Bahu Bakoh

Bahu Bakoh
Bab 81. Kecelakaan


__ADS_3

Mi cha nama panggilan yang diberikan Caca dan Ervin kepada putrinya yang artinya perempuan yang cantik. Bocah berusia tiga tahun itu asik bermain dengan krayon di tangannya. Tangan kecilnya hanya mencoret-coret asal gambar di hadapannya. Tak peduli apakah warna itu cocok atau tidak jika dipadu padankan dengan gambar yang dia poles, keceriaan sederhana itu mampu mengukir senyuman Caca saat melihat tingkah anaknya.


Dari belakang Ervin mencium pundak Caca, terlihat sekali kemesraan dan harmonisnya keluarga kecil mereka.


Tangan Caca bergerak mengelus pipi Ervin tanpa berbalik menghadap suaminya. Matanya masih fokus memperhatikan tingkah polah Mi Cha.


"Dek.. Kok gerah ya," Ervin bersuara.


"Mandi lah mas, masa iya aku mandiin.." Caca merengut manja.


"Boleh. Aku sih yes!" Gelak tawa Ervin hanya ditanggapi senyuman ringan Caca.


Ciuman itu berpindah ke tengkuk, dengan tangan yang merayap ke depan.. Kegiatan itu terhenti saat Mi Cha terus memperhatikan apa yang ayahnya lakukan.


"Mas.. Dilihatin Mi Cha lho ini, udah sana berangkat kerja.. Tumben banget sih sok romantis gini." Caca menahan tangan Ervin yang makin nyasar kemana-mana.


Ervin tertawa. Dia bergerak mencium kilat bibir Caca dan kemudian meninggalkan istrinya itu dengan suara berdecak.


Beralih mendekati Mi Cha yang melongo karena ayahnya yang pagi ini terlihat makin keren aja. Kemeja yang dilipat sampai batas siku, dan rambut yang dibiarkan berantakan tanpa di sisir. Makin membuat pesona seorang Ervin terpancar.


"Mi Cha, ayah kerja dulu ya sayang.. Nanti kalau pulang ayah bikinin adek buat Mi Cha, mau nggak?" Pertanyaan nyeleneh Ervin langsung dijawab anggukan oleh anaknya.

__ADS_1


Anak sekecil itu mana tahu artinya 'bikin adek'. Caca menyenggol kesal ke arah suaminya yang makin mezum tiap harinya.


"Kenapa sih dek? Nyolek-nyolek terus.. Nyolek yang lain bisa berpotensi membangkitkan tegangan ekstra tinggi lho. Emang kamu mau tanggung jawab kalau udah kek gitu?" Ervin menaikan sebelah alisnya. Menggoda Caca adalah kebahagiaan tersendiri buat Ervin, pipi Caca yang bersemu seperti itu seakan menantang dirinya untuk dicium.


Berangkat kerja setelah drama ala telenovela, Ervin mencium gemas pipi gemoy Mi Cha. Tak lupa kecupan hangat untuk istrinya, tak biasanya dia seromantis itu.


"Mas.. Hati-hati ya.." Caca menyelipkan pesan saat mencium punggung tangan suaminya.


"Huum dek, hmm oiya.. Nanti kalau misal aku pulang agak malem, pintunya langsung kunci aja. " Ucap Ervin setelah memberikan Mi Cha yang tadi ada di gendongannya kepada Caca.


"Ayah ayaah.." Mi Cha menangis melihat kepulan asap putih dari knalpot motor ayahnya makin menghilang.


____


Pagi itu, Ervin tak tahu jika dia sudah dijadikan target buruan oleh orang-orang suruhan pak Jatmiko.


Melihat suasana pagi yang ramai lancar dengan kendaraan roda dua mendominasi, para algojo bayaran itu memastikan jika targetnya bergerak ke arah yang mereka mau. Menggunakan dua mobil hitam dengan plat yang sudah dipalsukan, orang-orang suruhan pak Jatmiko begitu ahli membututi target mereka.


Ervin juga tak menyadari jika dia sedang diikuti, dia santai saja melajukan motor ninjanya sambil menikmati udara pagi yang segar melewati paru-parunya.


Saat dia ingin berbelok ke kanan, dengan lampu sen yang sudah dia nyalakan, mobil hitam dengan kecepatan tinggi langsung menghantam tepat ke motor Ervin. Kejadian disengaja itu begitu cepat terjadi.

__ADS_1


Beberapa kali Ervin berguling di jalan akibat terpental saking kencangnya tabrakan barusan. Masih untung dia menggunakan helm dengan benar, tapi belum hilang rasa keterkejutan para pengguna jalan karena kecelakaan tak terduga pagi itu, tubuh Ervin seakan ingin dijadikan bola sepak oleh mobil yang lain.


Dia jatuh tepat di tengah jalan saat kondisi jalan tengah ramai. Tak ada polisi yang mengatur jalan, tak ada orang yang melihat dengan jelas mobil yang menabrak Ervin. Setelah memastikan kondisi korbannya sudah diantara dua alam, tanpa rasa ampun, dari dalam kaca mobil yang lain, orang suruhan pak Jatmiko akan menyiram air keras pada badan Ervin yang tergeletak di tengah jalan.


Hal itu urung dilakukan karena beberapa orang tergopoh-gopoh menghampiri Ervin. Meski helm terpasang dengan benar, tapi kepalanya juga terkena hantaman cukup keras.


Sedang mobil yang menabraknya kabur sesaat setelah berhasil menabrak targetnya. Menyisakan satu mobil yang masih memantau keadaan apakah korbannya kali ini berhasil dipertemukan dengan malaikat maut atau tidak.


"Panggil ambulan!" Teriak salah satu orang yang menolong Ervin.


"Kasih tahu si bogel, misi berhasil! Target udah jogging di alam baka!" Seru salah seorang pelaku dari dalam mobil yang masih memantau keadaan Ervin.


"Udah gini aja? Wah enggak seru. Padahal aku pengen banget lemesin otot tadi, ya minimal adu gelut sama tuh orang." Ucap yang lain dengan cengiran kebahagiaan karena di angannya sudah membayangkan tumpukan uang dari bogel alias pak Jatmiko sebagai bonus karena keberhasilan mereka melenyapkan musuh bosnya itu.


"Mumpung nggak ada yang curiga, yok kita kabur!" Ajak yang lain.


"Lha ini air kerasnya gimana? Enggak jadi disiramin?" Tanya salah satu diantara mereka yang menjadi supir.


"Buat kamu cuci muka aja. Abis cuci muka pake air itu, tadinya muka Bopak mu bisa jadi Brad Pitt!" Ujar yang lain sambil tertawa.


Ervin segera mendapat pertolongan setelah mobil ambulan tiba di lokasi kejadian. Orang-orang di sana menatap miris pada motor yang sekarang tak berbentuk yang tadi dipakai Ervin untuk membelah jalanan.

__ADS_1


__ADS_2