
Semua orang menatap bingung ke arah pintu aula, di sana terlihat Lilian berjalan bersama Seint di sampingnya. Selain itu Lilian mengenakan jubah kebesaran milik Seint ditubuhnya yang membuat semua orang yakin dengan rumor kedekatan keduanya.
Zheyan, Asgar, Fania dan Violet membulatkan matanya melihat Lilian, keempatnya langsung berjalan mendekat kearah Lilian dan memberikan pertanyaan beruntun yang membuat Lilian bingung.
"Lilian dari mana saja kau? Sedari tadi kami mencari mu namun tidak menemukan mu." Ucap Violet.
"Kenapa juga kau memakai jubah Pangeran Mahkota?" Tanya Fania cemas.
"Jawablah Lilian." Ucap Zheyan.
"Semuanya tenanglah...tanya satu-satu dulu biar Lilian tidak merasa bingung saat menjawab." Ucap Asgar.
Lilian mengangguk setuju dengan ucapan Asgar. "Aku tadi pergi mencari udara segar sebentar dan duduk di sekitar taman yang dekat aula namun karena kedatangan Tuan Adrian yang mengganggu akhirnya aku memutuskan kembali." Ucap Lilian.
"Kau tadi tidak memberi tahu ku kalau kau bertemu Tuan Adrian." Ucap Seint menatap tajam ke arah Lilian.
"Karena kau tadi tidak bertanya." Ucap Lilian ketus dan menatap kembali ke arah Kakanya.
"Lalu?" Kalau kembali dengan cepat kenapa kau sedari tadi tidak terlihat?" Tanya Fania.
Lilian kembali menghela napasnya pelan. "Itu karena tadi aku sempat di cegat sama si geng ular." Ucap Lilian mengingat kejadian sebelumnya.
"Lalu apakah kau tidak apa-apa? Ularnya tidak menyakiti mu kan dan ada berapa ular?" Tanya Asgar beruntun.
Zheyan menghembuskan napas pelan. "Kau sendiri yang bilang agar bertanya satu-satu dulu Tuan Asgar." Ucap Zheyan.
"Oh maaf...maaf..." Ucap Asgar sambil menggaruk kepalanya.
"Tadi aku ketemu empat ular." Ucap Lilian.
"Empat Ular?" Tanya mereka serentak.
"Iya...tadi aku sempat di diserang sama empat ular itu namun Pangeran Seint cepat-capat datang untuk menolong ku." Ucap Lilian.
"Kok bisa empat ular itu bisa ada secara bersamaan di istana?" Ucap Zheyan bingung.
"Bisa sajalah...orang mereka kan ular jadi-jadian." Ucap Lilian.
__ADS_1
"Ini yang kita bahas apa sih? nggak ngerti deh." Ucap Violet bingung.
"Tadi setelah aku ingin kembali kesini..aku ketemu sama Raina sama teman-temannya...mereka berniat merobek gaun ku dan setelahnya mempermalukan ku namun Pangeran Seint datang untuk membantu makanya sekarang aku pakai jubahnya Pangeran Seint karena gaun ku sedikit robek." Jelas Lilian.
"Memang ular, gadis itu tiada henti-hentinya menganggu Lilian." Ucap Fania kesal.
"Lalu? Selanjutnya gimana?" Tanya Asgar.
"Mereka sudah di bawa pergi sama Tuan Artem." Ucap Lilian.
"Biarkan saja...gadis itu pantas mendapatkan hukuman berat." Ucap Zheyan kesal.
Semua mengangguk membenarkan ucapan Zheyan tidak lama kemudian pengumuman kembali terdengar, saatnya semua mendengarkan kerja sama apa yang akan ditawarkan oleh kerajaan Elmore kepada mereka. Seint berpamitan kepada semuanya untuk kembali ke tempat duduknya.
"Perhatian semua...saatnya kita mendengarkan kerja sama apa yang akan ditawarkan oleh pihak kerajaan Elmore." Ucap Raja Reinal.
Tuan Zafran kemudian berdiri dari duduknya dan menatap serius ke arah Raja Thanos.
"King Thanos, who is honored by our arrival here, is that he wants to collaborate between the two kingdoms, in our region there are two plants that are the same as this kingdom, we hear the news if this work understands and understands how to cultivate these plants." Ucap Tuan Zafran
Setelah mendengar ucapan dari Tuan Zafran Penerjamah kemudian langsung menerjemahkan ucapannya. "Raja Thanos yang terhormat kedatangan kami kesini ialah ingin melakukan kerja sama antara dua kerajaan, di wilayah kami tumbuh dua tanaman yang sama dengan kerajaan ini, kami mendengar kabar jikalau kerjaan ini paham dan mengerti bagaimana cara mengolah tanaman tersebut." Ucap Penerjemah.
Tuan Zafran tersenyum. "We want to offer a cooperation, where we will divide the results of the plant in half, we have the plants but we do not understand how to process them, if Your Majesty agrees then let us set up our mascara at the end of the western region as a sign of our cooperation." Ucapnya.
"Kami ingin menawarkan sebuah kerjasama, dimana kami akan membagi dua hasil dari tanaman tersebut, kami memiliki tanamannya namun kami tidak paham bagaimana cara pengolahannya, jika yang Mulia setuju maka ijinkan kami mendirikan markas kami di ujung wilayah barat sana sebagai tanda kerja sama kita." Ucap Penerjemah.
Raja Reinal mengerutkan keningnya. "Mengapa harus di wilayah barat?" Ucap Raja Thanos.
"That's because it will facilitate our entry and exit in this kingdom." Ucap Tuan Zafran.
"Itu karena akan mempermudah jalan keluar masuknya kami dikerajaan ini." Ucap sang penerjemah.
Raja Reinal mengerutkan kening mendengar ucapan dari Tuan Zafran kemudian mengarahkan pandangannya ke semua arah. "Bagaimana menurut kalian semua?" Ucap Raja Reinal.
Semua tamu undangan yang hadir berbisik satu sama lain. Tidak lama kemudian Marquis Gaustark mengangkat tangannya untuk memberikan saran. Setelah dipersilahkan untuk berbicara Marquis Gaustark kemudian melirik ke kanan dan kiri dan kembali menatap hormat pada Raja Reinal.
"Yang Mulia...menurut hamba itu adalah tawaran yang sangat baik untuk kerajaan kita, kerajaan dari Elmore akan membagi hasil dari tanaman itu sama rata dengan kerajaan kita." Ucap Marquis Gaustark meyakinkan Raja Reinal.
__ADS_1
Duke Marven kemudian mengangkat tangannya untuk memberikan usulan. "Mohon maaf sebelumnya Yang Mulia...tidakkah seharusnya kita pikirkan hal ini baik-baik dulu sebelum kita memberi jawaban...Yang Mulia tau sendiri bagaimana kondisi wilayah barat kita saat ini." Ucap Duke Marven.
Marquis Gaustark kembali mengangkat tangannya. "Tuan Duke Marven apa yang perlu kita pikirkan lagi? Bukankah kerja sama ini banyak menguntungkan pihak kerajaan kita? Kerajaan Elmore menyediakan semua bahan yang di butuhkan sedangkan kerajaan kita hanya akan mengolahnya dan untuk masalah wilayah barat...apa yang perlu kita khawatirkan? Bukankah di sana tidak ada yang spesial untuk kita pertahankan?" Ucap Marquis Gaustark.
Suara riuh kembali terdengar dari para tamu undangan. Sebagian dari mereka ada yang setuju dengan usulan dari Duke Marven dan sebagian lainnya setuju dengan usulan dari Marquis Gaustark.
"Ada yang punya usulan lain?" Tanya Raja Reinal.
Pangeran Seint mengangkat tangannya untuk memberikan usulan. "Saya setuju dengan usulan dari Tuan Duke Marven, kita harus memastikan semuanya terlebih dahulu dulu sebelum kita mengambil sebuah keputusan...ini adalah kerja sama dua kerajaan...itu artinya keputusan itu tidak main-main jadi menurut hamba sebelum kita setuju kita harus pastikan dulu." Ucap Seint.
Semua mengangguk mendengar ucapan Seint. Kemudian Viscount Wilson mengangkat tangannya untuk memberi usulan.
"Tidakkah kita membuang-buang waktu hanya untuk memastikan sesuatu yang sudah pasti? Kerja sama ini menguntungkan kita semua jadi apalagi yang perlu kita pikirkan?" Ucap Viscount Wilson.
"Namun ini adalah keputusan yang besar, kita harus mempertimbangkannya baik-baik." Ucap Duke Marven serius.
"Maaf sebelumnya Tuan Duke Marven...apakah yang membuat mu ragu dengan kerja sama ini? Atau..." Ucap Marquis Gaustark menjeda. "Tuan Duke Marven tidak ingin tersaingi? Secara Tuan Duke Marven baru memiliki bisnis yang seperti ini." Ucap Marquis Gaustark tersenyum sinis.
"Apa maksud mu Tuan Marquis Gaustark? Kejayaan dan perdamaian kerajaan ini jauh lebih penting bagi ku dari segalanya." Ucap Duke Marven serius.
Semua tamu undangan kembali riuh mendengar perdebatan antara keluarga bangsawan, untuk mencegah semua semakin rumit Raja Reinal mengintrupsi agar semua tamu undangan tetap diam.
"What about Your Majesty? Please give us the answer immediately." Ucap Tuan Zafran.
"Bagaimana Yang Mulia? Tolong berikan kami jawabannya segera." Ucap penerjemah.
Raja Reinal menghela napas berat saat ia ingin menjawab, sebuah suara terdengar dan menghentikan niatnya.
"We apologize in advance Mr. Zafran, when you heard this information, did your royal authorities confirm the truth of the informat?" Ucap Lilian.
*Mohon maaf sebelumnya Tuan Zafran, saat Anda mendengar informasi itu apakah pihak kerajaan kalian sudah memastikan kebenaran informasi itu?*
Semua menatap ke arah Lilian dengan tatapan terkejut. Mereka tidak menyangka bahwa Lilian bukan hanya mengerti bahasa itu namun gadis itu juga sangat lancar mengucapkannya.
°°°
Halo semua...apakah ada yang nunggu Author UP ? maaf ya karena kemarin tangan Author bengkak dan nggak bisa ngetik...namun sekarang udah mendingan dan insyaallah bakal UP rutin seperti biasa.
__ADS_1
selamat membaca.....