenyum sambil menciumi kening sang istri berulangkali dia bersyukur lelaki itu belum berbuat sejauh itu.


Dia harus mengucapkan terima kasih pada Hanan yang bertindak cepat dan sigap dalam pekerjaannya. Sempat dia ragu menelesik postur tubuhnya yang ada tato dilehernya Hanan, wajahnya yang tampan walaupun berkulit gelap. Ternyata dia seorang jujur dan berkompeten dalam tugasnya. Hanya nasib baik kurang berpihak pada nya.


Sementara itu di meja makan Maxim Marley mengerutkan keningnya, "Mama Davis dan Galuh mana kok cuma kita berempat?" Tanyanya.


"Daddy, mereka sedang mempelajari anatomi. Biarkanlah nanti tinggal tunggu hasilnya." Sahut Damian Marley acuh.


"Itu artinya kita akan memiliki adik bayi tak lama lagi? Thanks for God." Seru Ashley. Damian Marley mencebikkan mulutnya kesal.


"Kita doakan saja sayang semoga dia tak kembali sakit, kakak mu kan baru saja dapat sakit itu?" Ayu wangi menjawabnya dengan wajah sendu dan cemas.

__ADS_1


"Kita doakan saja Sweetie. Semuanya akan baik-baik saja, melihat Davis sangat mirip dengan Dave. Pantang mundur juga sedikit gila. Kalian akan tahu nantinya."


Jawaban dari Maxim Marley yang sangat santai membuat Ayu wangi sedikit lebih baik, walaupun dia ragu mengingat kembali putrinya yang sering melamun dan menangis tak jelas.


Di lain tempat Hanan tersenyum menatap adiknya yang nampak bertambah berat badan nya, juga kepintaran nya. Matanya berkaca-kaca menatap tingkah laku adiknya. "Aku akan jaga adik semaksimal mungkin tenang lah kalian si sana aku akan berusaha untuk disisinya."


Gumamam yang hanya bisa di dengar oleh dia sendiri menatap pemandangan di hadapannya. Dia tak dilarang untuk menemui nya namun ia menjaga jarak adik nya agar adiknya bisa mandiri.


Melakukannya sendiri jika dia tak bisa membantunya untuk kebutuhannya. Dia akan mengawasi adiknya dan mengunjungi nya namun tidak sedekat seperti dahulu.


Karena sikapnya yang posesif adiknya tak bisa mandiri dan selalu tergantung pada nya dan itu mempengaruhi proses pertumbuhan nya. Agar dia bisa berbuat layaknya seorang yang normal seperti yang lainnya. Tidak bisa secara langsung namun bertahap mulai terlihat di matanya adiknya sudah berubah.


Tak suka marah-marah seperti dulu setiap kali Hanan tak bisa membantunya sesaui keinginan adiknya. Karena jujur Hanan tak memiliki skill untuk menangani adiknya yang memiliki kebutuhan khusus.


Fokusnya hanya materi agar terpenuhi sedangkan untuk yang lainnya ia kurang memerhatikan apalagi sampai mencari tahu tentang hal itu.


Jadwal persidangan berjalan lancar Danie Wong dihukum sesuai kejahatannya bahkan ada beberapa wanita yang dulu pernah menjadi korban nya berdatangan melakukan pengaduan nya.


Lelaki itu menggunakan kekuatan dan kekuasaan untuk membungkam korbannya. Selain itu minimal bukti membuat nya lolos berulangkali.


Dan kasusnya viral orang tuanya juga kena dampaknya karena mereka mengekspos semuanya hingga detailnya. Sengaja dibuat demikian dan Davis menggunakan kekuatan nya untuk mengendalikan media sosial juga para wartawan.


Pengacara yang bekerja padanya sangat hebat dalam menangani kasus-kasusnya dan belum pernah kalah dalam persidangan nya. Dave sangat puas membaca laporan dari anak buahnya melalui ponselnya.


Ia menata selimut istrinya agar tak kedinginan ia bangkit dan mengenakan boxer dan mengenakan pakaiannya t-shirt dan celana denim pendek


Ia turun ke bawah karena lapar dan bermaksud membawa makanan untuk istrinya dan minuman untuk nya juga. "Ya, Tuhan kau seperti hantu!" Pekik Davis kaget dengan muncul Ashley di dapur.


Gadis remaja itu memakai masker dan cueknya mengisi tumbler nya dengan air minumnya. "Kakak ga takut gendut pagi buta makan." Tanya Ashley.


"Kami lewati makan malam ingat?' Katanya mengingatkan tentang keadaan nya. "Ck. Makanya jika main ingat waktu, untung ada yang melihat kakak lagi mau main kuda-kudaan."


"Jika tidak kami bisa lumutan nungguin kalian! Kak, apa kak Galuh bisa sembuh?' Tanya Ashley dengan muka seriusnya sebelumnya dia begitu slengean.


"Iya, kakak berhasil tadi, Semoga saja dia benar-benar melupakan nya! Kakak mengusahakan agar semuanya sesuai keinginan kakak. Doakan saja."


Sahutan Davis sambil sibuk menata makanan juga minuman mereka. "Cepat tidur jangan bergadang terus jaga dirimu jika bisa belajar ilmu bela diri tak ada salahnya." Davis mengingatkan adik iparnya.


"Aku sudah menguasai Thay boxing. " Sahut Ashley dengan tersenyum menatap wajah Davis. "Bagus, tapi itu terlalu keras apa tak lainnya?' Davis terkejut menatap iparnya.


"Jangan katakan pada siapapun please." Ashley memohon kepada Davis laki-laki itu hanya terdiam mengangguk setuju.

__ADS_1


__ADS_2