Bukan Dunia Novel

Bukan Dunia Novel
109. Pesta Dansa I


__ADS_3

Suasana aula diadakan pesta dansa sangat ramai. Semua tamu undangan dari dalam kerajaan maupun diluar kerajaan telah hadir semua.


Terlihat ada banyak sekali kursi tamu kehormatan berbaris rapi dalam aula pesta tersebut. Para petinggi kerajaan Apollonia terlihat sedang melayani tamu-tamu penting dari kerajaan tetangga.


Setelah pengumuman kehadiran Raja dan Ratu dari kerajaan Apollonia di umumkan, semua orang yang hadir langsung menunduk hormat saat penguasa kerajaan Apollonia berjalan dengan menggandeng Istrinya berjalan menuju singgasananya.


Tidak lupa pula dengan para Selir Raja yang berjalan dibelakang Sang Raja dan mengambil tempat yang disediakan.


Tidak lama setelahnya, Seint dan Lilian berjalan memasuki aula pesta dansa diadakan. Sebelumnya Seint telah mengkonfirmasi pada Raja Reinal jika ia membutuhkan waktu untuk menyiapkan diri dikarenakan luka yang ia dapatkan saat perjalanan pulang yang harus mendapatkan perawatan.


"Yang Mulia Pangeran Mahkota dan Putri Mahkota memasuki ruangan." Teriak salah seorang Prajurit.


Semua tamu undangan kembali menunduk hormat dan memberikan salam pada keduanya. Semua mata terpana melihat Seint dan Lilian yang berjalan bergandengan tangan.


Lilian menggunakan gaun panjang berwana peach dengan hiasan batu berlian kecil di bagian dada. Seint juga menggunakan stelan yang warnanya senada dengan gaun yang Lilian kenakan.


Keduanya tampak sangat serasi membuat tamu undangan merasa iri melihat keduanya. Tatapan mata Lilian berhenti saat melihat Ayah dan Ibunya yang melemparkan senyum cerah kearahnya.


Sungguh Lilian merasa rindu dengan Ayah dan Ibunya. Sudah hampir dua minggu ia tidak melihat keduanya, saat pertama sampai ke Ibukota Lilian belum bisa kembali ke kediamannya dikarenakan ia harus menyiapkan diri untuk pesta dansa yang sedang berlangsung.


Setelah membalas senyuman kedua orang tuanya, Lilian kembali berjala menuju kursi yang disediakan bersama Seint.


Setelah keduanya berhasil terduduk dari kursinya, Raja Reinal mulai mengeluarkan suara.


"Terima kasih kepada tamu undangan yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri pesta dansa yang dilaksanakan malam ini. Terutama kepada tamu undangan yang dari luar kerajaan karena sudah jauh-jauh kesini untuk memenuhi undangan dari saya. Semoga para tamu undangan merasa nyaman selama berada di kerajaan Apollonia." Ucap Raja Thanos sambil melemparkan senyumnya.

__ADS_1


Raja Reinal kembali menghela napas. "Tujuan diadakan pesta ini adalah ingin memberi penghargaan kepada Putra Mahkota beserta pasangannya Putri Mahkota karena telah berhasil menangani krisis panjang di wilayah barat. Bukan hanya mengatasi krisis, keduanya bahkan berhasil menemukan harta tersembunyi yang berada di sana yaitu berupa emas dan berlian. Sungguh luar biasa!!" Ucap Raja Reinal bahagia sambil menepuk tangan yang diikuti oleh semua tamu undangan.


"Selama ini saya telah mengirimkan banyak sekali para ahli untuk menyelidiki wilayah barat namun belum ada satupun yang memberikan saya kabar baik. Hingga saya memutuskan untuk mengirim Putra Mahkota beserta Putri Mahkota untuk menyelidiki wilayah itu. Terima kasih kepada Tuan Duke Marven yang telah mempercayakan Putrinya kepada Putraku." Ucapnya sambil tersenyum kearah Duke Marven.


"Tidak ingin membuang waktu lama ... Saya buka acara ini secara resmi." Ucap Raja Reinal lantang yang disambut tepukan tangan meriah oleh semua tamu undangan.


Seint mengajak Lilian untuk membuka dansa pertama. Dengan diiringi musik, Seint dan Lilian berdansa memperlihatkan kedekatan hubungan keduanya. Tidak sedikit orang yang merasa iri melihat kedekatan keduanya tidak terkecuali Raina.


Sedari tadi, gadis itu meremas kuat gaunnya melihat Seint dan Lilian. Ia merasa tidak terima melihat Lilian mendapatkan Seint beserta dengan gelar Putri Mahkotanya.


Setelah musik berhenti, Seint dan Lilian juga mengentikan kegiatannya dan berniat menyapa orang-orang terdekatnya. Raina terlihat berjalan cepat menuju ke arah Seint dan Lilian berdiri dan memberikan hormatnya setelah sampai didepan keduanya.


"Salam Yang Mulia Pangeran Mahkota ... Jika diijinkan maukah Anda memberi posisi kedua untuk berdansa dengan saya?" Tanya Raina penuh harap.


Seint hanya menatap malas kearah Raina. "Tidak bisa!!" Tegasnya.


Seint menatap tidak suka kearah Raina. "Pertama Nona bukan pasangan saya, kedua tubuh saya tidak terbiasa disentuh oleh orang lain selain pasangan saya, ketiga saya tidak berniat berdansa dengan orang lain selain Lilian dan yang keempat tangan saya terluka saat perjalanan pulang sehingga saya tidak mau menahan sakit ditangan saya hanya untuk berdansa dengan orang-orang yang tidak penting." Jelas Seint dengan raut wajah datar.


Lilian berusaha menahan tawanya mendengar ucapan Seint, terlebih lagi saat melihat raut wajah masam dari Raina saat mendengar ucapan dari Seint.


"Yang Mulia seharusnya tidak boleh mengatakan hal itu." Ucapnya sambil melirik tajam kerah Lilian. "Bagaimana jika selir Yang Mulia mendengar, mereka pasti akan sakit hati." Ucapnya menahan kesal.


Seint tersenyum sinis mendengar ucapan Raina. "Nona Raina sepertinya tidak mengerti dengan ucapan saya pas terakhir kali kita bertemu. Saya tidak berniat memiliki seorang Selir, jika saya sudah mendapat pasangan yang sempurna untuk apa saya mencari pasangan yang akan merepotkan saya? Saya sudah merasa puas dengan memiliki satu pasangan." Jelasnya datar.


"Bukankan aturan kerajaan mengharuskan Yang Mulia untuk mengambil selir lagi?" Tanya Raina serius.

__ADS_1


Seint kembali tersenyum sinis. "Itu jika kalau saya tidak merasa puas dengan satu pasangan namun jika saya sudah merasa puas dengan pasangan ku untuk apa saya mencari lagi? Keinginan saya bahkan telah disetujui oleh Yang Mulia Raja agar tidak perlu mengambil Selir lagi." Ucapnya datar.


Muka Raina memerah menahan marah mendengar ucapan Seint. Kukunya bahkan memutih karena terlalu lama mengepalkan tangannya.


"Jika tidak ada yang perlu dibahas lagi ... Biarkan kami lewat karena masih banyak tamu penting yang harus kami sapa daripada terus berada disini." Ucap Seint datar kemudian menggandeng tangan Lilian.


Setelah berjalan cukup jauh meninggalkan Raina yang sedang menahan marah. Lilian berhenti berjalan dan menatap kearah Seint.


"Wah ... Kamu memang yang terbaik." Ucap Lilian sambil memberikan kedua jempolnya pada Seint.


"Aku selalu kesal tiap kali bertemu dengannya." Ucap Seint.


Lilian tertawa pelan mendengar ucapan Seint. "Dia itu gadis yang sangat menyebalkan. Aku merasa sangat puas karena bisa melihat raut wajah kesalnya tadi." Ucap Lilian sambil cekikan.


"Apakah kamu sesenang itu?" Tanya Seint.


Lilian mengangguk pelan. "Tentu saja ... Gadis itu selalu membuat masalah tiap kali bertemu denganku. Melihatnya tidak bisa berkata-kata seperti tadi membuatku bahagia sendiri." Jelasnya sambil tersenyum cerah.


"Ah sudahlah ... Tidak usah memikirkan dia lagi. Sebaiknya kita pergi menyapa Ayah dan Ibumu. Apa kau tidak rindu kepada mereka?" Tanya Seint.


"Tentu saja rindu. Hampir dua minggu aku tidak bertemu mereka." Ucap Lilian.


"Kalau begitu ayo kita pergi." Ucap Seint sambil menarik tangan Lilian menuju Ayah dan Ibunya berada.


°°°

__ADS_1


Bagi yang udah baca novel ini setengah, Author ganti nama Rajanya menjadi Raja Reinal sesuai arahan dari pihak NT/MT


__ADS_2