Bukan Dunia Novel

Bukan Dunia Novel
129. Cerita Lilian Masa Lalu


__ADS_3

Lilian menatap lama kearah Citto yang sedang berbaring di atas ranjangnya. Ada banyak yang sedang ia pikirkan dalam benaknya. Setelah ia melihat warna dari bola kristal tersebut, Lilian akhirnya dapat bertemu dengan jiwa masa lalunya atau dirinya pada masa lalu.


Lilian diperlihatkan masa-masa dimana dirinya pada masa lalu harus berjuang sendiri melawan semua musuh-musuh yang berencana menguasai dunia. Air mata Lilian menetes tanpa ia sadari saat ia harus diperlihatkan bagaimana penderitaan yang harus ia alami pada masa lalunya.


Semuanya berawal dari Lilian yang selalu penasaran akan hal-hal baru. Karena rasa penasarannya, Lilian diseret pada sebuah masalah yang seharusnya tidak diurus oleh anak seusianya. Hati Lilian seperti teriris pisau karena mengingat kejadian-kejadian yang dialaminya pada masa lalu.


Pagi itu, Lilian keluar bersama Rosa menuju danau buatan yang berada dipinggir kota. Saat diperjalanan Lilian bertemu dengan orang-orang yang memakai pakaian yang menurut Lilian aneh. Karena rasa penasarannya, Lilian menyuruh Rosa agar tetap menunggunya ditepi danau dan ia sendiri mengikuti orang-orang yang memakai baju aneh itu.


Lilian mengikuti orang-orang itu sampai masuk kedalam hutan yang berada tidak jauh dari danau buatan itu. Di sana Lilian melihat banyak sekali orang-orang yang memakai baju yang sama dengan orang-orang yang ia ikuti tadi.


Orang-orang itu serentak memakai penutup wajah dan membentuk formasi Lingkaran. Setelah formasinya sudah dibentuk, orang-orang itu melakukan gerakan-gerakan yang menurut Lilian sangat aneh.


Entah apa yang sedang orang-orang itu lakukan namun setelah semua gerakan mereka selesai, orang-orang itu langsung membubarkan diri. Melihat kerumunan orang-orang itu membubarkan diri, Lilian akhirnya dengan cepat berlari menjauhi orang-orang itu agar tidak ketahuan.


Sejak hari itu, Lilian terus saja menyelidiki tentang apa yang sebenarnya orang-orang itu sedang lakukan. Ia mulai mencari informasi mengenai gerakan-gerakan itu hingga ia harus belajar bahasa asing untuk menerjemahkan kata-kata pada sebuah buku yang membahas tentang beberapa suku.


Sudah banyak sekali buku yang Lilian baca namun tidak ada satupun yang membahas tentang apa yang dilakukan oleh orang-orang itu lakukan. Dengan frustasi, Lilian akhirnya kembali meninggalkan kediamannya dengan terus ditemani oleh Rosa menuju danau buatan untuk menenangkan pikirannya.


Namun sebelum langkahnya sampai ketempat tujuan, Lilian kembali melihat orang-orang yang memakai pakaian aneh itu lagi. Lilian memutuskan untuk kembali mengikuti orang-orang itu dengan mengajak Rosa bersamanya.


Kali ini bukan hutan dekat danau buatan yang mereka datangi, melainkan tempat dimana orang-orang datangi yaitu didekat daerah terlarang. Orang-orang itu kembali melakukan hal-hal yang sebelumnya mereka lakukan saat di hutan dekat danau buatan.


Setelah selesai dengan gerakan itu, semua orang kembali membubarkan diri seperti sebelumnya. Hal itu membuat Lilian semakin penasaran akan apa yang dilakukan orang-orang itu.


Lilian dibantu oleh Rosa mencari tahu kembali apa yang tengah orang-orang itu sedang lakukan. Hingga suatu hari, usaha Lilian membuahkan hasil. Dimana ia mendapatkan sebuah buku yang membahas tentang gerakan-gerakan yang orang itu lakukan.


Buku itu menjelaskan bahwa gerakan-gerakan itu dilakukan untuk memanggil hewan mitos. Gerakan-gerakan itu harus dilakukan di lima tempat berbeda supaya ritual itu sempurna.


Lilian sudah dua kali menyaksikan orang-orang itu melakukan gerakan yang sama. Entah sudah yang ke berapa kali orang-orang itu telah melakukan gerakan-gerakan itu.


Akhirnya Lilian bertekad untuk menghentikan orang-orang itu dengan cara apapun. Namun setelah hari itu Lilian sudah tidak lagi bertemu dengan orang-orang yang memakai pakaian aneh lagi.


Lilian tidak menyerah, hari demi hari ia lalui dengan mengumpulkan informasi yang membawanya kepada titik terang. Hingga akhirnya Lilian memecahkan semua yang ingin ia ketahui.


Ritual itu dilakukan bukan untuk memanggil naga namun formasi itu dibuat untuk memanggil hewan mitos lainnya. Selama ini orang-orang berpikir ritual itu dilakukan untuk memanggil naga ternyata semua dugaan mereka salah. Orang-orang itu sebelumnya telah mengetahui jikalau naga tidak akan mudah ditaklukan dikarenakan naga hanya akan menjadi hewan penurut kepada orang-orang terpilih saja.


Tidak heran jikalau Marquis Gaustark dan para rekanya sedari awal tidak mengenali wujud dari Citto. Itu dikarenakan mereka melakukan ritual pemanggilan hewan mitos lainnya bukan naga.

__ADS_1


Lilian masa lalu akhirnya memutuskan untuk menggagalkan semua rencana-rencana orang itu. Lilian tidak lupa menuliskan nama-nama orang yang telah bergabung menjadi penghianat itu pada sebuah buku.


Lilian mulai menjalani misinya dengan mengacaukan beberapa formasi yang hampir sempurna. Saat mereka sedang melakukan gerakan-gerakan aneh itu, Lilian membuat rencana agar orang-orang memergoki apa yang tengah mereka lakukan. Semua orang yang berpakaian aneh itu akhirnya membubarkan diri karena mendengar banyak suara yang mendekat ke arah mereka dan merusak formasi.


Lilian dengan semua hasil penyelidikannya mengetahui titik-titik dimana formasi itu akan dibuat. Dengan mengandalkan keberanian Lilian secara terus menerus menghancurkan formasi itu hingga membuat pemimpin itu marah dan mencari tahu mengapa rencana mereka selalu gagal.


Hingga orang-orang itu mengetahui bahwa dalang dari kegagalan yang mereka alami adalah Lilian. Orang-orang itu akhirnya memutuskan untuk menangkap Lilian dengan cara berpura-pura untuk melaksanakan formasi itu dan berniat menjadikan Lilian sebagai tumbal.


Lilian masuk perangkap mereka dan berhasil tertangkap oleh orang-orang itu karena terlalu terburu-buru mengambil keputusan. Lilian dibawa ke tengah formasi dengan posisi tangan dan kaki terikat hingga mulutnya disumpal menggunakan kain. Lilian sama sekali tidak memberontak, sikapnya sangat tenang dan gadis itu hanya mengamati sekitarnya.


Lilian memang terburu-buru mengambil keputusan namun ia adalah gadis yang cerdas. Lilian sudah mempersiapkan rencana lain jika seandainya ia tertangkap. Sebelumnya Lilian mengatakan kepada orang-orang jika ia akan memasuki tempat yang angker jika ia tidak kembali dalam waktu yang lama maka ia berharap kepada orang-orang yang melihatnya memasuki daerah itu agar secepatnya datang menolong.


Formasi hampir selesai namun suara langkah kaki terdengar mendekat kearah mereka. Lagi-lagi Lilian berhasil menggagalkan rencana mereka. Sebelum orang-orang itu membubarkan diri, Lilian berhasil mengambil sebuah bola kristal yang membuat Pemimpin orang-orang itu marah dan mengejarnya.


Lilian terus saja berlari hingga membuat kakinya berdarah karena selalu menginjak ranting pohon dan tidak sengaja melukai kakinya. Hingga Lilian tidak lagi kuat untuk berlari dan hampir saja jatuh tidak sadarkan diri jika tidak ada seorang kakek datang menolongnya dan membawa Lilian kerumahnya.


Karena tidak berhasil menangkap Lilian, Pemimpin orang-orang itu mulai menjadikan Lilian sebagai target kejahatan oleh orang-orang itu. Sedangkan Lilian yang diselamatkan oleh kakek, menghadiahkan bola kristal itu pada kakek dan mengatakan jikalau kakek itu hanya akan menjual bola kristal itu kepada Duke Marven saja.


Karena kondisi keuangan kakek itu sangat kurang, kakek itu langsung menyetujui permintaan Lilian dan mengantar Lilian kembali pulang. Melihat kondisi Lilian yang sangat menghawatirkan Zheyan melapor kepada Ayahnya dan membuat Lilian menerima hukuman tidak boleh keluar kediaman lagi sampai waktu hukuman yang ditentukan selesai.


Lilian dengan segala kecerdasannya selalu saja berhasil keluar kediamannya dengan dibantu oleh Rosa dan akan kembali pulang jikalau hari sudah menggelap. Hingga akhirnya masa hukuman Lilian berakhir dan gadis itu dengan leluasa kembali keluar masuk kediamannya.


Surat itu ditulis dengan menggunakan cuka apel yang hanya bisa dilihat menggunakan lilin atau pencahayaan lainnya. Surat itu mengatakan jikalau akan ada kegiatan lagi dari orang-orang itu di daerah terlarang.


Lilian berangkat dengan Rosa menuju ke daerah terlarang dan menyuruh Rosa menunggunya diluar. Awalnya Rosa menolak karena merasa khawatir dengan kondisi Lilian namun gadis itu berhasil meyakinkan Rosa untuk mempercayainya dan segera mencari bantuan jikalau Lilian tidak juga keluar saat hari mulai gelap.


Surat yang Lilian dapatkan ternyata adalah sebuah jebakan untuk gadis itu namun Lilian sudah lebih memahami apa yang akan mereka rencanakan padanya. Untuk itu Lilian terus saja bersembunyi dan tidak menampakkan diri meski formasi itu telah selesai dilaksanakan.


Orang-orang itu berpikir Lilian tidak memahami isi surat itu sehingga membutuhkan waktu untuk mencari tahu isi tulisan pada surat. Mereka kemudian berencana melaksanakan ritual yang selama ini sangat ingin mereka selesaikan.


Terdengar suara banyak para gadis berteriak histeris karena tidak ingin dijadikan sebagai tumbal dari ritual itu. Lilian masih tetap diam dan menyaksikan ritual itu dengan serius hingga pendengarannya mendengar suara minta tolong yang letaknya tidak jauh dari posisinya bersembunyi.


Karena penasaran Lilian akhirnya mengikuti arah suara itu dan menemukan seorang lelaki paruh bayah yang diikat menggunakan tali ditangan dan kakinya. Setelah berbincang sedikit lebih lama dengan lelaki paruh bayah itu Lilian akhirnya kembali memeriksa sampai mana ritual itu telah dilaksanakan.


Lilian akhirnya memasuki ritual itu dan mengacaukannya dengan melempar peledak sehingga merusak formasi. Karena perbuatannya, Lilian harus menanggung sebuah kutukan dimana sebagian jiwanya sudah ditarik oleh makhluk mitos yang orang-orang itu panggil. Dengan langkah lunglai dan wajah pucatnya Lilian berusaha melepaskan semua tawanan dan tidak sengaja menabrak tubuh Pemimpin itu.


Ia melihat tanda pengenalnya orang itu lalu kabur setelah mengambil tanda pengenal itu. Lilian kembali kepada lelaki paruh bayah namun kondisi orang itu sudah tidak bisa tertolong. Sebelum lelaki paruh bayah menghembuskan napas terakhirnya, ia memberikan beberapa pilihan kepada Lilian.

__ADS_1


Merasa bahwa jiwanya akan menghilang sedikit demi sedikit. Lilian menuliskan semua yang ia alami pada sebuah catatan dengan menggunakan cuka anggur putih. Lilian mempelajari lebih lanjut tentang mantra yang di ajarkan oleh lelaki paruh bayah itu untuk menukar jiwanya dengan jiwa orang lain yang ia harap akan dapat membantunya.


Lilian tahu betul jika ia melakukan penukaran jiwa maka akan buat jiwanya akan menghilang. Sebagian jiwanya sudah menyegel keberadaan hewan mitos yang dipanggil oleh orang-orang itu. Sebenarnya Lilian masih tetap bisa hidup dengan menggunakan setengah jiwanya sampai ia menggagalkan rencana orang-orang itu. Namun Lilian mengambil pilihan untuk mengorbankan hidupnya dengan mengorbankan jiwanya dengan orang lain.


Dengan Sebagian jiwanya yang masih tersisa, ia masih harus tetap menjaga tubuh dari jiwa yang ia panggil agar tetap aman. Meski ia harus mengorbankan jiwanya untuk menghilang setiap kali jiwa yang ia panggil terluka.


Lilian akan tetap terus menjaga tubuh dari jiwa orang yang ia panggil dengan mengorbankan jiwanya. Tiap kali Lilian masa depan terluka maka sedikit demi sedikit jiwa Lilian masa lalu akan menghilang.


Lilian masa lalu akan tetap terus melindungi raga jiwa yang ia panggil agar tetap stabil. Itu sebabnya Lilian masa depan selalu merasa lukanya cepat mengering dan sembuh karena yang sebenarnya terjadi adalah semua luka yang Lilian masa depan dapatkan akan ditanggung semua oleh Lilian masa lalu.


Rasa sakit yang seharusnya Lilian masa depa. dapatkan harus dirasakan oleh Lilian masa lalu untuk terus menjaga Lilian masa depan tetap aman. Itu sebabnya saat pertemuan pertama mereka, Lilian masa lalu memperingatkan Lilian masa depan untuk tetap menjaga diri dan jangan sampai terluka.


Lilian masa lalu takut jika jiwanya benar-benar menghilang maka akan membahayakan raga Lilian pada masa depan.


Air mata Lilian turun semakin deras membuat Rosa yang baru saja memasuki kamar Lilian merasa khawatir melihat Lilian yang sedang menangis.


Rosa mendekat kearah Lilian dan menatap Tuannya dengan raut wajah khawatirnya. "Ada apa Yang Mulia? Mengapa Anda menangis? Apakah ada yang sakit?" Tanyanya khawatir.


Mendengar pertanyaan beruntun dari Rosa membuat Lilian semakin sedih dan terus saja menangis. Merasa Lilian tidak akan tenang dengan mudah, Rosa berlari keluar kamar untuk mencari Zheyan dan membawanya untuk menghibur Lilian.


Tidak lama kemudian, Zheyan datang bersama Asgar dan juga Rosa berjalan dengan tergesa-gesa dan mendekat kearah Lilian. Zheyan mengusap pelan kepala Lilian dan membawanya dalam pelukannya. Setelah merasa Lilian sedikit tenang, Zheyan kemudian melepas pelukannya dan mengusap air mata Lilian.


"Apa kau merasa sakit? Perlu Kakak panggilkan tabib?" Tanya Zheyan lembut.


Lilian menggelengkan kepalanya pelan. "Aku baik-baik saja." Suara serak Lilian.


Asgar langsung meraih gelas yang berada di atas meja Lilian dan mengisinya dengan air kemudian memberikannya kepada Lilian. Lilian menerima gelas itu dan meminum air itu hingga habis.


"Ada apa?" Tanya Zheyan lembut.


Lilian kembali menggelengkan kepalanya. "Tidak ada apa-apa." Jawabnya.


Zheyan dan Asgar saling melempar pandangan kemudian kembali fokus kearah Lilian. "Tidak apa-apa jika kamu tidak mau menceritakannya. Namun kamu tidak boleh terlalu memikirkannya, bisa-bisa kamu sendiri yang akan sakit." Katanya lembut.


Lilian kembali mengingat jika ia terluka maka yang akan mendapatkan rasa sakitnya adalah Lilian masa lalu membuatnya kembali menundukkan kepala sedih.


"Apapun yang sedang kamu pikirkan sekarang, Kakak yakin semua akan baik-baik saja." Ucap Asgar sambil mengusap pelan kepala Lilian.

__ADS_1


°°°°


Dua part Author jadikan menjadi satu part makanya UP yang kali ini agak panjang.


__ADS_2