Bukan Dunia Novel

Bukan Dunia Novel
132. Dalang kebakaran


__ADS_3

Marquis Gaustark membanting semua barang-barang yang ada dikediamannya dengan sangat marah. Rencananya ia ingin melihat apa yang telah terjadi di sana namun niatnya tidak terlaksana dikarenakan Seint datang bersama prajuritnya untuk menyelidiki tempat itu.


Emosinya bertambah saat para pengawal yang menjaga tempat itu tidak mengetahui mengapa ada api di dalam gua sehingga menyebabkan kebakaran di sana. Karena di dalam gua terdapat banyak bahan peledak membuat tempat itu semakin cepat terbakar.


Ledakan yang dihasilkan-pun sangat besar membuat area sekitar gua mengalami keretakan dan karena suara yang keras itu memancing kedatangan banyan orang termasuk Seint.


"Tenanglah Tuan, kita bisa cari tahu apa yang sebenarnya terjadi!" Ucap Viscount Wilson.


Marquis Gaustark menghembuskan napas kasar. "Bagaimana saya bisa tenang!! Bahan-bahan peledak itu sangat susah didapatkan dan belum lagi cara membawanya kesini! Sudah sangat lama kita telah membuat rencana ini dan hancur dalam waktu yang sangat singkat. Belum lagi kita tidak tahu apa penyebabnya." Marahnya.


"Tuan Marquis Gaustark benar. Meski kita ingin tetap bersikap tenang namun keadaan sekarang membuat kita tidak bisa bersikap dengan tenang. Tidak banyak orang yang tahu mengenai tempat itu tapi mengapa bisa terjadi kebakaran." Heran salah satu bangsawan.


"Apakah mungkin salah satu pengawal tidak sengaja menyalakan api di sana?" Tanya bangsawan lainnya.


Marquis Gautark menggeleng cepat. "Tidak ... Tidak!! Saya sebelumnya sudah memperingatkan mereka agar tidak menyalakan sedikitpun api di sana. Bahan-bahan itu akan kita pergunakan dimalam bulan purnama. Kalau sudah begini apa yang harus saya laporkan kepada Tuan Besar!!" Kesalnya.


"Namun kita masih punya rencana lainnya Tuan. Meski kita kehilangan banyak bahan peledak namun kita masih memiliki banyak rencana. Kita manfaatkan rencana lainnya untuk menutupi kerugian hari ini." Usul bangsawan lainnya.


Marquis Gaustark mendudukkan dirinya di atas kursi dengan kasar. Tangannya terkepal erat dan ia meremas kuat bajunya. "Saya yakin yang telah membakar gua itu adalah Kelompok Kesatria Elang." Geramnya.


"Bukankah kita tidak memberitahu mereka dimana tempat penyimpanan bahan-bahan itu." Tanya Viscoun Wilson.


"Kelompok Kesatria Elang memiliki orang-orang yang sangat licik. Jika mereka mendapatkan kerugian besar maka mereka akan mencari kawan untuk jatuh bersama. Sebelumnya tempat mereka mengalami kebakaran dan mengalami kerugian besar. Karena kita menolak bertemu, mereka pasti ingin membalas dendam dan mencari tahu lokasi penyimpanan bahan peledak." Jelas Marquis Gaustark.


"Betul juga. Dari pada jatuh sendiri lebih baik jatuh bersama! Kelompok Kesatria Elang pasti pelakunya." Ucap salah satu bangsawan lainnya.

__ADS_1


"Iya betul." Ucap bangsawan lainnya yang juga menyetujui pemikiran Marquis Gaustark.


"Mereka tidak langsung mengibarkan bendera perang kepada kita. Laporkan semua ini pada Tuan Besar dan tanyakan apa yang harus kita lakukan pada Kelompok itu." Tegas Marquis Gaustark.


"Baik Tuan." Ucap para bangsawan lainnya.


Marquis Gaustark dan yang lainnya kembali merundingkan rencana lain. Mereka harus membalas perbuatan Kelompok Kesatria Elang yang telah berani menghancurkan rencana mereka sebelum hari yang sebelumnya mereka tunggu-tunggu.


Sedangkan ditempat lain, Alben Benito dan semua keluarga besar Kelompok Kesatria Elang merayakan keberhasilan rencana mereka dalam menghancurkan semua bahan peledak dan alat-alat lainnya seperti milik mereka yang telah hancur.


Mereka mengadakan acara makan besar didalam kediamannya meski semua sisi kediamannya masih dijaga oleh para Prajurit Istana. Selama mereka melakukan kegiatan itu didalam kediamannya maka tidak ada yang perlu mereka khawatirkan.


Sebelumnya Prajurit Istana membiarkan mereka melakukan perayaan itu setelah mendapat arahan agar membiarkan mereka melakukan perayaan. Prajurit bahkan melihat Murid Kelompok Kesatria Elang menggunakan jalan rahasia untuk keluar kediaman mereka. Karena telah mendapat arahan secara langsung, mereka akhirnya hanya bisa melihat dan tidak menahan mereka pergi sesuai arahan dari Seint.


°°°


"Lapor Yang Mulia. Telah terjadi kebakaran di wilayah selatan Ibukota Ixania, tepatnya di salah satu gua kecil yang jaraknya sedikit jauh dari tempat tinggal penduduk. Hasil yang kami dapatkan setelah memeriksa lokasi kebakaran adalah banyaknya bahan peledak di sana membuat ledakan yang dihasilkan kebakaran itu sangat besar dan membuat area sekitar gua retak." Lapor Seint panjang.


"Siapa penanggung jawab tempat itu?" Tanya Raja Reinal.


"Saat sampai tempat itu sudah banyak didatangi oleh banyak orang. Pengawal yang menjaga gua ada yang mati karena belum sempat berlari keluar gua, ada yang mati karena menghirup banyak asap dan menjadi racun didalam tubuhnya. Yang masih hidup tidak dapat ditemukan karena mungkin mereka ketakutan dan berlari menjauhi gua. Kami belum bisa memastikan siapa penanggung jawabnya namun ..." Jeda Seint diakhir kalimat.


"Namu apa?" Tanya Raja Reinal.


Seint melirik ke kanan dan ke kiri untuk melihat situasi sekitarnya.

__ADS_1


"Kalian semua keluar!! Tinggalkan kami berdua!!" Titah Raja Reinal melihat gelagat Anaknya yang ingin melaporkan sesuatu.


Setelah semua orang keluar dan meninggalkan keduanya, Seint lalu menatap lurus kearah mata Ayahnya. "Ditempat lokasi, terlihat Marquis Gaustark dan rekan-rekannya ada didalam kerumunan para penduduk. Jika dilihat dari raut wajah, sepertinya mereka baru datang dan ingin bertanya apa yang telah terjadi namun saya dan Arten cepat datang dan mengurungkan niat mereka untuk mendekati mulut gua." Lapor Seint.


"Apa mungkin bahan peledak itu adalah bagian dari rencana mereka?" Tanya Raja Reinal.


Seint mengangguk pelan. "Melihat betapa buruknya lokasi ledakan itu sepertinya benar. Bahan-bahan itu akan digunakan untuk melawan kita namun tempat itu terlebih dahulu terbakar. Dilihat dari lokasinya yang tersembunyi sepertinya tempat itu sengaja dibakar oleh seseorang." Lapor Seint kembali.


"Melihat kondisi tempat itu. Siapa menurut mu yang membakar tempat itu?" Tanya Raja Reinal


"Kelompok Kesatria Elang. Merasa dikhianati oleh rekannya, mereka juga mencoba membakar tempat itu agar rekannya mendapatkan kerugian yang sama." Jawab Seint.


Raja Reinal tersenyum kecil. "Baguslah!! Biarkan saja mereka saling menyerang. Selain kehilangan kekuatan, mereka juga akan saling menyerang."


"Benar." Jawab Seint.


"Biarkan saja mereka saling salah paham dan menyerang satu sama lain. Mereka telah melakukan banyak kesalahan selama ini jadi biarkan mereka membayarnya mulai dari sekarang. Oh iya ... Bagaimana persiapan rencana malam lentera?" Tanya Raja Reinal.


"Persiapannya telah selesai. Kita hanya menunggu saja, apakah kita akan di serang hari itu atau bagaimana. Sebisa mungkin sebelum hari itu kita bisa mengurangi jumlah kekuatan musuh agar tidak mempersulit kita nantinya." Jelas Seint.


"Baguslah ... Untuk sementara Ayah tidak bisa menghadiri pertemuan dikarenakan harus mengurus semua masalah di Istana. Namun Ayah berharap kamu bisa melaporkan segala sesuatu yang telah kalian rencanakan." Harap Raja Reinal.


"Tentu Ayah ... Biarkan kami mengurus sisanya. Fokuslah untuk menyiapkan semua yang kita butuhkan di malam lentera nanti." Ucap Seint.


Raja Reinal tersenyum dan mengangguk pelan mendengar ucapan dari Seint.

__ADS_1


°°°°


__ADS_2