Bahu Bakoh

Bahu Bakoh
Bab 53. Menikah


__ADS_3

Tak terasa waktu terus berlalu, hari berganti bulan, bulan berganti tahun.. Dan di tahun ini Ayu telah lulus di sekolah dasar. Di tahun yang sama Ervin akan menikah. Pemuda dua puluh delapan tahun itu sudah move on dari Delavona, pacar onlen yang duluan meninggalkan Ervin untuk menikah dengan orang lain terlebih dahulu.


Teguh merapikan baju Ayu yang akan dia ajak ke pesta pernikahan Ervin. Baju gamis sederhana itu tak mampu menutupi kecantikan Ayu yang sudah terpancar sejak kecil. Kerudung merah muda yang Ayu pakai menambah keimutan bocah itu.


Dengan kegigihannya dalam bekerja, sekarang Teguh memiliki sepeda motor sendiri. Meski tak membeli motor keluaran terbaru tapi motor bebek itu sangat membantu aktivitas Teguh sehari-hari.


"Pak.. Om Ervin nikah sama siapa ya pak?" Tanya Ayu yang sudah duduk manis di atas motor.


"Bapak enggak tahu Yu. Kenapa? Bapak aja enggak kepo kok.. Kok kamu kepo." Teguh menanggapi celoteh anaknya.


"Ayu bukan kepo pak.. Tapi tanya aja gitu, siapa tahu bapak kenal sama pacarnya om Ervin."


Bapak dan anak ini larut dalam pembicaraan mereka di atas motor yang melaju membelah jalanan. Hingga tak terasa mereka sudah tiba di tempat terselenggaranya resepsi pernikahan Ervin dan sang istri.


Ayu turun dari motor, membetulkan kerudungnya yang tadi sempat menutup matanya karena terpaan angin. Sedangkan Teguh menunggu anaknya itu membetulkan letak kerudung lalu mengulurkan tangan tanda mengajak masuk ke dalam rumah yang sudah didekorasi sedemikian rupa layaknya rumah yang sedang mengadakan hajatan.


"Pak.. Mana om Ervin kok enggak nyalami kita." Ayu duduk di dekat Teguh yang lagi-lagi tersenyum dengan pertanyaan putrinya.


"Kamu dari tadi kok nanyain om Ervin terus to Yu, kenapa? Kamu kangen ya sama dia? Dia sekarang udah punya istri lho Yu.. Enggak bisa sering-sering ke rumah kita seperti dulu. Mungkin sekarang om Ervin lagi ganti baju." Memberi penjelasan dan menjawab pertanyaan Ayu dalam waktu bersamaan.


Ayu melihat ke sekeliling tempat yang sekarang dia tahu adalah rumah dari orang tua pengantin wanita, istrinya on Ervin.


"Itu istrinya om Ervin pak?" Ayu menunjuk dengan jari ke arah perempuan berparas cantik dengan dandanan khas pengantin.


"Huum." Teguh hanya melihat sekilas.


Ervin melangkah cepat menghampiri Teguh dan Ayu duduk. Senyumnya tak hilang dari wajah. Sudah bisa dipastikan dia sangat bahagia hari ini.

__ADS_1


"Om Ervin ganteng pake baju itu." Celoteh Ayu.


"Om mu ini enggak pake apa-apa juga ganteng Yu.. Eh," Diikuti tawa. Ayu mengerutkan keningnya tak paham.


"Mulutmu Vin Vin.. Kamu mau ngeracunin anakku sama kalimat absurd mu itu. Ngomong-ngomong, selamat ya.. Akhirnya kamu nikah juga." Teguh memberi ucapan selamat.


"Hahaha.. Iya mas, makasih. You know lah mas, kek apa susahnya aku dapetin dia.. Untung aja dia mau nikah sama aku kan."


"Peletmu belum luntur Vin.. Makanya dia belum sadar dan mau nerima kamu jadi suaminya." Keduanya ngakak.


"Enggak gitu lah mas.. Nanti orang lain dengar dikira aku melet dia beneran."


Ayu terkacangi di sana. Bapak dan om Ervin nya asyik ngobrol ngalor-ngidul sampai melupakan kehadiran Ayu yang diam saja membiarkan kedua lelaki dewasa itu bercerita.


Pandangan mata Ayu terfokus pada wanita cantik yang memakai baju senada dengan om Ervin, pengantin wanita itu terlihat masih muda. Ayu tersenyum membalas senyum si mbak manten yang berada jauh dari tempatnya duduk saat ini.


"Eh.. Iya ya.. Maaf Yu, Om lupa ada Ayu di sini." Kembali ngakak.


"Idih.. Teganya." Ayu manyun. Teguh ikut ngakak.


Ervin sedikit cepat berjalan membelah kerumunan tamu undangan dan menarik istrinya tercinta untuk ikut duduk bersama Teguh dan Ayu.


Di sana juga nampak budhe Efa yang terlihat anggun, meski usia sudah tak muda lagi. Beliau datang bersama suami dan kedua anaknya.


"Budheeeee... Ilipiyuuu, budhe selalu cantek di mataku lah.." Ervin merentangkan kedua tangan seperti ingin memeluk. Tapi, budhe Efa mundur beberapa langkah tak ingin bersentuhan dengan makhluk di depannya.


"Sopan! Jangan panggil aku budhe lagi! Aku ini kakak iparmu! Konyol!" Budhe Efa melewati Ervin yang malah ngakak mendengar perkataan singkat darinya.

__ADS_1


Ya.. Ervin menikah dengan adik bungsu budhe Efa. Gadis berusia sembilan belas tahun bernama Caca itu menerima pinangan Ervin setelah berpacaran kurang lebih enam bulan. Mereka bisa kenal juga secara tak sengaja di toko tempat Ervin berkerja. Waktu itu Caca akan menjemput kakaknya, budhe Efa pulang bekerja. Dari pertemuan pertama mereka waktu itu memberikan setruman di hati masing-masing.


"Om Epin diomelin mamah lagi hahaha.." Kata anak sulung budhe Efa.


Ervin kembali tertawa menanggapi ledekan keponakannya yang merupakan anak-anak budhe Efa.


"Nah Ayu.. Istri om ini namanya Caca, dia manis kan, imut kan, cantik kan-"


"Iya om iyaaaa.. Tapi kok kakak mau sih nikah sama om Ervin. Hai kak, aku Ayu. Bapak Ayu temen kerjanya om Ervin." Ayu memotong omongan Ervin dengan memperkenalkan diri pada Caca.


"Hai Ayu.. Iya Yu, kakak tahu kamu anaknya mas Teguh. Kan kami udah kenal.. Sering ngobrol tentang kamu juga Yu, katanya kamu pinter ya di sekolah." Senyum itu memberitahu jika Caca memang orang yang ramah.


"Manggil Caca kakak, kok manggil aku om sih Yu. Kok kamu gitu sama om Yu.. Sakit lho hati om.. Berasa tua ini aku."


"Om emang tua lah." Ucap Ayu spontan.


"Ayu..." Teguh menggeleng pelan memberitahu jika yang diucapkan itu tak sopan.


"Hmm maaf pak, abis om Ervin lucu.."


"Tadi kata bapak, bapak enggak kenal sama istrinya om Ervin.. Bapak bohong sama Ayu." Bocah itu melanjutkan perkataannya.


"Kan biar surprise Yu." Kata Teguh membela diri.


Semua orang larut dalam kebahagiaan hari ini. Yang tak bisa diprediksi, jodoh Ervin malah adik dari budhe Efa, orang yang selalu jutek dan garang kepadanya. Berbanding terbalik dengan Caca yang sangat ramah kepada semua orang. Ervin yang susah payah ingin melupakan Delavona malah secara tak sengaja dipertemukan dengan Caca, wanita yang sekarang resmi menjadi istrinya.


Netra mereka bertemu, Caca hanya tersenyum simpul mendapat pandangan mata mendamba dari suaminya. Dunia seperti milik mereka berdua, yang lain ngungsi di pojokan.. makan rendang bareng budhe Efa.

__ADS_1


__ADS_2