Bukan Dunia Novel

Bukan Dunia Novel
46. Ayah dan Putra


__ADS_3

Seint menatap lama ke arah perginya kereta kuda milik Lilian. Ada banyak pertanyaan yang muncul di kepalanya tentang gadis itu. Semenjak ia memutuskan untuk berada dekat dengan gadis itu ada banyak sekali kejadian yang membuatnya semakin penasaran.


"Yang Mulia meminta mu agar segera keruangan nya." Ucap Artem santai karena hanya ada mereka berdua.


"Aku heran sejak kapan Lilian bisa mengerti bahasa asing itu." Ucap Seint.


"Selama ini Lilian memang sering memberikan banyak kejutan untuk semua orang." Ucap Artem.


"Kali ini berbeda." Ucap Seint.


"Apanya yang berbeda?" Tanya Artem.


"Pokoknya dia berbeda." Ucap Seint.


"Tentu saja...sejak awal bukankah Lilian memang berbeda dimata mu?" Ucap Artem menggoda.


"Maksud mu?" Tanya Seint dengan tatapan tajam.


"Sedari awal bukankah Lilian Spesial bagi mu? ada banyak gadis yang mencoba mendekati mu namun selalu saja kau tidak suka dengan keberadaan mereka namun beda halnya saat Lilian mendekati mu...kau bahkan tidak pernah berkomentar apapun terhadapnya...malah kau memberikan status sebagai kekasih kepadanya." Ucap Artem panjang.


"Lalu?" Tanya Seint dengan tatapan horor kepada Artem.


"Lalu..." Ucapan Artem terjeda saat melihat raut wajah Seint yang tidak bersahabat. "Lalu sebaiknya kau pergi menemui Yang Mulia." Ucap Artem sambil menelan ludah gugup.


Seint menatap tajam ke arah Artem sebentar kemudian berjalan menuju ruangan Ayahnya.


"Dia selalu menatap ku seperti itu saat lagi kesal." Ucap Artem ngeri.


Melihat kedatangan Seint dua penjaga yang berada di depan Ruangan Ayahnya segera membukakan pintu untuknya. Setelah Seint memasuki ruangan tersebut ia dapat melihat Ayahnya duduk dengan raut wajah gusar.


"Hormat hamba Yang Mulia." Ucap Seint sopan sambil menundukkan badannya memberi hormat.


"Ahhh kau tidak perlu berbicara formal padaku, di sini hanya ada kita berdua...ayo duduklah." Ucap Raja Reinal sambil menunjuk sebuah kursi yang berada di depannya.


Seint berjalan mendaki kursi yang ditunjuk oleh Ayahnya. Setelah memastikan Seint sudah benar-benar terduduk dari kursinya, Raja Reinal mulai membuka suaranya.


"Apakah kau tau sejak kapan Lilian bisa mengerti bahasa asing itu?" Tanya Raja Reinal penasaran.

__ADS_1


"Tidak." Jawab Seint datar.


Raja Reinal menghembuskan napasnya pelan. "Aku dengar akhir-akhir ini kau sedang dekat dengannya itulah sebabnya Ayah memanggil mu kesini." Ucap Raja Reinal.


"Dekat bukan berarti tau segalanya." Ucapnya dengan Ekspresi datarnya.


Raja Reinal kembali menghela napas. "Ayah bertanya hal ini kepada mu karena Ayah peduli kepada mu." Ucap Raja Reinal.


"Maksudnya?" Tanya Seint sambil mengerutkan keningnya.


"Ayah pikir kau menyukai Lilian..." Ucap Raja Reinal sambil mengamati raut wajah Putranya. "Tidakkah kau perhatikan rau wajah marah Tuan Zafran sebelum ia meninggalkan aula pesta tadi?" Ucap Raja Reinal mengingat kembali kejadian tadi.


"Lalu?" Tanya Seint.


"Ayah sengaja mengadakan pesta itu untuk menyambut kedatangan Tuan Zafran, Kerajaan Elmore beberapa kali mengirimkan surat kepada Ayah...isi suratnya menginginkan kerja sama antara dua kerajaan dan jika Ayah setuju maka wilayah barat akan menjadi tempat markas mereka." Ucap Raja Reinal.


"jadi..." Ucap Seint.


"Ayah sudah memprediksi akan ada keributan yang akan terjadi saat di pesta...akan ada kubu yang setuju dan kubu yang tidak setuju namun Ayah tidak menyangka kalau situasinya akan menjadi serumit tadi...Ayah bahkan hampir tidak bisa meredam suasana kalau tidak ada Lilian." Ucap Raja Reinal kemudian menatap serius ke arah Seint.


"Ayah sangat setuju dengan pendapat Lilian, jika Ayah menyetujui kerja sama itu maka ada banyak konsekuensinya untuk kita di masa depan...Jika mereka membangun markasnya di daerah barat sana maka akan mudah bagi mereka keluar masuk kerajaan kita dengan mudah." Jelas Raja Reinal.


"Beberapa hari yang lalu Ayah menemukan barang yang masuk kerajaan kita tanpa ijin, barang itu berupa guci antik yang berisi obat pembunuh tanaman...barang-barang itu dijual dengan liar di pasar dan yang membuat Ayah semakin heran bagaimana bisa barang-barang itu bisa lolos dari pemeriksaan diperbatasan." Jelas Raja Reinal.


"Apakah dalangnya sudah di temukan?" Tanya Seint.


"Maka dari itu...penyelundupan barang itu dilakukan dengan cara yang sangat rapi...Ayah sudah mengerahkan banyak orang untuk menyelidikan secara lebih mendalam namun sampai sekarang Ayah belum mendapat informasi apapun terkait penyelundupan tersebut." Ucap Raja Reinal.


Seing mengangguk singkat mencerba informasi yang diberikan oleh Ayahnya. "Mungkinkah barang-barang itu masuk lewat daerah barat sana?" Tanya Seint curiga.


"Ya...Ayah sempat berpikir seperti itu...kondisi wilayah di daerah barat kerajaan kita sangat aneh...sudah banyak upaya yang telah Ayah lakukan untuk membuat daerah itu sejahtera namun kondisi tanah di sana seakan-akan menolak untuk semua upaya itu...sudah beberapa kali rakyat di sana menanam tanaman yang berbeda namun hasilnya tetap gagal." Ucap Raja Reinal.


"Apakah Ayah sudah menyelidikinya lebih lanjut?" Tanya Seint.


"Ya...Ayah sedang menyelidiki hal ini secara diam-diam...saat kerajaan Elmore mengajukan kerjasamanya Ayah sudah mulai curiga...itu sebabnya Ayah mengadakan pesta untuk melihat reaksi tamu undangan yang hadir...melihat raut kecewa Tuan Zafran sebelum ia keluar membuat Ayah bertambah yakin namun di sini ayah menghawatirkan Lilian." Ucap Raja Reinal.


"Mengapa dengannya?" Tanya Seint penasaran.

__ADS_1


"Gadis itu terlahir sebagai salah satu anak yang jenius di kerajaan kita, kecerdasan dan pemikiran gadis itu sangat luas padahal umurnya masih sangat muda...hal itu juga pastinya akan membawa malapetaka untuk dirinya sendiri." Ucap Raja Reinal.


"Maksud Ayah?" Tanya Seint.


"Saat di aula ada banyak tatapan tidak suka di arahkan pada gadis itu, itu sebabnya Ayah memanggil mu kesini...Ayah mendengar jikalau kau menjalin hubungan spesial dengannya." Ucap Raja Reinal.


"Apakah ayah akan menentangnya jika kami memiliki hubungan?" Tanya Seint datar.


"Tidak...Ayah dengan Duke Marven memiliki hubungan yang sangat dekat...Sejak dulu Ayah ingin menjodohkan kalian berdua...apalagi Lilian sejak lama mengejar mu hal itu membuat Ayah semakin ingi menyatukan kalian berdua." Ucap Raja Reinal serius.


"Lilian mengejar ku bukan karena dia menyukai ku." Ucap Seint.


"Benarkah ? bukanya dulu dia selalu mengikuti mu kemanapun? Lilian bahkan membujuk Permaisuri untuk menjodohkan kalian berdua." Ucap Raja Reinal.


"Itu karena Lilian ingin membuat Nona Raina kesal." Ucap Seint.


"Raina? anaknya Marquis Gaustark?" Tanya Raja Reinal memastikan.


"Ya...Lilian memiliki banyak kemampuan, suatu hari aku tertangkap olehnya saat memperhatikan ia yang tengah beelatih memanah karena takut aku membocorkan rahasianya Lilian mulai mengikuti ku kemanapun aku pergi." Jelas Seint panjang.


"Lalu bagaimana sekarang? apakah dia masih tidak menyukai mu?" Tanya Raja Reinal penasaran.


"Entahlah...Lilian adalah gadis yang memiliki pemikiran yang sangat sulit di tebak." Ucap Seint sambil menghembuskan napas pelan.


"Bukankah kau juga memiliki pemikiran yang rumit? Ayah Lihat kau cocok saja dengannya." Ucap Raja Reinal memancing.


"Benarkah?" Tanya Seint serius.


Raja Thanos mengerjapkan matanya beberapa kali melihat raut wajah anaknya. "Iya...kau sangat cocok dengannya...kalau kau berada si samping gadis itu...Ayah tidak perlu lagi khawatir kepadanya karena ada kau yang akan menjaga gadis itu." Ucap Raja Reinal.


"Benar juga." Ucap Seint.


"Sebaiknya kau sering-sering saja ke kediamannya siapa yang tau gadis itu kapan saja dalam keadaan bahaya...atau biar perlu Ayah akan meminta pada Duke Marven ruangan khusus untuk mu berkerja di sana bagaimana?" Ucap Raja Reinal mengompori anaknya.


Seint menatap malas kearah Ayahnya. "Sebaiknya aku cepat beristirahat saja." Ucapnya kemudian ia berjalan keluar ruangan menuju kamarnya.


Raja Reinal tertawa pelan melihat kelakuan Putranya. Sejak dekat dengan Lilian, Putranya itu sedikit banyak telah membuka diri untuk orang lain. Hal itu juga yang membuatnya semakin yakin dengan pilihannya.

__ADS_1


°°°


part ini seharusnya udah Author UP sejak subuh namun filenya hilang 😭 mau nangis rasanya harus ngetik ulang, padahal mau UP beberapa part karena mengganti hari sabtu kemarin.


__ADS_2