
Lilian menatap lama gaun yang sebelumnya diberikan oleh Seint. Gaunnya begitu indah, mempunyai jahitan sederhana namun terlihat mewah. Benar yang dikatakan lelaki itu sebelumnya kalau Lilian akan menyukai gaun yang ia pilih.
"Darimana ia mendapatkan gaun yang seperti ini?" Ucap Lilian Sendiri. "Dia memberiku gaun yang sangat cantik...pasti harganya mahal." Lanjutnya.
Lilian tidak henti-hentinya mengagumi gaun yang diberikan oleh Seint. Gaun itu berwarna peach kalem, mempunyai lengan pendek dan sulaman bunga daisy kecil yang menghiasi bagian bawah gaunnya.
Gaun itu sangat pas ditubuh Lilian. "Dia bahkan tau ukuran badanku...ahhh lebih tepatnya ukuran badan Lilian asli." Batinnya.
Saat Lilian sedang asik dengan pikirannya Rosa datang dengan membawa beberapa hiasan rambut ditangannya.
"Nona mau model rambut yang seperti apa?" Tanya Rosa.
"Aku ingin model rambut yang polos seperti baju ku ini." Ucap Lilian.
"Lalu bagaimana dengan hiasannya nona?" Tanya Rosa.
"Terserah kau saja...yang terpenting cocok dengan gaun ku." Ucap Lilian.
Rosa kemudian berjalan mendekati Lilian untuk menata rambut yang sesuai keinginan Lilian. Tak berapa lama kemudian Lilian siap dengan model rambut yang dikepang polos dan Rosa memberikan hiasan berlian kecil-kecil di rambutnya.
Rosa tidak henti-hentinya menatap takjub ke arah Lilian. "Nona sangat cantik sekali, padahal Nona hanya memakai riasan tipis saja." Puji Rosa.
"Ahh kamu bisa saja...jangan terlalu memuji ku seperti itu." Ucap Lilian merona.
"Tapi memang kenyataannya Anda sangat cantik Nona." Ucap Rosa lagi.
"Ahh sudahlah...lebih baik kita keluar saja, Ayah, Ibu dan Kak Zheyan pasti sudah menunggu." Ucap Lilian kemudian berjalan keluar dari kamarnya sambil diikuti oleh Rosa dibelakangnya.
Sesampainya diruang keluarga, Lilian menatap bingung ke arah Ayah, Ibu, dan Kakaknya. Mereka bertiga menatap Lilian tanpa berkedip, sungguh mereka tidak bisa menggunakan kata-kata lagi untuk memuji penampilan Lilian saat ini.
"Waktu memang berjalan dengan sangat cepat, baru kemarin rasanya aku menggendongnya dan malam ini baru aku sadari kalau Putri ku ini telah tumbuh dewasa." Ucap Duke Marven.
"Apakah penampilan ku aneh?" Ucap Lilian memastikan.
"Kau sangat cantik Lilian, Kakak bahkan pangling melihat mu." Ucap Zheyan kagum.
"Ahhh Kakak bisa saja...kau juga begitu gagah." Ucap Lilian tersenyum.
"Ke dua anak ku memang yang terbaik." Ucap Illyria.
"Itu karena mereka berasal dari gen yang bagus." Ucap Duke Marven sambil tertawa yang di ikuti oleh Illyria dan kedua anaknya.
°°°
Sesampainya keluarga Duke Marven di gerbang istana, mereka dapat melihat sudah banyak tamu undangan yang hadir karena ada banyak kereta kuda keluarga bangsawan yang ditata berjejer. Setelah menitipkan kereta kudanya Duke Marven dan keluarganya berjalan menuju aula tempat pesta itu diselenggarakan.
Duke Marven berjalan bergandengan dengan Istrinya Illyria sedangkan Lilian berjalan melingkarkan tangannya di lengan Zheyan.
Saat memasuki aula tempat pesta diadakan semua mata memandang mereka dengan kagum. Semua orang tau bagaimana sepak terjang kesuksesan yang diraih kelurga itu, selain kehebatan kedua orang tuanya dalam mengembangkan bisnis dan mempertahankan kedamaian negaranya, kedua anaknya juga ikut menyumbangkan keahlian mereka masing-masing yang membuat orang selalu menjuluki mereka dengan sebutan "Keluarga Terkuat".
__ADS_1
Semua mata menatap kedua anaknya dengan tatapan memuja, Zheyan tampil dengan stelan warna putih tulang yang membuatnya terlihat mempesona dan disampingnya terlihat Lilian yang sedang memeluk erat lengannya dengan menggunakan baju yang diberikan oleh Pangeran Mahkota.
Beberapa Putra dan Putri keluarga bangsawan meneguk ludahnya saat melihat kedua anak Duke Marven berjalan bersama dengan melempar beberapa kali senyuman kepada orang-orang yang menyapanya.
"Sungguh keluarga yang sempurna." Ucap salah satu bangsawan.
"Keluarga harmonis." Ucap salah seorang putri bangsawan.
"Terlahir dari gen yang bagus, pasti juga yang dihasilkan adalah generasi bagus juga." Ucap salah satu bangsawan lainya.
Duke Marven menatap kesemua arah yang ada di aula mencari seseorang, matanya langsung bertubrukan dengan seseorang yang begitu sangat dekat dengannya yaitu keluarga Baron Avalon.
Kedua keluarga tersebut saling merangkul satu sama lain. "Apakah kau sudah datang dari tadi?" Ucap Duke Marven.
"Lumayanlah ... kau membuat kami menunggu begitu lama." Ucap Baron Avalon menggoda.
"Ahhh maafkan aku...kau tau aku memiliki seorang Putri yang membutuhkan waktu lebih lama untuk bersiap." Ucap Duke Marven melirik ke arah Lilian.
"Ayah...." Panggil Lilian cemberut.
Semua orang tertawa karenanya. "Ahhh Lilian kau tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat cantik." Ucap Emilia Avalon istri dari Baron Avalon.,
"Ahh Bibi terima kasih atas pujiannya." Ucap Lilian tersipu.
"Putri mu tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, bersiap-siaplah mendapatkan banyak surat lamaran setelah ini nanti." Ucap Baron Avalon tertawa.
"Sebaiknya kita menemui Yang Mulia dulu sebelum acaranya dimulai." Ucap Baro Avalon.
"Ahh benar juga." Ucap Duke Marven mangangguk singkat. "Kalian tunggu dulu di sini sampai acaranya dimulai." Ucap Duke Marven kepada kedua anaknya dan Asgar.
Zheyan, Asgar, dan Lilian mengangguk singkat dan kemudian Ayah dan Ibu mereka berjalan menghadap Raja dan Permaisuri diruang pertemuan sebelum acara dimulai.
"Lilian kau terlihat cantik malam ini." Ucap Asgar sambil tersenyum lembut.
"Berarti selama ini aku tidak terlihat cantik?" Ucap Lilian pura-pura kesal.
"Ahhh tidak...tidak...bukan begitu maksud ku...selama ini kau terlihat cantik namun malam ini kau terlihat berkali-kali lipat lebih cantik." Ucap Asgar.
"Benarkah?" Ucap Lilian tersenyum senang.
"Iya...coba kau lihat saja sekeliling mu...para Putra bangsawan menatap mu takjub." Ucap Asgar melirik ke kanan dan ke kiri.
Lilian mengikuti arah Lirikan Asgar kemudian Lilian merapatkan pelukannya dari lengan Zheyan.
"Kenapa?" Tanya Zheyan bingung.
Lilian menatap Zheyan lama. "Mereka menatap seakan-akan aku ini adalah makanan." Ucap Lilian pelan.
Zheyan menengok ke kiri dan kanan kemudian kembali menatap Lilian dan mengelus pelan kepalanya. "Kalau begitu jangan jauh-jauh dari kami mengerti?" Ucap Zheyan.
__ADS_1
Lilian kemudian mengangguk singkat dan dibalas senyuman oleh Zheyan dan Asgar.
Tidak lama kemudian suasana pesta yang sebelumnya sangat bising kini digantikan dengan keheningan karena orang nomor satu di kerajaan Apollonia beserta jajarannya akan segera memasuki aula.
"Yang Mulia Raja dan Ratu akan memasuki aula diharapkan pada semua tamu undangan agar berdiri." Ucap Prajurit.
"Yang Mulia Pangeran Mahkota akan memasuki Aula." Ucap Prajurit.
"Para petinggi kerajaan akan memasuki aula." Ucap prajurit lagi.
Setelah Raja, Permaisuri dan Seint mengambil tempat duduknya semua orang menunduk memberi hormat. "Hormat kami Yang Mulia Raja, Ratu dan Pangeran Mahkota semoga langit selalu memberkati kalian semua." Ucap mereka serempak.
"Silahkan duduk semua." Ucap Raja Reinal.
Semua para petinggi dan tamu undangan yang hadir langsung mengambil tempat masing-masing.
"Hari ini kita kedatangan seorang tamu dari kerajaan barat, untuk menghormatinya saya mengadakan pesta ini, tamu tersebut datang dengan membawa sebuah penawaran untuk itu saya sebagai seorang Raja dari kerajaan ini menginginkan pendapat dari kalian semua." Ucap Raja Reinal penuh wibawa.
Raja Reinal memberi kode kepada salah satu prajurit agar mempersilahkan Petinggi kerajaan tersebut masuk. Terlihat beberapa orang memasuki aula, seorang yang memiliki warna rambut putih, kulit putih, tinggi, dan memakai jubah kebesaran kerajaannya berjalan memasuki ruangan lalu menunduk hormat di depan Raja Reinal dan Ratu.
"Sincerely, Your Majesty the King, thank you for welcoming us very well." Ucap petinggi tersebut.
Semua orang bingung dengan apa yang di ucapkan petinggi tersebut lalu tak lama kemudian terdengar suara seorang lagi "Hormat Yang Mulia Raja, terima kasih telah menyambut baik kedatangan kami." Ucap seorang penerjemah kata.
"Apa dia tidak bisa menggunakan bahasa yang kami mengerti?" Ucap Raja Reinal.
"Maaf Yang Mulia, Tuan kami belum bisa menggunakan bahasa yang kerajaan ini gunakan, untuk itu hamba datang bersamanya untuk menerjemahkan bahasanya." Ucap Penerjemah tersebut.
Raja Reinal mengangguk sebentar kemudian menyuruh petinggi dan para pengikut itu memperkenalkan dirinya dan kerajaannya.
"My name is Zafran Asadel, I am one of the top brass of Elmore's work." Ucap Zafran menjeda ucapannya sebentar. "The purpose of our coming here is to offer cooperation."
"Perkenalkan nama saya Zafran Asadel, saya salah satu petinggi dari kerjaan Elmore, tujuan kedatangan kami di sini adalah untuk menawarkan kerjasama." Ucap penerjemah.
"Kerja sama yang seperti apa?" Tanya Raja Reinal.
Penerjemah kemudian menerjemahkan kata-kata Raja Thanos pada Tuan Zafra. Tuan Zafran mengangguk sebentar dan tersenyum cerah ke arah Raja Reinal.
"Can we enjoy this party first? After that we will continue our discussion." Ucap Zafran.
"Bisakah kami menikmati pesta ini dulu? Setelahnya kita akan melanjutkan pembahasan kita ini." Ucap penerjemah.
Raja Thanos mengangguk. "Baiklah...silahkan menikmati pestanya." Ucap Raja Reinal.
Kemudian Raja Reinal menyuruh para petinggi kerajaan Elmore untuk mengambil tempat duduknya masing-masing dan menikmati pestanya.
°°°
Bahasa inggris hasil dari google translate 🤭, mohon di maklumi ya...Soalnya Author kurang bisa bahasa inggris, kalau ada kesalahan tulisan mohon dimaklumi 🙏
__ADS_1