Bukan Dunia Novel

Bukan Dunia Novel
52. Teman


__ADS_3

Setelah membicarakan hal penting kepada Ayahnya, Lilian dan Zheyan berjalan masuk ke kamar mereka masing-masing. Zheyan dan Lilian membutuhkan waktu yang lumayan banyak untuk berbicara kepada ayahnya mengenai peresmian hubungan antara Seint dan Lilian.


Duke Marven sempat mencurigai hal apa yang mendorong putrinya untuk melakukan peresmian hubungan itu. Semenjak Lilian kehilangan ingatannya, gadis itu sudah tidak pernah lagi merengek meminta di jodohkan lagi dengan Seint. Namun secara tiba-tiba Zheyan dan Lilian datang kepadanya untuk melapor bahwa LiLian siap meresmikan hubungannya dengan Seint.


Awalnya Duke Marven ragu menyetujui keputusan kedua anaknya dikarenakan ia takut Lilian akan menjadi bahan rebutan politik kerajaan, namun Zheyan begitu pandai merangkai kata-kata hingga akhirnya Duke Marven menyetujuinya.


Duke Marven menghela napas pelan saat rombongan dari istana datang untuk menjemput Lilian pada pagi harinya. Duke Marven mengira jikalau peresmian hubungan antara Seint dengan Lilian perlu pembahasan lebih lanjut namun tidak ia sangka Sang Raja begitu antusias mengenai peresmian hubungan keduanya hingga ia mengirim utusannya untuk menjemput Lilian sebelum matahari keluar dari sangkarnya.


Lilian berangkat menuju istana kerajaan dengan menggunakan kereta kuda yang dikirim oleh pihak istana dengan ditemani oleh Ayahnya.


Sesampainya di istana, Lilian berpisah dengan Ayahnya di karenakan Ayahnya harus membahas peresmian atara keduanya dengan Sang Raja sedangkan Lilian sendiri di suruh menunggu disebuah ruang yang sangat luas dengan dekorasi istana khas Eropa klasik menurut Lilian.


Lilian sesekali berdecak kagum melihat dekorasi ruangan tersebut, begitu indah dan sangat mewah. Lilian bahkan sampai memikirkan bagaimana caranya orang-orang pada dunia ini memiliki kemampuan untuk membuat dekorasi ruangan yang semegah itu.


Saat sedang mengagumi keindahan ruangan tersebut Lilian dikejutkan oleh sebuah suara yang berada disampingnya.


"Selamat datang kembali Nona Lilian." Ucap Putri Evilia.


Lilian menormalkan ekspresinya kemudian menunduk hormat kepada Putri Evilia. "Mohon maaf Yang Mulia hamba tadi tidak menyadari kehadiran mu dan terima kasih atas sambutannya." Ucap Lilian sopan.


Putri Evilia tersenyum hangat kepadanya. "Kau tidak perlu berbicara seformal itu kepadaku Nona Lilian." Ucapnya.


"Maafkan hamba Yang Mulia namun memang seharusnya saya berlaku sopan saat berbicara kepada mu." Ucap Lilian sambil tersenyum simpul.


"Kalau begitu mulai hari ini kita akan menghilangkan cara bicara kita yang formal." Ucap Putri Evilia.


"Sebelumnya saya mohon maaf Putri namun bagaimana saya bisa melakukan hal itu." Ucap Lilian.


Putri Evilia kembali tersenyum. "Bukankah Nona Lilian sekarang akan menjadi bagian dari keluarga istana? jadi memang sewajarnya agar kita menghilangkan cara bicara kita yang terlalu formal, lagipula kita ini seumuran jadi bukankah lebih baik kita berbicara seperti teman saja?" Ucapnya.


Pipi Lilian memerah mendengar ucapan Outri Evilia. "Kalau begitu baiklah." Ucap Lilian malu-malu.


Putri Evilia tersenyum melihat tingkah Lilian. "Kau sangat berbeda dengan Lilian yang ku kenal dulu." Ucapnya.


Lilian menatap heran ke arah Putri Evilia. "Memangnya apa yang beda?" Tanya Lilian.

__ADS_1


Putri Evilia memandang lembut ke arah Lilian. "Yang aku tau dulu kau ini adalah anak yang paling susah untuk diam...saat ada orang yang akan mendekati Pangeran Mahkota maka kamu akan menjadi orang pertama yang akan mengusir mereka." Ucapnya tertawa kecil sambil mengingat kembali masa lalu.


Lilian tersenyum canggung. "Ah benarkah? sepertinya dulu say...eh ak..aku sangat aktif." Ucapnya.


"Dulu aku sering bertanya mengapa Pangeran Mahkota sama sekali tidak pernah mengusir mu...Pangeran Mahkota adalah lelaki yang pendiam, dingin dan bahkan tidak dapat disentuh oleh siapapun...ia selalu suka menyendiri, tidak suka tempat keramaian yang berisik dan hanya mau ditemani oleh Tuan Artem...namun sekarang aku mengerti." Ucapnya sambil tersenyum kearah Lilian.


"Kenapa memangnya?" Tanya Lilian penasaran.


"Karena dia menyukai mu...sedari dulu ada banyak gadis yang sangat ingin mendekatinya namun tidak ada satupun yang bisa meluluhkan hatinya, jangankan meluluhkan hatinya mencoba berbicara lebih dekat dengannya saja tidak ada yang bisa." Ucap Putri Evilia.


"Masa sih?" Ucap Lilian tidak percaya.


Putri Evilia tersenyum. "Iya...hingga suatu hari kau datang ke kehidupannya...di manapun Pangeran Mahkota pergi maka di situlah kau akan mengikutinya...lama kelamaan kau menyatakan bahwa Pangeran adalah hanya milik mu seorang." Ucapnya.


Lilian menghela napas pelan. "Itu pasti sangat memalukan." Ucap Lilian.


"Awalnya aku pikir pernyataan mu itu akan membuat Pangeran Mahkota marah dan akan segera mengusir mu namun ternyata aku salah...Pangeran bahkan tidak mengatakan apapun kepada mu dan mengijinkan mu untuk tetap terus mengikutinya di manapun." Ucap Putri Evilia.


"Benarkah?" Tanya Lilian.


"Kenapa?" Tanya Lilian.


"Kata orang...seseorang yang kehilangan ingatannya itu akan melakukan sesuatu berdasarkan perilaku aslinya saat ia terbangun...ia akan bergerak sesuai nalurinya namun saat kau terbangun kau tidak pernah menunjukan sisi buruk sesuai dengan rumor itu." Ucap Putri Evilia.


"Bagaimana kalau seandainya rumor sebelumnya itu adalah benar dan aku yang sekarang adalah bukan diriku sendiri." Ucap Lilian.


Putri Evilia mengerutkan keningnya bingung. "Aku tidak mengerti apa maksud dari ucapan mu." Ucapnya.


Lilian tampak berpikir sebentar. "Begini... bagaimana kalau seandainya rumor yang dulu beredar itu benar dan aku yang sekarang berbeda dengan yang dulu." Ucap Lilian serius.


"Lalu apa masalahnya?" Tanya Putri Evilia penasaran.


Lilian terdiam sebentar. "Apakah kalian masih akan menerima ku walau aku ini berbeda dengan Lilian yang dulu?" Tanya Lilian.


Putri Evilia tersenyum hangat ke arah Lilian. "Kenapa tidak? Kau tetap Lilian...bukankah sekarang kau terlihat jauh lebih baik dari sebelumnya? rumor buruk tentang mu bahkan menghilang sendirinya dan digantikan dengan rumor-rumor baik." Ucap Putri Evilia.

__ADS_1


"Rumor baik?" Tanya Lilian bingung.


Putri Evilia mengangguk singkat. "Rumor tentang mu bahkan sudah sampai ke kerajaan tetangga...keahlian dan kemampuan mu sangat menakjubkan...oh iya terakhir kali saat pihak istana mengadakan pesta di aula aku sangat ingin mendekati mu namun kau dikelilingi oleh banyak orang dan aku merasa canggung untuk mendekati mu karena sebelumnya hubungan kita tidak terlalu dekat." Ucap Putri Evilia.


Lilian tersenyum cerah ke arah Putri Evilia. "Mulai sekarang kita akan menjadi teman baik." Ucap Lilian.


Putri Evilia mengangguk antusias. "Ya...mulai sekarang kita akan menjadi teman baik...lalu bisakah kau ceritakan kepadaku sejak kapan kau bisa memahami bahasa asing itu?" Tanya Putri Evilia penasara.


Lilian mengedikan bahunya tanda tidak tau. "Entahlah...semua orang juga banyak menanyakan hal itu kepada ku namun aku sendiri tidak tau mau menjawab apa." Ucap Lilian yang sepenuhnya tidak berbohong, karena memang tidak mungkin akan menjawab kalau dia telah belajar di dunia lamanya.


Putri Evilia mengangguk sebentar. "Lalu bagaimana dengan tanama-tanaman itu?" Tanyanya lagi.


Lilian menghembuskan napas pelan. "Jawabannya sama seperti tadi." Ucap Lilian.


"Kau sepertinya harus rajin berobat agar secepatnya bisa mengingat semuanya." Ucap Putri Evilia.


"Ya kau benar..." Ucap Lilian.


Saat keduanya sedang asik mengobrol, seorang pelayan datang menghampiri mereka lalu menunduk hormat.


"Hormat hamba Tuan Putri dan Nona...hamba di tugaskan untuk menjemput Nona Lilian agar segera keruangan yang telah disediakan oleh Yang Mulia Pangeran Mahkota." Ucap pelayan wanita tersebut.


Putri Evilia mengangguk pelan. "Sepertinya sudah waktunya kau ke sana." Ucapnya.


Lilian mengerutkan kening bingung. "Memangnya aku harus kemana?" Tanya Lilia.


"Kau akan tau setelah kau sudah sampai nanti...di sana akan ada orang akan menjelaskannya pada mu jadi lebih baik kau secepatnya ke sana." Ucap Putri Evilia.


Lilian mengangguk pelan kemudian ia berpamitan pergi kepada Putri Evilia dan berjalan mengikuti pelayan wanita tadi menuju ruangan yang dimaksud.


°°°


Selamat membaca semua....


BTW Cover novelnya diganti sama pihak NT, tadi sore Author dapat notifnya dan bukan tidak bersyukur ya namun Author lebih suka Cover yang saya buat sendiri.... Awalnya sedih tapi ya sudahlah...

__ADS_1


__ADS_2