Bukan Dunia Novel

Bukan Dunia Novel
118. Terungkap


__ADS_3

Duke Marven tidak sedikitpun mengalihkan pandangannya ke arah Lilian. Tidak ada yang mencurigakan dari perilaku Putrinya selama ini. Lilian masih seperti yang ia kenal selama ini, meski banyak sekali rumor jelek tentang Putrinya namun tidak satupun rumor itu mempengaruhi keyakinannya terhadap Putrinya.


Lilian juga menatap Duke Marven dengan tatapan bersalah. Melihat Duke Marven tidak sedikitpun mengalihkan pandangannya, Lilian berinisiatif untuk memanggilnya duluan.


"Ayah." Panggil Lilian lembut.


Duke Marven masih mencerna semua tulisan yang berada dalam buku tersebut dengan diam. Lalu sesaat kemudian ia menatap tepat dimata Lilian. "Sepertinya buku itu adalah karangan dari Tuan Martin untuk mengelabui kami. Dia memanfaatkan kehilangan ingatan mu untuk membuat kami tidak lagi mempercayaimu. Sungguh jikalau orang itu masih hidup, Ayah akan memukulnya sampai ia mati." Kesalnya.


Raja Reinal berdehem pelan mencairkan suasana canggung yang tercipta. "Sepertinya memang benar ... Tuan Martin berniat sekali merencanakan ini." Ucapnya.


"Kalau begitu kita tidak perlu lagi mengetahui isi dari buku itu." Ucap Baron Avalon.


Lilian menundukkan kepalanya dan meremas gaunnya kuat. Ia harus menguatkan hatinya untuk mengakui tentang kebenaran yang sesungguhnya. Diam hanya akan membuat masalahnya tidak terselesaikan. Bagaimanapun semua orang didalam ruangan pertemuan sangat menyayangi Lilian, jadi ia tidak perlu merasa khawatir jikalau ia harus jujur.


"Ayah tulisan didalam buku ini memang benar." Ucap Lilian jujur.


Napas Duke Marven tersedak mendengar pengakuan Putrinya. "Kamu memang sering bercanda dihadapan orang banyak namun untuk kali ini tidak bisa. Simpan buku itu dan kurasa kita bahas hal lain saja."


Lilian menghela napas pelan kemudian memegang kedua tangan Duke Marven dan menatap kedua matanya. "Ayah ... Aku memang Lilian namun dari masa depan." Ucapnya lembut.


Duke Marven mengerutkan kening tidak percaya kearah Lilian namun tidak membantah mengucapkan sepatah katapun untuk membalas ucapan Putrinya.


"Masa Depan? Bukankah pembahasan ini sungguh tidak masuk akal?" Tanya Raja Reinal yang juga tidak percaya.


Melihat tidak ada yang mempercayai Lilian, Seint akhirnya membantu menjelaskan. "Apa yang tidak masuk akal Yang Mulia? Hari itu ritual telah dilakukan. Jika tidak adak perilaku Lilian yang dirasa tidak ada bedanya itu dikarenakan roh Lilian lama dengan masa depan tertukar. Mungkin saja Lilian masa lalu tidak mengetahui jikalau yang akan menganti rohnya pada masa lalu adalah roh dirinya sendiri dimasa depan." Jelas Seint panjang.


Zheyan mengangguk cepat menyetujui ucapan Seint. "Coba saja Ayah pikirkan kembali tentang apa yang Lilian temukan selama ini. Lilian memang gadis yang cerdas namun bagaimana bisa hanya dia seorang yang mengetahui bagaimana cara mengolah tanaman yang selama ini dianggap tidak berguna bagi orang lain." Tambah Zheyan.


"Putri Mahkota juga dapat mengetahui dengan cepat tentang emas dan batu berlian di wilayah barat dikarenakan ia dari masa depan." Lanjut Artem.

__ADS_1


"Yang memberikan ide untuk pengembangan bisnis dari keluarga Baron adalah Lilian. Karena dimasa depan semua orang menyukai barang-barang yang Lilian sebutkan." Ucap Asgar.


Raja Reinal, Duke Marven dan Baron Avalon menatap ke arah anak-anaknya secara bergantian. Tidak mereka sangka jika mereka sudah mengetahui hal besar seperti itu namun tidak ada satupun dari mereka yang memberitahukan kebenaran besar itu kepada orang tua mereka masing-masing.


"Jadi selama ini kalian sudah mengetahui hal ini namun kalian tidak mengatakan apapun kepada kami?" Tanya Raja Reinal marah.


Zheyan menunduk sopan. "Ampuni kami Yang Mulia ... Namun kami melakukan hal ini demi melindungi Lilian." Ucapnya tegas.


"Dengan menyembunyikan kebenaran besar seperti ini kamu bilang untuk melindunginya Zheyan?" Tanya Duke Marven marah.


"Selama ini Lilian selalu mendapatkan serangan mendadak ... Awalnya kami tidak tahu mengapa Lilian selalu diincar. Hingga akhirnya Lilian berada diposisi harus mengakui kebenaran ini kepada kami dan untuk melindunginya kami harus menutup mulut kami. Para penghianat telah melakukan ritual pemanggilan roh dan apa yang akan terjadi jika mera tahu jika roh yang meraka panggil masuk kedalam tubuh lama Lilian?" Tanya Seint tegas.


Raja Reinal, Duke Marven dan Baron Avalon terdiam mendengar penjelasan dari Seint. Memang benar apa yang dikatakan oleh Seint, tidak mengatakan kebenaran yang sesungguhnya adalah satu-satunya jalan untuk melindungi Lilian.


"Sejak kapan kalian mengetahui bahwa yang bersama kita sekarang adalah Lilian masa depan?" Tanya Baron Avalon.


Seint melirik kearah Lilian sebentar kemudian menghela napasnya pelan. "Sejak harimau menyerang Lilian pada kegiatan berburu." Jawabnya.


"Lalu dimana roh Lilian pada masa lalu?" Tanya Duke Marven.


Lilian menggeleng pelan. "Aku tidak tahu ... Namun saat aku tidak sadarkan diri saat jatuh dari atas kuda dia datang ke alam bawah sadar ku. Saat ini ia sedang menjaga ragaku dimasa depan agar tetap aman selama aku masih di sini. Meski ia tidak bisa menggerakkan tubuhku seperti yang aku lakukan sekarang." Jawabnya dengan suara pelan.


"Berarti secara tidak sengaja, roh mu pada masa lalu bertukar dengan roh mu dimasa depan. Lalu apakah kalian akan punya kemungkinan untuk bertukar lagi." Tanya Raja Reinal penasaran.


Lilian menggeleng pelan. "Saya juga tidak tahu Yang Mulia ... Kedatangan saya kesini untuk menyelesaikan misi yang tidak bisa Lilian masa lalu selesaikan. Untuk itu saat tertarik kembali kesini." Jawabnya.


"Saya baru mengerti permasalahannya sekarang. Lilian pernah bilang jika Lilian masa lalu tidak dapat menyelesaikan misi itu karena dia terlalu lemah. Mungkinkah maksudnya karena ia telah merusak ritual itu sehingga ia tidak bisa lagi menyelesaikan misinya dan ia mengorbankan rohnya untuk menarik Lilian masa depan untuk menyelesaikan misi itu." Simpulan Asgar yang diangguki semua orang.


"Lalu misi apa yang harus Lilian selesaikan?" Tanya Baron Avalon penasaran.

__ADS_1


Semua orang yang berada didalam ruangan menatap kearah Lilian untuk menanyakan jawaban Lilian.


Lilian kembali menggelengkan kepala tanda ia tidak tahu. "Jika aku tahu apa misi yang dimaksud maka aku tidak akan membuang waktu lagi untuk mencari petunjuk misi itu. Namun saya rasa misi ini ada hubungannya dengan kehadiran Citto." Jelas Lilian


"Apa hubungannya dengan Citto?" Tanya Duke Marven cepat.


Lilian menatap serius kearah Raja Reinal. "Saya telah menyuruh orang untuk memantau kediaman Tuan Marquis Gaustark. Informasi terakhir yang saya dapatkan adalah terlihat seorang yang memakai pakaian mirip dengan pakaian kelompok penyihir." Jelas Lilian.


Semua orang terkejut mendengar informasi yang baru saja Lilian berikan.


"Sejak kapan kamu menyelidiki hal berbahaya seperti ini?" Tanya Duke Marven khawatir.


"Ayah tidak perlu khawatir ... Pangeran Mahkota telah menyuruh pengawal menjagaku dari jarak jauh." Jelas Lilian.


"Saya sangat penasaran dengan ucapan Lilian tadi ... Bukankah penyihir sudah menghilang sejak lama?" Tanya Asgar serius.


"Ya ... Menghilangnya kaum naga maka kelompok penyihir juga ikut menghilang." Tegas Raja Reinal.


"Saat kami di wilayah barat kami mendapat buku tentang sejarah kerajaan Apollonia yang ditulis langsung oleh Yang Mulia Raja Apollo." Ucap Seint.


Raja Reinal membulatkan mata tidak percaya. "Benarkah? Lalu dimana buku itu?" Tanyanya.


"Buku itu akan lebih aman diletakkan di sana Ayah ... Bersama buku itu tersimpan rahasia besar yang saya tulis lewat surat kepadamu." Jawab Seint.


"Kau yakin buku dan hal lainnya tidak akan dengan mudah orang lain temukan?" Tanya Raja Reinal khawatir.


"Yakin Yang Mulia ... Hanya keturunan marga King yang bisa menemukan tempat itu. Oh iya ... Kembali ke pembahasan, buku itu juga membahas tentang kelompok penyihir yang memburu kaum naga. Namun Yang Mulia Raja Apollo telah menyegel keberadaan kaum naga dengan beberapa mantra kuat. Namun segel itu akan terbuka jika ritual pemanggilan naga syaratnya terpenuhi. Saya curiga jikalau segel itu pernah terbuka sehingga munculah Citto dan jikalau memang informasi yang Lilian dapatkan itu benar maka penyihir itu kembali muncul karena naga juga telah muncul." Jelas Seint panjang.


"Sepertinya kita sedang berhadapan dengan masalah besar ... Sebaiknya kita baca lagi catatan masa lalu Lilian dan membahasnya secara bersama." Usul Raja Reinal yang diangguki oleh semua orang.

__ADS_1


°°°


__ADS_2