
Teguh menikmati sejuknya angin sore itu, pandangannya tertuju pada pengantin wanita yang cantik dengan pakaian pengantin berhijab. Begitu bersahaja. Dan pengantin laki-lakinya juga tak kalah gagah, seorang dosen muda yang dikenal Teguh sekilas sebelum menikahi Arsella.
"Katanya mereka itu ta'aruf tanpa saling kenal sebelumnya lho. Enggak pacaran, enggak pernah ketemuan.. Lah kok mau ya.." Bisik-bisik para emak di pojokan.
"Alaaah.. Paling juga nanti nggak genep setahon udah cere mereka! Lihat aja ntar." Sambung yang lain.
"Hooh. Enggak cocok! Lakinya muda, tampan, kaya. Lha si wanita cuma guru SD yang telat ka_win." Cibir mereka masih di tempat hajatan.
Sebenarnya apa masalah mereka? Datang tinggal datang kalau tak mau menghadiri pesta pernikahannya Arsella dan Agus pun tak ada yang memaksa mereka. Tapi, yang mereka lakukan dengan bergosip di tempat hajatan seperti itu pasti akan membuat orang lain yang mendengarnya merasa tak nyaman. Apalagi jika yang mendengar adalah keluarga dari kedua mempelai.
"Ayu.. Manis banget sih kamu.. Sama siapa ke sini?" Reza menaikkan alisnya saat bertanya pada Ayu.
"Sama bapak." Ayu menjawab singkat.
"Pas kalau gitu. Ada bapak kamu, mumpung petugas KUA masih di sini.. Yok ku halalin kamu sekalian." Ayu menatap malas pada pemuda yang sekarang tersenyum semanis mungkin untuknya.
"Gaje." Ucap Ayu berlalu pergi.
"Bukan gaje, kamu belum tahu aja gimana nanti usahaku saat aku mutusin serius sama kamu." Ucapan Reza tentu tak di dengar Ayu, karena Ayu sudah berada di dekat Dinda. Reza tak ingin melewatkan kesempatan untuk dekat dengan Ayu, dengan sekejap saja pemuda itu sudah terlihat di antara teman-temannya di depan sana.
__ADS_1
"Mas.. Aku ijin menemui murid-murid ku dulu ya," Arsella meminta ijin pada suaminya. Karena saat itu mereka sedang berbincang dengan teman-temannya Agus. Agus mengangguk dengan seulas senyum berkembang mengiyakan.
"Bu guruuuuuu..." Serempak Seruni, Dinda dan beberapa teman sebaya mereka yang lain berteriak kegirangan karena bu guru mereka mau menemui secara langsung.
"Dieh pada sarapan toa ya?! Berisik tahu enggak." Telinga Reza berdenging karena teriakan teman-temannya. Yang lain tertawa. Hanya Ayu dan Dinda saja yang fokus pada kedatangan Arsella di tengah-tengah mereka.
"Selamat ya bu atas pernikahannya.. Semoga pernikahan bu guru jadi yang terakhir, bahagia di setiap waktu, dan.. samawa ya buuuu" Seruni heboh sendiri.
Dinda diam seketika. Pernikahan terakhir? Mamahnya nikah bolak-balik, apa dulunya tak ada yang mendo'akan agar pernikahan mama dan papanya jadi pernikahan terakhir saat itu? Dinda sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Ayu, bapak kamu awet muda banget ya.. Ganteng hihihi." Seruni menyenggol lengan Ayu sambil tersenyum menunjukkan deretan giginya.
"Ya ganteng wong bapak mertua ku.. Liat doong bibitnya aja bisa secantek ini, calon ku ini. Jan pada deketin dia yak!!" Wildan sekarang yang berujar.
Reza menatap tak suka pada Wildan yang terlihat jelas sedang menunjukkan ketertarikannya pada Ayu.
"Di sini bintangnya Ayu ya? Aku mah apa.. Butiran paser di lautan.." Ucap Dinda sedikit curcol.
"Mending kamu butiran paser, lha itu si Dondon ngaku butiran upil. Upil apa segede gitu hahaha.." Giliran Seruni yang berkata demikian.
__ADS_1
Sekarang Arsella membiarkan mantan murid-muridnya itu bernostalgia mengingat saat-saat masih di bangku sekolah dasar dulu. Dia bermaksud kembali menemui suaminya yang sedang duduk bersama kerabatnya.
"Eh maaf.. Astaghfirullah, maaf aku enggak sengaja.." Arsella terdiam mendengar suara itu.
Teguh secara tak sengaja menyenggol Arsella. Keduanya diam beberapa saat. Sampai Arsella tersadar waktu suaminya menghampirinya.
"Maaf mas, aku enggak sengaja tadi.." Ucap Teguh sambil menjaga jarak antara dirinya dan Arsella.
"Iya enggak apa-apa mas. Istri ku ini emang cantik, makanya banyak orang yang terhipnotis sama pesonanya. Aku juga gitu hahaha. Tak sengaja disenggol tak apa lah, asal jangan sengaja ditikung aja. Nanti aku susah napas. Karena separuh napasku ada di dia." Agus mengeratkan rangkulannya pada pinggang Arsella. Arsella sendiri tak bicara apapun. Dia hanya menunduk tidak menatap lawan bicara suaminya.
Teguh juga tak menanggapi guyonan garing Agus. Setelah meminta maaf, lelaki itu berjalan keluar dari tempat itu. Diikuti Ayu yang merasa tak nyaman karena obrolan teman-temannya terus membandingkan dirinya dengan tamu lain di sana.
____
"Pak.. Ayu denger dari Reza, katanya bu Arsella dulu suka sama bapak. Tapi malah nikah sama om Agus, suaminya sekarang." Ayu membuka obrolan. Ayu yang sekarang bukanlah anak kecil yang tak mengerti urusan perasaan.
"Kamu tadi ke sana buat cari bahan gosip Yu?" Teguh meledek anaknya yang terlihat menggembungkan pipi karena gemas dengan ucapan bapaknya.
"Jodoh tak pernah tertukar Yu. Kayak ban kendaraan aja. Misalnya, saat salah satu ban sepeda kempes atau rusak, enggak bisa kita pasang ban truk untuk mengganti ban yang kempes itu agar sepedanya bisa kembali berjalan."
__ADS_1
"Makanya pak.. Jangan beli sepeda. Pake kapal aja jadi enggak perlu pusing mikir bannya yang kempes."
Keduanya tertawa. Sesimpel itu hidup mereka selama ini. Tak mau ambil pusing dengan sesuatu yang memberatkan otak mereka untuk berpikir di luar jangkauan mereka.