Atas Nama Cinta

Atas Nama Cinta
Jangan Pernah Datang Kembali Kesini


__ADS_3

Linda tidak dapat berbuat apa-apa selain mengikuti kemauan Axel. Daripada bete dia memainkan handphonenya hingga tertidur.Lama-lama Axel tidak tega juga melihat Linda yang tertidur pulas sambil memegang hape-nya. Dia mengambil ponsel Linda dan melihat layarnya. Axel segera mengusap layar itu nampaklah wajah lucu putranya. Seraya dia tersenyum dan membelai gambar itu.


"Anak daddy yang sangat tampan, tenanglah sayang kita akan segera bersama kembali. Daddy akan selalu menjagamu child. Tunggu daddy kita akan bertemu sebentar lagi, i miss you" Axel tersenyum dan meletakkan ponsel itu di nakas dia melihat ke arah Linda lalu merapikan sebelah kaki Linda yang menjuntai kebawah agar tidurnya menjadi lebih nyaman. Setelah itu dia pun segera mandi dan membersihkan diri, dia harus terlihat sempurna di mata anaknya apalagi dimata ibunya.


Axel tahu jika dia adalah pria yang tampan namun dia menjadi kurang percaya diri jika sudah berhadapan dengan dokter Pandu. Menurutnya Pandu termasuk pria yang tampan dan juga cerdas. Makanya dia menjadi sedikit khawatir jika Linda akan berpaling darinya. Ditambah Pandu sudah mengantongi restu ayahnya Linda.


"Sudahlah....persetan dengan itu semua mereka adalah milikku dan tak ada yang berhak mengambilnya dariku"


Axel segera mengenakan kemejanya dan menyisir rambutnya yang agak-agak kepirangan itu.


"Yes...perfect, aku tampan, aku kaya, aku setia dan aku pasti bisa memilikimu" ujarnya percaya diri saat melihat dirinya dicermin.


Axel segera memanggil bell boy dan menyuruhnya memasukkan semua koper-koper Linda kedalam mobilnya. Setelah semua beres dia menghampiri wanita itu lalu bersimpuh sambil mencium keningnya.


"Sayang...apa kamu masih ingin tinggal disini?" tanyanya dengan lembut sambil mengusap-usap pipi lembut Linda.


Linda menggerakkan tubuhnya dan mengerjap-ngerjapkan matanya. Alangkah kagetnya dia, begitu membuka matanya wajah Axel ada didepan matanya. Mata yang kebiruan itu seolah menjadi daya tariknya. Linda segera merangkum wajah tampan Axel dan tersenyum, Axel semakin mendekatkan wajahnya ke Linda dan matanya tertuju pada bibir merah itu. Hampir saja bibirnya menyentuh bibir Linda, tiba-tiba saja Linda membuang wajahnya kesamping, alhasil Axel hanya mencium matras bukan bibir Linda.


Linda menutup bibirnya tertawa melihat Axel, merasa dipermainkan dia segera menarik tubuh itu dan menindihnya.


"Ampun Axel...ampun" ujarnya sambil tetap tertawa.


"Kamu mulai nakal ya hah!!..cup...cup" Axel mencium pipi dan telinga Linda karena hanya itu yang bisa terjangkau.


"Kamu sih bikin kaget aku aja"


"Jadi kita pulang?"


"He'eh"


"Kiss me" pintanya

__ADS_1


"Nggak mau...nanti kamu minta nambah terus"


"only once...promise" Axel membuat tanda piss dengan jarinya.


"Kalau aku tetap nggak mau?" Linda memainkan rambut Axel


"Aku akan memaksa"


"Iihh....sukanya memaksa"


"Karena kamu memang sukanya dipaksa hehehe" Axel mencium ujung hidung Linda.


"Permisi aku mau bersiap-siap" Linda mendorong tubuh Axel namun Axel tak mau bergerak sama sekali. Linda tetap mendorongnya Axel tetap tak bergeming.


"Sudah kukatakan, give me one kiss atau kita akan menginap lagi malam ini disini" kata-kata Axel tak bisa dibantah lagi, akhirnya Linda pun mengalah, daripada membuang-buang waktu lebih lama lagi maka dia segera mencium bibir Axel. Mendapat angin segar dari wanitanya tentu saja Axel tak akan menyia-nyiakannya. Dengan cekatan dia pun segera menyambar bibir lembut Linda.


Permainan lidah dan bibir berlangsung dengan amat menggelora, Axel terus mendominasi hingga membuat Linda kewalahan menghadapinya. Axel sesekali memberikan kesempatan Linda untuk mengambil nafas sebanyak-banyaknya. Walaupun Linda memintanya untuk berhenti tetapi Axel tidak perduli, dia tetap menyerang bibir itu dengan brutal.


Setengah jam sudah Axel melepaskan dahaganya, dia tertawa melihat bibir Linda yang membengkak dan merah karena tarikannya dan his#pannya tadi. Linda memukul lengan pria-nya Axel hanya tertawa mendapat pukulan-pukulan manja itu. Taklama merekapun keluar kamar dengan saling bergenggaman tangan, sesekali Axel menciumi punggung tangan itu. Mereka segera meluncur ke kediaman Linda


Perjalanan pun pada akhirnya sampai ditujuan. Mereka saling berpandang-pandangan, hati Linda berdegup keras, dia khawatir jika papanya akan mengusir Axel. Namun Axel memberikan kekuatan kepadanya seolah dia mengatakan apapun yang terjadi dia akan menghadapinya dan akan selalu berada disisinya.


Setelah Axel membuka pintu itu, dia pun memarkirkan mobilnya didepan halaman rumah Linda. Mereka segera memasuki rumah itu.


Mendengar ada suara mobil masuk Sky bersama oma dan apanya segera menuju kedepan, wajah Sky nampak sumringah dan bahagia.


"Mamaaaaa" teriaknya lalu dia berlari meminta pelukan sayang dari mamanya. Linda merentangkan tangannya dan memeluk anak semata wayangnya itu.


"Anak mama...mama kangen kakak Sky" Linda menciumi wajah anaknya, saat itu Sky melihat ke arah Axel.


"Om...om..aku kangen om juga" ujarnya sambil tangan mungilnya menggapai-gapai ke arah Axel.

__ADS_1


Melihat putranya melambaikan tangannya, Axel segera menghampirinya dan mengambil Sky dari pelukan Linda.


"Daddy juga kangen Sky" Axel memeluk putra kesayangannya itu.


"Ehhmmm...ehhmmm" ayah Linda segera berdehem memberi kode.


Axel segera menghampirinya dan bermaksud mencium tangannya namun segera ditepis oleh ayah Linda.


"Berikan cucu saya" pintanya kepada Axel dengan wajah sangat tidak bersahabat.


"Ini om aku opa" Sky memeluk Axel dengan erat.


"Kamu tidak tuli kan?kemarikan cucuku" opa segera mengambil paksa Sky dari pelukan Axel.


Axel ingin mempertahankannya namun ayah Linda tetap menarik Sky dari pelukannya. Untuk menghindari sakit yang akan diderita oleh anaknya maka Axel rela melepaskan putranya itu.


"Sky sama oma dulu ya opa mau mengantar orang asing keluar rumah, main robot-robotan yang dari om Pandu sana" ujarnya agak keras dengan sengaja agar Axel mendengar dan merasa kesal. Opa pun menyerahkan Sky kepada oma dan menyuruhnya masuk kembali kedalam kamar.


"Saya tidak mau berdebat dengan orang asing, sekarang anda keluar sekarang juga" opa segera menuju pintu dan membukakannya untuk Axel.


"Papah...jangan begitu, dia sudah mengantar dan menjagaku dengan baik tolong perlakukan Axel dengan baik pah" pinta Linda


"Linda...mungkin kamu bisa memaafkan pria iblis ini tetapi papa tidak. Papa tidak akan pernah memaafkannya, apa kamu sudah lupa dengan segala kesedihan yang sudah dia perbuat untukmu?" bentak papa


"Pah...itu masa lalu, apa kita tidak bisa berdamai dengan masa lalu? kita hidup untuk esok dan masa depan pah. Tolong jangan perlakukan Axel seperti itu" Linda mendekati papanya dan memohon kebijaksanaannya.


"Kamu memang wanita yang naif dan bodoh Linda, pantas saja pria ini bisa seenaknya membodohimu, sadar Linda dia bukan kebahagiaanmu tetapi dia adalah penderitaan, dia adalah kekelaman untukmu"


"Stop om...om boleh memaki menampar bahkan menyiksa saya, saya tidak perduli tapi tolong jangan pernah sakiti Linda apalagi Sky, mereka adalah tanggung jawab saya om" Axel mencoba meredam kemarahan papa Linda namun rupanya pria itu sangat keras kepala, dia tidak memperdulikan semua perkataan Axel.


"Keluar dan jangan pernah injak rumah saya lagi"

__ADS_1


*****


Met malam bestie....segini dulu ya besok kita lanjut lagi🤗duh masih gak enak hati sama kalian, kayanya dosa aku banyak banget sama kalian😂sekali lagi maaf ya kesayangan2 akoohhh🤗


__ADS_2