Atas Nama Cinta

Atas Nama Cinta
51


__ADS_3

Pagi itu suasana santai di keluarga Abisar, sedang sarapan pagi bersama. Miko memakan makanannya dengan sesekali berbincang dengan sang Ayah.


Sesekali Miko menjawab pesan singkat dari teman-teman nya lewat aplikasi hijau. Dan ia juga berselancar di dunia maya membaca artikel dan Instragram milik kenalan nya.


'Selamat pagi. Maafkan kami sudah mengganggu aktivitas Anda semua. Kami hendak bertemu dengan Saudara Miko." Kata Polisi.


"Iya saya Miko, ada apa ya?" Tanya Miko . Dan kedua orang tuanya bingung atas pertanyaan mereka, petugas kepolisian tersebut.


"Ada apa ya? Mengapa mencari anak saya?" Tanya Abisar seraya melirik sang anak.


"Maaf kami hanya bisa mengatakan, Saudara Miko Anda di tangkap karena kasus pembunuhan berencana juga pemakaian narkoba. Untuk pernyataan Anda bisa di dampingi oleh kuasa hukum."


"Tidak ! Ya. Tuhan Miko!' Seorang wanita cantik paruh baya itu menjerit shock lalu pingsan.


Sedangkan Miko di gelandang di bawa mobil kepolisian dengan di borgol di saksikan oleh para pelayan juga penjaga rumah dan orang tua nya. Lelaki itu hanya terdiam berkaca-kaca karena lagi-lagi hal yang dia tutupi diketahui oleh orang tua nya.


Sang Ayah menatapnya dengan pandangan amarah dan rasa kecewa yang begitu besar. Dia meminta pelayannya membawa sang isteri ke kamarnya, untuk di sadarkan dengan memberikan minyak aroma terapi.


"Pak Lukman segera ke kantor kepolisian! Cari tahu tentang penyebabnya anak ku, kenapa dia di tahan ! Dan siapa yang mengajukan permohonan penyelidikan nya!" Titah Abisar lewat telepon .


Sedangkan di kediaman keluarga Cicilia sang Ayah menangis sesenggukan dalam diam, sedangkan sang istri menangis tersedu-sedu mendekap erat bantal di kamar sang anak


Polisi menggeledah barang-barang penting Cicilia guna menyelidiki penculikannya yang tengah di alaminya. Polisi menceritakan tentang pernikahan siri sang anak yang membawanya ke tempat rehabilitasi medik juga jiwa.


Belum lagi kekerasan yang dilakukan oleh Miko sang tunangan , bahkan menjadikan dia sebagai piala bergilir di dunia pertemanan lelaki itu. Bahkan hingga detik ini Cicilia mengkonsumsi obat-obatan penenang.

__ADS_1


"Maafkan Papa sayang, maaf." Bisik lelaki itu masih menangis sesenggukan. Ayah Cecilia terpukul setelah mendapatkan kenyataannya .


"Anakku sayang, anakku malang... Anakku sayang, maafkan Mama yang tidak tahu semuanya. Kau pasti sangat menderita.."


Raungan sang ibu menyayat hati bagi siapapun yang mendengar tangisannya.


Cicilia yang ceria dan berkata manja sangat di sayang oleh sang ibu juga para pelayannya. Mudah berbagi dengan orang lain banyak yang menyukainya, namun nasibnya tak seberuntung itu.


pengacara Lukman datang bersamaan dengan tibanya mobil yang membawa Miko ke kantor polisi. Mereka bertatap muka langsung. Lelaki itu menanyakan tentang keadaan kasusnya Miko


Mendapatkan informasi semuanya, bahkan hasil visum sudah keluar berikut dengan bukti-bukti yang terkait sebagai bukti bahwa Miko tersangka utama yang menyebabkan terjadinya peleyapan secara berencana dan penggunaan obat terlarang.


"Saudara Miko terbukti dengan bukti-bukti yang terkait keterlibatannya dalam kasus meninggal nya dua orang wanitanya."


"Ada satu korban sengaja di lenyapkan dan juga pelecehan seksual secara masal, dan korban di sakiti dengan dibiarkan dehidrasi juga keletihan." Jelas petugas kepolisian.


Polisi menjelaskan secara rinci berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan. " Ada surat dokter, obat medis yang di terima ada kwitansi check in dan rekaman percakapan transaksi."


Pengacara Lukman hanya bisa menatap wajah Miko dengan amarahnya yang ditahan, bagaimanapun dia seorang ayah, biar pun anaknya laki-laki, seandainya ia memiliki anak perempuan jika di ajak berbuat maksiat oleh temannya bahkan di celakai secara sengaja demi keuntungan pribadi ia pun tak terima.


"Maafkan saya, dengan ini saya menyatakan mengundurkan diri sebagai pembela tersangka." Ucap Pak Lukman kepada pihak penyidik dan Miko menatapnya dengan penuh tanda tanya.


"Terimakasih atas semuanya, saya mohon maaf dan pamit." Pengacara Lukman menjabat tangan nya dan menghadap ke Miko. "Miko, kau sudah keterlaluan nak! Aku sebagai ayah murka dan pasti nya akan menuntut mu hingga ke hukuman yang terberat!" Bentak pengacara Lukman.


"Aku tak terima jika itu terjadi pada putriku! Katakanlah aku baper dan emosional namun aku masih ingat hukum tanam tuai dan itu tak ingin aku dapatkan. "

__ADS_1


"Aku akan mengatakan itu pada orang tua mu! Secepatnya aku mengundurkan diri sebagai pengacara keluarga mu. Aku kecewa akan apa yang kau perbuat. Tak kusangka kau pandai menyembunyikan sisi jahat mu!'


"Bersikap baik dan polos bahkan terlihat berbakti pada orang tua nyatanya kau sungguh iblis berbentuk malaikat!' Maki nya.


Pengacara Lukman meninggalkan tempat tersebut dan menuju ke kediaman Miko. Mengatakan tujuannya juga seberapa besar kasus yang menjerat Miko. "Maafkan saya karena tidak bisa menjalankan tugas sebagai pembela putra Andam".


Ibu Miko menangis tersedu-sedu kala mendengar penuturan bahwa anaknya akan mendapatkan tuntutan penjara maksimal tanpa adanya keringanan masa tahanan.


Sementara ayah Miko hanya tersenyum getir kala melepaskan kepergian sang pengacara. Sikapnya yang menuntut sang anak serba bisa membuahkan hasil yang tak pernah dia duga bahkan membayangkan hal buruk tersebut saja tak pernah apalagi sekarang anak nya terancam hukuman penjara seumur hidupnya.


Di penjara Miko hanya terdiam menatap sekilas orang sekeliling nya selebihnya dia hanya berdiam diri melamun entahlah, apa yang dia pikirkan.


Dirga mendapatkan berita kematian Cicilia hanya dapat berdiri mematung menatap pusara baru di depannya. Ada Galuh, Akbar, Davis, Larasati bahkan Bagaskara pun turut serta mengantarnya ke tempat peristirahatan terakhir kalinya.


"kami pasti akan mencarikan keadilan untuk mu aku janji." Gumam Larasati dan Bagaskara hanya mendekapnya erat menyalurkan kekuatan nya agar sang istri tidak tumbang karena sedih kehilangan sahabat nya


Lelaki itu mendengar kalimat yang diucapkan oleh Larasati. Dan ia berjanji akan mendampingi kasusnya hingga tuntas, ia sudah memerintahkan pengacaranya untuk melakukannya.


"Kita menyayangi mu mengapa kau memendam nya sendiri, mengapa kau tidak berbagi duka mu pada kami? "


"Apa arti kami bagimu?" Galuh menangis sesenggukan dalam pelukan Davis.


"Kami akan memastikan dia di hukum seberat-beratnya, tenanglah Cicilia kami menyayangi mu!" Bisik Akbar


"Maafkan aku tak bisa melindungi mu, aku janji akan memastikan dia menerima hukuman nya, kalau perlu hukuman mati. Dan sanksi sosial bagi keluarganya yang sok berkuasa itu!".Kata Dirga lirih.

__ADS_1


Semuanya berperang dengan pikirannya masing-masing melepaskan kepergian Cicilia yang begitu tragis dan secara tiba-tiba.


"Kami sayang kamu." Gumam Larasati sambil meletakkan bunga di tangannya. Diikuti yang lain. Hingga akhirnya satu persatu pelayat meninggalkan tempat pemakaman umum.


__ADS_2