Bahu Bakoh

Bahu Bakoh
Bab 153


__ADS_3

'Pergilah sejauh yang kamu bisa, karena saat jodoh sudah menggariskan dirimu sebagai belahan jiwaku.. Ke ujung dunia sekalipun kamu menghindar dariku, semesta akan kembali menyatukan kita' _RMS


____


"Satu tahun, dua tahun, sepuluh tahun.. Hingga sekarang genap tujuh belas tahun kamu pergi ninggalin aku.. Nggak kangen ya sama aku? Sama kebersamaan kita? Mimpi kita sudah lama terkubur bersama dirimu yang telah tertidur abadi, mimpi di mana aku dan kamu bisa menua bersama.. Melihat anak cucu kita berlarian menghampiri kita, lalu kita sigap memeluk mereka.."


"Meski tak jadi kenyataan, karena keadaan yang membuat kita mengubur dalam mimpi sederhana kita.. Tak membuatku menyerah dengan keadaan.. Tapi pernah.. Dulu aku pernah hampir menyerah, ingin menyusul mu, mengacuhkan sekitar yang mungkin membutuhkan ku, masa bodoh dengan siapapun yang menyuruhku bersabar karena kehilangan mu, tapi.. Akhirnya aku sadar.. Aku hidup bukan untuk diriku sendiri, aku harus hidup demi anak kita. Anak yang kamu lahirkan dengan taruhan nyawa, tetesan keringat dingin menahan sakit saat berjuang melahirkan Ayu kita.."


"Meski begitu, tak ada raut kesedihan yang kamu perlihatkan saat tahu malaikat maut sudah melambaikan tangannya ingin menuntun mu ke dunia yang berbeda. Dua tahun kamu lalui dengan tulus ikhlas menjaga Ayu, mengabdikan diri sebisa mu padaku, tak pernah mengeluh dengan sakit yang kamu rasakan setiap hari kian menyiksa. Jika semua itu terjadi padaku, mungkin aku akan berdoa agar segera di ambil nyawaku oleh sang Maha Kuasa, karena aku tak bisa membayangkan bagaimana sakitnya menjadi dirimu. Tapi kamu tidak.."


"Kebodohan ku yang tak tahu bagaimana setiap hari kamu berdoa ingin terus hidup, ingin terus bersama dengan Ayu dan juga aku.. Kekurangan ku yang tak bisa memberikan fasilitas pengobatan terbaik karena memang aku tak punya materi yang mencukupi,"


"Benar.. Semua ini memang jalan takdir kita. Aku dan kamu harus berpisah saat itu juga.. Ratapan tangis air mata darah sekalipun tak akan bisa mengembalikan kamu ke sisiku.. Maaf ya, aku bicara ngalor ngidul seperti orang gila."


"Aku hanya ingin sedikit mengeluh.. Nggak boleh ya? Dek.. Selamat ulang tahun, hari ini hari lahir mu di dunia. Aku hanya ingin mengatakan jika aku dan Ayu sekarang bahagia, kami terus hidup dengan membawa kenangan mu dalam hati kami.. Tak ada yang aku lupakan tentang kamu, istirahat ya sayang.. Aku kirimkan kado dulu buat kamu.."


Seiring berakhirnya kalimat itu, Teguh membuka buku yasin kecil dan lantas melantunkan ayat suci di depan pusara istrinya.


Terlihat sangat khusyu dan begitu menghayati, setiap ayat yang dia suarakan seperti ungkapan hati seorang kekasih yang mendamba kehadiran pujaan hatinya.


Terdengar berlebihan? Tidak! Jangan mengatakan semua itu berlebihan jika belum pernah merasakan pedihnya kehilangan sosok yang paling dicintai tanpa bisa bertemu lagi, selamanya. Di awal perpisahan.. Untuk melanjutkan hidup rasanya begitu sulit, sesak setiap kali menghirup udara, sakit tak berdarah adalah ungkapan yang pas untuk menerangkan apa yang dialami Teguh saat ini. Luka itu ada tapi hanya dia yang tahu letaknya, hanya dia yang tahu sakitnya..

__ADS_1


Terakhir, Teguh mengucapkan salam perpisahan karena dirinya akan pulang ke rumah. Kembali ke rutinitas hariannya, menjadi sosok bapak yang terlihat kuat di hadapan putrinya.


_____


Terlihat sekali jika Ayu sedang bersedih. Tampak di wajah ayunya nampak sendu juga mata yang masih berkaca-kaca.


"Aku anter kamu pulang ya Yu?" Tanya Reza menawarkan diri.


Ayu menggeleng pelan. "Aku bawa motor sendiri Za. Za.. Aku nggak pernah mikir jadiin kamu kesetku.. Aku nyaman sama kamu seperti aku nyaman deket sama Uni, aku nggak seburuk itu nyampe bikin kamu rendah di mata orang lain.. Tapi kalau kamu merasa aku udah bikin kamu seperti itu, aku minta maaf.. Aku benar-benar minta maaf.." Tangan Ayu di telakupkan ke depan.


"Kamu ngomong apa sih Yu? Nggak usah mikir yang nggak nggak deh.. Oke aku yang salah! Aku masih berharap kamu akan membalas perasaan ku, aku masih berharap kamu mau jadi pacar atau mungkin mau jadi pasanganku di seumur hidupku! Kalau aku masih mengharapkan hal itu, apa berarti aku nggak tulus melakukan ini semua buat mu Yu? Aku tulus Yu.. Aku sayang sama kamu. Baik kamu terima atau nggak perasaan ini, itu nggak ngubah apapun.. Aku tetep sayang sama kamu." Reza sedih saat tahu air mata Ayu keluar karena dirinya. Bukan karena gunjingan orang-orang tadi padanya.


Ayu menurut. Di tatapnya kedua netra Reza yang intens mengunci Ayu di ke dalaman mata juga hati Reza.


"Kamu maunya aku gimana?" Pertanyaan yang lagi lagi membuat Ayu bingung harus menjawab apa.



"Bersikap biasa aja Za, aku bingung kalau kamu terus bilang kamu sayang aku.. Aku nggak bisa bales rasa mu.. Aku minta maaf.." Ujar Ayu dengan suara parau bergetar.


"Aku nggak butuh balesan mu sekarang Yu, beri waktu buat hatimu menentukan ke mana arah kiblatnya, biarkan aku berusaha dengan caraku. Jangan cegah aku untuk terus sayang sama kamu Yu.." Reza tak bisa berbohong, hatinya sakit saat Ayu seperti memberi kode jika tak akan ada dirinya di hati Ayu.

__ADS_1


"Oeeee udah udah dramanya Ya Salam.. Pusing kali palaku liat kelian kek gini! Yang satu cinta setengah mati, satunya lagi menolak dicintai! Ribet bener hidup kelian ini lah!" Kali ini Seruni membuat buyar atmosfer kesedihan yang tadi tercipta.


"Masalah kelian itu sebenarnya apa sih? Kurang komunikasi aja keknya! Reza pengen mengungkapkan atau memperlihatkan jika dia sayang sama kamu Yu, dan Ayu.. Dia belum pengen berkomitmen sama siapapun Za. Solusinya, Reza cukup sayangi Ayu dalam diam aja. Nggak usah terus ngingetin ke Ayu kalo kamu ada rasa sama dia! Biarin semua berjalan apa adanya sebagai mana mestinya.."


"Dan Ayu, jangan ubah sikapmu ke Reza. Jangan merasa canggung karena kamu udah tahu isi jeroan Reza! Pinter pinternya kelian jaga hati masing-masing lah.. Ngerti kan maksud ku?"


Keduanya terdiam. Ayu pamit pulang lebih dulu karena mendapat telepon dari bapaknya. Sedangkan Reza, dia masih di kampus bersama Seruni karena dua kali Ayu menolak bantuannya untuk mengantarkan Ayu pulang ke rumah.


"Nggak usah bengong. Makin jelek tau nggak!"



"Kira-kira, dia ada rasa nggak ya Ni sama aku?" Lagi.. Pertanyaan Reza membuat Seruni tepok jidat.


"Kalo pun nggak.. Seenggaknya kamu dapet pahala lain Za." Ucap Seruni menepuk punggung Reza memberi suntikan semangat.


"Apaan?"


"Jagain jodoh orang. Pahalanya juga gede itu!" Seruni minta ditabok!


Tatapan sengak langsung Reza berikan kepada Seruni yang dianggap tak memihak padanya.

__ADS_1


__ADS_2