
Mom....aku pamit, mau antar Sky ke sekolah sekalian antar Linda ke rumah sakit" ucap Axel setelah selesai sarapan dan langsung berdiri menghampiri putranya.
"C'mon tampan kita pergi kesekolahmu" Axel merapikan piring dan garpu yang dipakai Sky.
"Hmmm....roman-romannya sih type suami siaga" ejek Queen.
"Dari dulu aku seperti ini Queen, bahkan saat Hilda hamil aku menemaninya selama 24 jam" jawab Axel santai tanpa disadari perkataannya tersebut telah berhasil merobek hati seseorang.
"Axel" mommy Al menatapnya tajam seolah sedang memperingatinya, Axel langsung menyadari kecerobohannya dan melihat ke arah Linda.
"Maaf, aku pasti akan melakukan hal sama bahkan lebih untuk wanita yang paling aku cintai. Lin, aku akan jadi suami siaga 36 jam bukan 24 jam lagi hanya untukmu" ucap Axel ngegombal sambil menaik-turunkan alisnya berusaha mencairkan hati Linda yang pasti sudah membara gara-gara mendengar perkataannya tadi.
"Ya sudah berangkatlah, cucu opa belajar yang pintar ya biar kamu bisa menggenggam dunia" ujar Daniel.
"Jangan lupa akhirat bie" Alma menambahkan
"Ooh....tentu saja, nakal boleh tapi attitude tetap nomor satu" Daniel mengelus-elus rambut cucunya.
"Ayo salam sama opa dan oma kita harus berangkat sekolah" bisik Axel kepada Sky
"Opa, oma Sky pamit ke sekolah" ucapnya fasih dan lucu membuat gemas siapapun yang mendengarnya.
"Baiklah sayang nanti Sky bobo disini lagi ya sama oma dan opa" Alma membungkukkan tubuhnya agar bisa mencium pipi lembut cucunya begitu juga dengan Daniel.
"Eeiit...jangan lupa sama onty juga, sama uncle juga kalau tidak mau salim nanti Sky di suntik loh sama om" Queen menakut-nakuti bocah itu sambil tertawa dan membuat Sky cemberut hingga bibir merah itu mengerucut dengan sangat lucu.
"Lucu sekali anak itu" bisik Frans dalam hati. Dia tersenyum saat disalami oleh Sky.
Akhirnya Axel, Linda juga Sky meninggalkan kediaman mewah itu menuju ke sekolah setelah itu rumah sakit.
"Daddy aku pamit juga harus ke rumah sakit sekarang ini" pamit Frans pada ayah mertuanya.
"Selamat bertugas dokter" Daniel
"Aku juga dad...mau ke kampus pagi ini" Queen bangkit memeluk dan mencium mommy dan daddynya sebelum berangkat. Pagi itu Frans yang akan mengantar Queen ke kampus, dia tidak mengizinkan istrinya membawa mobil sendiri.
Di dalam mobil,
Frans melirik istrinya sekilas dan penasaran dengan istrinya tentang pendapat dia soal anak. Sudah lebih dari setahun pernikahan mereka namun tak sekalipun terlontar keinginan Queen untuk mempunyai seorang anak. Dan sepertinya sekarang adalah waktu yang tepat untuk membahasanya.
"Sayang...bagaimana pendapatmu tentang seorang anak? Apakah kamu tidak ingin memberikan anak kepadaku?" tanya Frans iseng.
Queen yang sudah menyadari tatapan tak biasa dari suaminya merasa sedikit dangerous.
"Suami, kita kan masih muda ya jangan buru-buru punya anaklah. Aku kan masih ingin bermanja-manja dengan kamu suami" ucap Queen centil sambil mengerdip-ngerdipkan matanya. Dia berharap dengan begitu Frans biasanya akan luluh.
__ADS_1
"Kamu sedang tidak ada mainkan dibelakang aku?"tanyanya sambil melirik tajam. Aroma maskulin dan cool yang keluar dari feromonnya membuatnya semakin terlihat dingin.
"Aaahhh....suamiku semakin tampan, i love you muach....muaachh....sarangeo" Queen membuat jari berbentuk love untuk suaminya. Frans diam saja tetapi sambil tersenyum samar.
"Gadis ini membuatku gila dan melumpuhkan otakku, dia selalu bisa mencari celah untukku tersenyum" ucapnya dalam hati.
"Besok kita ke spesialis kandungan, aku ingin memeriksakan kandunganmu, apakah ada sesuatu disana atau...diam jangan membantah" Frans memarahi Queen saat dia ingin menginterupsinya. Queen hanya memandangnya saja sambil cengar-cengir namun otaknya sedang berputar mencari alasan untuk menolak gagasan suaminya itu.
"Gak bisa....gue harus cari alasan besok, kenapa juga sih dia ingin buru-buru punya anak? heran banget deh. Ini semua gara-gara Axel sialan jadi bikin mood laki gue uring-uringan gara-gara anak. Aahh....suami aku belum siap punya anak, aku masih ingin bebas" Queen berkata dalam hati.
Mobil itu pun meluncur menuju kampus walau sedikit tersendat karena padatnya lalu lintas saat ini. Queen kehabisan bahan percakapan yang ada diotaknya hanya siasat untuk menghindari pemeriksaanya besok. Biasanya dua atau tiga hari suaminya akan lupa jika menghadapi masalah seperti ini, dan dia berharap Frans pun akan lupa seperti biasanya. Queen menyetel musik sambil bersenandung untuk menetralkan suasana sambil sesekali mencium pipi suaminya sebagai modus.
Frans membukakan seatbelt istrinya saat mobil sudah memasuki wilayah kampus.
Frans menoleh ke arah istrinya namun kedua tangannya masih tetap bertengger diatas stir mobilnya
"Ingat jangan nakal, jangan tebar pesona karena tugasmu belajar disini dan kamu bukan abg lagi, usiamu sudah cukup matang untuk menjadi seorang ibu" Frans berkata dengan tegas
"Padahal aku selalu bercinta denganmu dengan 'hard' tapi kenapa anak kita tidak jadi-jadi ya yang?" Frans mengerutkan alisnya sambil memandang bingung ke arah istrinya.
"Mungkin karena 'hard' makanya tidak jadi-jadi yang" jawab Queen sambil tertawa.
"Apa aku harus bermain soft?" tanya nya lagi.
"Jangan ah...aku suka yang hard-hard suami, lebih nikmat" Queen memasang wajah nakal didepan suaminya
"Sudahlah masuk sana, kalau berbicara disini aku takut tak kuat menahannya" Frans
"Aah....suamiku pagi-pagi sudah mesum. Apa kita ke hotel aja yank sekarang?" pancing Queen.
__ADS_1
"Hmmm....aku liat jadwal dulu" Frans segera memeriksa agenda hari ini.
"Tidak jadi suami, aku baru ingat kalau aku ada kuis hari ini, lain kali sajalah kita ke hotelnya" Queen segera mengemasi barang-barangnya dan akan keluar dari mobil itu namun Frans menahan pinggangnya sebentar.
"Jangan lupa" ucapnya sambil menyambar bibir penuh istrinya dan menikmati kesensualan didalam bibir itu.
"Belajar yang rajin, nanti aku jemput lagi" ucapnya setelah puas menikmati ciuman panjang dengan istrinya.
"Gak usah dijemput sepertinya aku ada acara dikampus siang ini" jawab Queen
"Aku saja yang menelpon jika sudah selesai acaraku, suami gak usah telpon-telpon aku ya" tambahnya lagi.
"Cckk....awas kamu mulai nakal" ancamnya.
"Nggak dong sayang...piss ah...love you" Queen segera membuka pintu mobilnya dan berjalan menuju lobby kampus sambil melambaikan tangannya. Frans segera menutup kaca mobilnya dan perlahan meninggalkan pekarangan kampus itu.
Pagi itu Axel dan Linda mengantar anak mereka ke sekolah. Keluarga kecil itu mendapat beberapa sorotan dari para mama-mama muda disana, mungkin sebagian dari mereka mulai bergosip tentang si putra mahkota Axel.
"Semenjak menjadi suami super model, wajah Axel kerap tertangkap kamera dan menjadi perbincangan dikalangan selebriti, bahkan kasus perceraiannya pun masih nampak hangat walau sudah terjadi beberapa bulan yang lalu.
Linda tidak menyadari jika dia menjadi rumor alasan kandasnya rumah tangga Hilda. Terlalu malas Linda menonton acara infotainment artis, dia hanya tau dan berurusan dengan obgyn, meja operasi dan masalah kewanitaan saja. Dari dulu dia lebih cenderung dengan profesionalitas kerja dan tidak pernah berharap menjadi seorang model ataupun artis meski dia memiliki wajah yang sangat cantik dan kulit putih mulus seperti porcelin.
Axel yang memilihkan Sky sekolah di kintergarden sekolah tk internasional namun bukan berarti setelah itu dirinya bisa lepas dari gosip kisruh rumah tangganya. Wajahnya sudah cukup terkenal dan segala tindak tanduknya terkadang menjadi headline berita tak bertanggung jawab dari para kuli tinta.
Axel tidak pernah menggubris berita tentang dirinya karena dia tidak pernah perduli namun sekarang keadaanya sudah berbeda dia harus menjauhkan dirinya dari berita-berita miring tersebut karena ada anak dan juga wanita yang harus dia lindungi saat ini.
Setelah menitipkan Sky kepada wali kelasnya, dengan bergandengan tangan mereka meninggalkan sekolah itu.
"Ooh...jadi Sky itu anaknya si pangeran itu?" salah satu wali murid nampak sedang bergosip dengan genk-nya.
"Padahal istrinya baru melahirkan tapi si pangeran lebih memilih selingkuhannya daripada istrinya. Iih...kacau sekolah kita jika ada anak pelakor yang bersekolah disini" timpal temannya lagi.
"Sepertinya kita harus bilang ke kepala sekolah, agar mengeluarkan anak itu. Aku tidak mau anakku tertular virus dari anak itu. Kita yang akan keluarkan dia atau kita yang minta ganti kelas" salah satu dari mereka mulai memprovokasi .
"Aku pun setuju, kita akan segera menghadap kepala sekolah kalau begitu"
"Ya...ya...aku ikut" jawab yang lainnya.
__ADS_1
Met sore genk....jumpa lagi😊