Bahu Bakoh

Bahu Bakoh
Bab 138. Akhir Untuk nya


__ADS_3

Sepandai-pandai nya seseorang menyembunyikan kejahatan, kejelekan atau sifat buruk lainnya yang merugikan orang lain pasti cepat atau lambat akan terbongkar juga.


Tuhan selalu memberikan kesempatan untuk siapapun umatNya agar berubah dan kembali ke jalanNya. Hanya menyembah Tuhan yang Esa, tapi jika kesempatan itu di sia-siakan hanya kepedihan dan penyesalan tak berujung yang didapatkan.


Seperti saat ini, mbah Ribut yang tak ada angin tak ada hujan mendadak sakit-sakitan. Dia hidup sendiri selama ini, jadi saat dia sakit seperti ini tak ada seseorang yang merawatnya di masa tuanya.


Menikah bukan pilihan hidupnya tapi mencetak benih pada rahim beberapa wanita selama karirnya berlangsung sebagai dukun sakti, sudah jadi hobinya. Katanya 'Dari pada bayar wanita malam, mending memanfaatkan kebodohan para pasien yang datang padanya'.


Dan sekarang, beginilah dia. Meski polisi tak bisa menjamah keberadaannya tapi, siksaan lebih menyakitkan justru dia terima. Sekujur badannya mengeluarkan bau busuk, serta sering muntah darah. Mbah Ribut sendiri tidak tahu penyakit apa yang dia derita.


Berbagai cara dia lakukan untuk menyembuhkan dirinya sendiri, dengan bantuan makhluk ingon-ingonnya tentu saja. Tapi bukan kesembuhan yang didapat malah sakit yang dia rasa semakin lama semakin menjadi saja.


Dalam kesakitan raga yang dia derita, dia kembali mengingat semua perbuatan kejinya di masa lalu. Bahkan beberapa hari lalu dia masih sempat mengelabuhi korbannya untuk diajak bermain mandi keringat dengannya. Tapi lihat sekarang, saat ini lekaki yang terkenal dengan kedigdayaannya itu sedang meringkuk memelas kematian untuk dirinya sendiri dengan cepat agar raganya tak terus merasakan kesakitan seperti sekarang.


Segelas air berada di atas meja akan dia ambil untuk sekedar membasahi tenggorokannya yang mengering akibat batuk tak berjeda, tapi kemujuran tak berpihak padanya. Entah kenapa gelas berisi air putih itu jatuh dan hanya menyisakan pecahan beling di lantai tempat mbah Ribut menangis tanpa suara.


Badannya semakin lemas, sisa tenaganya dia pakai untuk merayap ke arah pintu. Dia bermaksud meminta bantuan kepada siapapun yang lewat depan rumah persembunyiannya itu. Tapi, betapa terkejutnya dia saat melihat pemandangan di luar akal sehatnya. Dia melihat ada sosok perempuan dengan kepala terbalik menyeringai tepat di tengah pintu.


Rambutnya panjang menjuntai sampai tanah, meski dengan keadaan terbalik mbah Ribut bisa melihat kengerian di balik seringaiannya.

__ADS_1


Dan mbah Ribut bisa mengenali siapa perempuan tersebut. Turun dari pintu dengan gaya tak wajar, perempuan yang bisa dikatakan mahluk beda dunia itu meluncur bebas jatuh ke tanah dengan kepalanya duluan yang mendarat mengenai tanah.


Jangan bayangkan ada darah keluar dari kepalanya saat perempuan itu jatuh, karena rupanya darah tak terlihat meski hanya setetes saja. Yang ada perempuan dari dunia lain tadi malah memutar kepalanya 180° dan tertawa kencang dengan bunyi ngik ngik yang mengganggu pendengaran.


"Ii-nduun.." Kata mbah Ribut dengan suara tercekat di tenggorokan.


"Kamu masih mengenaliku rupanya kikikikikiiiiik.. Ayo ikut aku, aku tahu tempat bermain yang cocok buatmu kikikikikiiiiik." Tawa makhluk yang menyerupai bu Indun, ibunda Selvi.


"In-duu...n Maa-aaf.. Ma aafkaan akuu.." Meski dengan nafas putus putus mbah Ribut berusaha merampungkan kalimatnya.


"Maaf? Maaf apa? Untuk apa? Kamu minta maaf padaku? Kikikikikiiiiik.." Wujud bu Indun tepuk tangan mengelilingi mbah Ribut yang kian tersiksa dengan batuk darah yang tiba-tiba menyerangnya.


"Kamu paksa aku melakukan sesuatu yang hanya boleh aku lakukan dengan suami ku! Kamu paksa aku selingkuh! Kejam!! Saat aku selalu mewanti-wanti anak ku agar tidak menjadi perebut suami orang, menjadi selingkuh orang.. Tapi, aku malah jadi orang yang hina karena kamu jadikan budak mu!! Kikikikikiiiiik.."


Tangan bu Indun terulur meraih benda di antara pangkal paha mbah Ribut dan menariknya keras. Tak ayal lelaki tua yang memang dilanda sakit fisiknya itu menjerit kesakitan, tapi suara jeritannya tak terdengar di luar sana.


Mbah Ribut sering berpindah-pindah tempat tinggal. Hal itu dia lakukan untuk mengecoh pihak berwajib dan para korbannya agar tak bisa menemukan keberadaannya dengan mudah. Seperti sekarang dia menyewa kontrakan yang sudah dibayar untuk tiga bulan ke depan. Suasana kontrakan tak jauh beda dengan kontrakan lainnya, banyak orang yang berseliweran keluar masuk area tersebut. Tapi, anehnya sekeras apapun mbah Ribut berteriak minta tolong tak siapapun yang datang sekedar melihat kondisinya.


Diantara banyaknya tempat tinggal yang mbah Ribut tempati, desa Bondocupet adalah desa yang paling lama dan menjadi saksi bagaimana dia menghancurkan mental seorang wanita. Dia adalah Indun. Parasnya yang ayu dulu, membuat mbah Ribut langsung jatuh hati pada wanita ini.

__ADS_1


Tapi sayang, setelah diselidiki.. Indun muda kala itu telah menikah dengan lelaki yang menurutnya tak pantas untuk gadis se ayu Indun. Maka, dengan berbagai cara dan akal bulusnya.. Dia berhasil menghasut mertua serta Darmaji yang merupakan suami Indun itu sendiri.


Dengan tipu muslihatnya, dia berhasil meyakinkan satu keluarga itu jika Indun mandul dan dengan kesaktiannya dia bisa membuat Indun subur dan juga melahirkan keturunan untuk keluarga mereka.


Bak gayung bersambut, niat busuknya malah di aaminn kan oleh keluarga dari Darmaji yang menyodorkan Indun pada waktu itu untuk berobat padanya. Tak terhitung berapa kali mbah Ribut melampiaskan hasratnya pada Indun. Dan dengan hati tercabik, Indun selalu menuruti kemauan bejat mbah Ribut.


Setelah puas dengan permainannya, mbah Ribut cabut kembali guna-guna yang dia gunakan untuk menutup jalan rahim Indun. Dan membiarkan benih Darmaji membuahi Indun, sehingga lahirlah Selvi. Selvi sendiri bukan anak mbah Ribut tentu saja karena pada masa itu, mbah Ribut main cantik dengan bantuan makhluk halus agar keinginan menikmati tubuh Indun bisa dipermudah.


Akan curiga orang-orang jika nanti waktu melahirkan bayi yang dikandung Indun selama ini lebih mirip dirinya dari pada Darmaji. Sehingga dia menggunakan guna-guna menutup rahim Indun dengan cara seperti disebutkan tadi.


Mbah Ribut bisa bernafas lega karena hingga dia pergi meninggalkan desa Bondocupet tak ada satupun warga yang curiga dengan kebejatannya. Indun pun tak ada tanda-tanda membuka suara atas apa yang dia alami selama ini.


Tapi, tidak dengan hari ini.. Di sini mbah Ribut bisa melihat sosok yang tak pernah dia lihat lagi selama puluhan tahun. Dan setelah bertemu kembali, Indun yang dulu cantik jelita kini berubah jadi demit yang siap mencabut nyawanya.


"Gimana Buut Ribuuut?? Enak diginiin kikikikikiiiiik.." Dengan keras tangan itu meremas dua biji kemiri milik si mbah. Sudah pasti si empunya biji bukan merem melek keenakan tapi langsung melotot bak bola mata akan keluar.


Malas bermain-main, entah setan atau demit sebutan untuk makhluk yang menyerupai bu Indun itu. Sosok itu berubah menyeramkan dengan rambut berubah jadi tumpukan belatung. Dari rambutnya dia ambil belatung itu dan di masukkan ke dalam mulut mbah Ribut secara paksa sambil bersenandung pelan.


"Naah sudah kenyang Buuut?? Ayoo ikut aku, kita Jalan-jalan ke kuburan kikikikikiiiiik.."

__ADS_1


Setelah peristiwa menyeramkan yang dialami mbah Ribut, esok paginya dia ditemukan sudah tak bernyawa dengan mata melotot dan mulut menganga yang dijadikan lalat keluar masuk untuk mengerubungi jasadnya.


__ADS_2