Atas Nama Cinta

Atas Nama Cinta
Pembalasan


__ADS_3

Akhirnya Axel digelandang ke kantor polisi malam itu juga. Atas tuntutan ketiga orang itu Axel pun harus merasakan dinginnya tembok penjara.


Saat ini dia lebih memilih tinggal didalam penjara daripada harus kembali ke rumah.


Hilda berkali-kali menelpon dirinya namun terus diabaikan. Axel malah menelpon Linda untuk mencari simpatik.


"Aku ada dikantor polisi 'S' jika kamu mencariku" Axel.


"Hah...apa maksud kamu menelpon aku malam-malam Axel?" Linda


"Aku kan hanya bilang jika kamu ingin mencariku, aku ada didalam penjara malam ini" Axel


"Tapi kenapa kamu bisa sampai dipenjara?apa yang kamu lakukan?apakah istrimu tahu?" Linda


"Ini aku sedang menelpon istriku sayang" Axel.


"Ya Tuhan...Axel jangan bercanda terus, atau aku tutup telponnya" ancam Linda


"Aku akan menelponmu kembali hehehe" Axel tertawa ringan.


"Kamu hanya menggangguku saja malam-malam begini, sudahlah aku tutup karena tidak ada yang penting untuk dibahas"Linda langsung menutup telponnya.


Seperti yang Axel katakan, dia pun kembali menelpon Linda. Karena lelah telpon tak diangka-angkat akhirnya Axel mengirim fotonya dengan wajah lebam-lebamnya.


Linda kaget melihatnya, dia merasa tak tega melihat Axel seperti itu, akhirnya malam itu juga dia pergi ke kantor polisi untuk mengobati luka Axel.


Entah salah atau tidak yang dilakukannya tetapi niat dia tulus ingin mengobati Axel, bukan untuk menggoda suami orang.


"Axel...ada pengunjung, keluarlah"ucap Pakk Polisi sambil membukakan gerbang penjara itu.


"Axel nampak berfikir, siapa tamu yang datang malam-malam begini? aku belum menelpon siapapun" pikirnya


"Axel...keluarlah"Pak Polisi itu memanggil Axel untuk yang kedua kalinya. Karena penasaran, dia pun akhirnya menurunkan kakinya ke bawah dan berjalan pelan menemui orang yang ingin bertemu dengannya.


Linda sedang duduk menunggu kehadirannya. Betapa kagetnya Axel melihat Linda mengunjunginya malam-malam begini. Dia segera menghampiri wanita yang dirindukannya itu.


"Sayang..." ucapnya


"Axel..." Linda langsung berdiri melihat Axel


"Aku merindukanmu..." Axel langsung memeluk wanita itu dengan sangat erat.


"I miss you so much" bisik Axel ditelinganya sambil menciuminya hingga membuat Linda risih.


"Lepaskan aku...aku kemari hanya ingin mengobati lukamu dan mengetahui bagaimana keadaanmu" Linda melepaskan pelukan Axel dan menyuruhnya duduk. Dia meneliti luka-luka itu dan geleng- geleng kepala. Dia membuka tas peralatannya dan mulai membersihkan luka-luka itu, meskipun Axel terkadang teriak kesakitan saat lukanya diberi alkohol. Axel menggunakan kesempatan itu sambil memeluk pinggang Linda.


"Sakit sayang..pelan-pelan" ucapnya.


"Ini aku pelan-pelan.. tahanlah sedikit Xel"

__ADS_1


"Tapi ada yang lebih sakit lagi dibandingkan ini" ucapnya.


"Dimana luka yang lebih parah lagi?"tanya Linda.


"Disini" Axel membawa tangan Linda menuju jantungnya.


"Aah kamu..." Linda menarik tangannya dan mulai merapikan kembali peralatannya.


"Selesai...aku sudah mengobatimu"Linda menutup tas itu dan mulai bersiap untuk pulang.


"Jangan pulang dulu, temani aku disini" pintanya.


"Maaf Axel aku harus meninggalkan anakku sendirian dirumah demi mengobatimu, sekarang waktunya aku pulang" ucap Linda.


Axel merasa senang masih mendapat perhatian dari dokter Linda setidaknya hubungan mereka bisa naik satu tingkat suatu hati nanti.


"Baiklah aku ijinkan kamu untuk pulang karena anak aku" Axel.


"Stop berkata seperti itu, kamu harus fokus pada rumah tanggamu. Aku...aku sudah mulai dekat dengan seseorang, ku harap kamu mengerti Axel" Linda.


Mendengar kata-kata Linda bagaikan pisau yang menggores hati Axel. Dia sudah bertekad akan memperjuangkan Linda namun wanita itu malah akan memilih pria lain untuk menggantikannya. Axel tidak akan terima ini, dia harus melakukan sesuatu untuk membuat Linda tertekan.


"Jangan sampai anak aku mempunyai ayah lain selagi aku masih hidup Linda, jika kamu masih nekad menjalin hubungan dengan dia maka aku akan mengambil hak asuh atas Sky. Ingat dia anakku dan tak ada yang bisa merubah itu. Aku akan melakukan apa saja untuk mengambil anakku" ancam Axel.


Hal yang paling ditakutkan Linda terucap sudah, Axel mulai mengancamnya.


"Axel...aku menghormatimu karena kamu adalah ayah anakku tapi bukan berarti aku akan menyerahkan hidupku kembali kepadamu" Linda


"Axel...jangan seperti ini, aku sulit bernafas" Linda


Axel tak mendengarkan kata-kata Linda, dia semakin merapatkan tubuhnya pada Linda.


"Aku akan membuatkan anak lagi kepadamu agar kamu tak bisa lari lagi dariku" Axel meraup wajah Linda dengan satu tangannya dan mencium Linda dengan mengecupinya berkali-kali hingga membuat Linda gemetar, antara menolak dan tidak. Namun akal sehat Linda langsung menguasainya, dia menjauhkan tubuh Axel dengan mendorongnya sekencang mungkin, Axel tak kalah sigap. Dia langsung menarik tangan Linda dan memutarnya kebelakang dan memepetkan tubuhnya ketembok hingga membuat Linda mengaduh.


"Lepas Axel sakit.."


"Aku tidak akan pernah menyakitimu jika kamu menurut padaku, tetapi aku akan menyakitimu jika kamu berani bermain api dibelakangku, paham sayang!! kamu adalah milikku...milikku...milikku dan aku tak akan pernah melepasmu apalagi dengan dokter Pandu-mu itu, camkan itu sayang" Tangan Axel mengusap-usap perut Linda yang rata dan perlahan naik ke atas, Linda tidak bisa bergerak karena Axel menahan kedua tangannya.


"Aku ingin kita memberikan adik kepada Sky, lalu kita akan pindah dari sini, kita pergi sejauh mungkin sampai tak ada orang yang akan mengenali kita" Axel.


"Jangan gila, kamu punya keluarga dan aku juga punya kehidupan, lebih baik mulai sekarang kita tak perlu bersinggungan lagi, berbuat baik denganmu hanya akan membuat hidupku susah" ucap Linda kesal karena Axel masih saja meraba-raba tubuh bagian depannya hingga membuat dirinya tak tahan. Jujur harus diakui pria pertama yang menyentuhnya memang orang yang paling dicintainya, sebagai wanita normal dia pun memiliki hasrat untuk se*s apalagi dia pernah merasakannya walau cuma sekali. Hanya saja tidak sekarang dan tidak ditempat ini, dia masih mempunyai norma dan etika, tidak seperti Axel yang selalu saja ingin melahapnya dimanapun juga.


"Jika kamu nekat menyakitiku, maka aku akan lebih menyakiti kamu sayang...camkan itu" Axel membalik tubuh Linda dan melihat wajah marah Linda namun pemandangan itu justru membuatnya semakin bernafsu. Dia mencium Linda dengan lembut namun Linda membuang wajahnya,berkali-kali Axel ditolaknya jika sudah begitu maka Axel menciuminya dengan paksa dan penuh nafsu. Linda tidak sampai hati menggigit bibirnya lagi kerena wajah Axel sudah babak belur.


"Cukup Axel..sudah jangan lanjutkan lagi" ucapnya dengan nada tersengal-sengal.


"Aku tidak akan mengampunimu jika kamu berani menyimpan yang lain selain aku. Aku memang egois ya aku orang yang sangat egois, itu karena aku menginginkan kalian berdua. Tak ada yang boleh mengambil tempatku atau aku akan melenyapkannya.


Linda kaget dengan ucapan Axel, tak pernah Axel seperti ini sebelumnya apa yang sudah terjadi sesungguhnya?jika benar apa yang dikatakannya maka hidupnya berada dalam bahaya. Axel mengatakannya akan menyakitinya namun dia tidak tahu bagaimana nanti dia akan menyakitinya, apakah dia akan kembali kepada Hilda dan memamerkan kemesraan didepannya?jika begitu tentu saja tak masalah baginya karena memang Hilda berstatus sebagai istrinya. Ataukah dia akan menamparnya?memukulnya?aah tak dapat dibayangkan jika sampai Axel melakukan hal itu. Namun satu yang paling ditakutinya jika Axel mengambil semua hak asuh atas Sky, itu yang bisa membunuhnya, bukan tidak mungkin Axel bisa saja melakukan itu semua dengan kekuatan uang yang dimilikinya. Aahhh....benar-benar akan sulit hidupnya, ancaman Axel sungguh keterlaluan, ini artinya dia memang harus bermain dibelakang Axel. Jangan sampai Axel tahu dia menjalin hubungan dengan siapapun.

__ADS_1


"Pulanglah hari sudah hampir pagi, kasihan Sky nanti dia akan mencarimu. Apakah kamu masuk besok pagi?kemaren seharian aku tidak melihatmu dan itu membuatku pusing, aku menelpon juga tidak kamu angkat. Akhirnya aku ke bar sedikit minum dan berakhir disini" Axel bercerita sendiri tanpa ditanya oleh Linda lalu dia menarik tangan Linda dan mendudukannya dikursi sedangkan dia hanya menempelkan bokongnya diujung meja depan Linda.


"Ooh...kemaren aku lelah dan mengantuk Axel, aku ijin off kemaren. Tapi Pandu sudah mengecek istrimu dan semua catatan baik-baik saja" Linda


"Jangan sebut siapapun disini, aku hanya ingin mendengar ceritamu dan juga Sky bukan cerita yang lainnya" Axel menggerutu saat Linda selalu mengucap nama Hilda...dan kata 'istrinya'...huhh serasa memuakkan mendengarnya.


Linda bangkit dan pamit akan pulang.


"Give me one kiss...tapi sebagai kamu yang menginginkan aku, bukan sebaliknya" Axel


"Lalu apa bedanya?"Linda bertanya bingung.


"Jika aku yang menciummu tentu saja aku menginginkanmu lebih dari ciuman tetapi jika kamu yang menciumku maka aku akan menahan tangan-tangan nakal ini dan hanya akan memegang pinggangmu saja" Axel.


"Aku tidak mau karena diantara kita tidak ada hubungan apa-apa, aku pulang ya jaga diri kamu baik-baik" Linda segera mengambil tasnya dan menyangkutkannya dipundak.


"Jika kamu menolak itu artinya kamu menginginkan aku sebagai diriku sendiri dan kamu tau konsekuensinya" ancam Axel hingga membuat langkah Linda terhenti lalu dia menoleh kepadanya kembali.


Axel tersenyum melihat buruannya yang salah tingkah. Tak ada jalan lain saat ini untuk Linda selain mengambil langkah seribu. Linda tak berkata apa-apa lagi dia buru-buru lari keluar takut dengan ancaman Axel.


Axel tersenyum smirk melihat Linda ketakutan karenanya.


"Larilah sejauh mungkin namun semua percuma karena aku sudah memetakan hidupmu dan juga hidupku" selesai berkata demikian Axel kembali masuk kedalam selnya. Berada disini membuatnya merasa nyaman dan dia bisa bermimpi dengan kehidupan barunya bersama anak dan istrinya kelak.


*****


Tepat jam 7 pagi daddy dan juga Yugho datang menjemputnya hingga membuat kabur semua mimpinya. Dia sengaja tidak menelpon ayahnya namun kenapa ayahnya tiba-tiba datang menjemputnya?sungguh menyebalkan orangtuanya itu.


"Katakan apa yang terjadi semalam?"daddy bertanya tentang kejadian semalam saat mereka sudah berada didalam mobil dan dalam perjalanan pulang ke mansionnya.


"Biasalah dad...anak muda, agak sedikit oleng" jawab Axel.


"Kita ke dokter, obati luka-lukamu" daddy


"Tak perlu dad, hanya memar-memar sedikit dan tidak masalah" jawabnya.


"Baiklah...obati nanti dirumah"


Merekapun pulang kerumah dan mommy Al yang lanjut mengobati Axel. Daniel membelai-belai putranya sambil melihat-lihat wajah anaknya yang penuh luka saat Axel sedang tidur nyenyak.


"Aku akan menyembuhkan lukamu nak, dengan memberi luka pada mereka semua" ancamnya.


Tak terima anaknya terluka, malam itu Daniel datang bersama Yugho dan juga Ziel untuk melakukan perhitungan tanpa sepengetahuan Axel dan juga mommy Al. Mereka langsung menerabas ke dalam bar tanpa bisa dihalangi dan mencari ke tiga pria itu yang sudah didapat datanya dan juga fotonya. Mereka membuat penghuni bar lari keluar dari sana, tak ada yang bisa menghentikan Daniel malam itu, begitu mendapat buruan yang dituju habislah sudah Daniel memukulinya bertubi-tubi hingga wajah mereka menjadi babak belur sama seperti yang sudah mereka buat kepada Axel.


"Ini pukulan terakhir dari kakak yang adiknya sudah kalian sakiti" Ziel memberi pukulan telak kepada mereka. Dapat dibayangkan sakitnya pukulan Ziel, dengan badan yang sangat tinggi dan juga besar ditambah lagi sebagai pemegang sabuk hitam karateka akan semakin pedih pukulan itu.


Selanjutkan Daniel menyerahkan mereka ke kantor polisi. sebagai seorang daddy, dia harus melindungi putranya, dia sudah membalas sakit hati anaknya agar mereka merasakan sakit yang sama seperti yang anaknya rasakan.


*****

__ADS_1


Met pagi genks...selamat liburan.


Kemaren gak sempet up genk...sibuk nyari recehan dulu😂😂


__ADS_2