
Queen menunggu suaminya ditepi ranjang dengan sabar, dia tidak mau suaminya salah paham, kalau dibiarkan terus bisa-bisa dia beneran jadi jendong rasa kencur.
Dia memainkan ponselnya karena buntu pikirannya. Tak berapa lama kemudian Frans keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada sedangkan bulir-bulir air masih ada yang menempel ditubuhnya bergelayutan dan turun kebawah saking halus dan licin tubuh pria itu.
Queen hanya bisa menggigit jari melihat pemandangan surgawi suaminya itu. Ingin rasanya dia mengelap semua titik air ditubuh suaminya dengan lidahnya namun jika dia melakukan itu sekarang sudah pasti Frans akan menoyor kepalanya sambil memberikan kuliah yang tanpa sks itu.
"Ckk...sialan, laki gw pasti sengaja tuh mancing-mancing pamer tubuh mulusnya itu biar gue serang, ntar giliran gue udah nemplok pasti di nyungsepin doang dikasur, dipake kaga. Aahh...kenapa gue harus diposisi ini sih? Cck..." desahnya putus asa, masalahnya melihat penampilan cool suaminya dengan bulir-bulir air ditubuhnya membuatnya sangat bernafsu ingin mengkungkungnya dan menguasai tubuh tinggi putih dan mulus itu.
"Ngapain lihat-lihat?" Frans melihat tidak suka hingga mematahkan khayalan tingkat tinggi Queen.
"Ingin sekali rasanya dia menyosor bibir jutek suaminya itu namun sekali lagi..aahh...sudahlah"
"Ayank masih marah? Jangan jutek-jutek nanti dede nangis. Kalau dede nangis kan rasanya ingin memperkosa ayank aja" ujar Queen tanpa malu-malu.
"Cckk....dasar otak kamu itu ya isinya hanya kemesuman saja. Bisa gak sih kamu berfikir waras sedikit?" ujarnya sambil memakai celana panjangnya dan langsung menutupi tubuh indahnya dengan kaos yang dilapisi sweater. Dia sedang dalam mode kesal dengan istrinya makanya dia tidak akan memanjakan mata istrinya dengan tubuh indahnya itu. Pokoknya tubuhnya harus tertutup biar tidak jadi mangsa liar mata istrinya.
Queen yang melihat suaminya sudah berpakaian rapi malam-malam itu langsung waspada.
"Eiitt....tunggu dulu, ayank mau kemana?" cegatnya sambil menghalangi setiap langkah suaminya. Kemanapun Frans melangkah Queen selalu mencegatnya.
"Minggir...jangan seperti anak kecil" omelnya karena dia jadi tidak bisa kemana-mana gara-gara kelakuan bocah istrinya itu.
"Ckk...tidak....tidak....kakanda tidak boleh pergi, hayo kakanda mau ngapain malam-malam begini mau keluar? Mana rapi banget dan wangi lagi. Jangan bilang mau berkencan ya, awas aja kalau kakanda berani melanggarnya, adinda sunat dua kali biar pendek perkututnya" ancam Queen.
"Astaga Queen" rasanya ingin sekali dia menggetok kepala istrinya supaya sadar dan tidak seperti anak kecil kelakuannya.
Queen pergi menuju pintu dan mengunci pintu kamarnya serta langsung mengamankan anak kuncinya.
"Queen...buka gak?" perintahnya
"Nggak" jawabnya bersikeras sambil berdiri didepan pintu dan memasukkan kunci ke dalam bra-nya.
"Astaga" Frans geleng-geleng kepala.
"Kamu pikir aku akan tergoda? Sekali lagi jawabannya adalah BIG NO" ucapnya tegas.
"Hei suamiku....jangan begitu, bisa-bisa aku meragukan keperkasaanmu. Kamu masih jantankan? Tidak belokkan?" tanya Queen penasaran.
"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja aku pria normal, atas dasar apa kamu meragukanku? Apa aku kurang memberimu kepuasan?" tanyanya sengit karena istrinya meragukan keperkasaannya.
"Tidak, aku tidak percaya kalau aku belum membuktikannya" Queen menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Terserah apa katamu, mana kuncinya?" Frans menengadahkan tangannya namun Queen mengacuhkannya. Karena sudah tak sabar akhirnya Frans merogoh dada istrinya dan mengambil kunci kamar itu.
"Ya salam" Queen kaget, maksud hati ingin menjadikannya suami tahanan kamar tapi malah dia bisa melepaskan diri.
"Suami...ikut"ucapnya
"Aku ada pekerjaan malam ini" ucapnya sambil mengambil kunci kontak mobilnya.
"Bohong" ucap Queen
"Kamu yang mengajariku berbohong" ucapnya ketus.
__ADS_1
"Astaga..apa artinya itu?" Queen melongo mendengar perkataan ketus suaminya.
"Aku jalan" ucapnya dan langsung keluar kamar tanpa menoleh lagi ke arah istrinya.
"Eehh....suami gila gue bener-bener pergi ya?" ucapnya bermonolog sendiri.
"Aaaaaaa....suamiiii" Queen berguling-guling dikasur sambil menendang-nendang seprainya karena kesal pada dirinya sendiri, ranjang yang sudah ditata begitu rapinya buat acara jungkit-jungkit akhirnya hancur oleh dirinya sendiri. Berulang kali dirinya menelpon Frans tapi tak satu panggilanpun dijawabnya. Queen harus meres otak agar bisa mendapat maaf dari suaminya. Namun bagaimana caranya dia meminta maaf jika suaminya mulai kabur-kaburan terhadapnya. Terpaksa malam ini Queen tidur sendiri karena dia tidak tahu kapan suaminya akan pulang.
"Suamiiii.....kembalikan jatah malamkuuuuuu" bunyi pesan kepada suaminya
Frans memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia harus menemui pria itu, pria yang sedang dekat dengan istrinya. Dia harus memastikan jika pria itu tak akan mengejar istrinya lagi. Meskipun dia tahu pasti semua karena ulah istrinya sendiri
Akhirnya Frans sampai di kafe yang dituju, dia memang tidak tahu Andre itu orangnya yang mana, hanya dengan mengandalkan ponsel pintarnya Frans berhasil menemui Andre. Di meja paling ujung Andre sudah menunggu Frans, dia pun penasaran bagaimana rupa suami Queen. Wanita yang sedang mencubit hatinya itu.
"Deg..." kaget bercampur kesal pada saat kedua makhluk tampan itu saling berhadapan.
"Sial...ternyata dia pria yang tampan dan manis senyumnya, pantas saja Queen bisa kepincut" Frans berkata dalam hati. Frans menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan sambil memperkenalkan diri "Frans"
"Silahkan duduk" ucap Andre dengan ramah.
"Hmm..." jawab Frans dingin.
"Mau pesan apa?" tanya Andre
"Mocalatte" jawab Frans, Andre pun langsung memesan 1 untuk tamunya
"Sorry, saya harus melakukan ini, malam-malam langsung mengajak anda bertemu, karena saya tidak suka punya masalah berlarut-larut" Frans membuka percakapannya.
"Saya pun minta maaf, jika sudah lancang menyukai istri orang. Tapi saya bersumpah jika saya tidak tahu kalau Queen sudah menikah karena dia tidak pernah pernah bercerita" Andre sedikit sedih mengatakannya.
__ADS_1
sambil menyesap kopinya
"Saya tidak menyalahkan anda, saya tahu sifat istri saya" ya Frans hafal betul sifat centil istrinya
"Saya harap hubungan kalian hanya sampai disini saja" ucap Frans penuh ketegasan.
"Jangan pernah meladeni istri saya, karena kalian yang akan sakit hati nantinya" pesannya
"Baiklah bolehkah saya bertanya?" tanyanya dengan sopan.
"Silahkan" jawab Frans
"Apakah Queen selalu seperti itu? Maksud saya tidak puas dengan satu laki-laki" Andre bertanya dengan hati-hati
"Hmm...sebenarnya istri saya adalah pribadi yang sangat hangat dan mudah bergaul itulah kenapa pada akhirnya kalian salah penafsiran tentang dia" Frans berusaha membela Queen walau bagaimanapun dia adalah istrinya dan tak boleh ada yang merendahkannya
"Baiklah Frans, ku rasa sudah jelas semuanya. Saya tidak akan pernah memulai sesuatu kecuali ada yang memulainya" balas Andre
"Apa maksudmu?" tanya Frans marah
"Saya bisa apa jika Queen yang akan memulainya" Andre tersenyum penuh air
"Sialan kau...jangan pernah memanfaatkan kelemahan isriku" ucapnya penuh amarah
Met malam genk...maag baru sempet up
Pusing mikirin bini yang hobi tebar pesona 😅
Fix aku lebih darimu
__ADS_1