
Menjalani hidup sebagai seorang single parent tentu tak mudah. Bertahun-tahun Teguh menjalani semua itu, anak perempuannya kini telah masuk ke sekolah menengah atas. Pesona Ayu dengan kesederhanaannya bahkan mampu menarik perhatian lawan jenisnya. Banyak lelaki yang tertarik untuk menjadikan Ayu pacar tapi Ayu tak mengindahkan ajakan mereka.
Baginya bisa menamatkan sekolah dengan segudang prestasi yang dimiliki akan lebih membanggakan bapaknya.
Dan Teguh.. Apakah dia tak ingin menikah lagi? Nyatanya sampai sekarang dia masih betah hidup sendiri. Berdua dengan anaknya tentunya. Dia memikirkan banyak hal jika akan menikah lagi, dia takut istri yang dia pilih menjadi ibu sambung untuk Ayu nanti tak tulus sayang pada Ayu. Menyakiti hati putri satu-satunya karena keegoisannya. Itulah yang tak dia harapkan.
"Mau kemana Yu? Kok rapi banget.." Teguh bertanya saat anaknya itu sudah selesai memakai hijabnya.
"Bapak lupa? Hari ini kita diundang ke acara nikahannya bu guru." Dengan senyum ramah Ayu menjawab pertanyaan bapaknya.
"Oiya.. Bapak lupa Yu." Teguh menghembuskan nafas pelan.
__ADS_1
Dia ingat sosok itu, Senandung Arsella gadis yang sempat mengalihkan pandangannya setelah Nur tiada. Wanita dewasa itu hari ini menikah saat umurnya sudah cukup matang. Tiga puluh dua tahun, tapi kecantikannya tak kalah dengan gadis berusia dua puluhan. Hatinya sempat berdesir saat menatap mata Arsella tapi, jodoh tak mempertemukan mereka di pelaminan.
Mereka tak pernah menjalin hubungan, tak pernah berjanji untuk mengikat komitmen, juga bukan menebar gombalan seperti muda-mudi bucin pada umumnya. Hanya dengan memperhatikan cara mereka bicara dan pandangan mata mereka saat melihat satu sama lain seperti mengisyaratkan kalau diantara keduanya ada satu ikatan tak terlihat yang tertutup oleh kata pertemanan.
Lalu bagaimana dengan Vera? Akhir dari pernikahan toxic Vera dan Theo adalah perceraian. Vera tak tahan dengan semua ulah Theo yang seakan menggerogotinya dari dalam. Theo tak pernah memukulnya secara fisik tapi lelaki itu berhasil melukai Vera hingga titik terdalamnya. Ya, Vera jadi dijauhi anaknya karena Dinda berpikir mamanya itu lebih memilih Theo dari pada dirinya.
Vera bahkan menjadi pribadi yang lebih emosian dari sebelumnya karena berpikir apa yang dia pilih ternyata adalah neraka berkedok surga. orang tuanya meninggal, rumahnya di jual, ditipu Theo yang ternyata sudah memiliki istri dari pernikahan sebelumnya.
Theo dengan teganya bahkan sempat mengajak istri pertamanya untuk tinggal bersama di rumah Vera. Apa Vera diam saja? Tentu tidak. Dia bukan wanita bodoh yang mau diinjak-injak, sudah cukup Theo merusak hidupnya. Lelaki itu berhasil membuat hubungan ibu dan anak merenggang. Lelaki itu berhasil menjadikan Vera yang angkuh dan sombong menjadi mainan baginya.
Saat Dinda dengan tangisannya memohon agar Vera mau ke rumah opa nya untuk menjenguk opa nya yang sakit ingin bertemu, dengan sombongnya Vera menolak keinginan putrinya. Bahkan waktu Dinda mengabarkan jika opa Dinda yang adalah papinya Vera meninggal dunia, Vera justru sibuk dengan Theo yang saat itu mengelabuhinya dengan segudang bualan.
Demi menyelamatkan harga dirinya dan ekonominya yang morat-marit akibat tipu daya suaminya sendiri, Vera sampai rela merendahkan harga dirinya di depan Djaduk. Dia minta Djaduk mau menikah dengannya. Meski dia tahu jika saat itu Djaduk sudah memiliki istri, tapi semua itu tak penting baginya.
__ADS_1
Bisa mengembalikan keadaan seperti semua, dengan kekayaan, harta dan uang yang selalu ada membuat Vera tega melakukan segalanya. Termasuk melukai perasaan sesama kaumnya. Dia tak peduli di cap pelakor. Semua ghibah, gunjingan dan tuduhan orang-orang untuknya tak berarti apapun. Itulah kenapa Dinda makin menjauh dari mamahnya. Dia memilih tinggal di rumah oma opanya meski hanya bersama asisten rumah tangga.
Jika ditanya dari mana Dinda mendapatkan uang untuk membayar upah sang asisten yang mengurusnya, semua itu datang dari Djaduk. Lelaki itu tak sampai hati membiarkan anak dari orang yang pernah menolongnya hidup menderita karena kekurangan harta serta kasih sayang dari orang tua. Tentu saja Djaduk tak memberikan uang itu secara langsung kepada Dinda tapi setiap bulan, sang asisten rumah tangga pasti akan langsung mendapat transferan dana yang masuk ke rekeningnya.
Uang itu selalu melebihi jumlah gaji sang asisten, karena sisanya akan dipakai untuk keperluan sehari-hari Dinda dan biaya sekolah remaja itu. Jika Dinda bertanya pada asisten rumah tangganya, dari mana uang itu berasal.. Djaduk menyuruhnya untuk berbohong dan mengatakan uang gajiannya di dapat dari saudara papinya. Djaduk tak mau namanya disebut.
_____
"Pak.. Ayo, kok malah melamun." Ayu mengagetkan Teguh yang masih terpaku melihat undangan dengan nama Senandung Arsella dan Agus Harimurti di sana.
"Iya Yu.. Sebentar bapak ganti baju dulu."
__ADS_1
"Ayo Yu." Ucap Teguh yang terlihat sudah siap menghadiri pesta pernikahan Arsella.