Bahu Bakoh

Bahu Bakoh
Bab 82. Target buruan


__ADS_3

Caca menatap nanar pada sosok yang tadi pagi berpamitan manja padanya. Tak terasa air matanya meluncur begitu saja tanpa diperintah. Dadanya sakit melihat orang yang disayang terbaring lemah seperti itu.


Sekali lagi, tangan itu digenggam. Tak ada gerakan tangan Ervin untuk membalas genggamannya. Wajah itu pucat, dengan mata terpejam, dan nafas terdengar tercekat, Ervin diam tanpa respon.


"Mas.. Mi Cha udah makan. Tadi dia nangis mas nanyain ayahnya,, aku bilang ayah belum pulang kerja." Caca berhenti bercerita. Kembali terlihat ibu satu anak itu menghapus air matanya.


"Kalau capek istirahat dulu aja mas.. Aku tahu beban di pundak mu banyak, aku tahu kamu lelah, tapi jangan lupa bangun ya.. Aku sama Mi Cha nggak bisa tanpa kamu mas, kami butuh kamu.." Caca menunduk diam tanpa kata.


Budhe Efa menyaksikan sendiri pemandangan menyesakan di depan matanya hanya bisa menghela nafas pelan. Ervin memang slengean dan terkesan tengil tapi saat dia seperti ini ada kerinduan di hati budhe Efa pada sosok yang sering membuatnya uring-uringan setiap saat.


"Ada yang aneh sama kecelakaan Ervin.." Suami budhe Efa mengajak istrinya bicara di ruang tunggu pasien.


"Aneh? Maksudnya?" Budhe Efa memicingkan matanya.


"Di sengaja. Banyak saksi mata di lokasi kejadian jika Ervin sudah menyalakan lampu sen sebelum berbelok arah tapi, mobil yang awalnya bergerak normal mendadak menekan pedal gas kencang. Dan berakhir menabrak keras motor yang dikendarai Ervin."


"Sayangnya setelah melihat cctv di lokasi kejadian.. plat kendaraan yang digunakan untuk menabrak Ervin itu palsu. Tapi, tenang aja.. Kasus tabrak lari yang menimpa Ervin ini sudah ditangani pihak berwajib. Kepolisian tak akan tinggal diam. Kita do'akan aja semoga Ervin lekas pulih." Lanjut suami budhe Efa.

__ADS_1


Keduanya terdiam. Budhe Efa kembali memperhatikan adiknya yang setia menemani Ervin sambil terus menggenggam tangan suaminya itu.


Sedangkan di tempat lain, pak Jatmiko tertawa lepas. Dia senang dengan hasil kerja para anak buahnya. Segepok uang sudah ada di atas meja kusam sebagai bayaran atas pekerjaan haram yang mereka lakukan.


"Jangan biarin dia idup. Nanti malam ke rumah sakit, cekik aja dia, atau bekap pake bantal! Aku pengen dia rasain pengapnya udara yang masuk ke paru-paru. Perlahan-lahan sampai dia menjemput ajal." Suara pak Jatmiko tak dihiraukan anak buahnya. Mereka sibuk menghitung uang dengan mata berbinar.


"Heh!! Denger enggak kelian ini??" Bentak pak Jatmiko keras.


"Apa bos?" Tanya salah satu dari mereka yang teralihkan fokusnya karena hardikan pak Jatmiko barusan.


"Wah maaf bos, kalau soal itu ada biaya tambahan.. Soalnya resikonya juga gede, iya kan gengs??" Si paling kurus mengompori yang lain untuk meminta uang lebih karena tugas yang diberikan kepada mereka bertambah.


"Duit mulu!! Kerjain aja dulu, duitnya nyusul kalau kelian bisa lakuin pekerjaan itu. Dan pastiin jangan tinggalin jejak!!"


Orang-orang suruhan pak Jatmiko tentu saja menolak perintah tersebut. Terlalu berisiko bagi mereka jika harus menghilangkan nyawa orang di rumah sakit yang pastinya banyak penjagaan dari pihak keluarga maupun pihak rumah sakit itu sendiri.


"Lagian napa enggak biarin dia idup sih bos, kalau pun bangun lagi juga paling tuh orang ilang ingatan. Nggak inget sama bos lagi! Si Bawor nubruknya kenceng soalnya, ya kan Wor?!" Si cungkring menyenggol rekannya yang dipanggil Bawor. Yang bersangkutan hanya mengiyakan saja.

__ADS_1


"Kelian nggak tahu gimana busuknya cara mereka ngancurin hidupku! Aku yang dulu dihormati banyak orang, disegani siapa saja, dengan liciknya mereka jeblosin aku ke balik jeruji penjara! Istriku minta cerai! Anakku kena bully dan depresi karena teman-temannya terus mengolok-oloknya. Setelah keluar dari penjara, anakku bahkan tak sudi menganggap ku ayah karena malu punya ayah bekas narapidana!! Dan semua itu gara-gara si brengsek Teguh dan Ervin!! Dua orang itu harus membayar mahal dengan apa yang telah mereka lakukan padaku!!!" Kilatan amarah terlihat nyata lewat tatapan mata pak Jatmiko.


Pak Jatmiko tentu tak menceritakan bagaimana bisa dia dijebloskan ke dalam penjara, baginya, yang terlihat hanyalah kesalahan Ervin dan Teguh. Sedangkan apapun yang diperbuatnya meski tahu jika hal itu menyimpang dari jalur kebenaran, dia tak peduli. Baginya, semua yang dia lakukan itu benar adanya!


_____


Mengetahui jika sahabatnya kecelakaan dan dirawat di rumah sakit, Teguh bermaksud menjenguk Ervin. Dengan berbekal ijin dari Ayu, Teguh sudah sampai di rumah sakit tempat Ervin di rawat.


Langkah kakinya cepat. Dia ingin segera menemui sahabatnya. Melihat bagaimana kondisi Ervin dengan mata kepalanya sendiri.


Karena terburu-buru, Teguh tak sengaja menabrak orang yang berjalan berlainan arah dengannya. Memakai masker dan kacamata hitam, orang itu hanya diam saat Teguh membantunya bangun karena tersenggol olehnya tadi.


"Maaf mas.. Enggak sengaja, sekali lagi aku maaf. Aku buru-buru mas.." Ucap Teguh sopan. Anggukan menjawab kalimat Teguh.


"Bos.. Target satu juga ada di sini." Ucap lelaki yang barusan disenggol Teguh tadi melapor kepada atasannya lewat telepon.


"Kalau bisa, habisi semuanya!" Seringai jahat muncul saat pak Jatmiko mengatakan hal tersebut.

__ADS_1


__ADS_2